
Sebelum Andra keluar dari ruangan Cantika, Bastian sudah pergi terlebih dahulu. Bastian kembali menuju ruangan istrinya. Dengan perasaan bahagia dia masuk ke ruangan Tania. Tania sedikit merasa heran melihat Bastian mengembangkan senyum diwajahnya dengan wajah yang berbinar-binar. Tania hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Bastian, karena saat dia menyapa Bastian hanya dibalas dengan senyuman unjuk gigi.
Malam hari, saat Tania sudah tertidur Bastian melangkah keluar dari kamarnya. Dia menuju ruang inap Cantika, saat sampai depan ruangan Cantika dia lihat dari balik pintu bahwa Cantika sudah terlelap tidur. Dia membuka pintu sepelan mungkin agar tidak membangunkan Cantika. Bastian mulai mendekat dan duduk di kursi samping ranjang Cantika. Melihat Cantika sedang tertidur pulas membuat Bastian tersenyum senang. Akhirnya dia bisa memandangi wajah wanita yang dia cintai dalam dekat. Sesekali Bastian merapikan anak rambut yang menutupi wajah Cantika. Tiba-tiba air mata Bastian turun tanpa diminta.
"Can, aku rindu kamu. Maafkan aku Can, maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku dulu. Maafkan aku karena belum bisa membuatmu bahagia. Maafkan aku, karena aku, hubungan persahabatanmu dengan Tania hancur. Maafkan aku Can." ucap Bastian terisak
Bastian menutupi mulutnya agar tidak menimbulkan suara dan membangunkan Cantika.
"Aku akan menjaga Tania untukmu Can. Terima kasih akan pengorbananmu untuknya. Aku janji akan menyayangi seperti kamu menyayanginya." ucap Bastian menggenggam tangan Cantika
"Aku mencintaimu." imbuh Bastian mengecup kening Cantika
Bastian beranjak pergi, saat pintu ruangan itu tertutup Cantika mulai membuka matanya. Sebenarnya dia sudah terbangun saat merasa ada yang memegang rambutnya. Dia mendengarkan semua perkataan Bastian. Saat Bastian pergi dia terisak menangis mengingat perkataan Bastian. Dia juga merindukannya, tapi dia tidak boleh egois.
Akhirnya Tania dan Cantika diperbolehkan untuk pulang di hari yang sama. Mereka pulang terpisah, karena memang Tania tidak tahu akan Cantika yang dirawat apalagi tentang pendonornya itu.
Saat sampai rumah Cantika langsung memeluk buah hatinya. Selama seminggu dia hanya bisa menatap wajah anaknya melalui layar hp, dia begitu merindukan putrinya itu.
"Uhh anak bunda udah makin gede ya?" ucap Cantika mencubit pipi chubby anaknya
"Yak bunda sakit." rintih Fira kesal
__ADS_1
"Udah sayang, biarin bunda istirahat dulu. Kan capek habis perjalan jauh." ucap mama Salma
"Yaudah bunda ke kamar dulu ya sayang." ucap Cantika
Fira hanya mengangguk menjawab ucapan bundanya.
Cantika membaringkan tubuhnya diatas ranjang kamarnya. Dia memeriksa HPnya karena memang daritadi sudah berkali-kali bunyi.
[ Gimana? Sudah sampai? ]
[ Kamu gapapakan? Masih sakit ga? ]
[ Kog ga bales sih! ]
[ Bales ga? ]
[ Kalo masih ga bales juga aku nyusul kesana! ]
Deretan chat dari Andra dan beberapa missed call darinya membuat Cantika mengerutkan keningnya.
[ Aku udah sampe dengan selamat, BAWEL! ] Balas Cantika
__ADS_1
Memang awalnya Andra yang ingin mengantarkan Cantika, tapi tiba-tiba saat masih diparkiran rumah sakit Andra mendapat panggila untuk segera ke kantor karena ada meeting penting dari client luar negeri. Mau tidak mau Andra meninggalkan Cantika, karena Cantika juga memaksanya untuk pergi ke kantor.
Ada beberapa pesan dari Aditya, karena memang selama seminggu ini Cantika mengabaikan Aditya.
[ Can, sebenernya kamu ini kemana sih? Sudah seminggu kamu mengabaikanku. Jika aku ada salah katakan, jangan kamu diamkan aku seperti ini. ] Aditya
Cantika menghela nafas kasar dan kemudian mengetik pesan untuk membalas pesan dari Aditya.
[ Aku ada kesibukan di luar kota, maaf. Kamu ga salah apa-apa. Aku baru aja pulang, capek! Jangan bawel! ] balas Cantika
Alasan Cantika mengabaikan Aditya karena dia sudah mulai risih akan sikap Aditya. Aditya sudah mulai centil dan sok mesra sama Cantika. Sikap Aditya sudah berbeda dari awal ketemu. Aditya mulai overprotektif pada Cantika, karena setiap kegiatan apapun Aditya menanyakan semuanya dengan detail. Kemana? Sama siapa? Ngapain aja? Pulang jam berapa? Dianter siapa? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu menghujani ruang chat Cantika dan Aditya. Padahal hubungan mereka hanya sebatas teman saja. Tapi Aditya sudah bersikap berlebihan pada Cantika.
Seminggu berlalu, Cantika yang sudah rapi berpakaian serba hitam dan kerudung yang menutupi kepalanya dengan buru-buru menenteng tasnya menuju mobil taksi online yang sudah menunggu di halaman depan.
"Ma? Pa? Fira? Cepat!" teriak Cantika saat sudah didepan pintu rumahnya
Orang tua Cantika dan Fira pun menyusul Cantika yang sudah duduk didalam mobil.
"Ke alamat sesuai aplikasi ya pak." ucap Cantika
Sopir taksi itupun mengangguk dan mulai melajukan mobilnya. Pagi-pagi sekali Cantika mendapat kabar dari Andra bahwa ibunya telah meninggal dunia. Sekarang keluarga Cantika sedang menuju ke rumah Andra untuk melayat.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Andra, kak Retno dan suaminya juga sudah ada disana begitupun Aditya. Cantika dengan buru-buru menghampiri Andra dan langsung memeluknya. Andra yang masih sembab karena menangisi kepergian ibunya mulai menangis lagi didekapan Cantika.
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.