Bion

Bion
Bab 66 Persidangan ke-4


__ADS_3

Bab 66 Persidangan ke-4


Bion memasuki pintu dan mendapati ada Dunia dengan laut tak terbatas.


BiSan6 yang telah menunggu Bion, menyapa Bion, saat melihat Bion telah memasuki pintu.


" Selamat datang, Bion."


" Aku tidak akan basa-basi. Aku hanya akan memberitahumu bahwa Persidangan kali ini mengharuskan mu menuju pulau yang berada di tengah Dunia Laut ini. Lakukan apapun yang kamu bisa untuk sampai di sana. Itu saja, selamat bertemu di Pulau, Bion."


Bion yang telah melihat BiSan6 dengan wajah poker berbicara tanpa henti kepadanya dan tiba-tiba menghilang, sungguh tidak berdaya.


Jika bukan Ia sebagai petugas Persidangan, Bion telah lama ingin mengalahkannya.


" Apakah kamu menganggap diriku sebagai patung tanpa emosi."


Bion marah di dalam hatinya, Ia sendiri adalah manusia yang butuh perhatian.


...


Namun hanya hembusan dingin air laut yang meniup pipi Bion sebagai tanggapannya.


┐(-_- )┌ • • •


Mengangkat bahu.


Bion hanya merasakan setelah memasuki Persidangan ini. Kekuatannya tidaklah tersegel. Ia bisa mengerahkan seluruh kemampuannya baik Tubuh, Mental, Jiwa, dan Keinginan.


Dan kenapa Kekuatan Iman tidak ia gunakan?


Pertama, hanya karena Kekuatan iman sungguh sangat mahal harganya.


Jika itu Iman Replika, Bion tidak akan merasa sudah. Namun saat ini, Iman Replika nya telah di bagi oleh dua barang yang tidak tahu darimana asalnya yang telah berdiam diri bersembunyi di tubuhnya.


Jadi hanya Iman yang paling murni yang terasa mahal harganya, yang sekarang bisa Bion mobilisasi.


Mengesampingkan hal ini.

__ADS_1


Memperpanjang Dunia Mental ke segala arah, memastikan tidak ada makhluk air yang diam-diam menyerangnya.


Bion menyelimuti tubuhnya dengan lapisan jiwa yang tak tersentuh dan berubah-ubah.


Melangkah maju menggunakan kotak-kotak kecil yang tersebar secara acak di sekeliling bertuliskan 1 dan 2.


Bion menghilang dari tempatnya dengan kilatan cahaya putih.


Namun, sesaat cahaya putih berkedip kembali dan Bion muncul kembali di tempat yang sama.


" Apakah ada yang salah dengan tujuan yang aku pikirkan? Bukankah Pulau di Tengah Dunia Laut ini seharusnya aku berada?"


Bion kebingungan dan bertanya-tanya di dalam hatinya," Mengapa aku kembali ke posisi yang sama saat ia sudah menggunakan keterampilan yang paling bisa ia andalkan untuk mencapai tujuan dengan sangat cepat.


" Apakah dunia ini seperti Dunia Gelap Kakek J.Bli tinggal? Hanya diperbolehkan untuk berjalan? "


Bion teringat perkataan BiSan6 yang menyuruhnya untuk menggunakan cara apapun agar ia bisa sampai di Pulau tengah Dunia Laut.


Jadi untuk saat ini, Bion mengesampingkan bahwa Dunia Laut ini sama dengan Dunia Gelap tempat Kakeknya J.Bli berada.


" Aku akan mencobanya lagi "


Dan dengan kilatan cahaya putih, sekali lagi Bion menghilang dari tempatnya.


" Hah? "


Bion kebingungan saat ini.


Karena ia telah muncul di tempat yang sama lagi.


" Aku tidak percaya dengan kejahatanmu...! "


Dan dengan kilatan cahaya putih, Bion menghilang lagi.


Hal ini ini terus berulang, hingga Bion merasa putus asa.


" Tidak kah aku benar-benar harus melakukan perjalanan "manual"?"

__ADS_1


Tanpa daya Bion memasuki Inti Dunia Mental dan membuat sebuah ruangan dengan kursi meja dan TV seperti ruang tamu rumah Bion. Muncul pula berbagai makanan ringan sebagai pelengkap kopi susu yang hangat.


Bion saat ini tahu bahwa persidangan ini akan memakan waktu yang sangat lama. Jadi Ia memerintahkan Dunia Mental untuk selalu mengawasi Jarum-jarum Jiwa yang telah menyebar ke segala arah, menjadikan jarum-jarum jiwa ini sebagai media pengeksplorasi dan sebagai media transfer Dunia Mental menuju tujuan yang telah di tentukan Bion.


Dan selain tujuan utamanya adalah mencari Dunia Mental.


Bion memberi dunia mental dan Jarum-jarum Jiwa tujuan sekunder lainnya yaitu, mencari makhluk-makhluk yang berguna dan terlihat baik untuk di masukkan ke Luar Dunia Mental.


Karena Bion saat ini, selalu merasa rugi meninggalkan sumberdaya yang terbuang sia-sia di laut yang luas ini.


Bion hanya sedikit serakah saat ini.


┐(´ー`)┌


" Tapi yang Hemat pangkal Kaya. "


...


[ Di suatu tempat di kedalam Laut ]


" Tuan, Ada yang telah memasuki wilayah kita. "


" Musuh? "


" Tidak diketahui untuk saat ini. Namun yang pasti, semua yang ia lalui telah menghilang secara tiba-tiba hanya menyisakan air lau dan pasir laut. "


" Apa? Bahkan koral-koral laut tidak luput dari menghilang? "


" Ya, Tuan. "


" Cepat kerahkan semua Pasukan dan serang orang yang ini. "


" Baik, Tuan. "


Di singgasana melihat prajuritnya telah pergi dengan momentum perang.


Raja laut dalam ini hanya Bisa mendesah kecil.

__ADS_1


" Tidak bijak untuk menjadi serakah, Bion. "


(Selesai)


__ADS_2