Bion

Bion
Bab 31 Dibalik Pintu Hitam


__ADS_3

Bab 31 Dibalik Pintu Hitam


Setelah beberapa saat , Bion melihat sebuah pintu hitam yang berada di sebelah pintu masuk rumah dengan ketinggian yang sama dengan warna hitam.


Mendekat , Bion melihat kembali kertas putih di tangannya.


[ 3 ]


[ 2 ]


[ 1 ]


....


[ Memasuki pintu, kamu memiliki 5 jam dalam menyelesaikan semua Hama dan Penyakit ]


[ Kegagalan misi akan mengakibatkan Hama dan Penyakit ini memasuki Pintu Putih di jam 12 Siang ]


[ Jumlah Hama dan Penyakit 100 Monster ]


[ Waktu dimulai ]


[ 04 : 59 : 58 ↓ ]


...


...


Bion melihat kata-kata yang bertuliskan di kertas putih dan merasa seperti ia sedang bermain sebuah game.


Melihat Pintu Hitam ini, Bion mulai membuka dan melangkah ke dalam Pintu setelah melipat kertas putih dan memasukkan ke saku bajunya.


...


...


...


Dunia ini adalah dunia dengan Gurun Pasir yang terlihat tandus.


Bion melangkah keluar dari pintu dan ia sudah siap untuk bertarung dengan kekuatan jiwanya yang kasar menyelimuti setiap bagian tubuh.


Bion melakukan ini karena ia belum pernah belajar membuat keterampilan menggunakan kekuatan jiwa dalam pertarungan yang sesungguhnya.


Melihat kejauhan, Bion mendapati hanya ada 10 makhluk Lahar yang berkumpul di suatu tempat.


Bion lari mendekat dengan sangat cepat dan ingin mencoba rasa meninju monster Lahar ini.


Namun sebelum Bion bisa lebih dekat ia tiba-tiba merasa tercekik di lehernya.


(ʘ言ʘ╬)


Hah?


Merasa kekuatan mencekik ini, Bion tidak tahu kapan KuBer ( Penyakit Kulit dan Berhantu ) telah melilit lehernya.


Dengan cepat Bion mulai mengerahkan kekuatan jiwanya berusaha merobek KuBer.


Setelah sesaat kerja keras, Bion merasa robekan kain yang menandakan KuBer telah mati.


Namun Ia tidak merasa santai sama sekali.


Bion langsung mengerahkan jiwanya menuju mata. Untuk memberi efek melihat hal-hal yang tidak terlihat dengan mata biasa.


⊙.☉


Dan sesaat Bion tiba-tiba merasa terpana , " Aku telah dikelilingi."


Bion mendapati KuBer yang tadi telah meninggal, perlahan-lahan bergabung menjadi utuh kembali.


KuBer adalah Perpaduan dari Penyakit Kulit dan Berhantu maka ia hanya bisa di musnahkan dengan kekuatan jiwa dan memiliki 100 kehidupan ( -1 Mati di tangan Bion ).


Dan sekarang di sekelilingnya ada 10 KuBer, dibawah kakinya ada 20 Penyakit Kulit, dan tidak jauh dari Bion ada 30 Berhantu yang mulai membuat formasi serangan spiritual, dan Bion yang belum sempat mendongak ke langit.


Perlahan ia mendongak dan mendapati ada 30 Belalang seukuran Rumah 2 lantai, mulai perlahan-lahan turun ke bawah menuju Bion.


Dan tanpa memberi Bion Banyak waktu.


Pandangan Bion mulai memasuki kegelapan.


Bion langsung hancur dengan berbagai serangan gabungan tadi.


Namun, sebelum meninggal Bion sempat menghitung di dalam hatinya bahwa jumlah Hama dan Penyakit di Pintu Hitam ini bukanlah 100 monster seperti yang terlihat melainkan kurang lebih 3070 monster tanpa mengurangi yang barusan ia bunuh.


.....


10 Lahar \= > 10 kehidupan ( masih memecahkan diri ) ↑


10 KuBer \= 1000 kehidupan (-1 telah mati )


20 Penyakit Kulit \= 2000 kehidupan


30 Berhantu \= 30 kehidupan


30 Belalang \= 30 kehidupan.


Jumlah \= ± 3070 ↑ Monster (-1 telah mati )


....


┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻


Ini hanya jumlahnya, belum gabungan dari berbagai kemampuan monster.


[ 1 Bion VS 3070 Monster ]


Bion marah karena ia merasa seperti Pembasmian Hama dan Penyakit ini tiba-tiba telah menjadi Level Intermediate bukan lagi di Level Beginner.


...


...


...


Oasis (Tempat Aman )


Bion perlahan-lahan memulihkan pandanganya dan melihat sekelilingnya.


Ia mendapati di sini adalah Oasis dengan sebuah formasi di tengah-tengahnya.


Setelah memastikan ia aman, Bion mengambil dan melihat kembali kertas Putih yang ia lipat dari sakunya.


...


...


PINTU HITAM


[ Kamu memasuki Oasis yang merupakan tempat aman ]


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 04 : 50 : 39 ↓ ]


[ Sisa Monster ]


[ 100 Monster ]


...


...


...


...


Mendapati ini adalah zona aman, Bion menghela nafas lega ia selalu merasa jantungnya tidak tahan dengan penyergapan yang tiba-tiba.


ᕦ( ⊡ 益 ⊡ )ᕤ


" Huh ,lebih baik bertarung kepala dengan kepala dari pada serangan menyelinap seperti itu." Gumam Bion marah.


...


...


...


...


Sesaat setelah Menenangkan suasana hatinya.


Bion mulai berpikir keras tentang pengalaman dari kematian tadi dan ia akhirnya mulai membuat kesimpulan setelah pemikiran yang keras ini.


" Aku merasa makhluk-makhluk ini seperti tentara yang terlatih."


" Ada Lahar , Si Pakan meriam "


" Ada KuBer, Si Assassin "


" Ada Penyakit Kulit, Si Pengatur Perangkap "


" Ada Berhantu, Si Penyerang jarak jauh "


" Dan Ada Belalang, Si Tanker "


" Dan dari cara mereka bertarung pasti ada yang menjadi Pemikir dari semua monster ini "


 ̄ᴥ ̄


Bion menyempitkan matanya dan perlahan-lahan mulai menganalisis untuk melihat hal ini dalam sekali serangan sebagai imbalan atas kematiannya.


Dan,


Beruntungnya ini hanya persidangan, sekarang jika ini di Medan perang sesungguhnya?


(´-﹏-`;) Bion merinding.


"Untung juga aku telah menyembunyikan diri dan tidak jadi ikut dalam keributan Perang Dimensi yang akan datang."


" Dan Setelah analisis tadi "


" Sekarang Aku memiliki kesimpulan yaitu aku harus membuat keterampilan dengan kekuatan jiwaku dulu sebelum pergi membasmi Hama dan Penyakit ini."


Bion perlahan mulai mengfokuskan pemikirannya untuk membuat keterampilan yang berhubungan dengan kekuatan jiwa.


...


...


MATA JIWA


Mata melihat yang ingin dilihat yang mengandung jiwa (termasuk pemikiran dan keinginan hati)


JARUM RANTAI JIWA


Senjata sembunyi kecil yang dapat menyimpan bom jiwa ( bom jiwa hasil dari kekeruhan jiwa ).


Jika serangan berhasil maka sesuatu yang memiliki jiwa yang sama akan ikut mati.


LAPISAN JIWA


Lapisan tipis yang menyelimuti tubuh untuk efek teleportasi ke monster yang terlihat oleh Mata Jiwa dan memiliki efek menyembunyikan tubuh dari sesuatu yang memiliki jiwa.


...


...


୧(^ 〰 ^)୨


Melihat ketiga keterampilan yang telah dibuatnya Bion merasa puas untuk sementara dan ia juga mulai melihat kembali ke kertas putih.


...


...


PINTU HITAM


[ Oasis Zona Aman]


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 04 : 00 : 30 ↓ ]


[ Sisa Monster ]


[ 100 Monster ]


...


...


\(°o°)/


" Apa? Membuat keterampilan ini membutuhkanku lebih dari ½ jam?"


Tak berdaya tentang berlalunya waktu, Bion mulai memikirkan sasaran serangan berikutnya menghadapi monster Hama dan Penyakit ini.


