
Bab 14. Persidangan pertama
Bion memasuki pintu, mendapati ada dunia yang gelap.
Dunia gelap ini adalah
Zona larangan terbang.
Zona larangan kekuatan kecepatan.
Zona larangan teleportasi.
Zona...
...
Intinya dunia kegelapan ini adalah zona khusus untuk berjalan. Dan terus berjalan ke depan tanpa tahu sudah berapa lama, Bion akhirnya melihat cahaya.
Sebuah lampu zaman kuno yang masih menyala keemasan dengan kepala atap berbentuk segitiga yang di atasnya memiliki pegangan tangan berwarna hitam pekat. Lampu itu memiliki dua alas kaki, berbadan kaca putih yang di dalamnya ada api emas menyala terus menerus tidak kenal waktu dan energi.
" Halo Peserta, namaku J.Bli " ada suara yang datang dari lampu itu.
Bion mendapati ada mata yang sedang memandang nya di atas badan kaca dan di bawah atap berbentuk segitiga. Juga ada mulut di bawah badan kaca dan di atas dua alas kaki lampu.
Merasa luar biasa aneh, Bion menjawab, " Halo J.Bli. Bisakah kamu jelaskan apa tempat ini? "
" Tempat ini adalah ruang persidangan. Sebagai calon pemilik © CREATE. Kamu orang 2 yang datang ke sini. Orang pertama telah jatuh, ia juga pemilik pertama © CREATE. "
" Asal © CREATE kamu bisa menjelajahi sendiri. Aku tidak tahu."
"Uh, terimakasih atas jawaban tambahan ini. Hahaha..." Bion (^_^)?
"Sebelum dimulainya persidangan pertama. Aku ingin kamu berjanji padaku saat kamu menyelesaikan sidang pertama. Yaitu menjadikan aku sebagai penjaga toko di rumah hantu botak itu."
Σ(ಠ_ಠ)
"Hei..! Sudah aku bilang itu adikku Net. " Bion kaget marah.
" Ok, ok, di toko Si Net hantu botak itu. Jika kamu tidak berjanji, disini saja menemani ku berbincang-bincang sampai aku bosan."
"Jadi intinya kalau aku tidak berjanji, persidangan tidak akan memulai dan aku akan terjebak disini?" Bion susah.
" Yap..!" J.Bli mengangguk.
"Aku berjanji. Tapi semua harus dengan persetujuan Net." kata Bion susah.
┐( ̄ヘ ̄)┌
"Yap..! " J.Bli
Klik..!
Dengan berlalunya suara J.Bli sebuah pintu hitam tiba-tiba muncul di sampingnya dan perlahan terbuka.
Ada kabut putih di dalam pintu itu yang menghalangi persepsi Bion.
"Masuklah.. setelah kamu lulus dan keluar pintu ini. Maka kita akan memiliki banyak waktu untuk berbicara lagi. Semoga sukses...!" J.Bli
Selesai berkata, ada bayangan kaki emas di belakang Bion dan menendang pantatnya, sehingga Bion terbang memasuki pintu.
─\=≡Σ(/°□°)/
"Ah, sial... Lampu Minyak kadaluwarsa..!" saat terbang menuju pintu Bion tidak lupa memakai lampu minyak itu.
Pop..!
Ketika Bion masuk dan pintu perlahan tertutup meninggalkan J.Bli yang bengong di tempat.
"Sial, si kecil yang vulgar. Aku adalah Penerangan cahaya dalam kegelapan. Aku adalah pencerahan dalam kebuntuan. Kapan aku menjadi Lampu Minyak Kadaluwarsa ?"
__ADS_1
(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻
J.Bli mulai memancarkan cahaya keemasan yang terang sehingga dunia gelap berubah menjadi dunia yang bercahaya.
Untuk beberapa saat.
"Eh, sepertinya bentuk ku cukup mirip dengan lampu minyak itu."
Σ(ಠ_ಠ)
" Ah, sial manusia kecil. Akan aku balas saat kamu keluar persidangan nanti. Hum hum..."
J.Bli mulai memikirkan rencana setannya.
Dan dengan kembalinya ketenangan emosi J.Bli, cahaya yang memerangi dunia kegelapan pun juga mulai perlahan mereda kembali menuju dunia kegelapan yang di pusat dunia ada seberkas cahaya yang dipancarkan J.Bli.
Disisi lain.
Bion terbang keluar dari pintu yang perlahan mulai tertutup. Ia terbang ke sebuah dunia yang cerah mendekati sebuah ring yang semakin dekat di pendaratannya, dan ia tau bahwa ini adalah ring tinju.
Menstabilkan posisinya saat memulai pendaratan dari udara, Bion perlahan turun dengan anggun di atas ring.
Namun mungkin karena ada air keringat di atas ring, pendaratan yang direncanakan anggun itu terpeleset saat kaki Bion menyentuh lantai ring. Akibatbya ia berguling 360° x 7.
"Hahaha...."
Ada tawa riang disisi lain ring.
Bion merasa dirugikan, saat berguling namun wajahnya semakin hitam saat ia mendengar ada orang yang tertawa.
Mendongak, Bion perlahan terpana.
