
Bab 82
" yah, ayo kura-kura kecil, kita buat arena pertarungan mu. "
"Tunggu?"
"Hah? Ada apa lagi Bion? Jangan kamu takut dan mencabut kembali kata-katamu?"
"Tidak, aku hanya akan membawa kembali jarum-jarum jiwa ku dan membuat persiapan terlebih dahulu."
"Oh, baiklah."
Melihat mereka mau menunggu.
Bion saat ini mulai membuat persiapan penuh, karena ia tidak ingin menganggap remeh kura-kura kecil yang telah berumur sangat lama ini. Ini seperti rubah tua yang memakai kulit anak imut yang lucu.
"Hehehe... aku percaya kejahatan mu!"
Bion tertawa sinis di dalam hatinya saat ia melirik kura-kura kecil.
Memikirkan kura-kura kecil yang akan berubah menjadi kura-kura besar dalam pertarungan nanti, ia akan menyeringai dan berkata, "Kena kau?"
Memikirkan wajah kaget rubah tua berkulit kura-kura kecil lucu ini. Bion tertawa sombong.
"Apa?"
Kura-kura kecil sangat tidak nyaman dengan senyum aneh Bion.
__ADS_1
Mengabaikan kura-kura kecil ini. Bion yang telah mengumpulkan semua jarum jiwa dan jarahan dari monster-monster ini. Merasa bahwa ia sekarang sangat kaya, lihat saja jumlah jarum jiwa yang tak terhitung jumlahnya ini dan berbagai bahan aneh yang telah ia simpan di cincin putihnya.
Sesaat persiapan Bion juga telah selesai. Ia kini telah menggabungkan semua jarum jiwa miliknya menjadi sumber jarum jiwa di dalam cincin putih miliknya. Dan dengan adanya sumber jarum jiwa ini. Bion tidak lagi perlu membunuh makhluk hidup untuk mengisi jarum jiwa yang telah hancur. Karena sumber jarum jiwa akan terus mengisi dan berkembang mengambil jiwa dan bahan yang ia butuhkan dari kekosongan, ruang dan waktu, dimensi di sekitar Dunia Mental Bion.
Dan dengan bantuan tubuh keberuntungan Bion yang memenuhi setiap keinginan melalui kotak kecil 1 & 2. Ia mencoba hanya untuk terus mengambil sumber jiwa yang paling murni dan bahan yang tanpa pemilik.
Di cincin putih.
Melihat bijih sawi putih manifestasi dari sumber jarum jiwa yang mulai berkembang sendiri ini.
Bion merasa ia telah melakukan langkah yang benar menuju masa depan perkembangan kekuatan dan menjadikannya ikan asin lagi (orang malas).
Mengangkat bahu.
...
"Pertarungan akan di adakan di..."
Klik...!
Ruang di sekitar mereka pecah berhamburan menjadi pemandangan yang lain. Dan dalam pandangan Bion saat ini memperlihatkan pemandangan laut jernih lagi.
Tempat ini sepertinya adalah tempat pertama kali ia bertemu kura-kura kecil.
Bawah Laut jernih indah menunjukkan pemandangan nya di hadapan Bion.
Melihat BiSan6 melambaikan tangannya lagi dan muncullah arena kecil melingkar bulat yang di atasnya ad mutiara air yang mengambang persis adalah mutiara air yang di tunjukkan oleh kura-kura kecil tadi.
__ADS_1
Melihat kebingungan Bion, kenapa hadiah nya berada di tengah arena. BiSan6 tidak berbicara lebih banyak.
Melihat kedua peserta pertarungan, BiSan6 mulai melakukan intro pra pertandingan.
" Aturan perang sangat sederhana. Bion hanya harus merebut mutiara air yang nantinya di jaga oleh kura-kura kecil. Dan Bion lakukan apa pun yang kamu bisa untuk mendapatkan mutiara air ini."
"Benarkah aku dapat melakukan apa pun?"
"Ya, lakukan apa pun yang kamu bisa. Jadi, apakah kamu siap Bion?"
"Okay, aku siap. "
" Kura-kura kecil apakah kamu siap?"
"Tunggu, pertandingan tanpa penonton kurang sedap."
" Oh, oh, baiklah."
BiSan6 mulai melambaikan tangannya lagi dan muncullah 4 tribun besar mengelilingi arena bundar.
Dan dengan munculnya tribun, juga bersamaan muncul sebuah tirai tipis transparan yang mengelilinginya seperti sebuah pelindung dari dampak perang Bion dan kira-kura kecil.
Dan Bion melihat BiSan6 melambai lagi, maka muncullah berbagai hewan dan tumbuhan aneh, monster dan berbagai bentuk kehidupan laut lainnya sebagai penonton yang mengisi seluruh tribun.
Bion sendiri yang melihat kemunculan berbagai makhluk sebagai penonton ini, sungguh merasa jatuh cinta dengan ke aneka ragaman yang ada di Dunia Laut.
Namun, dalam sekejam, jatuh cinta Bion menjadi sembelit. Karena ia mendengar banyak suara kencang seragam yang muncul dari makhluk-makhluk ini.
__ADS_1
(Selesai)