BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
53


__ADS_3

Esoknya Cantika berpamitan pada keduaorangtuanya untuk pergi ke luar kota dan menitipkan Fira, padahal kenyataannya Cantika dirawat dirumah sakit untuk persiapan operasi. Cantika ditemani oleh Andra, karena hanya Andra yang tahu bahwa Cantikalah yang akan mendonorkan ginjalnya pada Tania.


Saat operasi berlangsung Andra hanya menunggu diruang rawat Cantika karena takut Bastian tahu tentang Cantika. Setelah dua jam berlalu, operasi transplantasi ginjal pun selesai. Dan semuanya berjalan dengan lancar. Cantika kembali ke ruangannya begitupun Tania. Saat Cantika sudah berada diruangannya Andra meninggalkannya karena memang Cantika masih belum siuman dalam pengaruh obat bius, untuk sekedar menengok Tania dari luar kamarnya.


Andra melihat Bastian yang dengan setia berada disamping Tania pun tersenyum. Dia bersyukur, meskipun Bastian belum bisa mencintai Tania tapi perhatiannya sudah menandakan bahwa dia sayang pada Tania. Andrapun kembali ke ruang rawat Cantika.


Dua hari setelah operasi dilakukan, Bastian masih dengan rasa penasarannya mencoba membujuk dokter untuk memberitahukan siapa orang yang telah mendonorkan ginjal pada istrinya. Bastian memohon-mohon tapi tetap saja dokter tidak mengatakan apapun. Bahkan Bastian rela diam-diam mengikuti dokter yang masuk ke ruangan pasien-pasiennya tapi belum juga menemukan siapa pendonor ginjal untuk Tania. Saat Bastian yang sedang mengikuti dokter yang masuk ke salah satu ruang inap terkejut melihat sesorang yang ada didalamnya. Dia melihat Cantika yang terbaring diatas ranjang rumah sakit. Dia mendengarkan percakapan dokter dengan Cantika dari balik pintu.


"Bagaimana Bu Cantika? Apa sudah tidak merasa sakit pada bekas jahitanya?" tanya Dokter


"Alhamdulillah dok, sudah tidak sakit. Saya sudah baik-baik saja, malah saya rasa saya harusnya sudah bisa pulang ini." jawab Cantika tertawa


"Maaf bu Cantika, saya belum bisa mengizinkan untuk anda pulang. Setelah operasi transplantasi ginjal setidaknya bu Cantika butuh waktu seminggu untuk perawatan." ucap dokter


"Iya iya dok saya tahu. Kan cuman bercanda." jawab Cantika


"Bagaimana keadaan Tania dok?" tanya Cantika


"Bu Tania baik-baik saja. Reaksi ginjal bu Cantika pada tubuh bu Tania begitu sangat baik, bahkan fungsi ginjal dalam tubuh bu Tania sudah berjalan dengan semestinya." jelas dokter

__ADS_1


"Syukurlah. Saya senang mendengar kondisinya Tania yang sudah baik-baik saja." ucap Cantika tersenyum lega


"Baiklah bu Cantika, saya permisi dulu." ucap dokter


"Iya dok." jawab Cantika


Saat dokter keluar dari ruangan Cantika, Bastian sudah pergi dari depan ruangan Cantika. Bastian duduk termenung di bangku depan ruangan Tania. Dia merasa sedih, kagum dan kasihan pada Cantika. Perihalnya, sikap Tania pada Cantika begitu sangat jahat tapi Cantika tetap begitu baik padanya.


"Begitu mulia hatimu Can, maafkan aku yang tidak bisa melindungimu. Maafkan cintaku yang tidak bisa berbuat apa-apa. Aku janji akan menjaga Tania untukmu." gumam Bastian menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


Bastian meneteskan air matanya, tapi dengan cepat dia mengusap air matanya. Dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menemui Tania. Saat membuka pintu ruangan Tania, Bastian tersenyum dia bersikap biasa seperti tidak tahu apa-apa. Dia berusaha menjadi suami yang baik untuk Tania. Dia ingin menjaga sahabat yang disayangi oleh orang yang dicintainya.


Sesekali Bastian menghampiri ruangan Cantika, dia hanya melihat dari luar pintu. Melihat Andra yang ada disamping Cantika, Bastian berpikir bahwa mereka memiliki hubungan. Apalagi melihat mereka yang sedang bercanda tawa, membuat Bastian semakin bersedih karena cemburu. Tapi setidaknya Bastian merasa bersyukur ada seseorang disamping Cantika disaat dia seperti ini.


"Kamu yakin nih gapapa?" tanya Andra


"Iya iya gapapa, toh aku udah gede ini. Sebentar lagi juga udah bisa pulang. Jadi pergi aja kamu Ndra, lagian aku bosen liat kamu terus!" jawab Cantika diselingi tawa


"Dasar! Kalo ga ada aku, kamu juga bakal kesepian tauk!" ucap Andra kesal

__ADS_1


"Haha, lagian itu kerjaan penting Ndra. Ga bisa kamu tinggalin juga kan? Kamu udah nemenin aku tiap hari disini, udah 5 hari loh aku disini. Dan aku baik-baik aja." jelas Cantika


"Iya sih, cuman sehari kog. Kalo udah pulang aku pasti buru-buru kesini. Dan inget, jangan sok-sokan mau jalan-jalan sendiri! Panggil suster kalo mau kemana-mana, jahitan kamu bisa kebuka lagi kalo banyak gerak!" ucap Andra mengingatkan


"Iya iya abang bawel" ledek Cantika


"Udah gih berangkat, eneg aku lihat wajah kamu terus!" canda Cantika


"Kamu mau dibawain apa Can kalo aku pulang?" tanya Andra yang mulai beranjak dari tempat duduknya


"Beliin mobil kali ya?" tanya Cantika seperti orang sedang berpikir


"Kenapa ga sekalian minta beliin rumah?!" tanya Andra kesal


"Haha, ga perlu bawain apa-apa Ndra. Kalo kamu pulang nanti, aku juga pengen pulang. Kangen sama Fira." ucap Cantika


"Iya deh iya, selama dokter ngijinin nanti pulang deh." jawab Andra


"Aku berangkat ya?" pamit Andra mulai melangkah pergi

__ADS_1


"Hati-hati abangku sayang." ucap Cantika


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2