BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
25


__ADS_3

Setelah mengantarkan Raina pulang, Danish juga langsung pulang. Saat di perjalanan Danish melihat toko kue kesukaan Cantika, dan memilih untuk mampir. Danish membeli satu kotak brownies coklat kesukaan Cantika. Dan dia langsung melanjutkan perjalanannya.


Setelah beberapa menit Danish sampai di rumahnya. Dia membuka pintu dan langsung memanggil istri dan anaknya.


"Bunda? Fira? Ayah pulang." panggil Danish sambil menenteng kotak brownies ditangannya


"Ahh ayah sudah pulang, apa itu yang dibawa ayah?" tanya Cantika berjalan menghampiri Danish dengan menggendong Fira


"Ini brownies kesukaan bunda, tadi liat toko kue langganan bunda jadi ayah mampir." jawab Danish menyerahkan kotak brownies


"Makasih ayah." jawab Cantika menerima kotak tersebut.


"Sini anak ayah." ucap Danish mengambil Fira dari gendongan Cantika


"Yaudah bunda ambil piring dulu ya?" ucap Cantika mengambil piring


Setelah mereka makan brownies bersama, Danish beranjak untuk mandi. Haripun semakin malam, Fira sudah tidur di kamarnya sendiri. Danish dan Cantika juga sedang bersantai dikamarnya.


"Nda?" panggil Danish


"Iya yah." sahut Cantika


"Seandainya nanti ayah jatuh cinta lagi sama orang lain bunda gimana?" tanya Danish


Cantika yang mendengar pertanyaan Danish itupun terkejut.


"Maksud ayah?" tanya Cantika marah


"Kalem sayang, itu cuman seandainya." ucap Danish menenangkan


"Gausah nanya kaya gitu, bunda bakal sakit hati kalau ayah suka sama orang lain." jawab Cantika kesal


"Nda, yang namanya jatuh cinta itu kan datangnya tiba-tiba. Jadi ga salah, walaupun sudah menikah bukan berarti ga bisa jatuh cinta lagi kan. Jadi kalo seandainya ayah nanti jatuh cinta lagi ya itu wajar, bunda harus mengerti. Toh bunda juga bisa kaya gitu." jelas Danish


"Omong apa sih kamu yah! Bunda ga akan jatuh cinta lagi! Ayah juga harus kaya gitu. Kita harus saling setia dong, jaga hati sendiri agar ga jatuh cinta lagi. Pokoknya bunda ga mau lagi denger kaya gini." jawab Cantika marah

__ADS_1


"Iya iya sayang, jangan marah dong. Kan tadi ayah bilang cuman seandainya saja." ucap Danish merayu Cantika


"Jangan nanya gitu lagi yah. Bunda ga suka." ucap Cantika


"Iya iya sayang, maafin ayah ya." ucap Danish mengecup pipi istrinya.


Cantika hanya mengangguk, sejujurnya Cantika merasa curiga dengan perkataan Danish tadi. Sebisanya dia menghilangkan pikiran curiganya pada suaminya itu. Cantika kemudian menyusul Danish yang sudah berbaring dan memejamkan mata.


Esok harinya, saat sedang ingin bangun Cantika merasa pusing di kepalanya. Dia mengurungkan niat untuk bangun dan kembali membaringkan diri. Tapi baru saja kepalanya menyentuh bantal tiba-tiba dia merasa mual. Segera ia bangun dan berlari ke kamar mandi.


"Hueekk hueekk" Cantika langsung membasuh mulutnya dengan air.


Mama Cantika yang berada didapur melihat Cantika yang berlarian ke arah kamar mandi pun menghampirinya.


"Ada apa nak?" tanya Mama


"Gak tahu ma, tadi waktu aku mau bangun tuh rasanya kepala aku pusing. Saat mau balik istirahat malah perutku terasa mual. Jadi aku buru-buru lari ke kamar mandi. Apa aku masuk angin kali ya?" jawab Cantika


"Ohh mungkin emang udah waktunya Fira punya adek." ucap Mama menggoda


"Ya coba nanti ke dokter, siapa tahu kan kamu beneran hamil." ucap Mama


"Iya nanti aku ajak ayahnya Fira deh ke dokter." jawab Cantika tersenyum


Setelah mamanya pergi Cantika langsung mandi dan setelah selesai mandi Cantika langsung balik ke kamarnya. Dia melihat Danish yang masih tidur dan kemudian membangunkannya.


"Yah bangun, udah siang nih." ucap Cantika menepuk-nepuk bahu suaminya


"Emm.. Ini kan hari libur bun, biarkan ayah tidur sebentar lagi ya." jawab Danish masih memejamkan mata


"Anterin bunda ke dokter!" ucap Cantika


Danish yang mendengar itu langsung bangun dan membelalakan matanya.


"Bunda sakit?" tanya Danish menatap Cantika

__ADS_1


"Iya, lagi ga enak badan. Makanya anterin bunda periksa ke dokter." ucap Cantika


"Iya iya, ayah siap-siap dulu kalau gitu." jawab Danish


"Bunda tunggu di meja makan, kita sarapan dulu." ucap Cantika


"Oke." jawab Danish


Setelah selesai sarapan mereka langsung menuju ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit mereka tidak sengaja berpapasan dengan Andra.


"Pak Danish?" sapa Andra


"Ahh pak Andra." sahut Danish


"Ini client kantor ayah bun." imbuh Danish


"Cantika." ucap Cantika memperkenalkan diri


"Andra." jawab Andra memperhatikan Cantika


"Sepertinya saya tidak asing dengan istri bapak ini. Seperti pernah bertemu, tapi dimana ya?" ucap Andra, Cantika hanya mengangkat alisnya tanda bingung.


"Benarkah pak?" tanya Danish melihat istrinya


"Andra? Mantannya Tania bukan?" tanya Cantika mengingat-ingat


"Iya bener, pantesan aku rasa ga asing. Kamu sahabatnya Tania kan?" tanya Andra


"Iya ndra, dunia itu begitu sempit ya? Ga nyangka ketemu kamu disini." jawab Cantika


"Haha, iya ya. Kalian ngapain disini? Ada yang sakit?" tanya Andra


"Iya istri saya yang sakit pak." jawab Danish sedikit gugup karena takut Andra akan mengadukan hubungannya dengan Raina.


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2