BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
55


__ADS_3

"Sabar ya Ndra." ucap Cantika menenangkan


"Sekarang aku tinggal sendirian Can, aku ga punya siapa-siapa lagi." ucap Andra terisak


"Kamu ga sendiria, ada aku, ada Fira, ada mama papa aku. Kita semua keluarga jangan bicara seperti itu." ucap Cantika


Setelah Andra sudah sedikit tenang, mereka semua mengantarkan jenazah ibu Andra ke pemakaman lingkungan sekitar. Saat proses pemakaman selesai Andra masih duduk bersimpuh di samping kuburan ibunya.


"Ndra, ayo kita pulang." ajak Cantika menepuk bahu Andra


Semua sudah pulang kerumah masing-masing, tapi tidak dengan keluarga Cantika dia kembali ke rumah Andra. Cantika menemani Andra yang masih ingin tinggal di makam ibunya, begitupun Aditya.


"Maafin Andra bu, Andra ga bisa menjaga ibu." ucap Andra terisak menyandarkan kepalanya pada nisan ibunya


"Ndra, kamu ga boleh ngomong gitu. Kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk ibumu. Hanya saja Allah lebih sayang padanya dan memanggilnya untuk berada disampingNya. Kamu harus ikhlasin ibumu Ndra." tutur Cantika


"Tapi Can?" Andra menatap Cantika


"Ndra, kamu inget ga pengorbananmu? Kamu lebih memilih meninggalkan Tania karena kamu ingin fokus mengurus ibumu. Itu sudah menjadi baktimu pada ibumu Ndra. Semua yang kamu lakukan sudah membanggakan untuk ibumu. Sekarang waktunya kamu mengikhlaskannya dan menata kembali hidupmu, pasti disana ibumu ingin melihatmu bahagia." jelas Cantika


Tidak jauh dari mereka Tania yang baru datang bersama Bastian mendengar ucapan Cantika dan membuat Tania terkejut. Akhirnya dia tahu alasan Andra meninggalkannya dulu.


Cantika menengok melihat keberadaan Tania dan Bastian, kemudian tersenyun dan menyapanya.


"Bastian? Tania?" panggil Cantika membuat Andra dan Aditya ikut menengok.


Tania masih diam mematung menatap Andra, butiran air mata langsung jatuh begitu saja dipipi Tania. Bastian yang melihat kesedihan dimata Tania menyadarkannya dan mengusap air matanya.

__ADS_1


"Ayo sayang." ajak Bastian merangkul Tania


Mereka pun menghampiri makam ibu Andra.


"Ndra, kami turut berbelasungkawa atas kepergian ibumu ya." ucap Bastian yang masih merangkul bahu istrinya


"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk datang kesini." jawab Andra tersenyum tipis


Mereka pun kembali ke rumah Andra, disana mereka sedang membantu mempersiapkan pengajian untuk almarhumah ibu Andra. Malamnya pun mereka juga ikut mengaji bersama di kediaman Andra. Setelah acara pengajian satu per satu tamu pulang ke rumah masing-masing begitupun dengan Bastian dan Tania, Aditya juga keluarga Cantika. Awalnya Cantika tidak tega meninggalkan Andra yang sendiri di rumahnya, tapi karena tidak ingin menimbulkan fitnah jadi dia terpaksa pulang.


"Ndra aku pulang ya? Jangan sedih terus. Besok aku kesini lagi?" ucap Cantika berpamitan


Andra mengangguk "Iya Can, hati-hati dijalan."


Cantika pun meninggalkan rumah Andra bersama keluarganya. Setiap hari Cantika datang ke rumah Andra, dan selalu ikut pengajian setiap malam. Terkadang orang tua Cantika juga datang meskipun tidak setiap hari.


Andra sudah mulai terbiasa dengan kenyataan kepergian ibunya. Cantika turut bersyukur karena Andra tidak lagi larut dalam kesedihannya. Sesekali mereka bercanda tawa membuat kedua orangtua Cantika menyalahartikan kedekatan mereka. Memang kedua orangtua Cantika tahu bahwa mereka hanya saling menganggap hubungan mereka hanya sebatas persaudaraan. Tapi melihat Andra bisa tersenyum saat didekat Cantika membuat mama Salma berniat menjodohkan mereka berdua.


"Sini nak, duduk sini." panggil Mama Salma


"Iya ma, ini minumannya." sahut Cantika meletakkan minuman diatas meja dan setelahnya dia duduk di samping Fira yang sedang asyik bercanda tawa dengan Andra.


"Nak Andra kayanya suka banget sama anak kecil ya?" tanya mama Salma


"Iya tan, Andra emang suka banget sama anak kecil. Apalagi sama Fira ini." jawab Andra mencubit hidung Fira


"Sekarang kan nak Andra sendirian, pasti akan kesepian. Apa ga sebaiknya nak Andra cari pendamping hidup? Nanti biar bisa kasih anak-anak kecil yang nak Andra suka." ucap Mama Salma

__ADS_1


"Iya tuh Ndra, sekarang waktunya kamu nata hidup kamu sendiri. Buka hatimu untuk wanita lain, buat dirimu bahagia." imbuh Cantika


"Iya tan, Andra juga pengen cepet-cepet nikah kog. Selama ini Andra juga nyari tapi belum dapet yang srek dihati." jawab Andra diikuti tawa


"Kenapa ga nikah aja sama Cantika? Toh kalian juga sama-sama single. Kalian juga deket, tante lihat kalian juga cocok." ucap mama Salma


Andra dan Cantika cukup terkejut dengan ucapan mama Salma barusan. Mereka sama-masa mengerutkan keningnya. Dan saling menatap satu sama lain.


"Apaan sih ma? Ga lucu tau!" ucap Cantika melihat mamanya.


"Kan emang mama ga ngajak bercanda, jadi ga lucu. Mama tuh serius Cantika." jawab mama Salma


"Tante kan tahu, kalo Andra anggap Cantika itu sebagai adik Andra. Begitupun Cantika menganggap Andra sebagai kakaknya. Jadi ga mungkin kita nikah." jelas Andra


"Bukan ga mungkin, itu kaliannya aja yang ga mau. Coba deh dipikir lagi, jangan langsung menolak permintaan mama. Kalian kan udah saling sayang, meskipun sekarang ini hanya rasa sayang persaudaraan. Nanti kalau kalian menikah rasa sayang itu juga akan berubah jadi cinta kog. Mama yakin deh! Iya kan pa?" ucap mama Salma melirik suaminya


"Papa sih mendukung apapun pilihan kalian." jawab Papa Cantika


"Tapi ide mama, juga tidak ada salahnya." imbuh papa lagi


"Udah ahh malah bahas kaya gini, pulang yuk sayang?" ajak Cantika pada Fira


"Yuk ma, pa. Fira udah ngantuk nih." imbuhnya menggendong Fira


"Yaudah nak Andra, kami pulang dulu. Dipikirin baik-baik idenya tante ya?" ucap Mama Salma berpamitan


Cantika yang mendengar ucapan mamanya menatap Andra dan menggelengkan kepalanya saat Andra balas menatapnya.

__ADS_1


Andra tersenyum. "Hati-hati dijalan ya tante, om, Cantika. Dada cantik." ucap Andra melambaikan tanganya pada Fira


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2