
Setelah kejadian hari itu Bastian yang awalnya ingin segera meninggalkan Cantika setelah merenggut kesucian Cantika pun tidak dia lakukan. Menurut Bastian saat dia melihat Cantika menangis ketika kesuciannya diambil olehnya dia tidak tega. Dia juga merasakan benih-benih cinta di hatinya.
Saat Bastian berhasil membuktikan bahwa dia memang sudah jatuh cinta pada Cantika diapun mulai bersikap posesif. Dia meminta Cantika terus menghubunginya, apapun yang dilakukan Cantika harus bilang padanya. Setiap jam istirahat pun dia mendatangi Cantika. Dia selalu bersama Cantika, kemanapun Cantika pergi. Karena hal itu Cantika jadi kehilangan teman-temannya dikelas karena dia terlalu fokus dengan Bastian.
Bastian selalu meminta Cantika bertemu diluar sekolah untuk melampiaskan nafsunya. Terkadang mereka melakukan di rumah Cantika ataupun Bastian juga di kamar hotel tersembuyi.
Semakin hari Cantika merasa bahwa Bastian hanya menginginkan tubuhnya sebab setiap kali bertemu Bastia selalu meminta melakukannya. Apalagi sikap Bastian yang overprotektif, Cantika tidak diperbolehkan berteman dengan wanita apalagi laki-laki kecuali dengan sahabatnya Tania. Kadang kala Bastian juga merasa cemburu dengan Tania. Tapi karena persahabatannya Tania dengan Cantika itu sudah lama sebelum Cantika bertemu dengan Bastian jadi Bastian masih mengijinkan mereka berteman.
Kadang Cantika pernah berpikir untuk memutuskan Bastian tapi apa daya, setiap kali Cantika minta putus Bastia selalu mengancam akan membeberkan aib Cantika.
Suatu ketika mereka sudah kelas 2 SMK, karena ini sekolah kejuruan akhirnya masuk waktunya untuk PKL (Pendidikan Kerja Lapangan). Saat itu Cantika bertemu dengan seorang laki-laki tampan, namanya Danish. Mereka berteman meskipun mereka beda sekolah mereka sangat akrab.
Bastian sangat merindukan Cantika, karena jarangnya mereka bertemu dengan kesibuka masing" yang harus PKL. Jadi Bastian memutuskan untuk menemui Cantika ditempat PKLnya dengan meminta ijin sakit ditempat PKLnya sendiri. Tapi saat tiba ditempat PKL Cantika, Bastian melihat Cantika yang sedang bersama Danish sedang asik mengobrol dengan tertawa senangnya. Bastian mengepalkan tangannya menuju Cantika berada dengan geramnya. Sesampainya ditempat Cantika duduk Bastian langsung menarik Cantika dan membawanya menjauh.
"Plakkk" Suara tamparan dipipi Cantika
"Kenapa?" tanya Cantika marah memegangi pipinya
"Dasar *******! Berani-beraninya bermain dibelakangku!" Ucap Bastian marah
"Apa?" ucap Cantika kebingungan
"Sekali lagi kamu berdekatan dengan laki-laki itu akan ku habisi dia!" ancam Bastian
Cantika hanya bisa menangis sambil memegangi pipinya. Diapun terpaksa harus ikut pulang bersama Bastian. Sesampainya dirumah Bastian, Cantika diperkosa dengan brutal oleh Bastian. Setelah selesai dengan amarahnya Bastian meninggalkan Cantika yang berada dikamarnya. Cantika yang lelah akan perbuatan Bastian pun terlelap. Saat Cantika sedang tidur Bastian pun masuk kembali ke kamarnya dan menyelimuti Cantika.
"Maafkan aku sayang, aku hanya takut kehilanganmu." ucap Bastian membelai lembut wajah Cantika.
__ADS_1
Karena kejadian tersebut hari-hari Cantika ditempat PKL berubah, dia berusaha menjauhi Danish sebisanya. Danish yang tidak menahu apa salahnya pun bingung akan sikap Cantika. Berkali-kali Danish menanyakan kenapa? Dan apa salahnya Cantika hanya menggeleng dan pergi.
Tiga bulan kemudian.
Masa PKL Cantika hampir selesai, saat itu Cantika sedang melihat WA story di HPnya. Tiba difoto yang diunggah teman sekelas Bastian, difoto tersebut ada foto Bastian yang sedang berboncengan dengan Tania. Mereka tersenyum bahagia, hati Cantika merasa tersakiti. Cantika merasa dikhianati, tanpa pikir panjang Cantika menelpon sahabatnya itu.
"Tan?" Ucap Cantika
"Iya Can?" jawab Tania
"Lo sama Bastian abis boncengan dari mana?" tanya Cantika tanpa basa-basi
DEG
Tania pun kaget dengan pertanyaan Cantika, dari mana dia tahu pikirnya.
"Emm iya, kemarin Bastian jemput gue. Waktu gue pulang sekolah kesorean gaada bis jadi kan Bastian lagi deket sama sekolahan gue dia nawarin jemput gitu." jelas Tania
"Ehh enggak kog Can, kemarin itu cuman kebetulan aja. Suer deh gue!" Jelas Tania
"Gue percaya sama lo karna lo sahabat gue. Yang ga gue percaya itu si Bastian!" tegas Cantika
"Beneran Can gue sama Bastian ga ada apa apa. Jujur emang pernah Bastian ngajak ketemuan sama gue di caffe sekali tapi itupun dia sama temannya Can." jelas Tania
"Hah? Ga seharusnya kalian nyembunyiin ini dari gue! Udah berapa kali coba kalian jalan dibelakang gue, gue kan juga ga tau. Sudah sejauh apa kalian chatting pun gue juga ga tau. Lo sahabat gue, gue percaya sama lo Tan jadi plis jangan khianatin gue." pinta Cantika
"Maafin gue Can, gue gaakan ngulangin lagi. Gue juga gaada apa-apa sama Bastian sumpah!" Yakin Tania lagi
__ADS_1
"Ya gue percaya. Yaudah kalo gitu gue tutup." ucap Cantika menutup telponnya.
Cantika masih merasa tersakiti, meskipun Tania bilang tidak ada apa-apa Cantika masih tetap takut. Dia percaya pada sahabatnya bahwa sahabatnya tidak akan mengkhianatinya. Tapi dia tidak percaya akan Bastian yang tidak bermain dibelakangnya.
[ Bas, bisa kesini? ] Cantika mengirim pesan pada Bastian
[ Bisa sayang, otw. ] balas Bastian
Sesampainya dirumah Cantika, Bastian duduk di sofa ruang tamu. Cantika datang membawa nampan yang berisi minuman untuk Bastian.
"Nih minum" Ucap Cantika menyodorkan minuman
"Makasih sayang." balas Bastian tersenyum dan langsung meminum minuman tersebut.
"Bas, aku mau kamu jujur." ucap Cantika
"Jujur soal apa?" tanya Bastian sambil meletakkan minuman dimejanya.
"Sejauh apa kamu menyukai Tania?" tanya Cantika
"Hah?" Bastian terkejut.
"Kamu ngomong apa sih sayang?" tanya Bastian kembali
"Sejauh apa rasa sukamu pada Tania sahabatku?" tanya Cantika menekankan
*Maafin author ya readers karena awal cerita langsung dapet konflik. Semoga kalian menyukainya.
__ADS_1
*Karena hari ini ultah anak author jadi hari ini up lebih banyak ya.
*Jangan lupa like dan komennya. Klik Favorite ya untuk baca kelanjutannya.