
Bab 80. Tenis Meteor.
" Yah, mau bagaimana lagi. Untuk Peserta Persidangan Normal. Biasanya mereka yang melihat situasi di dalam awan gelap akan lebih panik dan mulai dengan gila mengekplorasi membabi buta.
Untuk mereka yang lebih pintar, akan membuat beberapa alat deteksi untuk menjelajahi lingkungan yang aneh yang belum mereka ketahui dengan sangat hati-hati. Memastikan bahwa mereka akan aman dari monster-monster yang sangat kuat dengan tipe musuh alami mereka. (Petir > Air).
Dan Lihatlah, Bion sendiri.
Aneh.
Ia tidak hanya takut dengan apapun dan langsung memaksimalkan jumlah Jarum Jiwa miliknya menyebar ke segala arah mulai mengekplorasi membabi buta tanpa pandang bulu.
Yah, meski ia memiliki modal untuk ceroboh dengan kekhasan Jarum Jiwa.
Bisa dilihat, dari sikapnya sekarang yang bahkan dengan santai tidur tenang. Bisa dipastikan bahwa, saat ini Bion adalah **** mati yang tidak takut dengan air mendidih."
BiSan6 tanpa daya mengangkat bahu degan sikap Bion yang sangat malas. Namun ia juga tidak mulai bertindak untuk mengingatkannya, karena Bion sendiri juga memiliki modal untuk bersikap malas dalam persidangan ini.
Dan kura-kura kecil yang mendengar BiSan6 juga mulai tenang menatap BiSan6 dengan maya besarnya.
Tiba-tiba, ada ide cemerlang yang memasuki pikiran Kura-kura kecil.
" Hehehe... BiSan6."
" Ya?"
" Tidakkah, mudah untuk menyelesaikan Bion yang bersikap aneh ini, dengan hal-hal yang aneh pula?"
" Hah? Maksudmu?"
" Begini...Begini..."
" Ok... Ok..."
" .....Ini....Ini...."
"....Ya....Ya...."
....
" Baiklah, Laksanakan Kura-kura kecil."
BiSan6 dan Kura-kura Kecil menghilang dari Sudut Dunia, pergi entah kemana untuk melaksanakan rencana jahat mereka.
...
Inti Dunia Mental.
Bion yang ang telah tertidur nyenyak mulai bangun dengan sebuah Meteor Besar, sangat Besar yang dengan cepat jatuh ke arahnya.
"Ah...."
Bion yang kaget. Berteriak bangkit dari tempat tidurnya.
Dengan cepat menggunakan Pedang Penghalang
Bion mulai menebas lurus tanpa ampun kearah meteroit ini.
Sink....
__ADS_1
Kilatan cahaya pedang melintas ditengah meteorit.
Boomm.....
Dan Tanpa ampun.
Meteorit terbelah dua seketika.
Bion yang telah tenag, saat ini mulai dengan santai melihat ke arah kejatuhan meteroit ini.
Melihat ke bawah ke permukaan laut.
Bion sekali lagi bisa memastikan seberapa luasnya Dunia Laut ini.
Pluk...
Inilah suara kecil saat meteorit besar ini jatuh di atas permukaan laut.
Jika bukan karena ia sekarang berada di dekat permukaan laut.
Bion saat ini bisa memastikan bahwa meteroit yang sangat besar ini bahkan tidak menimbulkan sebuah riak gelombang air di Dunia Laut.
Sekali lagi.
Hal ini menyegarkan pandangan Bion tentang betapa luasnya Dunia Laut ini.
Saat ini.
Bion mendongak melihat ke arah langit lagi dan mulai memaki didalam hatinya,
┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻
"Siapa yang berani-beraninya melemparinya batu saat ia sedang mimpi indah?"
Namun dalam pandangan Bion kearah langit saat ini.
Sebagai tanggapan atas keluhannya adalah hujan meteor besar yang ukurannya tidaklah kalah dengan meteor sebelumnya.
Melihat ini, Bion merasa kesabarannya mulai sangat di tantang.
" Sial...!"
Bion mulai menggunakan Pedang Kembali ke Asal dan dengan Pedang Ruang Waktu untuk menghambat kecepatan jatuh meteor-meteor ini.
Dan dengan lintasan Pedang kembali ke Asal. Untuk sesaat, meteor tiba-tiba berhenti dan mulai berbalik mundur seperti ada tombol (PAUSE) dan (BACK) yang ditekan secara berurutan.
Hujan Meteor saat ini, mulai berbalik menjadi Uap Meteor.
...
Saat ini pula di atas Bion.
(Di kekosongan di atas Tirai Dunia Laut)
Kura-kura kecil melihat meteroit-meterot yang telah ia kumpulkan dengan susah payah kembali ke arahnya, juga sedikit panik.
Cepat melihat ke samping.
Ia mendapati hanya ada BiSan6 yang telah berdiri diam, memandangnya tanpa tindakan lebih lanjut.
__ADS_1
Yang dalam arti matanya.
Seperti berkata kepada kura-kura kecil.
" Ini rencanamu sendiri dan ulahmu sendiri. Jadi tangani lah kekacauan mu sendiri."
Melihat Alis BiSan6 yang naik turun dengan mata main-main bertambah dengan senyum rubah tua.
Kura-kura kecil tanpa daya mulai memadatkan Kekuatan air berat miliknya menjadi sebuah raket besar.
Bom... Boom...
Bommm...
....
Dengan lincah ahli, seperti telah berlatih ribuan kali..
Kura-kura kecil mengembalikan semua meteroit yang telah datang cepat kearahnya.
.....
(Di atas permukaan laut).
Bion yang saat ini tersenyum santai, menyeka keringat di keningnya.
Mulai panik lagi, karena meteor yang telah ia pukul pergi dengan sangat cepat kembali jatuh ke arahnya.
Tanpa banyak perubahan di tubuh meteroit, hujan meteor kembali jatuh di atas kepala Bion.
Marah.
Bion saat ini dengan sangat cepat pula mulai menggunakan Pedang Kembali ke Asal dan Pedang Ruang Waktu.
Dan demi memaksimalkan kecepatannya, Bion juga mulai membuat zona teleportasi agar semua meteor ini memasuki lintasan Pedang Kembali ke Asal.
Boom... Boommm.....
Bommmm........
......
Cepat dan lebih cepat.
Bion dengan terampil, mulai mengembalikan Hujan Meteor ini menjadi Uap Meteor.
Namun hanya dalam sesaat.
Bion tidak bisa santai sejenak.
Karena ada hujan meteor lagi yang telah datang ke arahnya.
.....
Saat ini.
Dengan pemukulan meteor berulang-ulang dari Bion dan kura-kura kecil.
Jadilah Permainan Olahraga Tenis dengan bola meteor.
__ADS_1
Sedangkan BiSan6 yang sekarang di samping mereka, tersenyum kecil menjadi penonton berkualitas.
(Selesai)