
Hari pernikahan pun tiba, Cantika yang sedang dirias pun merasa bahagia. Akhirnya dia menikah juga, impian yang ia inginkan akhirnya tercapai meskipun bukan Bastian yang menikahinya Cantika tetap bersyukur. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan melupakan Bastian sepenuhnya dan hidup bahagia dengan Danish. Semenjak Danish meminangnya Cantika memang tidak pernah bertemu dengan Bastian. Apalagi saat dia akan menikah, sama sekali dipikirannya tidak ada Bastian. Cantika terlalu bahagia akan pernikahannya dan kehamilannya. Tapi ternyata saat pernikahan Cantika, Bastian juga datang. Ya, kak Retno yang mengundangnya. Memang kak Retno dan Bastian itu sangat dekat, bahkan yang tidak mengenal mereka pasti mengira mereka adik kakak kandung. Tapi yang membuat Cantika terkejut Bastian datang tidak sendiri melainkan dengan wanita disampingnya dan Cantika juga mengenalnya yaitu Olivia adik kelas Cantika di SMK. Cantika dan Olivia bisa dianggap sangat akrab, bahkan Olivia sudah menganggap Cantika seperti kakaknya sendiri. Meskipun Cantika merasa cemburu disisi lain dia juga senang, karena Bastian bisa menemukan penggantinya yang dia kenal baik.
Di atas pelaminan, Bastian menyalami kedua pengantin tersebut. Memberikan terbaik untuk mereka. Bastian dan Cantika saling tersenyum.
"Seandainya yang berdiri disampingmu itu adalah aku, akankah kamu juga bahagia." gumam Bastian dalam hati.
"Apakah kamu tidak ingin memperjuangkan ku Bas? Bagaimana kamu bisa begitu tenang melihatku menikah?" tanya Cantika didalam hati
Mereka memang saling cinta, tapi takdir berkata lain. Cantika dan Bastian harus menjalani kehidupan mereka sendiri-sendiri.
Sebulan berlalu, kehidupan pernikahan Cantika dan Danish begitu bahagia. Saling mencintai dan mengerti, bahkan Danish tidak pernah menuntut apapun dari Cantika. Karena Cantika yang sedang mengandung jadi dia tidak lagi kerja. Hanya Danish yang bekerja, Danish juga tidak ingin istrinya bekerja meskipun tidak sedang mengandung. Menurut Danish tugas mencari nafkah itu hanya untuk suami. Danish bekerja menjadi seorang staff kantor biasa. Mereka masih tinggal bersama orangtua Cantika. Orangtua Cantika mempunyai bisnis "Travel dan Umroh". Jadi mereka tidak kekurangan suatu apapun meskipun nikah muda.
Sikap Danish tidak berbeda dari saat Danish sedang mengejar cinta Cantika. Danish masih tetap pintar merayu, selalu mengerti perasaan Cantika. Apalagi Cantika sedang mengandung anaknya, dia semakin sayang pada Cantika. Karena sikap itu Cantika benar-benar melupakan Bastian. Meskipun kadang kala Cantika merindukan Bastian dan ingin tahu kabar Bastian, secepatnya pikiran itupun dihilangkan oleh Cantika.
Sesekali saat Cantika mengingat masa lalunya dengan Bastian dia selalu menanyakan hal yang sama pada Danish.
" Kak Danish? Apa kakak tidak menginginkan wanita lain?" tanya Cantika
"Maksudmu apa sayang?" tanya Danish keheranan
"Aku tidak bisa memberikan keperawananku pada kakak, pasti kakak juga pernah berpikir menginginkan rasanya berhubungan dengan wanita yang masih perawan kan?" jawab Cantika
"Sayang, perawan ataupun tidak aku tetap mencintaimu. Aku memang sempat mempunyai pikiran seperti itu, tapi apa untungnya? Aku sudah merasa sangat bersyukur karena mendapatkanmu. Aku tidak mungkin mengkhianatimu." jelas Danish
__ADS_1
"Terima kasih sayang, sudah mau menerimaku apa adanya." jawab Cantika bahagia.
