
Bab 27. Level 3 Persidangan ke-2 bagian 2
Di kekosongan saat Bion tertidur lelap dan dikelilingi oleh Dunia Mental yang tak terlihat.
...
[ Sendirian ]
[ Kesepian ]
...
[ Kesepian ]
[ Sendirian ]
...
Suara yang sama terus menerus mengelilingi Bion dari segala arah, menuju pikiran yang mengganggu mimpi indahnya.
Mengakibatkan Bion terjaga tiba-tiba.
Ha?
⊙.☉
Bion terkejut dan melihat sekelilingnya.
...
[ Sendirian ]
[ Kesepian ]
...
[ Kesepian ]
[ Sendirian ]
...
Banyak suara-suara yang sama menuju pikirannya tanpa terhalang oleh apapun.
Tetap merasuki pikiran Bion, bahkan ketika panca inderanya di tutup.
...
[ Sendirian ]
[ Kesepian ]
...
[ Kesepian ]
[ Sendirian ]
...
Kata-kata ini terus menerus merasuki pikiran Bion.
Dan saat ini Bion merasa level persidangan telah meningkat.
Bion juga merasa ini juga normal.
╮(^▽^)╭
"Tidak akan ada persidangan yang membuat pesertanya tiduran dan tiba-tiba ia lulus ujian persidangan. Hahaha... " Gumam Bion sambil mengangkat bahu tak berdaya.
Memikirkan cara menanggulangi hal ini Bion mulai menyuruh Dunia Mental menggunakan kemampuan ke-1 Dapat Mengatasi Kesulitan Sehari-hari membuat sebuah tipe recorder.
...
...
[ Sendirian ]
[ Kesepian ]
...
[ Kesepian ]
[ Sendirian ]
...
Mendengarkan [ Kesepian ] dan [ Sendirian ] ini, Bion mulai menyuruh Dunia Mental memulai memainkan tipe recorder.
Dengan mulainya tipe recorder full version.
Bion mendengar suara vokal, drum, gitar, piano, seruling dan alat-alat lain yang saling melengkapi. Membentuk sebuah musik yang masing-masing selaras dengan ritme [ Kesepian ] dan [ Sendirian ]
...
Ting ! Heavy Metal...!
Dum dudum, dum cess...
[ Sendirian ] "kita tidak bisa sendirian"
[ Kesepian ] " hanya membuat kepahitan"
...
[ Kesepian ]
[ Sendirian ]
Ting ! Heavy MetaLLLL........!
...
Dum. Jazz !
...
Tut tutuuuu_rut !
[ Sendirian ] " SeLLaaaLu sendiriiii..... "
[ Kesepian ] " Tak_pernahh berakhirRR.... "
... Ho~...
[ Kesepian ] " Sepiiii~....."
[ Sendirian ] " Sendiriiii~...."
....
Ting ! Dangdut !
...
__ADS_1
Bion mendapati musik yang mantab ini yang dapat berpindah berbagai aliran lagu.
୧(^ 〰 ^)୨
Merasa puas diri.
Bion mulai mencari tempat duduk kursi goyang. Menggerakkan tongkat kecil di tangan kanannya ke kiri dan ke kanan, sembari mengangguk-anggukan kepalanya. Dan tanpa sadar kakinya juga mulai ikut bergoyang.
Bion merasa persidangan ini sungguh persidangan yang hanya di khususkan untuk menghiburnya.
Level pertama adalah menguji seberapa kuat kamu tidur.
Level kedua adalah menguji keterampilan musik.
Bion senang dengan persidangan ini.
♪ヾ( ͝° ͜ʖ͡°)ノ♪︵ヽ♪ノ︵♪♪♪
...
...
...
Di suatu tempat di ruang Persidangan ke-2 bagian 2.
ಠ_ಠ
BiSan3 telah lama terpana.
Ia ingin membuat Bion merasa terganggu dengan kata yang berulang-ulang dan tidak tidur, memulai Persidangan dengan serius.
Membuat mentalnya akan terganggu mulai runtuh, dan ia akan datang membantu menstabilkan mentalnya sembari memberi beberapa saran dan mulai lagi persidangan ini dengan penuh semangat.
Akhirnya apa yang terjadi ini?
Dimana Persidangan yang serius?
┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻
Ini hanyalah hiburan di ruang Persidangan.
...
...
" Atas Nama AKSARA CA ꦕ "
" Bakar dengan Api Neraka Abadi "
BiSan3 bergumam dengan serius.
...
...
...
Di kegelapan kelam yang sunyi senyap.
Karena ada musik Bion, telah menjadi ruang konser dengan berbagai musik yang saling bertautan di tambah lampu sorot yang indah dan tak lupa gambar hologram penambah realitas.
Bion sendiri dengan senang hati juga mulai bergoyang.
Klik !
Namun sebelum ia merasa sangat puas dengan pengaturannya.
Dunia secara bertahap berubah menjadi api penyucian dosa.
෴ ෴
[ Api Neraka Abadi ! ]
Bion melihat ini dan terpana, sebelum ia sempat bereaksi ia telah terbakar.
Bukannya langsung hangus dan meninggal.
Karena Bion mendapati api ini hanyalah semut api kecil.
༼;´༎ຶ ༎ຶ༽
"Ahh......" Bion menjerit kesakitan.
Pembakaran dengan rasa sakit yang hebat sampai menuju jiwa, namun itu hanya membakar kecil-kecil dan sepertinya dinikmati perlahan-lahan seperti memakan makanan yang berharga.
