Bion

Bion
Bab 50 Dunia Liar di Balik PINTU HITAM.


__ADS_3

Bab 50 Dunia Liar di Balik PINTU HITAM.


...


Kamar Bion.


Bion sekarang sedang bermimpi indah. Dalam mimpi itu, Sisi telah membuat makanan yang sangat lezat. Menghirupnya saja membuatnya merasa lapar.


Dengan senyum lebar, ia bergegas ke meja makan dan mengambil sendok untuk bersiap makan.


Saat akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, pandangan Bion berubah hitam.


Σ(ಠ_ಠ)


Bion merasa Dejavu dengan hal ini.


Saat pandangannya kembali, Bion melihat bahwa ia telah dibawa di depan pintu rumah Manor yang sekarang terdapat Pintu Hitam tambahan.


(〒﹏〒)


"Kenapa harus disaat saat Sisi telah membuat makanan lezat untukku"


Bion menangis didalam hatinya.


...


Waktu sekarang adalah


[ Jam 12 Malam ]


Ini adalah waktu pintu Hitam muncul untuk memberantas Hama dan Penyakit.


Menyebarkan kekuatan eksplorasi.


Bion mendapati BiSan1, BiSan2, BiSan3, dan BiSan4 tidak ada di Ruang lingkup Manor.


Kebingungan Sesaat.


Bion tiba-tiba melihat bahwa sudah ada selembar kertas putih tanpa tahu kapan muncul di depannya.


Memegang dan melihatnya, Bion terpana sesaat dan menghela nafas sejenak.


Kemudian.


Mau atau tidak mau, Ia melangkah memasuki Pintu Hitam.


_____________________________________


BION tolong bantu kami memasuki Pintu Hitam. Kita sedang sibuk mengurusi Si Kecil yang pemberontak.


Salam.


BiSan1 dan yang lainnya.


______________________________________


Bion sendiri entah kenapa juga merasa kasihan kepada BiSan1 dan yang lainnya. Mereka bisa mencubit dan menghancurkannya, namun mereka tidak bisa melakukannya karena Aturan Perlindungan Hewan Langka ini.


╮(╯_╰)╭


" Sungguh, butuh kesabaran ekstra untuk mengurusi Hewan Langka yang nakal ini."


Desahan Bion yang tertinggal saat memasuki Pintu Hitam.


...


Dibalik Pintu Hitam.


Bion melihat dunia yang benar-benar baru. Tidak lagi Gurun Pasir seperti di Persidangan ke-2 bagian 3. Namun sebuah Dunia yang sangat Luas dengan berbagai situasi dimasing-masing daerah tertentu.


Ada bagian yang terlihat merah berapi yang menandakan Elemen Api yang dominan.


Ada Gelap, Terang, Hitam, Putih dan


Berbagai macam daerah dengan domainnya sendiri.


Bahkan ada banyak yang domainnya bertumpuk-tumpuk membuat daerah kekacauan yang baru.


(☉。☉)!


" Sungguh Dunia yang kacau, Bila aku memasuki dunia ini dalam persidangan lalu. Aku pasti akan mati tanpa ada tempat pemakaman. "


Bion mendesah, untung saja ia tidak keluar dari Tirai Putih Gunung Manor.


Dengan hanya Kekuatan Jiwa, ia juga akan putus asa melihat pemandangan yang mengerikkan di depannya.


Namun sekarang karena kekuatannya tidak dibatasi dengan aturan persidangan, Bion bisa lebih leluasa.


...


Dengan pikiran.


Munculah baju perang merah biru.


3 pedang kembar melayang di sekelilingnya.


Perisai besar menggantung di belakangnya.


Kotak-kotak putih kecil yang bertuliskan 1 dan 2 mengelilinginya dengan beraturan.


Dunia mental tanpa tahu kapan mulai menyebar memperluas jangkauan.


Jarum-jarum mulai melayang menghilang dengan Lapisan Jiwa yang menyelimuti.


