BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
51


__ADS_3

Saat Cantika dan Andra bertemu dengan Aditya. Mereka merasa wajah Aditya begitu lesu.


"Kamu kenapa Dit?" tanya Cantika melihat wajah lesu Aditya


"Iya nih, kayanya lesu banget. Abis begadang ya bro?" tanya Andra


"Iya, aku abis begadang semalaman. Nyari-nyari informasi tentang pendonor ginjal. Kalian ada ga kenalan atau tahu siapa kek yang mau donorin ginjal?" jawab Aditya


"Emang siapa sih Dit yang butuh ginjal? Temen kamu atau keluarga kamu?" tanya Cantika


"Tania yang butuh." jawab Aditya menghela nafas


Cantika dan Andra mendengar jawaban Aditya itupun terkejut.


"Tania sakit apa? Kenapa butuh donor ginjal?" tanya Andra khawatir


"Apa penyakit gagal ginjal Tania itu memburuk Dit? Bukannya dia selama ini baik-baik aja?" tanya Cantika menimpali


"Iya Can, kata Bastian ginjal Tania yang satu sudah hilang fungsi dan yang satunya juga makin buruk kondisinya. Dokter ngasih waktu 2-3bulan untuk cari donor ginjal, meskipun begitu dokter juga mewanti-wanti kalau sewaktu-waktu kondisi Tania bisa ngedrop." jelas Aditya


"Ya ampun Tania. Aku kira dengan dia minun obat-obatan itu bisa memperbaik kondisinya, selama aku dekat dengannya dia ga pernah bilang sakit ataupun kesakitan. Tapi ternyata." ucap Cantika sedih


"Jadi kamu tahu Tania sudah sakit lama Can? Kenapa ga ngasih tahu aku?" tanya Andra


"Ndra, inget ga dulu kamu aja ilang-ilangan gimana mau ngasih tahu. Lagian kita deketnya juga baru-baru ini mana aku kira kalo Tania masih menyembunyikan penyakitnya itu, aku juga ngiranya dia udah sembuh." jawab Cantika


"Terus sekarang kondisi Tania gimana Dit?" tanya Andra


"Dia baik-baik aja kog sekarang, Bastian selalu jagain dia." jawab Aditya


Cantika dan Andra bersyukur mendengar jawaban dari Aditya.


"Kalian bantu nyari pendonor ya buat Tania?" pinta Aditya


"Iya Dit, kita pasti bantu." jawab Cantika


"Emang ginjal orang tua Tania ga ada yang cocok?" tanya Andra


"Penyakit Tania itu keturunan dari Mamanya. Jadi ya ga mungkin mamanya ngedonorin ginjalnya yang cuma satu, dan papanya juga udah donorin ginjalnya buat mamanya Tania jadi juga ga mungkin ngedonorin." jelas Cantika


"La suaminya? Masa dia ga mau ngedonorin buat istrinya?" tanya Andra lagi

__ADS_1


"Udah nyoba, tapi ga cocok." jawab Aditya


"Kamu Dit?" tanya Andra lagi


"Sama, ga cocok juga." jawab Aditya


"Yaudah ayok ke rumah sakit, kita periksa ginjalku cocok ga buat Tania. Kalo cocok aku akan donorin, itung-itung buat nebus kesalahanku yang dulu." ucap Andra


"Kamu yakin Ndra?" tanya Aditya


"Yakin." jawab Andra


"Kamu ngizinin kan Can?" tanya Andra menatap Cantika yang sedang mengkhawatirkannya


"Kamu janji akan baik-baik aja kan Ndra?" tanya Cantika khawatir


"Janji." jawab Andra


Mereka pun menuju rumah sakit, Andra langsung melakulan prosedur pemeriksaan pencocokan ginjal terhadap Tania.


Setelah dua jam menunggu di rumah sakit akhirnya hasilnya keluar.


"Pak Andra Kusuma Wijaya?" tanya suster


"Silahkan masuk." ucap suster mempersilahkan


Andra, Cantika dan Aditya langsung masuk ke ruangan dokter.


"Pak Andra?" panggil dokter


"Saya dok?" sahut Andra


"Hasil pemeriksaan golongan darah dan ginjal bapak cocok untuk bu Tania, tapi maaf anda tidak bisa mendonorkan ginjal anda pada bu Tania." ucap Dokter


"Kenapa dok?" tanya Andra


"Kebiasaan bapak yang tidak sehat, bapak suka minum minuman beralkohol membuat ginjal bapak tidak cukup sehat untuk didonorkan pada bu Tania." jelas dokter


Mendengar jawaban dokter Andra tertunduk lesu.


Mereka pun keluar dari ruangan dokter, dan tiba-tiba HP Aditya berdering dan Bastian lah yang menelponnya.

__ADS_1


"Ada apa Bas?" tanya Aditya


"Tania ngedrop Dit, sekarang gue lagi diperjalanan ke rumah sakit." ucap Bastian


"Oke Bas, gue kesana." jawab Aditya menutup teleponnya.


"Tania ngedrop, sekarang lagi dibawa ke sini." ucap Aditya


"Apa?" ucap Cantika dan Andra terkejut


Merekapun berlari menuju IGD menunggu kedatangan Tania dan Bastian. Setelah beberapa menit mobil Bastian tiba, Tania langsung dibawa masuk ke ruang IGD oleh perawat.


"Kalian?" ucap Bastian melihat Cantika dan Andra yang sudah ada disana


"Iya tadi gue lagi sama mereka, jadi mereka ikut kesini." jawab Aditya


"Kenapa kog tiba-tiba Tania ngedrop Bas? Ada apa sebenarnya? Bukannya lo bilang dia baik-baik saja?" tanya Aditya


"Gue juga ga tahu. Setelah pulang dari mini market gue ngelihat Tania udah tergeletak di lantai." jawab Bastian


Mereka yang menunggu didepan ruang IGD merasa khawatir akan keadaan Tania. Bastian yang mondar-mandir mencemaskan Tania membuat api cemburu dihati Cantika menyala. Cantika berusaha tegar karena dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Tania. Setelah lama menunggu tiba-tiba pintu IGD dibuka. Dokter yang menangani Taniapun keluar.


"Pak Bastian?" panggil Dokter


"Iya dok?" sahut Bastian


"Kita harus segera melakukan transplantasi ginjal pak, kondisi bu Tania sekarang sedang kritis." jelas Dokter


Bastian mendengar penjelasan dokter merasa bingung karena belum juga mendapat pendonor untuk Tania. Dia menggenggam tangannya dan memukulkannya ke dinding rumah sakit.


"Ahhh" teriak Bastian


"Tenang Bas, sekarang bukan waktunya lo untuk kesal. Kita harus segera cari pendonor buat Tania." ucap Aditya menenangkan Bastian


Cantika yang merasa sedih meninggalkan mereka semua yang ada di IGD. Cantika merasa bahwa dirinya lah satu-satunya kesempatan untuk menolong Tania. Dia berjalan kearah laboratorium. Saat dia melihat seorang suster yang baru saja keluar dari ruang lab dia menghentikannya.


"Sus, tolong lakukan pemeriksaan kecocokan ginjal saya pada pasien bernama Tania Ulfa Kinanthi sekarang juga." ucap Cantika


"Baiklah bu, silahkan masuk." ucap suster membuka pintu lab.


Saat Cantika akan masuk tiba-tiba langkah Cantika terhenti karena ada yang menarik tangan Cantika.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu Can?" tanya Andra marah


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2