Bion

Bion
Bab 40 Selesainya Persidangan ke-2.


__ADS_3

Bab 40 Selesainya Persidangan ke-2.


Pandangan Bion perlahan kembali terang dan ia siap menunggu Hukuman selanjutnya.


Meski ia sekarang tidak tahu sudah berapa lama ia di hukum, namun keteguhan hatinya selama hukuman ini tetap tak tergoyahkan.


" Sepertinya kamu menikmati hukuman ini."


Bion tiba-tiba mendengar suara yang hampir ia lupakan.


Mengfokuskan pandangannya lagi, Bion mendapati ini adalah dunia hitam dan di pusat dunia J.Bli masih bersinar tanpa kenal apa itu korosi waktu.


Bion perlahan menatap J.Bli tanpa ada perasaan atau emosi ceria yang dulu ia miliki.


" Sepertinya kamu merasa telah keluar dari neraka ya? "


(-‿-)_Ψ


" Hehehe...."


" Kamu mungkin tidak tahu apa Neraka yang sesungguhnya."


J.Bli berkata dengan seringai jahat dan bertanya,


" Apakah kamu ingin tahu?"


( ◜‿◝ )


(-_-;)・・・


" Tidak. Tapi aku ingin sekali bertanya. Apakah aku menyelesaikan persidangan atau gagal sekarang."


Tanya Bion yang sedikit memulihkan emosinya.


" Kamu Lulus. "


(° - °)


" Sekali lagi, Aku bertanya apakah kamu ingin melihat apa Neraka sesungguhnya? "


J.Bli kembali bertanya.


" Ti...."


Klik..!


Tanpa menunggu Bion menyelesaikan kata " TIDAK".


Pikirannya telah dibawa ke ruang ilusi yang terhubung ke tubuh nyata Bion.


Saat ini, Bion benar-benar melihat apa itu neraka.


Meski ini adalah neraka yang paling dangkal.


Bion terpukul keras dalam pikirannya.


Hanya melihat hal dangkal dari neraka, ia sudah dalam keadaan mulai runtuh.


Dan tubuh Bion dalam kenyataan sudah mulai berkeringat deras.


Klik...!


Seperti kaca pecah, ilusi neraka dangkal di hadapan Bion pecah seperti kaca dan perlahan tersebar menghilang.


Bion mendapati ia sudah terengah-engah.


Saat itu, dengan siksaan yang tak berkesudahan dari hukuman korosi kekosongan di persidangan ke-2 bagian 3.


Ia tetap dapat kuat menahan siksaan tanpa membuat kemauannya menjadi goyah.


Namun kali ini, Bion di perlihatkan sebuah ilusi hanya di neraka yang paling dangkal. Dalam beberapa detik, ia sudah tidak bisa menahannya.


Bion mulai berkeringat lebih deras jika ia benar-benar dihukum di neraka ini, ia mungkin sudah gila, meski di bangkitkan kembali dalam aturan Persidangan.


" Meski itu hanya neraka dangkal. Namun dengan keadaanmu sekarang, aku bisa menjamin kamu akan benar-benar tidak bisa menahan neraka ini."


J.Bli dengan acuh tak acuh.

__ADS_1


" Apakah kamu dimakan hidup-hidup oleh keluargamu atau aku memakan mereka. Bisakah termasuk dalam hukuman membunuh Hewan Langka dalam persidangan BiSan4?"


Bion takut dan sedikit ingin tahu.


" Ya, kamu beruntung hanya membunuhnya di ilusi permainan catur. "


"Meski hal ini termasuk melanggar aturan, namun dalam kenyataannya Hewan Langka masih hidup sehat, aman dan menendang."


Jawab J.Bli.


" Jadi , aku mengucapkan selamat. Kamu hanya di hukum dengan korosi kekosongan."


J.Bli seringai berkata kepada Bion dengan penuh minat.


"Hanya?"


Tanya Bion dengan keraguan.


" Ya, hanya."


" Bila ada satu titik lagi yang memberatkan mu maka, hukuman neraka dasar hanyalah awal dari perjalanan hukumanmu yang sebenarnya.."


" Jadi jangan kamu bermain-main dengan yang ada di Manor. "


J.Bli mengingatkan Bion dengan kebaikan, sebagai seorang penguji kepada peserta persidangan.