( ´◡‿ゝ◡`)


"Ini adalah pertama kalinya aku menggunakan semua kekuatanku."


Dengan ketegasan, Bion melangkah menginjak kotak putih 1 dan 2.


Dengan kilatan cahaya putih Ia muncul di samping KuBer ( Penyakit Kulit Berhantu ).


Tanpa banyak kata, Bion menebasnya dengan sebuah pedang.


Bion sekarang bukanlah seorang Pendekar Pedang. Ia hanya menggunakan pedang sebagai bagian dari serangannya. Jadi tebasan Bion sungguh sangatlah kasar.


" Sepertinya aku nanti juga harus mulai belajar keterampilan berpedang."


(╥﹏╥)


Bion juga merasa sungguh seperti anak kecil yang mendapatkan pedang terkuat di dunia namun ia hanya menggunakannya sebagai alat pemotong sayuran.


Dan karena sekarang ia memiliki tujuan lain yang pasti, Bion menjadi lebih bersemangat.


"Ayo, jadikan Pemberantasan Hama dan Penyakit ini sebagai batu asah keterampilan ku dalam berpedang."


(⇀‸↼‶)/


...


Melihat di depannya, jiwa KuBer telah selesai di serap Jarum Jiwa.

__ADS_1


Bion menyentuh kotak-kotak putih kecil yang mengelilinginya dan mulai mencari target baru.


Karena ia sekarang tidak di batasi dalam kekuatan. Bion dengan senang hati menyentuh kotak-kotak kecil di sekelilingnya membantunya menemukan target yang ia cari.


Karena kemampuan kotak-kotak ini tidak terbatas kepada yang disebut jarak.


(Dalam ruang lingkup setara dengan dimensi ini semisal ( 3 dimensi), Bion tidak akan bisa memasuki (4 dimensi) dengan mengandalkan kotak-kotak putih kecil)


Jadi Bion Sekarang dengan leluasa mencari target Pembersihan dengan sangat cepat.


" Dan aku pasti tidak akan terlena seperti sebelumnya. Lupa bahwa, masih ada Boss Tersembunyi."


" Namun bagaimana menghancurkan Boss Tersembunyi ini? Tidakkah aku harus menghancurkan Dunia di Pintu Hitam ini?"


Bion sekarang sungguh meragukan kehidupan, ketika ia bertemu Boss Tersembunyi dan ia diharuskan untuk menghancurkan pemandangan yang sangat luas di depannya.


Bahkan untuk Bion saat ini.


Jika bukan karena kekuatan Kotak-kotak kecil dari Kekuatan Tubuh, ia tidak tahu kapan akan selesai melakukan Pembersihan kali ini dengan hanya mengandalkan Jarum dan Dunia Mental.


...


Membereskan Penyakit Kulit lain, Bion melihat kertas putih yang ia lipat ke sakunya sebelum memasuki Pintu Hitam.


____________________________________


[ Pembersihan Hama dan Penyakit Selesai ]


[ Hati-hati...! ]


[ Boss Tersembunyi datang dalam: ]


[ 03 ]


[ 02 ]


[ 01 ]


[ Boss Tersembunyi ]


[ Raksasa kekosongan. ]


_____________________________________


Bion melihat kata Raksasa penasaran dan ingin tahu. Apa itu hanya tubuhnya yang besar atau sesuatu yang lain.


Melipat kertas putih dan memasukkan ke sakunya.


Bion masih menunggu.


Namun setelah beberapa saat ia hanya merasa angin yang berhembus meniup pipinya.


...


2020 menit berlalu.


...


Angus sejuk lain berhembus membelai pipinya.


...


┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻


Tidak tahan dengan hal ini, Bion menggunakan Kekuatan kotak-kotak putih kecil dan mulai menghilang dengan kilatan cahaya putih.


...


Bion muncul dengan kilatan cahaya putih.


