
Bab 65 Ruang Kuno
Memasuki sebuah ruangan kuno dari balik pintu hitam. Ruangan ini seperti telah terlinggal selama waktu yang sangat lama.
Banyak retakan di berbagai sudut.
Banyak laba-laba di setiap sudut.
Warna pudar kabur dan berlumut.
Di sepanjang loroang, Bion melihat ada 5 patung yang berjejer menuju tengah ruangan.
BiSan1, BiSan2, BiSan3, BiSan4, dan BiSan5.
Di tengah ruangan ada 2 patung tanpa wajah yang satu memiliki tubuh gemuk dan satu lagi bertubuh kurus menghadap pintu masuk.
Dan di belakang ke dua patung ada Singgasana tinggi yang kosong.
Sepeti sebuah kerajaan yang disampingnya ada menteri-menteri.
Berjalan mendekat menuju tengah ruangan.
Kedua patung di tengah ruangan tiba-tiba mulai bergerak melihat Bion secara bersamaan.
Terkaget sesaat, Bion menenangkan dirinya secara langsung.
" Assalamualaikum Wr. Wb."
" Wa'allaikumsalam Wr. Wb."
" Wa'allaikumsalam Wr. Wb."
" Kemarilah Bion."
" Ada beberapa pertanyaan yang ingin kami ajukan sebelum kamu memasuki Persidangan ke-4."
Bion melihat ke dua patung, telah bergerak lebih leluasa seiring berjalannya waktu. Hingga terlihat seperti manusia patung.
Dan saat perkataan kedua patung itu selesai.
Ada meja dan tempat duduk yang perlahan keluar dari kedalaman bumi di depan kedua manusia patung itu.
Setelah meminta izin.
Bion mendekat dan mulai duduk mengambil secangkir air putih yang telah tersedia dengan keluarnya meja kursi ini.
" Baiklah, aku ingin bertanya."
" Karena kamu telah mengumpulkan 5 Aksara Jawa."
[ Ha ꦲ ,Na ꦤ ,Ca ꦕ ,Ra ꦫ ,Ka ꦏ ]
" Akan ada sebuah pilihan yang harus kamu tempuh."
Menggabungkan kelima Aksara Jawa dan menghidupkan kedua dari kita yang dapat membantumu seperti 5 Aksara Jawa bertambah dengan kemampuan tambahan kita yang sangat kuat.
__ADS_1
Tetap menggunakan 5 Aksara Jawa, dan kita hanya akan menjadi patung penjaga mu.
" Pilihlah Bion?"
Salah satu patung kurus mulai berbicara tanpa memperdulikan patung gemuk di sampingnya yang telah makan makanan ringan di atas meja yang tanpa tahu kapan muncul. Dan sepertinya makanan ringan di atas meja ini sangatlah banyak dan tanpa dasar melihat dari Si Gemuk yang terus menerus mengambil makanan ringan ini.
Bion yang mendengarkan pilihan ini juga mulai menimbangnya dengan hati-hati. Ia tahu seberapa kuat bila ke-lima BiSan ini digabungkan. Namun, mengingat Persidangan-persidanngan ini dan BiSan1 dan yang lainnya yang telah berinteraksi sangat "baik" terhadapnya. Bion menjadi sedikit ragu-ragu.
" Aku..."
" Aku memilih yang ke-dua."
" Kenapa?"
Si patung gemuk yang telah dengan lahap memakan camilan tiba-tiba mendongak dan bertanya kepada Bion dengan penasaran.
Tidakkah Ia akan selalu menjadi patung jika Bion memilih pilihan ini? Dan melihat camilan di atas meja, Patung Gemuk merasa sedih dengan perutnya yang kecil tersiksa karena lapar.
Bion tidak mendengar penderitaan Si Patung gemuk. Hanya menjawab pertanyaan Patung Gemuk dengan santai seolah tidak ada yang terjadi.
" Karena BiSan1 dan yang lainnya telah seperti keluargaku."
" Dan meski kalian sangat kuat setelah bergabungnya BiSan1 dan yang lain.
Namun aku tidak ingin kehilangan keluargaku."
" Itukah pilihanmu?"
Mengalihkan perhatiannya ke arah makanan di atas meja, Patung Gemuk mulai mempercepat cara memakannya seolah-olah ia melampiaskan kekesalannya kepada makanan itu tanpa menunggu jawaban Bion.