"Aku pertama akan membasmi Lahar dulu agar tidak bertambah banyak kemudian mencari pemikir di balik tentara ini "


Setelah memutuskan, Bion mulai melangkah ke formasi di tengah Oasis dan ia perlahan-lahan muncul di tengah Gurun Pasir.


Dalam sekejap kemunculannya, Bion langsung Memadatkan Mata Jiwa dan Lapisan Jiwa.


Dengan hati-hati, Bion mulai melihat sekeliling.


Ada banyak monster Lahar yang berkeliaran.


Melihat ini Bion tau bahwa monster Lahar telah mulai menyebarkan tentaranya.


Dan Melihat dengan Mata Jiwanya,


Bion mulai menyerbu ke Pemikiran salah satu Monster Lahar.


Seperti yang Bion telah duga, di pemikiran Monster Lahar terlihat bahwa Monster Ini sedang memecah, memperbanyak diri dan juga sedang dalam misi mencari Penjaga Manor.


Dan berbicara tentang kekuatan monster ini.


Monster-monster ini sebenarnya ada dibawah kekuatan Bion , kira-kira kekuatanya adalah puncak (3 dimensi) dan Bion telah berada di pertengahan rata-rata (4 dimensi).


Meski Bion terlihat kuat, namun persidangan ini hanya kekuatan Jiwa Bion yang diperbolehkan.


Dan Bion belum terampil dengan kekuatan jiwanya.


Tanpa Teleportasi, Bion memasukkan 1 Jarum Jiwa ke salah satu Monster Lahar dan meletakkan bom jiwa setelah mencabut Jarum Jiwa dari monster Lahar.


Teleportasi !


Bion mulai berpindah tempat dan setiap berpindah tempat ia akan meninggalkan Bom jiwa di tubuh-tubuh monster Hama dan Penyakit khususnya monster Lahar yang terlihat banyak dan masih menjadi lebih banyak.


...


...


Ting !


Pandangan Bion tiba-tiba kembali kegelapan dengan rasa sakit yang hebat di pikirannya.


...


...


...


...


Di tempat aman Oasis.


(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻


" Sial..! Aku terlalu terlena dengan banyaknya monster Lahar di atas tanah saat itu. "


Kata Bion dengan marah, meninggal karena lupa dengan Berhantu (penyerang jarak jauh) yang bisa muncul dari berbagai sudut.


Saat itu ada gerombolan monster Lahar, dan Bion sedang asyik meninggalkan Bom di masing-masing tubuh mereka.


Namun yang ia tidak sangka adalah ia akan mati dengan serangan menyelinap lagi.


(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻


" Pergilah ke Neraka serangan menyelinap " kata Bion marah.

__ADS_1


Bion sendiri merasa menyesal tentang hal ini karena, saat itu ia merasa terlalu bahagia dengan senjata Jarum Jiwa yang bagus ini yang dapat meninggalkan Bom tanpa terdeteksi.


୧(^ 〰 ^)୨


Bion : " Dan untuk Pembaca Novel, ingatlah. Tindakan ku Ini adalah taktik ,bukan serangan menyelinap. Ingat ? Ini adalah taktik. "


( Pembaca Novel : ..... )


...


...


Dan memikirkan keterampilan Mata jiwa yang membuatnya memiliki kematian saat ini, Bion tidak bisa tidak berkata,


" Mata Jiwa harus di perbaiki. Namun untuk saat ini mari lihat apa efek bom jiwa ini."


(`⌒´)ノ


Bion mengangkat tangannya dan berteriak, " Meledak...!"


...


...


Wusss !


...


Ada angin sepoi-sepoi yang meniup rambut Bion yang telah mengangkat tangannya ke langit dengan bersemangat.


(・o・)?


Bion kebingungan dan mulai melihat sekeliling.


...


...


Ada Keheningan sejenak di sekitar Bion, namun setelah itu.


Bion merasa kejutan siulan suara angin dari segala arah dan perlahan-lahan langit mulai terbelah dua.


Bukan hanya di satu tempat namun juga di banyak tempat sejauh mata Bion memandang.


...


Getaran kecil mulai muncul perlahan dibawah kakinya dan perlahan namun pasti getaran kecil ini menjadi getaran yang sangat di besar-besarkan , dan


Boom !


Boom !


Boom !


...


Boom !


...


...