Melihat sekeliling ia mendapati ada sebuah dinding transparan putih jernih yang sangat besar di depannya.


Dengan kekuatan Ekplorasi Kekuatan Dunia Mental, ia mendapati bahwa ini adalah sebuah mata yang lebarnya sebesar satu (3 Dimensi ).


Memperkuat kekuatan Eksplorasi Dunia Mental yang telah mencapai puncak (4 Dimensi), Bion mendapati Raksasa ini benar-benar bertubuh besar.


Matanya yang sebesar satu (3 Dimensi).


Dan tubuhnya jelas memiliki ketinggian hampir 100 (3 Dimensi).


(´-﹏-`;)


Sungguh sosok yang sangat besar.


Meski tidak sebesar BiSan2. Namun bila Raksasa ini hanya (satu saja) di letakkan di dunia Nyata tempat peperangan (3 Dimensi) sedang terjadi.


Maka, Arah jalannya perang pasti akan berubah dengan sangat cepat. Karena Bion mendapati Raksasa ini memiliki kemampuan Tubuh Abadi dan Jiwa yang sangat kuat.


Dan Meski Raksasa Kekosongan ini memiliki Jiwa yang sangat kuat, bagi Bion sekarang hal ini termasuk dalam kelemahannya. Karena, kekuatan Jiwanya sendiri sudah mencapai puncak (4 Dimensi ) dan telah di kali 1404 dari kemampuan [Perpecahan Jiwa].


Bion menganalisis Raksasa Kekosongan ini hanyalah sesaat dengan Mata Dunia Jiwa.


Dan setelah, mendapati kelemahannya hanyalah di jiwanya. Bion tidak lagi khawatir bahwa ia perlu menghancurkan Dunia di Pintu Hitam ini.


" Ayo, Belajar berpedang lagi."


( ´◡‿ゝ◡`)/


Bion mulai menggunakan pedang ke-1.


Dengan kekuatan penghancur penghalang apapun.


Ia mengayunkan pedang ini ke depan dengan cepat , tajam dan tegas.


Secepat ayunan pedang Bion, secepat itu pula kekosongan terbelah menjadi dua bagian.


Mata yang besar itu pun membelah menjadi dua tanpa bisa menghalangi.


Dan setelah melihat dampak yang terjadi, Bion menghilang dengan kilatan cahaya putih.


...


" Arg....." Deru kemarahan menggelegar menggoyang kekosongan. Angin kekacauan bertiup menerbangkan segalanya.


Raksasa Kekosongan tidak berharap ada makhluk yang berani menyelinap menyerangnya tiba-tiba, dan bahkan memiliki kekuatan yang begitu menakutkan.


Berada di kejauhan .


Bion pun juga terkena sedikit dampak dari teriakan Raksasa ini.


Meski Lapisan Jiwa Tak Tersentuh dan Berubah-ubah dapat melindunginya dari serangan suara langsung Raksasa Kekosongan ini. Namun ia tetap terkena dampak dari sisa serangan suara yang telah menyebar luas.


" Haruskah Aku juga menambah ukuran?"


ಠ﹏ಠ)?


Bion sedikit bergumam dengan kepahitan. Setiap ukuran tubuh memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri.


Ukuran tubuh kecil berarti gesit dalam berlari dan tubuh Besar, Berarti lebih kuat dalam serangan fisik.


" Yah, berlatihlah pedang dulu. Baru setelah itu aku akan memutuskannya nanti."

__ADS_1


" Dan..."


" Tempat ini sungguh cocok untuk berlatih, tanpa takut akan kematian dan tanpa takut akan berlalunya waktu. "


" Sungguh tempat yang sangat sempurna untuk berlatih pedang."


...


Bion melihat raksasa ini telah memulihkan matanya dalam sekejap. Dan dengan deru kemarahan yang dikeluarkannya lagi. Raksasa Kekosongan ini tanpa tahu orang yang telah menyerangnya, mulai dengan gila membuang semua keterampilan ke segala arah.


