BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
28


__ADS_3

Satu jam Cantika dioperasi, keluarga Cantika dan Danish sudah berkumpul menunggu di luar ruang operasi. Setelah beberapa menit Cantika keluar dari ruang operasi. Cantika langsung dibawa ke ruang rawat inap.


Setelah satu jam dalam pengaruh obat bius, akhirnya Cantika sadar. Melihat keluarganya berkumpul semua membuat Cantika bingung.


"Ada apa ini?" tanya Cantika,


Keluarga Cantika yang mendengar suara Cantika mula mendekat. Danish yang sedang tidur disamping Cantika juga ikut terbangun.


"Kamu sudah sadar nak?" tanya Mama Cantika


"Ma, Cantika kenapa?" tanya Cantika bingung


"Kamu pingsan sayang, coba cerita ke mama kenapa kamu bisa pingsan?" tanya Mama Cantika


"Iya nak, coba cerita ke kita." imbuh Ibu Danish


Cantika melirik ke arah Danish yang sedang gugup.


"Cantika cuman kecapekan aja ma, Cantika maksain ke kantor mas Danish tadi karena dedek bayinya pengen ketemu sama ayahnya." jelas Cantika mengelus perutnya.


Saat mengelus perutnya Cantika merasa ada yang mengganjal. Dia melihat dari dalam bajunya.


"Apa ini? Kenapa ada bekas jahitan diperutku? Bayiku bagaimana bayiku?" tanya Cantika menangis bingung memegangi perutnya


"Sayang tenang dulu nak." ucap Mama Cantika menenangkan


"Ma, bayiku!" teriak Cantika sedih

__ADS_1


Mama Cantika memeluk anaknya, sesekali menepuk lembut punggungnya.


"Sabar sayang." ucap Mama Cantika


Setelah Cantika sudah tenang, keluarganya berpamitan. Tinggal Danish yang bersamanya sekarang.


"Puas kamu?" ucap Cantika "Puas sudah melenyapkan anakku!" teriak Cantika


"Sayang kamu tenang dulu. Maafkan aku." ucap Danish berusaha menenangkan Cantika


"Tega kamu Danish! Kamu sudah khianati aku dan gara-gara kamu juga aku kehilangan anak aku!" ucap Cantika menangis


"Cantika aku minta maaf karena sudah mengkhianati kamu. Tapi aku juga tidak menginginkan kehilangan anakku. Aku juga sedih Can." jawab Danish


"Sebaiknya kamu pergi! Aku ingin sendiri." ucap Cantika tanpa melihat suaminya


"Cantika?" ucap Danish


"Baiklah, aku pergi." jawab Danish segera meninggalkan


Setelah beberapa hari Cantika dirumah sakit, akhirnya Cantika diperbolehkan untuk pulang. Di rumah Cantika lebih banyak diam. Hubungan Cantika dan Danish juga masih renggang. Kedua orangtua Cantika sudah mulai curiga dengan keretakan rumah tangga anaknya. Apalagi Danish yang juga sering pulang malam.


Andra yang mendengar kabar dari karyawan bahwa Raina sudah membuat istri pacarnya keguguran karena melihat Raina dan Danish sedang berduaan pun langsung segera menghubungi Cantika.


"Halo Can? Bisa bertemu?" tanya Andra


"Bisa Ndra, mau ketemu kapan?" jawab Cantika

__ADS_1


"Nanti waktu makan siang gimana, di kafe XXX." ucap Andra


"Oke." jawab Cantika


Siangnya Cantika menemui Andra sesuai tempat janjiannya. Andra yang baru datang buru-buru menghampiri Cantika.


"Udah lama nunggunya?" tanya Andra langsung duduk


"Enggak kog, baru juga nyampe." jawab Cantika


"Maafin aku ya Can." ucap Andra memelas


"Kenapa tiba-tiba minta maaf?" tanya Cantika heran


"Aku sebenarnya sudah tahu tentang perselingkuhan Danish dan Raina, karena Raina itu sekretarisku. Aku sudah berusaha menegur Raina tapi aku bukanlah orang yang suka ikut campur dengan masalah orang lain. Saat aku tahu kamu itu istrinya Danish aku ingin mengatakannya tapi ku tahan karena takut menyakitimu. Bodohnya aku, seharusnya dari awal kita bertemu aku langsung bilang ke kamu. Jadi kamu tidak akan kehilangan janin dalam perutmu." jelas Andra merasa bersalah


"Ndra, ini semua bukan salahmu. Kamu memang benar tidak baik mencampuri urusan orang lain. Dengan begitu aku bisa mengetahui semua ini dengan mata kepalaku sendiri. Untuk janin yang ada dalam perutku, ini semua sudah takdir. Dan aku sudah mengikhlaskannya." jawab Cantika


"Kamu orang yang baik Can, kamu pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Danish." ucap Andra


"Iya, aku berpikir untuk berpisah. Tapi aku masih ragu untuk menceritakan semuanya pada orangtuaku." jawab Cantika


"Tidak perlu ragu lagi, lebih baik secepatnya kamu menyelesaikan masalah ini. Jangan berlarut-larut nanti kamu yang tersakiti." ucap Andra


"Makasih ya Ndra, setelah Tania menikah dengan Bastian aku tidak ada lagi tempat untuk berkeluh kesah. Makasih sudah mau menjadi temanku." ucap Cantika tersenyum


"Iya sama-sama Can, kalau ada masalah kamu boleh langsung cari aku. Aku siap mendengarkan." jawab Andra tersenyum.

__ADS_1


Cantika mengangguk mendengar perkataan Andra.


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2