Suara sangat keras muncul di dunia Gurun di berbagai sudut Dunia ini.


Di tempat-tempat Bion meletakkan bom jiwa terjadi Ledakan yang sangat dahsyat dan terus-menerus.


Kejutan ledakan akan menghasilkan siulan badai angin topan yang meniup apapun yang menghalangi jalannya.


Dan setiap kali Siulan badai angin topan ini di hasilkan, ia kan menyebar , yang berakibat,


Gunung - gunung di Gurun akan di angkat ke langit berterbangan.


Oasis - oasis akan langsung menghilang terhempas bagai debu.


Dan melihat pemandangan ini di depan Bion.


Seperti memberi tahu Bion bahwa di detik berikutnya, dunia ini akan hancur tanpa ada yang tersisa.


...


...


Dan bersamaan saat ledakan terjadi, muncul retakan di tanah mulai dari pusat ledakan memanjang ke segala arah.


Dengan mata terlihat retakan ini dengan cepat melebar semakin dan semakin dalam sampai ke inti Dunia.


Sesaat, lahar panas langsung memuntahkan dari kedalaman bumi melalui retakan-retakan ini dan menyembur ke langit sampai ke atas awan.


Dunia Gurun kini mulai menjadi Api Penyucian Neraka dimana-mana.


...


...


(´-﹏-`)?


Melihat ini Bion sudah Bingung dan terpana di tempat.


" Itu.... Untuk Bom jiwa sekecil itu, hal ini terlalu berlebih-lebihan bukan? "


" Namun untungnya aku saat ini berada di tempat aman Oasis "


" Dan.... Seharusnya Oasis ini benar-benar aman bukan? "


(・_・;)


Dengan keraguan.


Bion sekali lagi melihat dunia Gurun Pasir yang mulai perlahan berubah, celah retakan di bumi telah mengeluarkan lahar panas dimana-mana yang mulai mengalir seperti sungai-sungai dan berkumpul seperti lautan magma.


Namun setelah sekian lama, Bion akhirnya menghela nafas lega, "Untunglah tempat aman Oasis tetap lah menjadi tempat aman."


Dan ketika Bion melihat dunia Gurun yang sekarang telah menjadi dunia berapi.


╮(^▽^)╭


Bion mengangkat bahu dan mengabaikan kehancuran yang terjadi dunia ini.


Dan ia mulai fokus lagi melihat ke bawah di kertas putih yang masih dipegangan di tangannya.


...


...


PINTU HITAM


[ Oasis Tempat Aman ]


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 02 : 20 : 09 ↓ ]


[ Sisa Monster ]


[ 66 Monster ]


[ 10 Lahar \= 1 monster


10 KuBer \= 9 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 26 monster


30 Belalang \= 30 monster ]


...


...


(☉。☉)!


Bion kaget melihat informasi ditangannya.


" Masih ada yang bertahan? Dan Belalang masih dalam keadaan utuh ?"


" Sungguh kemampuan beradaptasi yang kuat"


Bion terasa tak berdaya dan ia mulai menghilangkan hal-hal yang telah berlalu ini.


Pelahan Bion mulai memoles kemampuannya lagi sebelum mamasuki lahan berburu Hama dan Penyakit sembari menunggu kehancuran dunia yang akan mulai perlahan memulihkan ke ketenangan nya.


...


...


...


[ MATA - DUNIA JIWA ]


Mata dapat melihat 360⁰ x Panjang x Lebar x Tinggi dengan kemampuan [ LIHATLAH ] terbatas mengandung jiwa (termasuk pemikiran dan keinginan hati)


[ JARUM RANTAI PENHISAP JIWA ]


Senjata sembunyi kecil yang dapat menyimpan bom jiwa ( bom jiwa hasil dari kekeruhan jiwa ).


Jika serangan berhasil maka sesuatu yang memiliki jiwa yang sama akan ikut mati.


Dapat mengisap jiwa kehidupan yang telah di tusuk menjadikan bahan memperkuat dan memperbanyak senjata jarum.


[ LAPISAN JIWA TAK TERSENTUH ]


Lapisan tipis yang menyelimuti tubuh untuk efek teleportasi ke monster yang terlihat oleh Mata Jiwa dan memiliki efek kebal terhadap serangan mental, jiwa, dan spiritual dalam masa menyembunyikan tubuh dari sesuatu yang memiliki jiwa.