Melihat hal yang terjadi di depannya, Bion juga mulai penuh semangat mengasah keterampilan bertarungnya.


...


" Raksasa, Bion datang memberimu hadiah ulang tahun....!"


(~‾▿‾)~


Bion berteriak memasuki kekacauan akibat serangan Raksasa dan mulai bertarung dengan penuh sukacita.


...


...


Di suatu tempat yang tidak jauh.


Monster asli Dunia Liar yang awalnya berada di Luar Tirai Putih Gunung Manor.


Sekarang mereka sedang mengawasi Bion yang sedang bertarung dengan Raksasa Kekosongan yang besar tubuhnya bisa mereka anggap seukuran tikus.


Ya, itu memang seukuran tikus.


Karena ukuran mereka terlihat jauh, jauh lebih dibesar-besarkan dari Raksasa Kekosongan ini.


Bila salah satu dari mereka di lepaskan di Dunia Nyata. Dengan hembusan nafasnya saja mereka bisa menghancurkan seratus ( 3 dimensi).


Sekarang.


Mereka sedang menonton Bion dan Raksasa Kekosongan karena ada aturan di Dunia Liar, yang melarang mereka ikut campur dalam Pertarungan Penjaga Manor.


Namun berbeda alasannya , jika Penjaga Manor yang menyerang mereka terlebih dahulu.


Jadi, makhluk raksasa-raksasa ini hanya menonton kesenangan ini dan juga mulai mengumpulkan informasi kekuatan Penjaga Manor.


Mereka hidup terlalu lama, kebijaksanaan dan kelicikannya sudah seperti rubah tua yang hidup selama bertahun-tahun.


BiSan4 yang ingin mengambil inti putih dari mereka pun harus menyerah, karena terlalu malas untuk bekerja lebih keras dengan kelicikan mereka. Jadi ia terpaksa mengambil inti monster-monster yang lebih rendah dari Kekuatan mereka.


...


" Bagaimana, kawan? "


" Anak baru, kawan."


" Jadi jangan terlalu dipikirkan, kawan."


" Yah, ayo kita abaikan saja, Kawan."


" Baik, kawan."


...


Dan dengan berlalunya suara kawan-kawan ini.


Monster-monster Dunia Liar juga mulai perlahan menghilang dalam kekosongan tak berujung.


Bion yang sedang bertarung dengan Raksasa Kekosongan ini, juga tiba-tiba merasa bergindik di sekujur tubuhnya.


Dari masuknya ia ke Pintu Hitam, Bion selalu merasa diawasi oleh banyak sekali Kekuatan. Dan sekarang ia merasa, perasaan itu perlahan-lahan mulai menghilang.


Dan sebelum ia bisa tahu, mengapa?


Dalam sekejap.


Serangan Raksasa Kekosongan sudah menghampirinya.


Mengabaikan keraguannya untuk saat ini.


Pikiran Bion pun mulai fokus kembali ke arah Pertarungan.


...


....


Server Internet Rumah Bion.


Net sekarang penuh dengan kebingungan.


" Apa yang harus aku lakukan dengan 10 kekuatan ini?"


______


1꧇꧑꧇


2꧇꧒꧇


3꧇꧓꧇


4꧇꧔꧇


5꧇꧕꧇


6꧇꧖꧇


7꧇꧗꧇


8꧇꧘꧇


9꧇꧙꧇


0꧇꧐꧇


______


" Memasukkan mereka ke orang yang aku pilih? "


" Atau membuat sebuah alat atau benda yang dapat menampung kekuatan ini?"


...


Dengan pertanyaan yang kacau.


Net mulai memikirkan hal-hal yang paling mendasar lagi.


" Apa yang paling diperlukan untuk situasi tidak berdaya?"


" Apa yang paling diperlukan untuk situasi yang putus asa?"


...


(SELESAI)

__ADS_1


__ADS_2