
Cantika yang sudah sampai rumah langsung menuju ke halaman belakang. Mama Cantika yang melihat Cantika sedang melamun di halaman belakang rumah menghampiri Cantika. Saat sampai di depan pintu belakang rumah Mamanya berhenti mendengar suara petikan gitar dan suara putrinya bernyanyi. Saat Mama mengintip, ternyata Cantika juga sedang menangis
{ Jangan pernah katakan bahwa
Cintamu hanyalah untukku
Karena kini kau telah membaginya
Maafkan jika memang kini
Harus ku tinggalkan dirimu
Karena hatiku telah kau lukai
Tak ada lagi yang bisaku lakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa
Ku menangis, merasakan betapa kejamnya dirimu akan diriku
Kau duakan cinta ini, kau pergi bersamanya
Houuuu
Ku menangis, melepaskan kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus slalu kau tahu, akulah hati yang telah kau sakiti. }
* Hati Yang Kau Sakiti - Rossa
"Ehemm.." mama Cantika berdehem saat mendengar Cantika sudah selesai bernyanyi
"Mama?" segera Cantika mengusap air matanya
"Anak mama lagi apa?" tanya Mama mendekati Cantika
"Lagi pengen nyanyi aja ma, bosan soalnya." jawab Cantika
__ADS_1
"Kog sambil nangis?" tanya Mama lagi
"Menghayati lagunya ma." jawab Cantika berbohong
"Mama itu ibu kandung kamu, yang ngelahirin kamu, yang gedein kamu sampai kaya gini. Jadi kalau kamu bohongin mama, mama pasti tahu sayang." ucap Mama
"Ma?" panggil Cantika
"Iya sayang, cerita ke mama." ucap mama merangkul anaknya
Cantika mulai menangis "Mas Danish khianati aku ma." ucap Cantika
"Maksud kamu nak?" tanya mama kaget
"Waktu Cantika nyusulin mas Danish ke kantor, Cantika mergokin mas Danish sama selingkuhannya. Makanya Cantika pingsan, sampai-sampai Cantika harus kehilangan bayi Cantika." jelas Cantika sambil menangis dipelukan mamanya
"Keterlaluan Danish!" ucap mama Cantika marah
"Ma?" panggil Cantika
"Iya sayang?" sahut Mama
"Kamu yakin nak?" tanya Mama meyakinkan
"Iya ma, aku yakin." jawab Cantika
"Mama dukung keputusanmu sayang. Kamu yang tahu mana yang terbaik untuk hidup kamu." ucap mama membelai lembut rambut Cantika
"Makasih ya ma." ucap Cantika.
Setelah membicarakan itu dengan mamanya, Cantika sedikit merasa tenang. Dua hari kemudian Cantika bergegas menuju pengadilan agama. Dia mengajukan gugatan cerai pada suaminya. Memang Cantika tidak memberitahu suaminya lebih dahulu. Cantika sengaja agar suamiya tidak lagi mencari-cari alasan agar tidak menceraikan dia. Cantika sudah memberitahukan kepada keluarga suaminya, meski begitu Cantika meminta agar keluarga Danish tidak memberitahu Danish akan gugatan cerainya. Cantika ingin Danish langsung tahu saat surat dari pengadilan agama datang.
Seminggu kemudian kurir datang, Danish yang masih ada dirumah membukakan pintu.
"Atas nama Danish Sastrowijoyo?" tanya kurir
"Iya saya sendiri." jawab Danish
__ADS_1
"Ada surat dari pengadilan agama pak. Tolong tanda terimanya." ucap kurir
Danish yang sedang bingung langsung menandatangi surat tersebut. Setelah kurir itu pergi Danish langsung membuka surat tersebut. Sontak Danish kaget melihat isi surat tersebut. Dia langsung masuk ke rumah dan langsung menemui istrinya.
"Apa maksud surat ini?!" tanya Danish marah
"Apa?" jawab Cantika
"Kenapa kamu menggugat cerai aku?" tanya Danish
"Masih tanya kenapa? Ga sadar akan kesalahanmu?" tanya Cantika
"Aku kan sudah minta maaf, aku tahu aku salah. Jadi aku mohon batalkan gugatan cerai ini." ucap Danish
"Maaf? Segampang itukah? Kurang sabar apa aku sama kamu hah? Aku ga akan pernah cabut gugatan ini." jawab Cantika meninggalkan Danish
"Tapi Cantika?" Danish berusaha mengejar Cantika tapi dihadang oleh mama Cantika
"Sudah cukup, kamu terima saja. Sebaiknya kamu segera pergi dari rumah ini." ucap mama Cantika.
Danish merasa kacau, dia membereskan barang-barangnya dan segera pergi dari rumah Cantika. Sebelum menuju ke rumah orang tuanya Danish menemui Raina terlebih dahulu.
"Sayang? Kog bawa koper?" tanya Raina
"Aku digugat cerai sama Cantika." jawab Danish kesal
"Bagus dong, sekarang ga ada lagi yang halangin hubungan kita. Kita bisa segera menikah." ucap Raina senang
"Ahh ga tau aku. Aku sekarang sedang kacau!" ucap Danish
"Kamu kenapa sih? Harusnya seneng dong. Kita bentar lagi bisa bersatu kog malah kesel sih?" tanya Raina cemberut
"Bukan gitu sayang, aku sedang kesal saja. Cantika ga omong apa-apa soal perceraian ini, tiba-tiba aja datang surat ini dan aku langsung diusir dari rumahnya." jelas Danish
"Ya udahlah sayang, kita ambil hikmahnya aja. Tujuan hubunga kita sebentar lagi akan terwujud." ucap Raina menenangkan
"Iya sayang, makasih ya." ucap Danish
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.