Bion

Bion
Bab 42 [ False/ Palsu ]


__ADS_3

Bab 42 [ False/ Palsu ]


Bion yang telah mengalami keruntuhan yang lain saat ini. Tiba-tiba ia tersadar bahwa, meskipun Neraka Menengah ini lebih mengerikan dari pada Neraka dangkal yang dibuat J.Bli untuknya.


Namun sepertinya ada yang berbeda.


" Ya, Neraka yang dibuat J.Bli benar-benar tidak bisa ia tahan bagaimanapun caranya."


" Dan Neraka ini...."


Bion yang sekarang sedang menahan siksaan dari Neraka Menengah ini tiba-tiba teringat sesuatu.


Ia segara menyentuh sakunya, dan mendapati ada kertas putih yang ia tidak tahu kapan sudah ada di sana.


Bion mengambil dan segera melihat kertas putih ini.


_____________________________________


[ Peringatan ]


[ Peringatan ]


....


[ Kamu menemui Makhluk Langka dari Lahan Tanam Rumput PiYum ]


...


[ False / Palsu x4 ]


...


[ Dilarang Membunuh ]


[ Pembunuhan berakibat HUKUMAN ]


_____________________________________


Melihat peringatan yang panjang, Bion yang sekarang merasakan rasa sakit di Neraka Menengah langsung berwajah hitam.


Menahan amarahnya, karena tahu bahwa ia sekarang sedang dikerjai. Dan ia ingat hukuman yang berlarut-larut itu, Bion benar benar menahan amarahnya di tenggorokannya.


Karena amarah hati, Bion dengan sigap mengumpulkan semua kekuatan TUBUH, MENTAL, JIWA, DAN KEINGINAN.


Dalam sekejap.


Bion memakai satu set baju perang, 3 pedang dan perisai dibelakangnya ( bentuk dari kekuatan keinginan ).


Ada Piramida Putih di jantungnya dan Bion telah di kelilingi Kotak-kotak kubus dengan angka 1 dan 2 yang tersebar secara acak ( bentuk kekuatan Tubuh ).


Ada tirai Dunia Mental yang tidak tahu kapan sudah mulai menyebar ( bentuk kekuatan mental ).


Mata Bion tiba memancarkan cahaya yang dapat melihat segala sesuatu. Baju perangnya juga mulai perlahan di selimuti Lapisan Jiwa Tak Tersentuh dan Berubah-ubah mengakibatkan Bion menghilang dari Neraka ini.


Bion sendiri tidak menggunakan jarum jiwanya, karena senjata Tersembunyi ini adalah senjata pembunuh.


Dan Bion yang telah siap perang sekarang, hanya ingin menghancurkan Neraka Menengah (palsu) ini dengan kekuatan dan momentum terkuatnya untuk menakut-nakuti Makhluk yang di lindungi ini.

__ADS_1


" Ayo, siapa yang mengerjaiku? Aku akan membunuhmu....!"


(ノಠ益ಠ)_μ______


Bion membuat ekspresi garang kemarahan yang meledak-ledak berteriak ke kosongkan Neraka Menengah ( Palsu ) ini.


Momentum kekerasan Bion membuat Dunia Neraka menjadi bergoncang-goncang dan bahkan ada retak kecil yang perlahan mulai tersebar.


(︵ヽ(`Д´)ノ︵)


" Ayo muncul atau aku mencarimu sendiri...!"


Bion berteriak lagi dengan marah.


ಥ‿ಥ


" Yo~ Bion, kau membuatku takut."


BiSan1 ( asli ) datang entah kapan dan berkata di samping Bion.


Dan Bion mendengar suara yang tiba-tiba ini juga terkejut sesaat, namun ia tetap tidak melepaskan momentumnya.


" Lihat kertas putih mu dan kita akan berbicara. "


BiSan1 ( asli) berkata sambil menjentikkan jari tangannya. Dan Neraka Palsu mulai pecah perlahan menghilang.


