
Danish makin acuh pada Cantika, bahkan sekarang Danish sering pulang malam untuk sekedar nongkrong bersama temannya. Setiap kali Cantika mengingatkannya untuk pulang lebih awal karena dia adalah seorang suami dan ayah dikeluarganya dan anak istrinya menunggunya pulang, Danish selalu berkata hanya ingin menghilangkan kejenuhan dan sudah lama tidak berjumpa kawannya. Setiap hari Danish berlaku seperti itu, Cantika hanya bisa bersabar dengan sikap Danish. Dia berusaha mengerti bahwa inilah akibatnya menikah muda.
Semakin hari sikap Danish makin parah, uang yang biasa diberi Danish setiap bulan semakin dikurangi. Dan setiap hari liburnya Danish hanya menghabiskan waktunya dikamar dengan bermain game. Demi keutuhan rumah tangganya Cantika hanya bersabar, Cantika juga ikut membantu catering Mamanya untuk tambahan kebutuhannya.
Saat umur Fira genap setahun tiba-tiba Tania datang ke rumah Cantika.
"Hei Tan, kog tumben tiba-tiba kesini ada apa?" tanya Cantika
Hubungan Tania dan Cantika memang semakin jauh setelah Cantika menikah. Yang biasanya Cantika akan bercerita dalam hal kecil atau besar pada Tania pun sekarang hanya dipendan Cantika sendir. Karena kejauhan hubungan mereka Cantika berpikir bahwa Tania menjauh karena kedekatan Tania dengan Bastian. Memang Cantika pernah melihat chat kak Retno dengan Bastian yang mengatakan bahwa Bastian menyukai Tania. Bahkan Bastian dan Tania juga sudah sering jalan bersama dengan kak Retno. Karena Cantika tau, siapapun yang dikenalkan Bastian pada kak Retno pasti akan diseriusi oleh Bastian.
"Iya nih, gue bawa kado buat Fira." jawab Tania
"Ohh makasih aunty." balas Cantika menirukan suara anak kecil
"Gimana kabar lo Can?" tanya Tania
"Baik kog, lo gimana?" tanya Cantika balik
__ADS_1
"Sama gue juga baik." jawab Tania
Hening, mereka saling diam cukup lama.
"Emm Can." panggil Tania membuyarkan keheningan
"Ya." jawab Cantika singkat
"Gue lagi deket sama seseorang." ucap Tania
"Ohh ya, siapa?" tanya Cantika pura-pura tidak tahu
"Ohh ya gapapa, emang gue kenapa?" jawab Cantika
"Misal gue pacaran sama Bastian lo gimana?" tanya Tania lagi
"Ya gue ga gimana-gimana. Asal lo bahagia sama dia gue gapapa." jawab Cantika mencoba tenang
__ADS_1
"Makasih ya Can, lo emang sahabat terbaik gue." ucap Tania senang memeluk Cantika
"Iya sama-sama." jawab Cantika
Sebenarnya hati Cantika merasa seperti tercabik-cabik. Bagaimana tidak satunya sahabat baiknya yang tahu menahu bagaimana perasaannya dan masa lalunya dan satunya orang yang dicintainya yang pernah memberikan luka padanya. Cantika rasanya ingin marah tapi bingung bagaimana caranya melampiaskan kemarahannya. Ingin sekali rasanya menangis tapi takut suaminya tau. Cantika hanya bisa memendam rasa itu sendiri. Melihat sahabatnya begitu bahagia membuatnya tidak bisa membencinya. Sejujurnya Cantika kecewa, bagaimana sahabatnya itu tidak memikirkan perasaannya. Padahal dia satu-satunya yang tau perasaan Cantika.
Hanya demi kebahagiaan sahabatnya dia rela menyembunyikan rasa sakitnya. Setiap kali Tania membicarakan Bastian, Cantika hanya bisa membalas dengan senyuman getir. Tania begitu bahagia menceritakan kisahnya dengan Bastian. Tania sama sekali tidak memikirkan perasaan Cantika sedikitpun.
Setelah hari itu Tania tidak lagi datang menemui Cantika. Hanya pesan-pesannya tentang hubungannya Bastian yang berdatangan. Cantika hanya menanggapinya dengan sabar. Kadang kala tidak dibalasnya dengan alasan sedang mengasuh anaknya.
Meskipun sakit Cantika selalu mengikuti semua perkembangan hubungan Bastian dan Tania. Cantika memang tidak pernah bertemu Bastian sejak lama. Terakhir kali saat pernikahannya, tapi setiap kali Cantika merindukannya Cantika menstalking sosmednya. Cantika sadar dia sekarang sudah menjadi istri orang. Dia hanya mencintai Bastian dalam hatinya, dia tidak menginginkan yang lebih. Hanya saja dia memang belum mengikhlaskan hubungan Bastian dengan Tania. Setiap kali kak Retno membicarakan kebaikan Tania yang telah menjadi kekasih Bastian hati Cantika merasa seperti disayat. Cantika hanya bisa menangis diam-diam. Setiap kali perasaannya hancur berantakan Cantika mendatangi Fira. Firalah yang bisa menenangkan hati Cantika. Setiap kali melihat wajah Fira, rasa sakit yang dirasakan Cantika hilang.
Menginjak usia 2tahun Fira, Danish semakin jauh dari Cantika. Bahkan mengobrol santai dengan Cantika saja tidak pernah. Setiap kali pulang kantor Danish fokus dengan HPnya. Meskipun begitu Danish masih begitu menyayangi Fira. Danish begitu sibuk dengan dunianya sendiri. Waktunya dihabiskan untuk teman-temannya. Danish hanya datang saat membutuhkan tubuh Cantika saja. Memang Danish tidak pernah bermain wanita diluar sana, tapi sikap Danish benar-benar sudah keterlaluan. Cantika tidak tau apa salahnya hingga Danish bersikap seperti itu. Menurutnya dia sudah menjadi ibu dan istri yang baik keluarganya. Tapi sikap Danish memang sangat berbeda dari awal pernikahan mereka.
"Yah?" panggil Cantika memulai obrolan
"Hmm" jawab Danish berdehem
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komennya para readers. Klik favorite untuk baca kelanjutannya.