
"Kamu tuh kenapa sih yah?" tanya Cantika
"Kenapa?" tanya Danish balik
"Sikapmu itu berubah, apa kamu sudah ga cinta lagi sama aku?" tanya Cantika
"Masih cinta kog. Sikapku dari dulu emang kaya gini ga usah kaget." jelas Danish
"Bisa ga sih lebih perhatiin keluargamu ketimbang teman-temanmu?" pinta Cantika
"Ga usah atur-atur hidupku." jawab Danish tegas
"Yah coba liat aku!" ucap Cantika keras "Aku selama ini tidak pernah mengeluh meskipun kamu ngasih aku uang sedikit. Aku coba ngertiin kamu yang pengen main sama teman-teman kamu. Setidaknya lihat aku sebagai istri dan ibu anakmu! Ngertiin aku sekali saja. Aku istrimu bukan pajanganmu!" ucap Cantika mengeluarkan uneg-unegnya
"Maafkan aku. Jujur aku stres Can, aku belum siap menjadi kepala rumah tangga. Aku masih ingin menikmati masa mudaku. Kalau bukan karena kamu mengandung Fira aku pasti sudah menikmati hidupku." jawab Danish
"Jadi kamu menyesal menikah denganku?" tanya Cantika kecewa
"Bukan menyesal, aku hanya ingin menikmati hidupku saja." jawab Danish
"Ya aku tau. Baiklah Danish nikmati hidupmu, aku hanya minta kamu tidak lupa pada Fira sebagai anakmu itu sudah membuatku senang." jelas Cantika mengalah
"Aku pasti tidak akan melupakan Fira Can, kamu tidak akan meminta ceraikan Can? Aku masih mencintaimu kog." tanya Danish
"Enggak, demi Fira aku akan bertahan." jawab Cantika "Ya sudah aku tidur dulu." imbuh Cantika
Setelah percakapan semalam sikap Danish berubah menjadi manis. Dia begitu perhatian pada Fira dan Cantika. Meskipun begitu kebiasaan pulang malam masih tetap dilakukan oleh Danish. Danish masih tetap mengutamakan teman-temannya daripada keluarganya. Setidaknya sikap dinginnya sudah berubah membuat Cantika sedikit bersyukur.
Cantika dan Danish beserta Fira menghadiri pernikahan teman sekolah Cantika. Disana mereka bertemu dengan Tania dan Bastian. Itu pertama kalinya Cantika bertemu dengan Bastian setelah sekian lama. Melihat Tania yang sedang menggandeng tangan Bastian dengan mesra membuat api cemburu di hati Cantika membara. Meskipun begitu Cantika masih bisa menutupinya dengan senyuman manis.
"Hai apa kabar?" tanya Cantika pada Bastian dan Tania
"Baik. Kamu?" tanya Bastian balik
"Alhamdulillah." jawab Cantika melihat Tania dan kemudian tersenyum "Lo udah jarang Tan ga main kerumah?" tanya Cantika
__ADS_1
"Iya nih Can, masih sibuk." jawab Tania
"Ohh gitu." balas Cantika
"Yah? Bunda boleh ga naik panggung? Pengen nyumbang lagu nih! Udah gatel pengen nyanyi." tanya Cantika pada Danish diselingi tawa.
"Boleh bunda." jawab Danish tersenyum.
Cantika menuju panggung, dia mengambil microphone didepannya dan kemudian bernyanyi.
{ Di tempat ini, di tempat pertama aku menemukanmu.
Kembali ku datangi tempat ini, tapi ku dengan yang lain.
Samarku dengar, suara yang selalu ku kenang itu suaramu.
Kau terlihat bahagia bersamanya, dia kekasihmu yang baru.
Dan kau pun terdiam, saat gadis kecil berlari kearahmu.
Dan kau pun tersenyum, dan kau genggam tangan wanita disampingmu.
Dan berkata lirih didalam hati tentang semua ini.
Andai dulu ku tak pergi dari hidupmu,
Takkan mungkin kau temui cinta yang kini kau miliki
Cinta yang menerima kekurangan dan merubah caramu memandang dunia
Andai dulu ku paksakan trus bersamamu
Belum tentu kisah kita berdua berakhir bahagia
Kisah yang mendewasakan kita berdua meski lewat luka
__ADS_1
Satu hal yang kini aku mengerti
Meski berat bibir ini mengucap
Akan slalu ada kata selamat
Dalam setiap kata selamat tinggal
Selamat tinggal...}
* Selamat Tinggal - Virgoun & Audy
(Maaf liriknya author ganti karena disini yang nyanyi cuman si Cantika aja ya.)
Setelah selesai bernyanyi Cantika kembali ke tempat duduknya. Semua teman Cantika terheran-heran, soalnya Cantika tidak pernah seberani itu. Waktu sekolah Cantika itu pemalu, beda dengan Bastian dia mengerti akan maksud dari lagu yang dinyanyikan Cantika. Dia tidak heran karena dulu saat masih pacaran Cantika selalu menyanyikan lagu yang sesuai isi hatinya. Begitupun sekarang, Bastian yakin lagu itu ditujukan padanya.
Memang benar Cantika tidak pernah bernyanyi didepan umum seperti ini. Bernyanyi hanyalah sebuah hobinya saja, dulu dia suka sekali bernyanyi dengan sahabatnya tapi sekarang setelah menikah dia sudah jarang bernyanyi lagi. Karena ingin melampiaskan isi hati, Cantika memberanikan diri bernyanyi dimuka umum. Untungnya Danish tidak curiga akan lagu Cantika. Danish terlalu fokus dengan HPnya.
Setelah acara pernikahan selesai merekapun pulang. Sepanjang perjalanan Bastian melamun dan itu membuat Tania resah.
"Bas, kamu gapapa?" tanya Tania
"Ahh.. Iya aku gapapa." jawab Bastian tersenyum
"Mikirin lagu yang dinyanyiin Cantika ya?" tanya Tania kesal
"Enggak, apaan sih kamu." jawab Bastian mengelak
"Aku tau, Cantika masih ada rasa sama kamu. Kamu juga kan? Kamu baper kan tadi." tanya Tania marah
"Kamu ngomong apa sih sayang? Aku tuh enggak gitu." ucap Bastian bohong
"Aku mau ngejauh aja dari Cantika. Aku mohon kamu juga, jauhin keluarga Cantika. Aku ingin kita bahagia Bas." ucap Tania
"Tapikan kamu sahabatnya. Dan mana mungkin aku ngejauh dari kak Retno, kak Retno tuh udah aku anggap kaya kakak aku sendiri Tan. Dan kamu tau itu, kak Retno yang selalu menguatkanku " balas Bastian menahan marah
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komennya para readers. Klik favorite untuk baca kelanjutannya.