
Bab 21. Jalan putih Sumber keberuntungan.
Selama lebih dari beberapa hari Bion telah mencoba segala cara untuk menggerakkan tongkat emas ini, kita harus tau bahwa kekuatan Bion telah di tengah-tengah standar (4 dimensi) meski itu hanya kekuatan tubuh.
Dan tiba-tiba hari ini ia menyadari bahwa kekuatan tubuhnya bukan hanya tubuh fisik murni, namun sumber keberuntungan.
Karena sumber keberuntungan inilah ia sampai sejauh ini dengan sedikit usaha ikan asinnya. Memikirkan cara menggunakan sumber keberuntungannya, Bion mulai memadatkan semua keberuntungannya menjadi sebuah jalan setapak putih yang muncul di kakinya.
Jalan ini tidaklah terlalu lebar dengan rukuran 1 meter lebar dan panjang 2 meter, berwarna putih yang hanya terlihat oleh Bion.
Fungsi jalan putih ini adalah petunjuk kapan dan dimana , waktu dan ruang apa yang ingin ditempuh Bion memandu menuju keinginan Bion melalui keberuntungannya.
Dan jalan putih ini tidak mengurangi keberuntungan Bion karena jalan putih ini hanyalah bentuk nyata terlihat diluar tubuh dari gabungan sebagian keberuntungan Bion yang sebagai Sumber keberuntungan.
Setelah memadatkan jalan ini, karena ikan asin mulai tumbuh mendarah daging di tubuh. Bion juga mulai memadatkan lubang hitam yang berasal dari sebagian sisa keberuntungannya.
Fungsi lubang hitam adalah selain membantu tubuh menyerap keberuntungan bebas dari kekosongan yang kacau ia juga membantu memulihkan dan memperkuat sumber keberuntungan yang ada di setiap sel-sel tubuhnya.
Meski sumber keberuntungan di tubuhnya sudah terlihat banyak, Bion melihat jalan setapak putih ini merasa terlalu kecil dan tipis. Jadi lubang hitam ini berfungsi mempercepat, selain menyerap untuk memperkuat ia juga memulihkan keberuntungan yang tidak sengaja berkurang dari tubuh.
Merasa tubuh yang menyegarkan ini, seperti telah berendam di air hangat. Bion mulai mencoba kelancaran dalam menggunakan Jalan Putih Keberuntungan.
Melihat ke depan ada jarak 10 meter dari tongkat emas saat ini.
Memikirkan mendekat di jarak 1 meter sebelah tongkat emas.
Bion mendapati bahwa Jalan Putih di kakinya mulai berubah bentuk menjadi kotak-kotak kecil yang hanya cukup untuk satu alas kaki, dan kotak kecil ini tersebar 10 meter di sekitarnya dengan angka-angka 1 dan 2.
Jadi sekarang di sekeliling Bion, ada kotak-kotak putih kecil, dengan angka-angka 1 dan 2 tersebar secara acak.
Bion melangkah ke kotak putih 1 yang paling dekat, dan kemudian melangkah ke kotak putih 2.
Tiba-tiba ada cahaya putih menyelimutinya dan Bion menghilang di tempat.
...
...
Di dekat tongkat emas jarak 1 meter. Ada kilasan cahaya putih dan Bion tiba-tiba muncul.
Bion bisa memikirkan bahwa itu akan menjadi teleportasi, tapi teleportasi ini tanpa kekuatan mental yang merupakan domainnya.
Dan Bion selalu merasa ketika berpindah lokasi, cahaya putih yang menutupinya tidak terlihat dan terasa oleh apapun. Seperti itu memang seharusnya ada di situ, yang mengakibatkan pengabaian semua yang melihatnya.
Mencoba memikirkan untuk keluar dari ruang percobaan, Bion mendapati bahwa Jalan putih di kakinya tidak berubah.
Bion bisa menerima ini, ia selalu merasa bahwa seperti semut yang sedang memanjat gedung pencakar langit tiba-tiba ingin melompat tinggi dengan kakinya ke puncak gedung. Apakah itu mungkin?
Jadi ia mencoba memikirkan hal lain.
Melihat ke tongkat emas ini, lalu mendongak dan menatap puncak tongkat emas.
__ADS_1
Bion memikirkan sampai di puncak tongkat emas dengan selamat dan bersandar di kursi goyang, disampingnya ada meja dengan minuman secangkir kopi dan sepiring ayam goreng.
Setelah memikirkannya Bion mendapati bahwa jalan putih dibawahnya berubah menjadi kotak-kotak putih kecil yang hanya cukup untuk 1 alas kaki dengan angka-angka 1 dan 2 tersebar secara acak.
