Bion

Bion
Bab 47 Perang adalah Kerusakan.


__ADS_3

Bab 47 Perang adalah Kerusakan.


Setelah makan dengan gembira.


( Bion: →_→ )


...


Vlay membawa anak-anak ke kamarnya untuk mulai belajar tentang apa itu sebuah akal sehat.


Meskipun anak-anak ini sudah memiliki kekuatan yang dapat bersaing dengan para rubah-rubah tua itu.


Namun persaingan tidak hanya tentang kekuatan, tapi juga tentang strategi dan kemampuan lainnya.


Jadi, di dalam rumah Bion. Ibu Vlay yang baik hati telah berubah menjadi Guru Vlay yang tegas dengan senyum hangat.


Dan di mata anak-anak, Vlay sekarang telah berubah menjadi Wanita yang mengerikan.


(✿`∀´)Ψ


" Ayo anak-anak, kita ke kamar dan mulai belajar dengan giat."


Vlay mulai menyeret ke empat anak yang telah memiliki mata berair memandang Bion, memohon bantuan.


Dan ketika Bion melihat mata keempat anak ini, ia juga akan berbicara.


Tapi sebelum ia sempat berbicara, ia telah merasa aura kematian yang menguncinya.


Tanpa mencari, Bion tahu siapa yang memiliki aura ini.


Bion menelan ludahnya dengan kesulitan, dan dengan wajah pahit berkata kepada anak-anak.


" Ayolah anak-anak, hal ini untuk masa depan kalian. Semangat...! "


(´^ ᗜ ^`;)╯


Bion mengangkat tangannya, memberi dukungan kepada anak-anak dengan wajah yang meragukan.


Melihat ayahnya yang tidak bisa menyelamatkan dan sebaliknya berteriak-teriak mendukung ibu penuh semangat dengan wajah yang ingin menangis.


[ AYAH JAHAT ]


Ini adalah label yang telah diberikan Sisi, BimA, BinTang dan BiLBo yang sekarang dengan wajah mengeluh mengikuti ibunya ke kamar untuk mulai belajar mandiri.


Merasakan tekanan yang menimpanya telah mereda dengan keberangkatan Vlay dan anak-anak.


(⊃╯_╰)


" Untunglah aku pintar, Selamat - Selamat . "


Bion menghela nafas dan menyeka keringatnya.


ಡ ͜ ʖ ಡ)


" Hehe, Suami takut Istri? "


J.Bli di samping mengejek Bion dengan terang-terangan.


(╯°□°)╯︵ ┻━┻


" Ini, Strategi. "


Bion menjawab dengan perasaan yang sangat tidak puas dan sepertinya J.Bli telah dengan kasar menambah garam ke lukanya.


...


(ತ_ʖತ) • • • (눈‸눈)


...


" Ayo-ayo jangan bertengkar, kita ke ruang tamu saja dan melihat kelanjutan perang (3 dimensi) ini di TV. "


Net dengan cepat menengahi kedua orang yang memiliki mata besar dan mata kecil.


(° ~͜ʖ~ °)


" Yah, Okay..." J.Bli membalikkan muka menjadi senyum ringan dengan kecepatan membalik selembar kertas.


(͡°‿ ͡°)/♪


Tidak mau kalah, Bion juga memulai berbagi perkataan pembuka.


" Sepertinya perang ini akan berakhir dengan cepat. "


" Iya, dan sepertinya [ Hitam ] dari kelompok pengurus Netral lama akan berusaha memanggilmu untuk meminta bantuan. "


J.Bli juga teringat sesuatu untuk Bion perhatikan.


" Benarkah?"


⊙.☉


Bion sekarang penuh kejutan.


" Ayo kita lihat saja nanti.


Aku ingin tahu, apa tindakan yang ingin kamu lakukan setelah mendengar narasinya?"