...


...


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 01 : 40 : 39 ↓ ]


Setelah menyelesaikan kekurangan dari kemampuannya. Bion melihat waktu dan ia merasa harus cepat-cepat menyelesaikan Hama dan Penyakit ini.


Bion mulai melangkah ke formasi di tengah Oasis dan muncul di dunia Gurun yang sekarang telah berubah menjadi dunia berapi.


Tanpa Berpikir , Bion langsung menggunakan Mata - Dunia Jiwa dan LAPISAN JIWA TAK TERSENTUH.


Bion melihat ke depan dan beruntunglah ia langsung melihat ada Berhantu yang sedang melayang perlahan berkeliling mencari Penjaga Manor.


Tanpa menunggu, Bion langsung memberinya jarum dan menghancurkannya tanpa bisa dibangkitkan lagi.


Bion melihat ke kertas putih.


...


[ 10 Lahar \= 1 monster


10 KuBer \= 9 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 25 monster


30 Belalang \= 30 monster ]


...


Monster berhantu langsung berkurang satu dengan Jarum Rantai Penghisap Jiwa.


Namun sebelum Bion berpikir untuk pergi dari sini.


MATA DUNIA JIWA menemukan Belalang di atas langit yang berkobar dengan lahar berapi di sekujur tubuhnya yang sangat cepat jatuh menuju tempat Bion seperti sebuah meteor.


Bion juga langsung memberinya Jarum dan meninggalkan bom jiwa serta memerintahkan (Meledak) tanpa pikir panjang.


Boom !


Ada kembang api besar di langit.


...


[ 10 Lahar \= 1 monster


10 KuBer \= 9 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 25 monster


30 Belalang \= 29 monster ]


...


Dan saat melihat kembang api ini, Bion sekilas melihat sekelilingnya kosong tanpa monster.


Mendapati hal ini, Bion merasa cara Teleportasi nya sangatlah tidak praktis untuk berpindah posisi bila tidak ada monster yang terlihat.


┐( ˘_˘)┌


Bion mulai berlari menuju arah tertentu dan hanya butuh waktu sesaat, Bion melihat ada 15 belalang yang memasuki jangkauannya. Namun sebelum ia bisa memberi mereka jarum.


Tanpa bisa bereaksi dengan kecepatannya, Bion telah menerima lilitan dari 9 KuBer yang membuatnya menjadi mumi.


Dengan cepat Bion memerintahkan 9 jarum terbang menusuk 9 KuBer dan mulai menyerap jiwa menjadi bahan senjata jarum.


...


[ 10 Lahar \= 1 monster


10 KuBer \= 0 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 25 monster


30 Belalang \= 29 monster ]


...


Melihat bahwa KuBer telah mati, Bion mengalihkan pandangannya ke 15 belalang yang terbakar tinggi besar seukuran 2 lantai rumah mendekat dengan kecepatan yang sangat cepat.


Bion meluncurkan 15 jarum, meninggalkan Bom dan langsung memerintahkan meledakkan mereka.


Boom !


Boom !


...


Boom !


...


[ 10 Lahar \= 1 monster


10 KuBer \= 0 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 25 monster


30 Belalang \= 14 monster ]


...


Setelah membersihkan Monster Belalang ini.


Bion bahkan lebih merasa, selain teleportasi, efektifitas tempurnya juga terlalu lambat karena ia harus terus mencari Monster, berlarian kesana dan kesini.


Dan tanpa memperdulikan kekurangan kemampuannya untuk saat ini, ia mulai mencari-cari dan membunuh Monster yang ditemui di sepanjang jalan.


...


...


Setelah untuk sementara waktu, Bion melihat kertas putih lagi.


...


...

__ADS_1


PINTU HITAM


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 00 : 50 : 39 ↓ ]


[ Sisa Monster ]


[ 1 Monster ]


[ 10 Lahar \= 0 monster


10 KuBer \= 0 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 1 monster


30 Belalang \= 0 monster ]


...


...


...


...


(〒﹏〒)


"Akhirnya hanya tinggal 1 monster yang tertinggal tanpa kematian ku."


