BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
58


__ADS_3

Operasi sudah berlangsung sekitar 15 menit, Andra masih setia menunggu di depan ruang operasi dengan memanjatkan segala do'a untuk keselamatan Cantika. Dari arah lain keluarga Cantika datang, mamanya Cantika setengah berlari menghampiri Andra. Andra yang mengetahui kedatangan keluarga Cantika pun beranjak dari tempat duduknya. Diapun merangkul mama Salma yang sudah ada didepannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi nak Andra?" tanya mama Salma yang sedang menangis dipelukan Andra


"Cantika tertabrak mobil tan." jawab Andra sesekali menepuk pelan punggung mama Salma


Dibelakang mama Salma ada papa Cantika yang sedang menggendong Fira dan juga ada kak Retno beserta suaminya. Meliht Fira yang menangis dibahu kakeknya itu membuat Andra melepaskan pelukannya pada mama Salma dan langsung menghampiri Fira.


"Cantik? Sini sama om Andra." ajak Andra yang mulai menggendong Fira


"Hiks hiks.. Om.. Hiks hiks.. Bunda.. Hiks hiks" ucap Fira yang terisak tangis


"Sstt sayang, bunda Fira ga kenapa-napa. Dokter sudah mengobati bunda kog nak. Sekarang Fira do'ain bunda biar ceper sembuh ya?" tutur Andra menghapus air mata Fira


"Kamu sudah tahu siapa yang menabrak adikku Ndra?" tanya kak Retno


Andra hanya mengangguk menatap kak Retno.


"Jangan biarkan dia lolos, masukan dia ke dalam penjara. Aku tidak akan pernah memaafkannya." ucap kak Retno marah


Dari jauh Aditya semakin lemas mendengar semua perbincangan mereka, dia sedih bahwa orang yang mereka maksud adalah dirinya sendiri. Dia tidak masalah kalaupun harus dipenjara, tapi yang dia masalahkan adalah kebencian dari Cantika dan keluarganya.


Selama dua jam operasi Cantika berlangsung, kini lampu indikator ruang operasi itupun padam yang mengartikan operasi telah usai. Semua orang yang menunggu di luar ruang operasi pun menunggu dokter ataupun perawat didepan pintu masuk untuk mengetahui kabar kondisi Cantika. Andra yang sedang menggendong Fira yang terlelap tidur digendongannya itupun juga ikut beranjak saat pintu tersebut terbuka.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya mama Salma


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Dan nanti stelah efek obat bius itu hilang, insyaallah ibu Cantika akan segera sadar." jelas dokter


"Alhamdulillah" ucap mereka bersamaan


"Sebentar lagi bu Cantika akan dibawa ke ruang inapnya. Saya permisi terlebih dahulu." pamit dokter


Setelah Cantika dipindahkan ke ruang rawatnya kak Retno dan suaminya berpamitan membawa Fira yang sudah tertidur untuk pulang. Orang tua Cantika dan Andra masih menunggu di dalam ruangan tersebut. Saat kak Retno berjalan menuju parkiran dia tidak sengaja melihat Aditya yang sedang duduk menunduk di sekitar rumah sakit. Dia pun menghampirinya


"Adit?" sapa kak Retno


"Kak Retno?" sahut Aditya mendongakkan wajahnya


"Ahh iya kak, Adit mau jenguk Cantika." jawab Aditya terbata-bata


"Cantika baru aja dipindahkan keruang inapnya, dia belum sadar. Tapi disana ada Andra dan mama papa kog." ucap kak Retno


"Ahh iya kak, nanti Adit kesana." jawab Aditya


"Ya sudah kakak pamit dulu. Kasihan Fira nangis terus daritadi sekarang dia lagi tidur mau kakak bawa pulang." pamit kak Retno


Aditya mengangguk. Kak Retno langsung pergi menghampiri suaminya. Aditya masih belum beranjak dari tempat duduknya. Dia masih menunggu Andra yang mungkin saja akan keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Setelah sekitar satu jam dia menunggu, akhirnya dia melihat Andra yang sedang berjalan ke arah mobilnya. Secepatnya Aditya menghampiri keberadaan Andra.


"Ndra?" panggil Aditya


Andrapun menengok ke arah Aditya.


"Ndra, gue mau ngomong sama lo." ucap Aditya


"Apa?" tanya Andra ketus


"Gue minta maaf, gue mohon jangan kasih tahu mereka bahwa gue yang nyelakain Cantika. Gue mohon, gue ga mau mereka ngebenci gue." mohon Aditya


Andra mengernyitkan dahi tanda dia tidak suka dengan ucapan Aditya. Diapun melangkah pergi meninggalkan Aditya. Belum juga satu langkah penuh, Aditya kembali berucap.


"Gue mohon Ndra, gue nyese beri gue kesempatan. Gue ga bisa jauh dari Cantika ataupun Fira, gue takut mereka benci sama gue." imbuh Aditya


"Lo bilang nyesel? Kalau lo nyesel, pertanggungjawabin perbuatan lo. Terima resiko dari perbuatan lo sendiri. Jangan mohon-mohon untuk lepas tanggung jawab kaya gini. Dasar pengecut lo!" ucap Andra yang langsung masuk ke dalam mobilnya. Diapun langsung menekan pedal gasnya meninggalkan Aditya.


Dua jam setelah operasi Cantika masih belum sadar akibat pengaruh obat bius. Andra yang sudah kembali pun bergantian dengan mama papa Cantika untuk menunggu Cantika.


Perlahan Cantika membuka matanya, dia memutar kedua bola matanya untuk melihat sekitar ruangan kamar tersebut. Dia mendapati keduaorangtuanya yang sedang tertidur di sofa. Dan dia juga melihat Andra yang tertidur di samping ranjangnya dengan menundukkan kepalanya ditepi ranjang rumah sakit tersebut.


"Ndra?" panggil Cantika menepuk bahunya pelan

__ADS_1


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2