(┌ ͝° ͜ʖ͡°)┌♪


J.Bli mengucapkan keingintahuannya dengan main-main.


" Yah, ayo lihat saja nanti."


Bion mengabaikan tindakan J.Bli dan hanya terus berjalan ke ruang tamu.


...


[ 2020 tahun kemudian. ]


...


Bion, J.Bli dan Net sudah sampai di depan ruang tamu.


Dan mereka mendapati TV di ruang tamu telah menyala dan ada seseorang yang sedang menonton TV, tiduran dengan sekaleng cola.


Bion mendapati yang di dalam ruangan langsung berwajah hitam.


ಠ益ಠ


Namun yang membuat Bion merasa lebih marah adalah semua sisa makanan ringan yang tersebar berantakan di lantai ruang tamu.


" Sia..."


(\ಠ益ಠ)\◡ ┬─┬


Ketika Bion yang akan meledak melangkah maju meneriaki orang ini.


J.Bli juga melihat yang terjadi di dalam ruang tamu. Tanpa daya ia dengan cepat memegangi bahu Bion dan dengan kuat menutup mulutnya dengan tangan lain.


Menerima dekapan kasar di mulutnya oleh J.Bli. Bion sedikit meronta dan kemudian dengan cerpat tenang, karena ia mendengar alasan yang tidak bisa ia tolak.


" Ingat, orang di dalam adalah tiketmu menuju persidangan ke-3 untuk Aksara Jawa KA ꦏ. "


(ᗒ.ᗕ)


Setelah melihat Bion tenang dan menganggukkan kepalanya mengerti perkataan yang barusan ia ucapkan.

__ADS_1


J.Bli perlahan melepaskan tangannya dari Bion. Dan ia mulai melihat dengan sekali pandang ke ruang tamu.


Dalam sekejap. ノ*.✧。*゚+.-*.✧→


Semua hal berantakan di Ruang tamu menghilang dan di bersihkan, berubah menjadi seperti ruangan baru.


Melihat perubahan yang tiba-tiba di disekelilingnya, orang didalam ruang tamu terkejut.


(" Wow, Alangkah baiknya bila aku juga bisa melakukan ini. ")


( ͡ ͜ ʖ ͡ )/`


" Jangan memperdulikan hal kecil ini. Ayo, bagaimana menghias kamarmu? "


J.Bli tersenyum dan menghampiri (Penulis Novel) seperti teman lama.


("Tidak ada masalah, sempit namun hangat. ")


" Tidakkah kamu ingin memperbesarnya?"


...


...


Melihat J.Bli yang telah merangkul orang ini dan bertanya dengan antusias. Bion hanya bisa menyingkirkan semua keluhannya untuk saat ini.


" Ayo masuk Net. Dan ubahlah channel TV ke Siaran Langsung perang (3 Dimensi). Jangan terus menonton Anime yang kekanak-kanakan ini. "


( ̄ヮ ̄)/


Bion tanpa menghadap Net, bersuara keras menyuruh bersamanya memasuki ruang tamu dan merubah channel TV.


(ー_ー゛)


Mendengar suara ketidakpuasan Bion, Net hanya melakukan apapun sesuai permintaannya.


(" Bion. Film anime belum waktunya iklan.")


" Net, ubah kembali ke channel Tv Anime."


(눈 . 눈)


Net mendengar, Bion yang telah menekan amarahnya dan akan meledak memerintahkannya mengalihkan kembali ke stasiun Tv awal, sungguh hatinya merasa tidak berdaya.


(╥﹏╥)


Dan Ia sekarang seperti telah berada di tengah-tengah satu pilihan antara menyelamatkan Sang Ibu atau Ayah saat mereka tenggelam di dalam air.


...


Setelah Net dan Bion duduk di sofa yang menurut mereka nyaman.


...


(´-﹏-`;)


Dengan suara kecil, Net akhirnya memberikan sebuah ide berani ke Bion yang telah berwajah sembelit.