Tanpa berpikir banyak, Bion mulai memperbaiki kemampuannya karena akan sangat sulit mencari 1 monster di dunia ini seperti jarum di tumpukan jerami.


...


...


...


[ MATA - DUNIA JIWA ]


Mata dapat melihat 360⁰ x Panjang x Lebar x Tinggi dengan kemampuan [ LIHATLAH ] terbatas mengandung jiwa (termasuk pemikiran dan keinginan hati)


[ JARUM RANTAI PENHISAP JIWA dengan RADAR ]


Senjata sembunyi kecil yang dapat menyimpan bom jiwa ( bom jiwa hasil dari kekeruhan jiwa ).


Memilik Radar untuk Mencari dan menyerang makhluk yang dipilih sesuai perintah yang diberikan.


Jika serangan berhasil maka sesuatu yang memiliki jiwa yang sama akan ikut mati.


Dapat mengisap jiwa kehidupan yang telah di tusuk menjadikan bahan memperkuat dan memperbanyak senjata jarum.


[ LAPISAN JIWA TAK TERSENTUH ]


Lapisan tipis yang menyelimuti tubuh untuk efek terbang dan teleportasi ke suatu tempat yang pernah di lalui.


Memiliki efek kebal terhadap serangan mental, jiwa, dan spiritual dalam masa menyembunyikan tubuh dari sesuatu yang memiliki jiwa.


...


...


...


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 00 : 05 : 39 ↓ ]


...


(⇀‸↼)


" Tinggal 5 menit lebih. Selesaikan yang terakhir. "


Bion mulai melayang ke langit dan meluncurkan seluruh jarum yang bisa ia capai untuk saat ini ke segala arah mencari Berhantu di tempat yang bisa Bion pikirkan.


Perlahan Bion menutup matanya dan merasakan setiap jarum yang berterbangan seperti angin di Dunia Gurun yang telah menjadi Dunia Berapi.


(°⌣°)ノ♪


Bion tiba-tiba membuka matanya, " Kena kau ! "


Jarum yang telah menemukan Berhantu terakhir, langsung menyerang dan menyerap jiwanya menjadikan bahan nutrisi senjata jarum.


Setelah melihat Berhantu menghilang Bion mulai mengangkat semua jarum yang telah ia sebarkan kembali ke tubuhnya.


Dan ia mulai melihat kertas putih lagi berpikir untuk menunggu waktu pembukaan Pintu Hitam.


...


...


PINTU HITAM


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 00 : 01 : 39 ↓ ]


[ Sisa Monster ]


[ 0 Monster ]


[ 10 Lahar \= 0 monster


10 KuBer \= 0 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 0 monster


30 Belalang \= 0 monster ]


[ Semua hama telah di berantas ]


[ Memunculkan Boss Tersembunyi ]


[ Kemunculan Boss tersembunyi memiliki efek penutupan tempat aman ]


[ Kematian Penjaga Manor akan dibangkitkan di tempat ]


[ Kebangkitan di tempat Penjaga Manor mengakibatkan sakit yang diterima akan berkali 10 kali lipat ]


[ Hitungan mundur kemunculan Boss Tersembunyi ]


[ 3 ]


[ 2 ]


[ 1 ]


[ Boss Tersembunyi ]


[ Monster Aneh \= 1 Monster ]


...


...


Bion kaget dengan perubahan yang tiba-tiba ini dan ia terasa dunia di pikirannya seakan runtuh karena ia melihat waktu yang tersisa.


...


...


[ Sisa Waktu Persidangan ]


[ 00 : 00 : 30 ↓ ] ⟨°Ω°⟩


...


...


Bion memusatkan pikirannya lagi ke kertas ini yang terlihat seperti ada sedikit noda di atas nya.


⟨°Ω°⟩


Bion tanpa sadar mencoba menghilangkannya.


Namun sebelum ia bergerak sudah ada lubang di kepalanya dan Bion melihat kegelapan dengan kebingungan.


Hanya 1 detik kemudian Bion perlahan bangkit.


1 detik setelah kebangkitan ia memiliki lubang lain di kepalanya dan Bion meninggal.


...


1 detik lagi Bion bangkit.


...


1 detik kemudian Bion meninggal.


...


...


Terus menerus sampai waktu pembasmian Hama dan Penyakit berakhir.


...


...


...


Didepan Pintu Hitam.


