BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
52


__ADS_3

"Apa-apaan kamu Can?" tanya Andra marah


Andra melihat Cantika yang pergi dari IGD, dia mengikuti Cantika yang sedang menangis. Saat tiba di depan ruang lab, Andra mendengar perkataan Cantika pada suster. Jadi Andra menghampiri dan mencegahnya.


"Andra?" ucap Cantika melihat Andra memeganh tangannya


"Enggak, aku ga ngijinin." ucap Andra


"Kamu aja boleh, kenapa aku enggak?" tanya Cantika


"Can, kamu punya Fira. Kalo ada apa-apa denganmu gimana Fira Can?" ucap Andra


"Aku ga akan kenapa-napa Ndra. Kamu percaya deh sama aku. Lagian aku baru mau lakuin pemeriksaan Ndra." jelas Cantika menyakinkan


"Tapi Can?" ucap Andra ragu


"Percaya sama aku Ndra." jawab Cantika tersenyum

__ADS_1


Cantika masuk ke ruang pemeriksaan dan melakukan beberapa tahap pemeriksaan. Setelah selesai melakukan pemeriksaan Cantika harus menunggu hasilnya selama dua jam. Cantika memutuskan untuk pergi ke kafe bersama Andra untuk menyakinkan Andra akan keputusannya.


"Ndra, kamu sayang kan sama Tania? Kamu pengen dia sehat lagi kan. Jadi izinin aku donorin ginjalku untuk dia." ucap Cantika


"Tapi aku takut Can, resikonya terlalu besar. Kamu punya Fira yang masih kecil Can." jawab Andra cemas


"Aku ga akan kenapa-napa. Habis operasi aku akan melakukan perawatan yang terbaik dan melakukan check up rutin biar aku baik-baik saja. Jadi kamu ga perlu khawatir lagi." jawab Cantika menyakinkan Andra


"Kamu janji ya? Aku akan segera nyariin pendonor buat kamu pokoknya." ucap Andra


Setelah dua jam menunggy akhirnya hasil lab Cantika keluar. Cantika dan Andra masuk ke ruang dokter dan dokter menyatakan bahwa ginjal Cantika 100% cocok dengan Tania.


"Dengan begini bu Tania bisa segera melakukan operasi transplantasi ginjal." ucap dokter tersenyum


"Iya dok, tapi saya minta untuk merahasiakan identitas saya. Saya tidak ingin ada yang tahu bahwa saya pendonornya. Dan kalau bisa lakukan operasinya dini hari." ucap Cantika


"Baiklah bu Cantika, operasi bu Tania bisa dilakukan dua hari lagi. Jadi saya minta bu Cantika jaga kesehatannya, besok bu Cantika bisa langsung dirawat disini untuk persiapan operasi. Saya harua segera memberikan kabar baik ini pada keluarga bu Tania." jelas dokter

__ADS_1


"Iya dok, terima kasih." jawab Cantika tersenyum


Andra masih dengan wajah yang cemas. Dia benar-benar tidak tahu kenapa Cantika begitu baik kepada Tania yang sudah berlaku buruk padanya. Dia sudah merelakan cintanya untuk Tania, tapi sekarang dia juga harus merelakan satu ginjalnya untuk sahabatnya yang tidak tahu diri itu.


Cantika dan Andra kembali ke ruang perawatan Tania. Melihat wajah bahagia Bastian yang sudah diberi kabar dokter bahwa sudah mendapatkan pendonor ginjal untuk Tania membuat Cantika ikut tersenyum. Meskipun Bastian tidak tahu bahwa Cantikalah orang akan mendonorkan ginjalnya pada Tania. Cantika sudah cukup bersyukur melihat kelegaan diwajah Bastian.


"Bas? Bisa kasih waktu aku sama Tania sendiri?" ucap Cantika


Tania memang belum sadarkan diri. Jadi Cantika ingin sekali disampingnya meskipun Tania tidak tahu. Kalaupun tahu mungkin Tania tidak ingin Cantika ada sisinya.


"Baiklah, aku titip Tania ya Can." jawab Bastian


Cantika mengangguk dan tersenyum. Bastian dan lainnya pun meninggalkan Cantika dan Tania sendiri. Cantika duduk disamping ranjang Tania. Dia memandangi wajah Tania, dia menggenggam tangan Tania. Dan butiran air matapun jatuh membasahi pipinya.


"Tan, kenapa sih kita harus kaya gini? Aku kangen sama kamu Tan. Aku pengen kita kaya dulu lagi. Aku ga pernah benci sama kamu Tan, aku sayang sama kamu. Kamu satu-satunya sahabat terbaik buat aku, aku harap kamu cepetan sadar ya Tan. Cepet sembuh. Kamu inget ga Tan? Waktu SMP kita boncengan pake sepeda keliling asrama laki-laki cuman pengen ketemu abang ganteng sama cinta monyet kamu waktu itu. Inget ga waktu kita lagi nyanyi-nyanyi bareng, dan seberapa falsnya aku dulu? Inget ga waktu kita tuker-tukeran drakor dan nonton bareng? Inget ga waktu kita tertawa sama-sama, nangis sama-sama? Inget ga Tan, waktu kita saling curhat-curhatan? Inget ga Tan, waktu kamu bilang kamu sayang sama aku dan ga mau kehilangan temen kaya aku? Aku inget semuanya Tan. Aku selalu merindukan waktu kita sama-sama Tan. Aku mohon berikan aku kesempatan jadi teman kamu lagi Tan. Aku gapapa kalau kamu mau mempertahanin rumah tangga kamu, aku ikhlas asal kamu bahagia. Aku cuman ingin jadi sahabatmu lagi itu saja sudah cukup. Aku benar-benar merindukanmu Tania." ucap Cantika mengusapkan tangan Tania pada pipinya.


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2