
Cantika tersenyum, meskipun Cantika berusaha menyakinkan mereka berdua. Tapi dia tidak bisa menyakinkan diri dia sendiri untuk melupakan perasaannya. Karena setiap kali dia ingin melupakan Bastian, dia selalu mengingat masa-masa indahnya dengan Bastian. Terbayang akan senyum Bastian, meskipun kenangan yang dia punya banyak kenangan yang buruk. Tapi itu yang membekas dihati Cantika sampai Cantika tidak bisa melupakannya. Sikap Bastian yang posesif membuat Cantika merasa rindu. Sikap Bastian yang egois membuat Cantika ingin sekali memeluknya. Bahkan sikap kasar yang dia dapatkan di masa lalu membuat dia sadar betapa Bastian mencintainya dulu. Cantika benar-benar sangat mencintai Bastian sampai tidak bisa melupakan Bastian. Dulu karena kebodohannya yang membuat dirinya harus meninggalkan Bastian dan kehilangannya membuat Cantika sadar betapa dia sangat mencintai Bastian. Benar-benar sulit bagi Cantika untuk melupakan Basian. Cinta pertamanya dan laki-laki yang merenggut keperawanannya. Cantika hanya bisa menahan perasaannya dan mencintai Bastian dalam hatinya.
Setelah sampai rumah Bastian langsung menanyakan siapa sebenarnya Andra pada Tania.
"Kamu tadi bohongkan saat bilang tidak enak badan?" tanya Bastian
"Maksud kamu? Aku beneran pusing Bas." jawab Tania
"Siapa Andra?" tanya Bastian serius
"Aku ga kenal. Siapa dia, bukannya dia kekasihnya Cantika?" jawab Tania berbohong
"Jangan bohong, aku lihat tatapannya ke kamu. Kamu juga menatap dia dengan penuh rasa cemburu kan tadi saat dia bilang ingin mendapatkan hati Cantika." ucap Bastian
"Enggak, kamu omong apaan sih Bas." elak Tania
"Jawab jujur Tania!" bentak Bastian
"Oke oke, Andra itu mantan pacarku!" jawab Tania
"Jadi dia laki-laki yang pernah menghamilimu dan menyuruhmu menggugurkan kandunganmu dulu?" tanya Bastian
__ADS_1
Tania hanya diam tidak menjawab pertanyaan Bastian.
"Jadi dia laki-laki yang selama ini kamu cintai dan kamu rindukan itu?" tanya Bastian lagi
Tania masih diam membisu.
"Bukannya kamu dan dia masih saling mencintai? Kenapa kamu tidak kembali saja dengannya? Kenapa kamu masih bertahan denganku yang tidak mencintaimu? Kenapa Tania kenapa?" tanya Bastian marah
"Karena aku tidak ingin melihatmu kembali dengan Cantika! Aku muak melihat kebahagiaan Cantika! Dia begitu sangat beruntung dikelilingi beberapa laki-laki yang mencintainya bahkan dia juga bisa memiliki anak, sedangkan aku? Aku tidak bisa. Aku dulu sudah berusaha mendapatkan hati Danish tapi dia tetap kembali ke Cantika dan akhirnya mereka menikah. Bahkan kamu yang sudah ditinggalkannya yang seharusnya membencinya malah sampai sekarang masih mencintainya. Sekarang Aditya juga menyukainya, bahkan Andra laki-laki yang aku cintai memihak kepadanya. Aku benar-benar muak melihat kebahagiaan Cantika!" ucap Tania marah dan menangis
"Egois kamu Tan! Cantika tidak salah apapun tapi kamu berbuat seperti ini hanya karena keirianmu pada dia. Kamu jahat Tania!" ucap Bastian marah meninggalkan Tania
Belum juga Bastian jauh melangkah tiba-tiba dia mendengat jeritan Tania.
Bastian berlari menghampiri Tania, dia melihat Tania duduk dengan memegangi perutnya yang meringis kesakitan.
"Kamu kenapa?" tanya Bastian khawatir
"Aku tidak tahu, sakit sekali Bas!" rintih Tania
"Ayo kita ke dokter." ucap Bastian membopong Tania
__ADS_1
Bastian secepatnya mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Sesekali dia menengok Tania yang sedang menahan sakit disampingnya. Dia merasa sangat khawatir melihat Tania yang sedang kesakitan.
Sesampainya di rumah sakit Tania langsung masuk UGD. Cukup lama Tania diperiksa di dalam UGD, Bastian yang setia menunggu disamping Tania merasa sangat khawatir akan keadaan Tania. Dia terus menggenggam tangan Tania.
"Gimana dok? Ada apa dengan istri saya?" tanya Bastian
"Sepertinya kondisi ginjal bu Tania sudah memburuk. Apa selama ini bu Tania tidak pernah berusaha mendapatkan perawatan untuk ginjal ibu?" tanya dokter
"Maksud dokter?" tanya Bastian bingung
"Ini penyakit keturunan, bu Tania mempunyai penyakit gagal ginjal. Apa selama ini bapak tidak tahu akan penyakit bu Tania?" tanya dokter lagi
"Kamu punya penyakit gagal ginjal Tan?" tanya Bastian pada Tania
Tania mengangguk menatap Bastian.
"Kenapa kamu ga pernah cerita sih Tan?" ucap Bastian merasa bersalah akan kondisi istrinya yang tidak dia ketahui
"Aku selama ini hanya menggunakan obat-obatan di apotek untuk menghilangkan rasa sakitnya, aku tidak tahu kalau dengan begitu malah memperparah keadaanku." jelas Tania
"Obat-obatan tanpa resep dokter itu bisa memperburuk ginjal ibu. Dan kondisi ginjal kiri bu Tania sudah tidak bisa tertolong lagi, sekarang bu Tania hanya bisa mengandalkan ginjal kanan ibu saja. Tapi jika bu Tania tidak melakukan pengobatan dengan baik itu juga akan memperburuk kondisi ginjal kanan ibu. Bu Tania harus menjalani cuci darah setiap minggu. Jadi sebaiknya bu Tania rutin menjalaninya dan untuk sementara waktu bu Tania harus rawat inap dulu. Sekarang saya tinggal dulu ya bu Tania, biar nanti perawat yang mengantarkan ke kamar inap bu Tania sekalian dengan resep obatnya." jelas dokter
__ADS_1
"Terima kasih dok." ucap Tania
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.