" Tidakkah lebih baik menambah Tv?"


Sebelum Bion, bisa menjawab Net dengan ide cemerlangnya. Ada suara ketakutan dari sampingnya.


("Tidak, tidak. Listrik sekarang mahal, lebih baik kita berhemat. Hemat pangkal kaya, hemat pangkal kaya...! ")


...


Ada keheningan sejenak di ruang tamu ini.


...


...


( ̄︶ ̄)_ψ


Bion akhirnya memecahkan keheningan ini dan juga berkata dengan senyuman indah kepada Net.


Namun saat ini, ia memiliki kata-kata yang langsung disalurkan ke pikiran Net.


_____________[ Zona Pikiran ]____________


...


Pikiran Bion: " Jangan bersuara, berkata saja melalui pikiran."


Pikiran Net: " Ya, kakak. "


┬─┬ ¯( º º )


Pikiran Bion: " Orang ini hanya manusia "Biasa" yang sangat gagal. Apa alasan berhemat? Ini sungguh sifat pelit."


Pikiran Net: ತ_ತ) " Ya, Bilang saja tidak memiliki uang, sungguh beralasan untuk berhemat. "


Pikiran Bion: (-_- )ノ⌒┫ ┻ ┣ ┳ " Miskin dan malas bekerja. Sungguh orang Gagal. "


...


Pikiran J.Bli: " Bion, Ingat tiketmu?"


...


⊙.☉)


Pikiran Bion: " Ah, kamu bisa masuk ke saluran ini, Kakek J.Bli?"


Pikiran J.Bli: "Mainan kecil, tidak usah di sebut. "


" Ngomong-ngomong, jika kamu tidak ingin tiket ini, teruslah memarahi Penulis Novel. "


" Apakah kamu pikir hanya berbicara di Pikiran akan menghalangi dia dari mendengar?"


"Naif..."


...


[ 2020 kata dihilangkan. ]


...


_____________[ Zona Pikiran ]__________


Bion terkaget, cepat menutup pikirannya dan dengan gugup menoleh ke arah Kakek J.Bli .


(~_~;)


Ia mendapati Kakeknya J.Bli sekarang masih riang gembira bercanda dengan Penulis Novel, saat menonton Anime.


Dengan keraguan dan kebanyakan takut. Bion bertanya kepada Net di sebelahnya.


(ー﹏ー゛)


" Net apakah kamu mendengar semua yang Kakek J.Bli katakan di pikiran kita barusan?"


" Ya."


(~ ෴ ~)


Net menjawab sangat singkat dengan suara kecil, takut mengganggu mereka yang sedang menonton TV.

__ADS_1


Bion juga mulai bersuara kecil bertanya kepada Net dengan keraguannya.


ಠ﹏ಠ )


" Tidakkah ia orang "Biasa" ?"


" Awalnya ia berkata begitu. "


┐(‘~`;)┌


Net berkata dengan singkat tanpa menambah atau mengurangi alasannya.


__________ノ*.✧。*゚+.-*.✧→____________


Kenangan Bion kembali ke Ruang Dunia Gelap tempat Kakeknya J.Bli bersinar tanpa kenal berlalunya waktu.


" Lebih kuat mana? Kamu atau dia ?" Kata Bion dengan sedikit main-main.


" Dia. "


(ಠ益ಠ)!


J.Bli mulai memadatkan cahaya menjadi sebuah kaki dan dengan cepat menerbangkan Bion untuk membawanya keluar dari dunia gelap ini.


___________ノ*.✧。*゚+.-*.✧→____________


Bion hanya ingat tentang kemarahan J.Bli yang menendangnya dan lupa mengingat jawabannya.


Sekarang setelah dipikir-pikir kembali.


Sepertinya, J.Bli yang Bion sendiri tidak tahu batasnya ternyata lebih rendah kekuatannya daripada orang yang sangat terlihat Biasa ini.