Perlahan ia melangkah ke kotak putih angka 1 kemudian ke kotak putih berangka 2 dan Bion dengan cepat diselimuti cahaya putih menghilang dari sini.
...
...
Di puncak tongkat emas.
Puncak tongkat berbentuk runcing dengan 20 pintu masuk mengelilinginya. Di setiap pintu masuk menghubungkan ke sebuah gua yang didalamnya seperti sebuah ruang rapat dengan berbagai bentuk tempat duduk dan meja yang melingkar.
Di tengah ruang rapat terdapat batu kubus bewarna hitam yang terlihat biasa.
BiSan2 sekarang sedang memukul-mukul batu kubus hitam itu yang sepertinya terhubung ke tongkat emas dengan kepalan tangannya.
Memukuli arah bawah memperkuat fondasi tongkat emas itu menuju bumi.
Memikirkan kursi goyang serta secangkir kopi dan sepiring ayam goreng di mejanya, BiSan2 semakin bersemangat untuk terus memukuli batu kubus hitam ini.
...
...
Tiba-tiba ada cahaya putih yang menutupi kursi goyang ini.
Ia mendapati sedang duduk di kursi goyang dan di sampingnya ada meja dengan secangkir kopi dan sepiring ayam goreng.
Tampa melihat yang lain, Bion dengan bersemangat mengambil kopi di tangan kiri dan ayam goreng di tangan kanannya.
Minum seteguk kopi dan makan ayam di tangan lain, Bion juga mulai melihat sekelilingnya lagi.
Ruangan ini seperti ruangan rapat dengan kursi dan meja berbagai bentuk yang saling melingkar.
Dan di tengah ruang rapat Bion mendapati BiSan2 sedang memukuli sebuah batu kubus bewarna hitam dengan penuh semangat.
Memikirkan situasi yang tidak masuk akal seperti, BiSan2 sengaja memukuli batu kubus hitam ini untuk memperkuat fondasi tongkat emas ini.
Wajah Bion langsung hitam.
Melihat kopi dan ayam goreng ditangannya, kemudian melihat semua kursi selain sisi ini yang kosong.
Bion langsung mulai makan ayam goreng dengan lahap, ambil satu lagi yang lain dan minum kopi bila terasa haus.
Bion dengan lahap memulai makan dengan cepat tanpa memperdulikan BiSan2 yang sedang bersemangat memukuli batu kubus hitam di tengah ruang rapat.
...
...
__ADS_1
Karena bersemangatnya, BiSan2 tidak mendapati ada suatu kelainan di tempat duduknya.
Sampai ia mendengar suara kecil selain suara ia memukuli batu kubus ini.
Berhenti tiba-tiba.
BiSan2 barulah melihat tempat duduknya.
Ia melihat Bion yang duduk di kursi goyangnya sedang menutup mulut, buru-buru Bion berdiri mengambil 2 langkah dan menghilang dengan cahaya putih.
Setelah melihat Bion menghilang barulah ia menfokuskan pandangan ke arah mejanya.
Melihat ayam goreng tinggal tulang dan kopi tinggal ampasnya.
┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻
BiSan2 marah berkata," Bion....! Aku tidak memukulmu sampai aku puas...! Aku anak kucing...! "
...
...
...
Dengan kilatan cahaya putih Bion muncul di suatu tempat di daerah persidangan.
Dunia persidangan ini adalah dunia putih dengan hanya ada tongkat emas di pusat dunia.
Bion muncul disini setelah mengambil 2 langkah kotak kecil putih memikirkan tempat teraman untuk melarikan diri dari kemarahan BiSan2.
Mendengar suara kemarahan BiSan2 yang tidak akan pernah menyerah untuk memukulinya. Ia merasa sangat dirugikan.
Dan ketika ia mendengar bahwa ia akan menjadi anak kucing ketika pemukulannya tidak terlaksana.
Bion langsung memikirkan Sisi si kucing kecil lucu yang memiliki anak BiSan2.
(눈‸눈)?
" Uh, tidakkah wajah BiSan2 persis seperti aku? Ayah kucing menjadi anak kucing?"
Bion yang kebingungan melihat ada kilatan hitam cepat menuju kearah sini.
Tanpa berkata Bion langsung memikirkan melarikan diri dari BiSan2 dan mengambil 2 langkah, kilatan cahaya putih menyelimuti Bion dan menghilang dari tempatnya.
BiSan2 tiba dalam 2 detik setelah menghilangnya Bion.
Melihat tujuannya telah berganti posisi, BiSan2 marah berkata," Bion...! Jangan lari kalau kamu berani...!"
BiSan2 segera berbalik berlari ke arah tertentu dengan kecepatan yang mengagumkan.
(Selesai)
__ADS_1