" Dan harus kah aku benar-benar lulus Persidangan?"


Bion dengan tidak pasti lagi.


" Ya, meski Hukuman juga akan mendapatkan poin namun itu hanya 1 poin dibandingkan 1 juta dari poin yang seharusnya. Jadi aku tidak perlu menghitung sudah berapa lama kamu dihukum."


J.Bli menjelaskan dengan sabar.


" Bisakah aku menyesuaikan suasana hatiku disini sebentar saja? "


Mendengar hal ini Bion sedikit lega dan ia sedikit ragu untuk bertanya.


" Tidak, kamu hanya bisa melakukannya di keluar."


" Dan, Aku mengingatkan mu bahwa ada penghuni tambahan di rumahmu selain tambahan kupu-kupu Abadi dan anak-anak."


Kata J.Bli dengan wajah serius.


Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan brkata,


"Kamu harus menjaga sikapmu terhadapnya. Karena dengan hanya pena di tangan nya, ia bisa menulis ulang semua yang telah kamu alami."


" Hanya menulis, membuat apa pun yang ia inginkan berubah?"


Bion kaget sejenak dan bertanya-tanya.


" Ya, jadi kamu harap saja berhati-hati."


J.Bli mengingatkan kembali dengan wajah yang serius.


" Baiklah, aku janji." Kata Bion dengan penuh kepastian.


"Sekarang, Tugas lanjutan kamu untuk bisa mendapat tiket persidangan ke-3 adalah menyenangkan penghuni baru ini."


" Bila ia berkata [ iya ] , maka tiket persidangan akan otomatis diberikan kepada mu."


" Jika ia tetap tidak bergeming, berarti kamu akan tetap di tahap Persidangan ke-2."


Kata J.Bli yang mulai memberi tugas perantara untuk tiket masuk Persidangan ke-3 bagi Bion.


" Ya, aku akan mengingatnya." Kata Bion tegas dengan wajah 110% serius.


" Baiklah, pelajari kemampuan barumu, sebelum kamu menantang Persidangan ke-3."


J.Bli


" Ya, Terimakasih" kata Bion dengan Syukur.


" Dan satu pertanyaan, yang membuatku penasaran." Lanjut tanya Bion.


" Lebih kuat mana? Kamu atau dia ?" Kata Bion dengan sedikit main-main.

__ADS_1


" Dia. "


(ಠ益ಠ)!


J.Bli mulai memadatkan cahaya menjadi sebuah kaki dan dengan cepat menerbangkan Bion untuk membawanya keluar dari dunia gelap ini.


Bion kebingungan sejenak dengan perubahan yang begitu tiba-tiba.


"Aku belum selesai bertanya."


Ini adalah teriakan terakhir Bion sebelum Pintu Hitam di tutup.


...


Di balik pintu Hitam.


Bion memutar tubuhnya dengan anggun saat mendarat dari dampak penerbangan ini.


" Masih ruangan sempit dengan © CREATE "


" Terasa suasana di rumah yang lama"


" Penuh kenangan. "


Bion melihat-lihat sekelilingnya dengan penuh nostalgia.


Setelah sesaat ia merasa cukup untuk menenangkan suasana hatinya.


Bion dengan mantap, berjalan melangkah ke pintu putih menuju ruang Kesadarannya.


...


...


...


Lantai 2 Rumah Bion.


Sekarang di ruang tamu terlihat ramai sekali.


Ada:



Vlay


Sisi


Net


BimA


BinTang


BiLBo


Kupu-kupu Abadi


J.Bli


(Penulis Novel)



Delapan berbagai bentuk, besar kecil, tua muda, laki-laki dan perempuan. Semua terfokus kepada satu tujuan, melihat layar TV yang sedang menampilkan film peperangan (3 dimensi ).


" Bisakah hal ini dilakukan? " Tanya Vlay dengan ketidakpuasan.


" Apa pun bisa, asal sesuai aturan." Jawab cepat J.Bli seolah hal ini sudah biasa.


BimA: " Curang !"


BinTang: " Ya, tidak baik."


BiLBo: " Hm, hm, Jahat...!"


( " Baiklah, tetap tenag dan terus menonton filmnya.")

__ADS_1


Segera, suasana dalam ruang tamu kembali tenang. Hanya menyisakan suara pertempuran dari film TV yang sedang diputar.


(SELESAI)


__ADS_2