" Lihat saja tingkah lakunya yang seperti anak kecil, dengan riang menonton Anime. "


" Sungguh, dari sudut mana ia terlihat kuat?"


( •́﹏ •̀ )


Untuk saat ini, karena ketakutannya. Bion hanya berani berkata di dalam hati.


...


╮( •́ ͜ •̀ )╭


...


Mengesampingkan orang kuat yang berakting menjadi orang biasa ini, Bion mulai kembali ke bisnis awalnya.


" Net, buatlah penyaluran informasi dari perang (3 dimensi) menjadikan hologram di depanku."


" Baik."


(ー_ー゛)


Net yang masih merasa takut, hanya menjawab Bion dengan singkat.


Dan dalam sekejap munculah layar semi transparan di depan Bion yang memberinya Siaran Langsung perkembangan perang ini.


Dan di layar ini akan ada beberapa informasi yang dihasilkan secara real time di sudut kiri bawah.


______________________________________


(Perkembangan perang.)


(3 dimensi) ke-1 mengalahkan 300 dimensi.


(3 dimensi) ke-2 mengalahkan 291 dimensi.


(3 dimensi) ke-3 dan 4 telah membuat aliansi.


...


...


______________________________________


Banyak informasi baru yang terus menerus di tampilkan.


Dan dalam gambar layar hologram saat ini adalah perperangan yang terjadi antara kelompok (3 dimensi) ke-122 dan kelompok (3 dimensi) ke-1.


(3 dimensi) ke-1 adalah dimensi yang menghancurkan tempat Bion berasal.


Mereka dalam layar ini masih terus menerus memecah pasukan (3 dimensi) ke-122 dengan kekuatan yang sangat kasar


Satu dimensi mengumpulkan pasukan dan mulai menyerang pasukan dari (3 dimensi) ke-122.


Gambar perang dalam layar hologram ini, terlihat sangat merusak.


Dimensi pecah menghilang bergejolak kekosongan.


Banyak puing-puing retakan kehancuran kekacauan.


Pasukan menghilang karena ke tidak beruntungan.


Dunia- dunia menghilang karena sisa serangan.


Bagai hembusan angin yang memotong pepohonan.


Badai topan masih menunggu kedatangan.


...


Sungguh, bisa di bilang ini adalah peperangan yang sangat kacau dan merusak.


Namun anehnya, perang Kacau ini berlangsung sangat cepat. Seperti ada sesuatu kekuatan yang mempercepat kelangsungan perang ini.


Melintasi dimensi hanya digunakan dalam beberapa langkah.


Seperti orang biasa yang mendapat hadiah kekuatan untuk berubah menjadi manusia super.


Manusia super dengan mental orang biasa, telah mengakibatkan kerusakan parah yang seharusnya tidak pernah terjadi menjadi kenyataan.


Dan dengan kekuatan ini.


Mereka semakin merajalela dan sangat tidak bermoral.


...


" Bisakah aku mengurangi hal yang merusak ini?"


(•́ ︵ •̀)・・・


Melihat layar dengan kesedihan, Bion sedikit bergumam pelan di mulut nya.


Tiba-tiba dalam pandangan Bion ke layar. Sebuah sudut, sisa (3 dimensi) ke-121 tempatnya berada.


Bion melihat ada sebuah tanda.


Mungkin hanya dia yang tau apa arti tanda itu.


Dan kakeknya J.Bli sendiri juga telah mengingatkannya bahwa [ Hitam ] akan menghubunginya.


" Net, fokus ke tanda ini."


Bion menunjuk ke salah satu batu dari sekian banyak batu yang berhamburan di sebelahnya melayang di tengah kekosongan.


[ © ]

__ADS_1


Tanda ini mewakili, Bion saat pertama kali bertemu [ Hitam ] dalam Ruang Dimensi tempat © CREATE berada.


(Selesai)


__ADS_2