
Sesampainya di kafe Aditya membangunkan Cantika.
"Hei Can bangun, sudah sampai." panggil Aditya menggoyangkan tubuh Cantika
"Emm sudah sampai ya?" ucap Cantika membuka mata
"Loh ini kan kafe tempat aku kerja dulu, kog kesini sih? Katanya mau ke pesta." tanya Cantika
"Iya, disini pestanya. Yuk turun." jawab Aditya
"Kalau disini ngapain tadi muter-muter kan kelamaan, aku jadi ketiduran kan tadi." omel Cantika
"Lupa alamatnya, jadi muter-muter dulu." jawab Aditya mengeles
Cantika hanya bergidik heran dengan penuturan Aditya yang bilang lupa dengan alamat pestanya.
"Yaudah yuk masuk" ajak Aditya
Saat mereka berjalan mendekat ke arah kafe Cantika sedikit merasa curiga.
"Loh kog sepi? Lampunya juga mati. Jangan-jangan kamu ngerjain aku ya Dit?" tanya Cantika heran mengerutkan keningnya menatap Aditya saat masuk kafe dan ternyata semua gelap
"Enak aja, ngapain juga aku ngerjain kamu. Kurang kerjaan aja. Apa mungkin pestanya udah selesai?" jawab Aditya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sok-sok tidak tahu.
"Yaudah yok pulang." ajak Cantika menarik lengan Aditya.
"Bentar-bentar aku telepon teman aku dulu, kamu tunggu disini sebentar. Aku nyari sinyal." ucap Aditya meninggalkan Cantika
"Jangan lama-lama." seru Cantika yang ditinggalkan Aditya
Aditya bergegas meninggalkan Cantika sendirian. Dan tiba-tiba lampu menyala, Aditya sudah berada diatas panggung siap bernyanyi.
{ *Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu bahagialah kamu
Yang ku beri, bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga atau puisi juga kalung hati
Maaf bukannya pelit, atau ga mau bermodal dikit
Yang ingin aku beri padamu, do'a setulus hati
Semoga tuhan melindungi kamu
Serta terjawab semua angan dan cita-citamu
__ADS_1
Mudah-mudahan diberi umur panjang
Sehat selama-lamanya*. }
*Selamat Ulang Tahun - Jamrud
Cantika terkejut melihat keluarganya ada disana, putrinya juga menghampirinya dengan membawakan kue ulang tahun ditangannya. Dengan berjongkok dia meniup lilin tersebut dan mencium putrinya. Dia terharu akan kejutan yang diberi Aditya. Cantika meneteskan air mata kebahagiaan.
"Terima kasih, terima kasih." ucap Cantika bertubi-tubi sambil meneteskan air mata bahagia
"Bunda selamat ulang tahun, semoga bunda panjang umur dan sehat selalu. Fira sayang bunda." ucap Fira
Cantika mengambil kue yang ada ditangan Fira dan meletakkan di meja, dan langsung memeluk putrinya erat-erat.
"Terima kasih sayang, bunda juga menyayangi Fira." ucap Cantika memeluk Fira dan menciumi kedua pipi anaknya.
"Selamat ulang tahun ya sayang." ucap Mama Papa Cantika
"Makasih Ma, Pa." jawab Cantika tersenyum
"Selamat ulang tahun ya Can." ucap Tania sedikit ketus
"Selamat ulang tahun Cantika." ucap Bastian tersenyum
"Ehh kalian juga datang. Makasih ya Tan, Bas. Makasih kalian udah mau datang kesini." jawab Cantika melihat Tania dan Bastian
{ *Oooh... (Kumau dia)
Kuharap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya
Tak main-main hatiku
Apapun rintangannya kuingin bersama dia
Kumau dia, tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
__ADS_1
Biarkan ku menjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya
Tak main-main hatiku
Apa pun rintangannya kuingin bersama dia
Kumau dia, tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan ku memaksa, oh, Tuhan
Tapi kucinta dia (Yang kucinta hanya dia)
Kumau dia (Yang kumau hanya dia)
Kumau dia
Dan hanyalah dia
Aku mau dia, tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan ku memaksa, oh, Tuhan
Tapi kucinta dia (Kucinta dirinya)
Kumau dia (Kumau dirinya)
Hanyalah dia, Tuhan
Kucinta dia* }
***Ku Mau Dia - Andmesh Kamaleng
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya**.
__ADS_1