Bion Perlahan Bangkit dan pikirannya mulai kembali ke tubuhnya.


Bion juga mulai memadatkan Lapisan Jiwa dan Mata Dunia Jiwa sembari menumpuk Jarum-jarum di sekitarnya.


(ー_ー)


" Hai..." Bion waspada tiba-tiba dan membuat pose siap bertarung.


Namun yang membuatnya kaget adalah ia sudah berada di rumah Manor.


Setelah beberapa saat perlahan mumihkan ketenangannya, Bion mengangkat keterampilannya dan mulai merogoh saku tempat yang seharusnya ia meletakkan selembar kertas putih.


Melihat lebih dekat ke kertas putih yang akan muncul di sakunya setelah kematian.


Bion dengan sangat hati-hati melihat setiap inci dan sudut. Apakah ada noda yang menempel di kertas putih ini?


Namun setelah pemeriksaan beberapa kali Bion mendapati tidak ada hal aneh lainnya.


Dan Bion mulai fokus kepada apa yang tertulis di kertas putih.


...


...


_______________________________


[ BION ]


[ Penjaga Manor ]


[ Waktu saat ini ( 05 : 00 : 12 ↑ )]


[ Poin Bion : 0 Poin ( 1.000.000 Poin Makanan untuk lulus persidangan) ]


_____________ _ _ _


[ Hasil Pemberantasan Hama dan Penyakit ]


[ 10 Lahar \= 0 monster


10 KuBer \= 0 monster


20 Penyakit Kulit \= 0 monster


30 Berhantu \= 0 monster


30 Belalang \= 0 monster


Boss Tersembunyi \= 1 monster ]


[ Karena Penjaga Manor telah gagal membasmi Boss Tersembunyi]


[ Maka Boss Tersembunyi akan muncul setiap jam 12 Siang di Pintu Putih ]


________________ _ _ _


[ Tugas berikutnya memberi makan Sapi Pi dan Kambing Senyum ]


[ Silahkan menyelesaikan menyiapkan Rumput PiYum dalam waktu 1 jam ]


[ 00 : 59 : 48 ↓ ]


__________________


Bion benar-benar tidak tau seperti apa bentuk Boss Tersembunyi ini.


(〒﹏〒)?


Apakah hanya sekecil noda?


Ataukah itu hanya sarana serangan dari Boss Tersembunyi?


Bion merasa harus segera pergi ke perpustakaan setelah mengambil Rumput PiYum.


...


...


...


...


...


Luar Tirai Putih.


Di kekosongan Dunia Liar.


(" Bagaimana BiSan4? Tidakkah jika menuruti Aturan, Bion akan dengan santai menyelesaikan Pintu Hitam dengan mudah? ")


( ゚ヮ゚)☞


" Iya, itu juga akan mengakibatkan ia akan lalai dan mengendorkan kewaspadaannya terhadap Pemikir yang ada di balik Hama dan Penyakit ini."


(" Jadi bagaimana jika aku membuat Sapi Pi yang sangat suka pengetahuan memiliki Penyakit Cerdas dan Kambing Senyum yang sangat suka tidur, tertidur lelap lebih dari 100 tahun tanpa makan agar Kambing Senyum lebih kurusan ?")


(⊙﹏⊙)?


" Itu... Itu.... Penulis Novel, apakah tidak baik untuk Pembaca Novel yang melihatnya sedikit terlalu monoton ?"


(" Hahaha.... Jangan kawatir.


Aku akan membuat cerita Mimpi Sapi Pi yang mengalahkan Penjaga Manor dalam melindungi telurnya.


Atau...


Cerita Ketidaktahuan Kambing Senyum yang menimpa Penjaga Manor saat tertidur.


Bagaimana ?")


(〒﹏〒)


" Itu... Itu.... Bisakah aku kembali ke Manor memulai memasak untuk sarapan nanti?"


(" Oh, Hahaha..... Ok, Ok ,Silahkan saja, jangan lupa aku pesan sepiring Ayam Goreng dan secangkir Kopi Susu.")


(´-﹏-`;)


" Iya... Aku permisi dulu..."


ヾ( ͝° ͜ʖ͡°)ノ♪


(" Ya, hati-hati ")

__ADS_1


(Selesai)


__ADS_2