Bion yang kaget karena perubahan tiba-tiba ini. Juga mulai melihat kertas putih, namun mendapati itu hanya sebuah kertas kosong, tanpa ada peringatan lagi.


" Untunglah.!"


Bion Menghela nafas lega dan mulai mengambil semua momentum dan kemampuannya.


" Namun tak disangka Si kecil yang jahil membawa teman-temannya untuk menemukanmu di depan pintu masuk persidangan."


"Dan ketika kita tahu hal ini, kamu sudah dibawa ke ruang ilusi nyata ini."


BiSan1 menjelaskan seluk beluk yang terjadi dengan permintaan maaf.


" Si kecil yang kamu maksud adalah makhluk False/ Palsu? " Tanya Bion dengan keraguan.


Apakah orang kecil yang di maksud BiSan1 benar-benar memiliki hati pendendam yang keji ini.


" Yah, ia benar-benar orang kecil. Yang jahil dan pendendam karena kamu telah merusak permainannya waktu itu."


" Jadi beginilah yang terjadi."


┐(´ー`)┌


BiSan1 mengangkat bahunya tak berdaya dengan kelakuan hal-hal kecil ini.


" Jadi dimana BiSan2 dan yang lainnya?"


Bion masih menanyakan hal ini meski ia sudah tahu jawabannya.


" Mereka sekarang sedang menangani keluhan hal-hal ini. Khususnya BiSan4 yang telah lama menjadi Penjaga Manor adalah penghubung yang berpengalaman."


BiSan1 menjelaskan kepada Bion sembari memunculkan sebuah pintu yang langsung terhubung ke Pintu rumah di Manor.

__ADS_1


" Ayo masuk dulu, kita berbicara saat makan siang."


Lanjut kata BiSan1 yang mengajak Bion memasuki pintu rumah.


....


Ruang tamu Rumah Bion.


"Ayo-ayo saatnya makan siang...!"


Vlay berteriak dari dapur memanggil semua orang untuk ke pergi ke meja makan.


Vlay yang sedang menyiapkan minuman tiba-tiba hanya mendengar sedikit langkah kaki yang berjalan menuju ruang makan.


(◕_◕✿)?


Penasaran.


Vlay mengintip dari dapur ke arah meja makan dan melihat hanya anak-anak yang sedang ramai duduk di meja makan.


Mendapati hal ini.


(-︵-✿)


Vlay tidak bisa tidak keluar dari dapur menuju ruang tamu setelah mencuci tangannya.


"Yo~ Apakah kalian sedang rapat? Tidak ingin istirahat? Tidak mau makan siang?"


Vlay berkata dengan marah saat melihat ketiga lelaki sedang menonton TV dalam suasana hening.


(ಠ_ಠ) (ಠ_ಠ) (ಠ_ಠ)


Ketiga lelaki itu memandang Vlay secara bersamaan, menghela nafas bersamaan, dan bangkit berjalan ke ruang makan secara bersamaan.


(ʘ_ʘ✿)


Meninggalkan Vlay yang telah terpana dengan mata kosong, berdiri di pintu menuju ruang tamu.


(?_?✿)?


Sesaat kebingungan membanjiri pikiran Vlay dan tanpa sadar ia mulai berjalan kearah TV yang belum mereka matikan.


Dan ketika Vlay melihat yang ada di layar TV.


Vlay kaget sesaat, kemudian ia sama-sama terdiam seperti ketiga lelaki itu.


Setelah keheningan sejenak.


Vlay menghela nafas, mematikan tv dan mulai berjalan kembali ke dapur melanjutkan menyiapkan minuman untuk semua orang.


(╯_╰✿)


" Alangkah baiknya bila Bion sudah bangun dan bisa ngambil keputusan."


Vlay hanya bisa bergumam dengan tak berdaya.


...

__ADS_1


(SELESAI)


__ADS_2