Bion

Bion
Bab 5. [ ( 3 Dimensi ) ke-121 ]


__ADS_3

Bab 5. ( 3 Dimensi ) ke-121


(3 Dimensi ) ke-121.


Seperti namanya, (3 dimensi) memiliki jutaan dimensi yang setara. Baik dimensi nyata maupun dunia paralel. Setiap dimensi memiliki pemilik. Dan masing-masing dimensi saling terhubung. Membentuk susunan formasi yang intinya adalah (4 dimensi).


Kekuatan dimensi tidak pernah bisa di bagi rata. Masing-masing memiliki kekuatannya sendiri.


Semisal.


A mengalahkan B.


B mengalahkan C.


C mengalahkan A.


Jadi setiap kekuatan yang dapat menghancurkan sebuah dimensi, ia akan memiliki hak berbicara dan membuat peraturan tertentu di daerahnya. Dan kekuatan itu di jadikan sebagai syarat awal sebuah anggota (4 dimensi).


Di masing-masing (3 dimensi) kekuatan dibagi lagi menurut kehendak pemilik dimensi.


Tempat Bion adalah ( 3 dimensi) ke-121.


Urutan ke-121 adalah urutan memasuki anggota (4 dimensi).


Kekuatan dibagi menjadi :



Mahkluk kekuatan biasa


Makhluk kekuatan sebuah kota


Makhluk kekuatan sebuah negara / raja


Makhluk kekuatan sebuah benua / mitos


Makhluk kekuatan sebuah dunia / dewa


Mahkluk kekuatan bintang / semesta


Makhluk kekuatan pencipta / penghancur


Masing-masing kekuatan di bagi menjadi 3 tingkatan kecil, sedang, besar.



Pemilik (3 dimensi) ke-121 adalah ras elf.


Tinggi 1 meter wajah bulat tubuh gemuk. Rambut putih dan wajah yang keriput menandakan umur yang sudah tua dengan sebuah kacamata. Memiliki janggut putih yang di kepang sampai ke kaki.


Mengenakan baju hitam terlihat biasa dengan tongkat pengetahuan di tangannya.


Asal pemilik dimensi adalah elf pohon pengetahuan. Ia menyaring semua pengetahuan yang ada di dimensi, membuat pencerahan kepada semua makhluk. Memiliki kekuatan pencipta / penghancur.


Raja elf menjadi pemilik dimensi karena manfaat yang diberikan olehnya dan atas persetujuan semua kekuatan lain.


Sekarang ia sedang duduk di pusat ruang pertemuan. Masing-masing yang hadir dalam pertemuan ini adalah kekuatan yang dapat membuat aturan di dimensi ini. Ada berbagai macam bentuk, namun kesamaannya adalah semuanya hitam kabur seperti awan. Kekuatan-kekuatan ini menduduki kursi dengan tugas dan hak dalam bidangnya.


Misalnya kursi kematian, ia memiliki tugas orang mati dan hak atas orang mati.


" Sekarang semua orang, sudah memikirkannya. Ayo kita ambil suara? "

__ADS_1


" Pilih ya / tidak untuk rune yang sudah menyebar ke mahkluk biasa itu. " Raja elf.


" 1. Ya "


" 2. Tidak "


" 3......... "


.........


" Baik lah, 100 ya 100 tidak "


" Maka kita akan kirim seseorang untuk menyelidiki indentitas dan maksud dari penyebaran rune itu. "


" Kalau ada perlawanan. Hancurkan !"


" Tugas ini akan di lakukan kursi bayangan. Yang berhubungan dan saling bertentangan dengan fungsi kursimu." Raja elf.


" Ya. " Raja bayangan.


...


" Kita lanjutkan, untuk perang antara (3 dimensi) di perbatasan timur ada yang mau memimpin?"


....


...


Di kedalaman air laut ujung timur kerajaan Zero sisa Lembah Kematian. Toko kecil yang masih kosong di etalasenya mengantarkan hari baru.


"Sisi bangun..! Hari ini kita akan mulai bersih-bersih toko. Memilih isi toko nanti akan memakan waktu lama. "


" Ayo bangun...! Sisi.." Bion


" Kucing kecil.... Kucing kecil.... kucing kecil..." Bion mengangkat si kecil dan membuangnya ke kamar mandi. Hahaha.... Tidak ada kucing yang tidak takut air.


