BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
33


__ADS_3

Mendengar Cantika bernyanyi membuat Tania semakin kesal, apalagi melihat Bastian yang terus memandangi Cantika membuat Tania semakin murka. Saat Tania ingin menggebrakkan meja tiba-tiba Aditya berkata.


"Aku ga pernah lihat Cantika nyanyi sampai nangis kaya gini." ucap Aditya


"Sedih banget sumpah, kaya dia lagi mengungkapkan perasaannya gitu, iya kan?" imbuh Aditya


"Bas! Ayo pulang!" ajak Tania kesal menarik tangan Bastian


"Hahh? Iya iya bentar. Aku pulang dulu ya Dit?" pamit Bastian


"Oke, ati-ati dijalan." jawab Aditya


Bastian dan Tania langsung pulang, masih dengan wajah kesal Tania. Mereka disepanjang perjalanan hanya saling diam. Mereka sedang sibuk dalam pikiran masing-masing. Tania yang takut akan kehilangan suaminya karena cinta lamanya sekarang sudah single. Dan Bastian yang sedang kesal karena keputusannya dulu membiarkan Cantika menikah dengan Danish adalah salah. Bastian yang berharap kehidupan pernikahan Cantika akan berjalan baik tapi ternyata malah berujung perceraian.


"Loh Dit, Bastian sama Tania mana?" tanya Cantika menghampiri Aditya setelah selesai bekerja


"Ohh tadi pulang duluan. Mood Tania sedang buruk, jadi ngajak pulang duluan." jawab Aditya


"Ohh gitu." jawab Cantika kecewa


"Kenapa kog cemberut gitu?" tanya Aditya melihat wajah kecewa Cantika


"Gapapa kog, emang aku cemberut?" tanya Cantika mengerutkan alis


"Enggak enggak, kamu imut." ucap Aditya menatap wajah Cantika


"Apaan sih, yuk pulang." ajak Cantika

__ADS_1


"Siap nona!" jawab Aditya


Saat diperjalanan menuju rumah Cantika mereka mengobrol seperti biasa penuh dengan candaan saja. Tapi tiba-tiba Aditya menanyakan hal tentang hubungan Cantika dengan Bastian dan Tania.


"Memangnya kalian sudah lama saling ga berkabar ya Can? Kog kaya aneh gitu tadi saat ketemu." tanya Aditya


"Lumayan lama sih Dit. Sejak mereka menikah kita udah lama lost kontak. Jadi rada sungkan aja waktu ketemu tadi." jelas Cantika


"Loh kenapa kog jadi lost kontak?" tanya Aditya


"Ya gapapa, saling fokus ke kehidupan masing-masing aja." jawab Cantika


"Temen kog gitu, walaupun sudah menikah hubungan pertemanan itu ga boleh putus. Jangan-jangan nanti kalo kamu nikah lagi trus jadi lupa sama aku?" ucap Aditya


"Ya enggaklah, pokoknya ada alasannya lah kenapa hubungan kita tuh jadi ga baik kaya dulu lagi." jelas Cantika


"Ga mau cerita nih?" tanya Aditya


"Tapi Can kamu tahu ga kalau sebenarnya itu Bastian ga cinta sama Tania?" tanya Aditya


"Maksud kamu?" tanya Cantika kaget


"Iya, Bastian menikahi Tania itu bukan karena landasan cinta. Setahu aku Bastian masih mencintai mantan pacarnya yang menikah dengan laki-laki lain. Soalnya Bastian sering banget curhat ke aku." jelas Aditya


Cantika hanya terdiam mendengar penjelasan Aditya.


"Kamu tahu ga siapa mantan pacar Bastian itu? Kan kamu dulu temenan sama si Bastian." imbuh Aditya

__ADS_1


"Ohh aku ga tahu." jawab Cantika berbohong


"Aku cuman ingin tahu seperti apa wanita itu, sampai-sampai sepupuku itu ga bisa melupakannya." ucap Aditya


"Kasihan sepupuku itu. Dapat istri yang ga dia cinta, ehh malah ga bisa ngasih keturunan juga. Apalagi sifat Tania yang sering marah-marah ga jelas kalau moodnya lagi jelek dan Bastian lah yang kena. Makanya sekarang aku ada diantara mereka biar si Bastian itu ga stress ngadepin istrinya." imbuh Aditya


"Jadi kamu tinggal dirumah mereka?" tanya Cantika


"Iya, awalnya aku merantau ke Jakarta itu pengen ngontrak aja. Tapi karena Bastian ngajak aku tinggal bareng yaudah aku iyain, kasihan juga dia butuh temen." jawab Aditya


"Ohh gitu." ucap Cantika mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ehh Can, kamu mau terus kerja di kafe itu? Apa ga pengen cari kerja lain?" tanya Aditya


"Kalo dibilang pengen sih ya pengen Dit. Tapi kan kamu juga tahu sendiri aku udah nyari kerja kemana-mana tapi ga ada yang nerima aku. Apalah dayaku yang hanya lulusan SMK, dan juga berstatus janda ini." jawab Cantika


"Jangan cepat nyerah gitu dong Can." hibur Aditya


"Emang kamu ga ada pikiran buat buka usaha sendiri gitu?" tanya Aditya lagi


"Iya juga ya Dit, kenapa aku ga kepikiran kaya gitu ya. Yaudah deh coba nanti aku pikirin lagi buat buka usaha kecil-kecilan. Sekalian tanya ke mama dulu." jawab Cantika


"Iya tuh bener, kalo terus-terusan kerja di kafe kasian kamunya. Nanti banyak yang punya pikiran jelek tentang kamu. Lagian Fira juga makin gede, makin banyak kebutuhannya." imbuh Aditya


"Ya Dit, makasih sudah ngingetin aku. Kamu memang teman terbaik." ucap Cantika


Mendengar ucapan Cantika, Aditya hanya tersenyum.

__ADS_1


"Tidak masalah sekarang aku hanya dianggap teman, tapi aku akan terus berusaha agar hubungan pertemanan ini berubah menjadi hubungan asmara, Cantika." ucap Aditya dalam hati


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2