Bion

Bion
Bab 43 Kedatangan Bion.


__ADS_3

Bab 43 Kedatangan Bion.


Di ruang Makan Manor.


" Bion, sekarang dunia kesadaran mu, telah bergabung dengan Manor. Jadi jika kamu ingin terus mengasah keterampilan mu. Kamu bisa masuk ke pintu hitam dan putih di Manor." BiSan1 yang sedang makan tiba-tiba berkata tanpa mengangkat kepalanya memandang Bion.


" Tidakkah aku akan meninggal bila terjadi kematian?" Mendengar perkataan BiSan1, Bion merasa ketakutan.


BiSan1: " Tidak, Manor yang bergabung dengan Kesadaran mu memiliki aturan-aturannya sendiri. Jadi Manor sekarang sama dengan waktu kamu Persidangan ke 2 bagian 3."


" Apakah aku akan menjadi penjaga Manor lagi?"


Bion merasa kesusahan dengan tugas penjaga Manor yang monoton.


BiSan1: " Tidak akan, tugas ini akan di serahkan kepada BiSan4, kamu hanya perlu datang ke Manor sebagai tamu.


Mendengar penjelasan BiSan1, Bion sungguh senang berpikir dalam hatinya.


" Yah, enak rasanya memiliki ruang rekreasi di tubuh."


" Hanya perlu di rumah, tinggal tidur, dan menjadi ikan asin. Aku bahkan sudah disiapkan dengan tempat rekreasi sendiri. Hehehe...."


" Oh dan yang di balik Tirai Putih di luar Gunung Manor apakah masih ada?" Bion tiba-tiba teringat sesuatu yang sangat penting.


BiSan1: "Masih, Namun itu berubah memasuki Pintu hitam yang akan muncul bersama dengan Pemberantasan Hama dan Penyakit di Pintu Hitam jam 12 malam."


" Jadi bila aku ingin mengasah keterampilan ku dengan berperang, aku akan keluar menghadapi tidak hanya Hama dan Penyakit, Namun juga monster yang dulu berasal dari balik tirai?" Kata Bion dengan sangat tak berdaya.


BiSan1: " Ya, begitulah. Namun hal-hal yang lebih rinci tentang ini akan kamu ketahui sendiri ketika memasuki Pintu Hitam jam 12 malam."


Bion tidak berdaya mendengar penjelasan setengah-setengah BiSan2: " Yah, Terimakasih atas penjelasannya. "


BiSan1: " Okay, ayo cepat bangun. Kamu telah tertidur cukup lama. Tidak usah menunggu BiSan2 dan yang lainnya. Mereka sedang mengurusi orang-orang kecil itu."


Bion juga merasa ia terlalu lama melakukan persidangan, dan ia sungguh-sungguh rindu dengan Sisi dan yang lainnya: " Yah, baiklah. Sampai ketemu lagi BiSan1."


"Ya. " Jawab BiSan1 yang tersenyum melambaikan sendok makannya ke Bion.


Bion meninggalkan ruang makan dan keluar rumah Manor.


Menikmati suasana Pemandangan di Manor sesaat.


Barulah Bion keluar kesadarannya.


...


Kamar Bion.


Bion yang dalam tubuh nyata sedang tertidur, perlahan membuka matanya dan meregangkan tubuhnya.


Ia perlahan bangkit dan mencuci badannya yang telah berbau tidak sedap.


Beberapa menit kemudian.


Menyelesaikan membersihkan diri, Bion berpakaian modis dan berjalan ke luar dari kamarnya.


Karena baru saja makan, Bion merasa kenyang. Jadi ketika ketika ia keluar dari kamar, mendapati keluarganya sedang makan ia sedikit tidak memiliki selera makan.


Σ(≧▽≦)


Sisi terkejut melihat kedatangan ayahnya: " Hai Ayah sudah bangun?"


BimA menyapa ayahnya dengan tingkah yang sopan dan santun: " Selamat Siang Ayah."


Lanjut BinTang berkata: " Selamat Siang Ayah."

__ADS_1


BiLBo juga menyempatkan salam singkatnya untuk sang ayah: " Selamat Siang."


" Selamat Siang Anak-anak." Jawab Bion dengan senyum lebar dan mulai memeluk anak-anak satu persatu.


Melihat suasana hangat ini, Vlay cemberut dan berkata dengan marah,


(ー_ー✿)


" Bangun, Pemalas?"


Melihat suasana yang bagus dengan anak-anak terganggu dengan nada marah Vlay. Bion hanya berkata santai,


" Yah, bolehkah aku meminta segelas kopi Susu hangat?"


" Okay sebentar. " Vlay sebagai Ibu rumah tangga yang kompeten, tanpa daya bangkit pergi ke dapur.


Melihat keberangkatan Vlay, Bion yang telah melepaskan pelukan anak-anaknya untuk melanjutkan makan siang, perlahan pandangannya beralih ke seseorang yang tidak pernah ia lihat.


Bion perlahan mendekatinya dan mulai salam sopan dengan mengulurkan tangannya.


" Hei, Apa kabar ( Penulis Novel )?"


Dan tanpa ada hal yang di tutup-tutupi ia langsung melanjutkan dengan kalimat yang menunjukkan kedaulatannya.


" Perkenalkan, aku Bion. Pemilik rumah ini."