"Ahhh..... SAKITTT..... "
" SAKITTTT.... "
Bion terus menerus menjerit dengan keras.
1 hari berlalu.
Jeritan Bion akhirnya mereda, karena ia telah meninggal.
Detik berikutnya.
Bion perlahan dibangkitkan.
Namun sebelum ia bisa bereaksi dan memikirkan sesuatu.
෴ ෴
[ Api Neraka Abadi ! ]
Membakar tubuh Bion.
"Ahh... Sakit...! "
Bion mulai menjerit lagi dan lagi.
Kemudian meninggal.
Hal ini terus berulang-ulang.
Berulang-ulang.
...
...
Di suatu tempat di persidangan.
( ´◡‿ゝ◡`)
BiSan3 melihat ini dengan puas.
Persidangan seharusnya seperti ini.
...
__ADS_1
...
100 abad lagi berlalu.
Dan Bion sudah mulai terbiasa dengan Api Neraka Abadi ini.
Ia mulai menikmati seperti mandi di sauna hangat.
Namun sebelum ia bisa bersantai-santai menikmati waktu indah ini.
Bion merasa ada retakan lain di langit.
Perlahan-lahan retakan menyebar dan dunia mulai berubah menjadi dunia Salju.
◍◍✿◍◍✿◍
[ Kristal Salju Negatif ]
Bion merasa suhu mulai mendingin dari sum-sum tulang menuju jiwanya , ia mulai mati rasa.
⊙﹏⊙
" Dingin..." Bion menggigil.
Perlahan namun pasti Bion mulai membeku dan merasa ia akan meninggal.
Namun sebelum ia bisa bereaksi, Dingin ekstrim mulai berubah menjadi panas ekstrim.
Bion merasa tubuhnya mungkin tidak bertahan bila terjadi perubahan terus menerus.
Tapi ia merasa ingin segera meninggal ketika siksaan silih berganti.
Apa daya, tubuh Bion sudah semakin kuat ketika ia lulus persidangan ke-2 bagian 1.
...
100 abad lain berlalu.
...
...
Bion hari ini merasa tubuh, mental dan jiwa sudah terbiasa.
Karena sepertinya kekuatan dari Api Neraka Abadi maupun Kristal Salju Negatif di kontrol, sehingga Bion bisa beradaptasi perlahan.
Dan kekuatan Api Neraka Abadi dan Kristal Salju Negatif mulai meningkat seiring waktu Bion beradaptasi.
Namun sebelum Bion merasa lega. Ia mendapati ada retakan lain di langit dengan bau menyengat.
...№№№№№....
[ Hijau Korosi yang Menyengat ]
Melihat ini.
┻┻︵(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻︵┻┻
Bion tidak bisa tidak marah.
" BiSan3 kamu adalah kecil "
" BiSan3 kecil dan pendek "
" BiSan3 ..... "
....
..
Bion terus menerus memarahi BiSan3 karena siksaan ini .
...
...
..
.
Di suatu tempat di persidagan.
BiSan3 telah menutupi telinganya dengan handset dan sedang dalam masa penyelesaian album barunya yang berjudul.
[ Kemalangan mu adalah Kesenangan ku ]
...
...
Dalam Siksaan ini.
Yang tidak di ketahui Bion adalah
Dunia Mentalnya telah bertransformasi menuju suatu dunia yang lebih kuat.
Bion tidak sempat berpikir tentang Dunia Mental nya karena ia telah lama tersiksa oleh hal-hal ektrim dan berubah ubah ini.
Dunia Mental Bion juga mengalami penyiksaan yang sama dan bahkan karena cangkupan luasnya Dunia Mental ini.
Dunia Mental lebih banyak menerima penyiksaan yang berakibat kemampuan [ Belajarlah ] telah menempuh jalan berduri.
Dan meskipun BiSan3 melihat hal ini, ia mengabaikannya. Karena ini adalah hal baik untuk masa depan Bion.
Jadi karena kebaikan untuk masa depan inilah, BiSan3 mulai dengan senang hati menambah berbagai macam siksaan ekstrim dan berbagai hal-hal yang menurutnya berguna bagi masa depan Bion.
Toh, perbandingan waktu disini dan di dunia nyata hampir bisa di sebut berhenti.
Dan,
Memikirkan album barunya yang telah selesai.
BiSan3 mulai duduk di kursi goyang yang terdapat meja disebelahnya dengan sepiring ayam goreng dan secangkir kopi hangat.
Dan dengan keinginannya lagu mulai berputar, BiSan3 juga memulai menggerak-gerakkan tangan kanannya yang telah memegang tongkat hitam ke kiri dan ke kanan.
Sambil sesekali menyenandungkan lagu yang tanpa sadar bergerak-gerak dan bergoyang-goyang kakinya mengikuti irama.
Menikmati waktunya dan sesekali melihat Bion sejenak sebelum terus mengabaikannya.
...
...
Bion di persidangan terus menerus menjerit kesakitan dengan berbagai siksaan yang silih berganti.
Semakin kuat dan kuat di masing-masing setiap siksaan yang hadir berikutnya.
..
..
\=Σ((ノಠ益ಠ)ノ彡
" BiSan3 aku tidak akan berdamai denganmu !"
__ADS_1
Itulah teriakan terakhir Bion sebelum meninggal menunggu di bangkitkan nya kembali.
(Selesai)