Bion juga melihat tindakan patung gemuk yang seperti orang kelaparan juga sangat tidak berdaya.
Aku tamu di sini Ok?
Tidakkah kamu memiliki rasa Hormat terhadap Tamu?
Bion hanya tanpa daya menjawab ke arah Patung Kurus yang masih duduk dengan Elegan sambil sesekali meminum air putih di gelas di atas meja.
" Ya."
" Karena kekuatan itu Bisa dicari, namun keluarga yang sejati itu tidak dapat dicari."
" Hm..."
" Baiklah kalau begitu, karena itu pilihanmu. Maka kami akan selalu berada di depan pintu putih di ruang kesadanmu.
Menjaga dan mengawasimu."
Patung Kurus tiba-tiba memiliki ide yang sangat baik dengan alasan yang masuk akan. Dan di samping, Patung Gemuk mendengar bahwa Patung Kurus memberi Bion alasan yang masuk akal untuk selalu bisa di Dunia Nyata dan tidak terkurung sebagai patung dengan dalih karena Menjaga dan Mengawasi Bion. Patung Gemuk yang semula mempercepat makanan, tiba-tiba melambat dan secepat kilat, Ia berubah menjadi Patung Gemuk yang makan dengan Elegan, sopan dan santun.
Dan Bion hanya melirik patung Gemuk yang telah berubah sikap tiba-tiba, sesaat, langsung mengabaikan hal ini. Karena Ia sekarang fokus pada, kata "PENGAWASAN" Yang dilontarkan Si Patung Kurus.
(◔‿◔)?
" Haruskah aku diawasi?"
__ADS_1
" Hanya untuk beberapa waktu.
Jangan takut dengan kami yang akan mengetahui privasimu.
Seperti kamu yang selalu ingin menyelinap ke kamar Vlay.
Hehehe..."
" Hehehe...."
Bion juga ikutan tersenyum jelek saat mendapati Patung Kurus membongkar pikirannya dengan terang-terangan .
Melihat suasana menjadi canggung.
Patung Kurus mencoba menyuruh Bion kembali sebab hanya ini yang ingin mereka ketahui, karena hanya ada 5 persidangan yang telah Bion lalui.
Dan untuk saat ini.
Patung Kurus tidak perlu tahu yang lainnya sampai Bion bisa menyelesaikan Persidangan-persidanngan berikutnya.
" Baiklah, baiklah. Ayo kembalilah ke J.Bli dan mulailah persidangan selanjutnya."
" Bolehkah aku bertanya?"
Melihat Ia yang akan di usir, Bion merasa harus mencoba untuk bertanya tentang sesuatu. Siapa tahu patung ini lebih toleran daripada Kakeknya J.Bli.
Mendengar Bion yang masih memiliki sesuatu, Patung kurus tidak memaksanya dan hanya mempersilahkannya untuk bertanya.
" Ya silahkan."
" Adakah sebuah cerita dibalik Akasara Jawa dan © CREATE."
Mendengar Bion yang telah bertanya dengan cepat dan jelas. Patung Kurus hanya bisa ragu sesaat dan langsung menjawab Bion dengan alasan yang sangat tidak mudah di bantah, Bion.
" Ini, menunggumu menyelesaikan Persidangan-persidanngan ini, Bion."
" Yah, baiklah."
Bion menyerah karena ia hanya membuang kail ikan, cuma berharap memiliki keberuntungan mendapat ikan tanpa membuat usaha yang lebih keras. Namun hasilnya juga mengecewakan Bion, Bion tidak mendapatkan jawaban yang benar-benar ia inginkan. Dan tanpa daya hanya bisa mengucapkan selamat tinggal kepada kedua Patung ini. Kemudian Bion berbalik dan berjalan kembali ke arah pintu dari saat dia masuk.
...
Ruang Kuno.
" Gemuk, berhenti makan."
" Aku tidak tahan..."
" Ayo kita ke Gunung Manor dan menenukan BiSan1 dan yang lainnya."
" Ya, Baiklah. Aku sudah lama tidak mencicipi masakan mereka."
" Ya, nanti kamu bisa makan sepuasmu dan buat mereka menangis. "
" Hehe... Aku tidak berharap Anak-anak kecil yang dulu ingusan kini telah dewasa."
" Iya-iya..."
...
...
__ADS_1
(Selesai)