Karena yang berdiri disisi lain ring adalah dirinya sendiri. Wajah sama fitur sama baju sama 100% sama lah, seperti melihat cermin.
"Hei, siapa kamu. Jangan membuat wajah gantengku menjadi wajah pasaran" Bion langsung berdiri menunjuk bocah lelaki di depannya dengan marah.
Lelaki itu hanya tersenyum dan perlahan berkata, " Halo, namaku Bayangan Bion. Kamu adalah Bion di kehidupan Nyata dan aku adalah Bayanganmu. Percaya atau tidak terserah padamu." ┐( ˘_˘)┌
Bion mendengarnya terpana, bukan karena informasi bahwa ia adalah bayangannya yang membuat ia terpana, tapi tingkah laku dan nada bicaranya Bion 100% yakin bahwa ini adalah cermin.
-_-)?
"Karena kamu adalah aku, ayo mari kita selesaikan ini dengan cepat, dan melanjutkan mimpi ku tadi. Aku tadi bermimpi Sisi sudah menyiapkan makanan enak menunggu aku mencicipinya."
Kata Bion nyata.
"Uh, meski kita satu, aturan membatasi tindakanku. Kamu hanya bisa mengalahkanku jika kamu ingin menyelesaikan persidangan pertama ini. Disini kamu akan selalu penuh energi dan tidak akan pernah mati meski terbunuh."
" Dan ngomong-ngomong perbedaan waktu disini dan di dunia nyata Adalah 1000 hari : 1 detik. "
" Jadi ayo kita perlahan-lahan saling mengerti agar kamu bisa mengalahkan ku. "
" Pilihan untuk tugas persaingan kita di serahkan kepadamu, kamu memilih kita akan bersaing apa dan aku menentukan aturannya." kata Bion bayangan.
" Bisakah aku memilih menetapkan aturan permainan ini?" kata Bion nyata.
"Maaf kawan. Ini aturan persidangan." Bion bayangan tidak berdaya.
Bion Nyata : "Ok, permainan batu gunting kertas."
Bion Bayangan : " Ya , aturannya yang kalah adalah pemenang persidangan ini. Bagaimana?."
Bion Nyata : " Ok terimakasih, dalam novel persidangan cermin biasanya lebih kuat, jadi kamu bisa menang dan aku yang kalah. Dan persidangan ini selesai."
Bion Bayangan : " Iya, kamu betul. Satu dua.... tiga."
Bion Nyata : ......
Bion Bayangan : .....
__ADS_1
Karena batu gunting kertas yang menang adalah Bion Nyata, dengan gunting dan Bion Bayangan dengan kertas.
Bion Nyata: " Itu, apakah kita bisa berjanjian dulu?"
Bion Bayangan: " Kalau bisa , buat apa persidangan ini."
Bion Nyata : " Benar juga, kalo begitu ayo mulai lagi. 1, 2..... 3.!"
Bion Nyata : .....
Bion Bayangan : ....
Bion Nyata tetap menang namun itu mengakibatkan ia gagal persidangan.
Bion Nyata : " Itu.... bisakah aturannya dirubah?"
Bion bayangan : " Aturan hanya boleh sekali di awal, bila mau berubah, harus berubah permainan."
Bion Nyata : " Sekali lagi, aku tidak percaya pada keberuntunganku yang di besar-besar kan."
Bion Bayangan : " Ok, satu, dua, .... tiga..!"
Bion Nyata : ......
Bion Bayangan : ....
Bion Nyata : " sekali lagi..!"
Bion Bayangan : " Ok.."
Bion Nyata : " sekali lagi..!"
Bion Bayangan : " Ok.."
...
100 hari kemudian.
...
Bion Nyata dan bayangan sudah memulai permainan yang lain , seperti adu panco, gulat, tinju, catur, senam, renang, lari, dll. Namun aturan direncanakan membuat persidangan sukses dengan segala hal yang seharusnya membuat persidangan berakhir dan hasilnya adalah kebalikannya, selalu membuat Bion gagal persidangan.
...
1000 hari kemuadian \= 1 detik di dunia nyata.
...
Bion nyata tetap gagal mengakhiri persidangan.
Akhirnya dia memulai permainan baru pertarungan dengan kekuatan.
Namun hasilnya bisa di bayangkan. Meski novel itu berkata bayangan dalam persidangan itu kuat. Kenyataannya selalu mematuhi aturan.
Jadi kalau aturan yang kuat menang, bayangan akan menjadi lebih kuat.
Kalau aturan yang lemah menang, bayangan menjadi lebih lemah dari kamu.
Menemui jalan buntu lain.
Karena waktu yang ia habiskan di sini adalah sebanding 1000 hari di 1 detik dunia nyata. Bion tidak terburu- buru lagi.
Ia menghabiskan waktu kelanjutannya memahami bayangannya, saling berbagi wawasan, saling memahami, saling mempelajari ilmu baru, saling mempelajari senjata baru.
Kalau bisa dibilang dalam waktu ini, Bion nyata benar-benar \= Bion bayangan.
Mereka mulai pertarungan hidup dan mati, mengubah momentum mereka.
Mereka saling berbagi wawasan, merubah pola pikir mereka.
__ADS_1
Mereka adalah satu dengan posisi yang berbeda, satu terang dan satu gelap.
( Selesai)