.....


Setelah perang air dengan Sisi, Bion mulai menyiapkan ayam goreng dan ikan goreng untuk sarapan pagi.


" Ngomong-ngomong... Sisi, mau jualan apa di toko? "


" Ayah, Sisi mau jualan makanan Sisi yang di kembangkan di dunia Sisi. " ᕙ(@°▽°@)ᕗ


" Oh, memangnya itu bisa di jual? "


"Ayah....." ( ・ั﹏・ั)


"Ok... Kucing kecil bisa berbagi juga bagus. "


....


Setelah sarapan Sisi mulai sibuk dengan perkembangan dunianya sendiri. Duduk di sofa ruang tamu Bion juga mulai menyiapkan bahan untuk tokonya.


"Net, bagaimana perkembangan pemilik rune, pasar, dan coin war? "


[ Ding..! Semua normal. ]


"Singkatnya?" ⊙.☉


[ Ding.! Pemilik rumah perlu rincian? ]

__ADS_1


" Rinciannya? Hahaha.... Lupakan... Garis besarnya saja." ( /^ω^)/♪♪


[ Ding.! ]


[ Pemilik rune mulai perlahan menerima rune sebagai bagian dari kehidupan.]


[ Pasar sudah mulai berlaku, banyak pengetahuan dikirim ke perpustakaan lantai 2 dan keberuntungan mulai mengalir ke ruang penyimpanan gudang lantai 2 .]


[ COIN WAR sudah mulai berlaku, banyak perang pengetahuan, perang farmasi obat-obatan, dll. ]


.....


[ Ding.! Terdeteksi sumber bayangan sedang menyelidiki. ]


[ Membuat perisai. ]


[ Menyaring sumber bayangan... ]


[ Pemrosesan ]


[ Perhitungan, sebab akibat, ruang waktu. ]


[ Hasil dikonfirmasi. ]


[ Tampilkan dalam bentuk video. ]


...


Di depan Bion ada layar yang menampilkan video seluruh rapat orang-orang kuat di (3 dimensi) ke-121.


Akhirnya Bion juga tau bahwa (3 dimensi ) juga sangat besar dan bermacam-macam. Kemarin ia memaksa memasuki (4 dimensi) hanya untuk keselamatan dan menjadi ikan asin. Tapi kalau dipikirkan ini juga wajar, semakin tau semakin terasa seperti semut.


"Net, cari semua pengetahuan, sejarah, peta, rencana perang dimensi, semua kekuatan,dll."


"Saring dan bagi. Pilih yang terpenting hilangkan yang sama dan kirimkan kepadaku."


[ Ding.! Tugas dilaksanakan.]


[ 1%..........100%]


[ Pengiriman informasi ke pemilik rumah dimulai dalam 3 , 2 , 1 ]


Bion di sofa ruang tamu langsung tertidur. Karena informasi yang besar agar tidak menyebabkan gangguan selama proses transfer Bion tertidur.


Setelah 1 jam , Bion akhirnya terbangun sekarang ia merasa (3 dimensi ) seperti taman belakang rumahnya.


Bion pun tau apa yang terjadi dengan pertarungan (3 dimensi ). Tidak lebih dari perebutan wilayah dan perebutan sumber daya.


Bion pun juga tau apa yang paling di butuhkan dalam perang itu. Informasi ini bisa sebagai bahan referensi di tokonya.


Menyiapkan bahan tidak harus langsung selesai. Dengan bantuan Internet semua informasi dan materi masih disaring. Sekarang sudah waktunya makan malam.


Di kamar lantai 2.


Melihat sekeliling, Bion menemukan Sisi meringkuk di kolam taman sedang memandangi ikan tingkat pencipta.


Ada tetesan air di sudut mulut Sisi sepertinya sedang membayangkan makanan apa yang akan Sisi makan di malam hari.


" Sisi, waktunya makan..."


" Hah, ayah.... Sisi, datang...!" (^∇^)ノ♪

__ADS_1


.....


(Selesai)


__ADS_2