("Hai Bion, Aku Tidak Teratur. Pendatang Baru.")


Melihat pukulan katanya seperti meninju kapas, Bion tidak bisa tidak memprovokasi.


" Apakah kamu ingin wawancara dulu sebelum bisa tinggal di keluargaku? "


("Haha.. Apakah Perlu?")


Tanpa Bion bisa menjawab , Vlay yang telah keluar dari dapur membawa secangkir Kopi Susu langsung menyela Bion.


Geram Vlay dengan marah melihat Bion mengintimidasi Penulis Novel.


Bion, mendengar Geraman rendah Vlay sedikit tersedak. Terpaksa ia menelan kembali kata-katanya.


Dengan wajah melas, Bion memandang Vlay seperti seorang anak yang telah kepergok melakukan kesalahan. Melihat Kopi Susu hangat yang di pegang Vlay, ia tanpa basa basi langsung mengambil Kopi Susu dari tangan Vlay.


Berbalik Bion berjalan kembali ke posisi tempat makan anak-anak.


Bion duduk dan mendengarkan anak-anak yang masih ramai bercanda ria.


Dan dalam sekejap dari wajah melasnya. Wajah Bion berubah seperti membalik halaman buku, menjadi wajah berseri saat menghadapi anak-anak, dan sangat ingin tahu Apa yang mereka bicarakan.


" Sisi, makanan ibu sungguh enak ya?"


" Ini untuk Sisi."


" Aku akan gemuk, Kakak BiLBo."


" Tidak apa-apa, tidak apa-apa. "


" Ayo, apakah Sisi mau yang ini?"


...


...


Bion mengangguk anggukkan kepalanya dan sesekali memberi anak-anak sebuah kata dan kemudian tersenyum lagi.


Vlay dan yang lainnya juga melihat tindakan Bion.

__ADS_1


Dan mereka merasa, Bion sekarang seperti seorang pendengar yang berkualitas.


" Ya, Bion. Kapan toko rumah kita akan dibuka?" Vlay tiba-tiba ingin bertanya.


Terkaget sesaat dengan pertanyaan tiba-tiba Vlay. Berpikir sejenak, Bion menjawab Vlay dengan keraguannya.


" Tidakkah perang sedang berlangsung?"


" Ya, makanya aku dan Net masih belum membuka toko. Namun Aplikasi Obrolan telah membuat langkah yang jauh. Hampir semua yang bisa dilakukan Net telah dilakukan."


Sela Vlay dengan kecepatan cahaya.


" Ya kakak, karena aku belum terlalu kuat maka aku belum bisa memperluas jangkauan sinyal untuk Aplikasi Obrolan." Lanjut Net yang juga ingin menunjukkan kehadirannya.


" Yah setelah makan, kita akan ke ruang tamu. Dan biarkan anak-anak bermain menghias di Toko lantai 1. " Jawab Bion dengan santai. Saat melihat anak-anak telah menyelesaikan makanan mereka.


" Ya, baiklah..." Jawab tanpa sadar, Vlay dan Net secara bersamaan.


" Ayah, tidakkah ayah ikut menghias bersama kita?" Sisi juga mendengar pembicaraan Ayah, ibu dan pamannya Net bertanya dengan kerinduannya untuk menghias bersama.


Melihat Sisi yang sekarang memiliki mata penuh harap, Bion berkata dengan kesusahan.


" Tidak Sisi, ayah akan berbicara dengan ibu dan yang lainnya tentang Layanan toko. Dan Sisi serta Kakak Sisi yang bertanggung jawab untuk menghiasi toko."


" Bisakah Sisi melaksanakan misi yang berat dari ayah?"


Σ(*^ヮ^*)?


" Misi...? Misi...! Siap ayah...! Sisi akan melaksanakan misi ini dengan Sukses.!"


Jawab Sisi dengan sangat riang, karena sepertinya ia telah menerima sebuah tugas yang sangat penting dari ayahnya yang disebut MISI.


" Ayo kakak, kita menyelesaikan misi dari ayah?" Sisi tiba-tiba melompat dari tempat duduknya keluar dari ruang makan menuju toko lantai 1.


<( ̄︶ ̄)/


" SIAP Sisi. "


( ✯ᴗ✯)/


" Ya Sisi. "


(づ ̄ ³ ̄)づ • • Σ(ಠ_ಠ) Σ(ಠ_ಠ)• • • (づ ̄ ³ ̄)づ


" Demi Misi...................................... Demi Sisi."


BimA , BinTang, dan BiLBo menjawab secara bersamaan dan segera menyusul keberangkatan Sisi.


Melihat kepergian anak-anak yang dengan riang menyelesaikan sebuah Misi, Bion at all tersenyum dengan penuh cinta.


....


" Okay, aku bereskan ini dulu. Dan aku akan menyusul kalian ke ruang tamu."


Vlay bekata dengan tiba-tiba, seperti sebuah palu memukul merusak suasana yang penuh cinta ini.


" Okay..."


→_→)(←_← →_→)(←_←


Bion at all hanya menjawab pelan tanpa ada yang mengeluh, karena Sang Ibu ini tidak mudah di provokasi.


Melihat keberangkatan mereka.


(✿^‿^)

__ADS_1


Vlay hanya tersenyum dan dengan cepat membereskan ruang makan yang sepertinya telah dilanda perang.


(Selesai)


__ADS_2