Cantika takut bahwa Danish akan meninggalkannya. Apalagi Cantika tau bahwa dirinya tidak sempurna. Tapi ternyata Danish benar-benar mencintai Cantika. Sekarang Cantika tidak perlu takut lagi, selama Cantika bisa memberikan yang terbaik untuk Danish Cantika yakin Danish tidak akan berpaling darinya.
Meski Cantika berusaha untuk benar-benar melupakan Bastian tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Cantika sangat merindukan Bastian. Sesekali Cantika menstalking sosmed Bastian. Melihat Bastian yang sudah berubah lebih sukses sekarang membuat Cantika bahagia. Dilihat Cantika bahwa Bastian sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan Olivia membuat Cantika lebih bahagia. Menurutnya Bastian masih menunggunya, jadi dia merasa senang saat melihat Bastian melajang.
Karena begitu ingin taunya kehidupan Bastian sesekali Cantika menguping pembicaraan kak Retno bersama mamanya. Setelah lama melajang akhirnya Bastian dapat kekasih baru, namanya Putri. Bastian seperti serius menjalani hubungan dengan Putri. Bahkan Putri pernah diajak jalan bersama dengan kak Retno. Tapi yang didengar Cantika adalah bahwa Putri ingin sekali cepat dilamar oleh Bastian. Kata kak Retno Bastian juga ingin segera melamar Putri tapi kenyataannya keluarga Bastian tidak menyetujuinya hanya karena keduaorangtua Putri bisu. Akhirnya terpaksa Bastian melajang kembali.
Flashback On
Setelah Cantika tau bahwa dirinya sedang hamil dan menemui Danish, Cantika pergi ke rumah Tania. Menceritakan semua yang terjadi padanya.
"Tan gue hamil." ucap Cantika senang
"Iya beneran, nih lihat." jawab Cantika menyodorkan testpack
"Gila lu Can, trus gimana? Kog lo malah seneng sih? Ga takut ya lo?" tanya Tania bingung
"Ya ga gimana-gimana. Gue bentar lagi jadi ibu ya pasti senenglah." jawab Cantika dengan senangnya
"Jadi lo mau nikah sama Danish?" tanya Tania
"Iyalah, tapi gue masih nunggu Danish siap bilang ke ortu gue." jawab Cantika
__ADS_1
"Yaudah selamat ya calon ibu, gue doain yang terbaik buat lo Can." ucap Tania memeluk Cantika
"Makasih ya Tan, lo selalu ada buat gue. Saat gue terpuruk dengan masa lalu gue dan sekarang saat bahagia gue lo selalu ada. Gue sayang lo Tan." ucap Cantika balas pelukan Tania
"Iya Can, gue juga sayang lo." jawab Tania
"Anterin gue ke dokter kandungan yok?" ajak Cantika
"Yaudah gue siap-siap dulu ya?" jawab Tania berdiri
Setelah selesai bersiap-siap akhirnya mereka berangkat. Sesampainya di dokter kandungan Cantika di periksa. Dan benar bahwa Cantika sedang hamil 8 minggu. Begitu senang Cantika melihat janinnya dilayar USG. Tania yang bersama Cantika juga ikut bahagia melihat sahabatnya, tapi sekilas dia juga terlihat sedih. Setelah keluar dari ruang pemeriksaan Cantika dan Tania tidak langsung pulang tapi mampir ke caffe terlebih dulu.
"Lo kenapa Tan?" tanya Cantika melihat kesedihan dimata Tania
"Ga nyangka gue bakal jadi tante Can. Kalo misal anak gue dulu ga gue gugurin pasti sekarang udah gede." jawab Tania
"Hushh udah, lo memang salah dulu tapi lupain sekarang lo tata masa depan lo. Maafin gue dulu gaada disamping lo waktu lo ngelaluin itu. Yang lalu biarlah berlalu, toh nanti lo juga bakal punya anak lagi kalo dah nikah." ucap Cantika menenangkan
"Iya Can, makasih ya." balas Tania
Flashback Off
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.
__ADS_1