Bion

Bion
Bab 59 Iman di Persidangan ke-3.


__ADS_3

Bab 59 BiSan5 di Persidangan ke-3.


Melihat pelanggan lain datang dan anak-anak mulai terbiasa melayani pelanggan dengan tingkah lucu mereka.


Bion dan yang lainnya merasa lega.


" Aku serahkan toko ini pada Kakek. Ya dan kamu Net, ingat selalu mematuhi aturan yang di buat Kakek Nanti."


" Ya kakak."


Net dengan penuh pengertian mengerti arti pengaturan Bion.


Karena Ia sendiri belum tentu mengerti arti bermasyarakat sesungguhnya.


Melihat Net yang telah menganggukkan kepalanya penuh pengertian.


Bion mulai berbicara kepada kakeknya.


" Dan kakek, setelah sekarang aku memiliki kesempatan memasuki Persidangan ke-3. Bisakah aku mulai?"


" Ya, lakukan saja seperti biasanya. "


" Baiklah kakek."


Bion mengerti arti perkataan kakeknya tanpa ia berkata dengan jelas.


[ 17:30 ]


Mendapati waktunya makan malam. Bion melihat Vlay yang telah seperti Ibu yang baik hati penuh senyum, memandang anak-anaknya yang sedang bermain.


" Ayo Vlay, panggil anak-anak. Kita makan malam dan kemudian istirahat."


" Ya, baiklah."


Vlay menjawab Bion setelah juga mendapati waktunya makan malam.


...


Di Kasir Toko.


Setelah Sisi dan anak-anak mengusir pelanggan yang terakhir. Mereka mendapati ibu mereka mendekat.


" Ibu?"


" Ayo, Istirahat. Sudah malam, waktunya makan malam."


Vlay memeluk, menggendong Sisi dan mulai mengambil anak-anak menuju lantai 2.


(・–・)? ・◡・)? ・–・)? ・◡・)?


" Yah tidak terasa."


" Benar."


" Ayo, Mandi dulu."


" Ya."


...


...


Vlay yang mulai membawa anak-anak ke lantai dua, masih memiliki semangat 100% bercanda tentang makanan apa yang akan dimasak.


Melihat ini.


Bion dan yang lainnya, juga mengikuti mereka.


[ 2020 menit berlalu ]


Setelah makan malam yang bahagia.


Keluarga Bion akhirnya, bisa mulai beristirahat setelah sepanjang hari sibuk dengan toko.


...


Di Kamar Bion.


Bion yang telah tertidur perlahan memasuki dunia Kesadarannya dan muncul di samping pintu putih yang mengarah ke ruang © CREATE.


Ia melangkah masuk dan berjalan terus menuju pintu Hitam di belakang © CREATE.


Dunia tempat J.Bli bersinar tetaplah dunia gelap yang mengharuskan Bion berjalan menemuinya.


" Kakek aku siap."


" Baiklah. Harap berhati-hati.


Persidangan ini sangatlah sulit."


" Ya kakek, aku mengerti."


Bion melangkah memasuki pintu hitam yang telah muncul di samping kakeknya J.Bli.


Melangkah memasuki pintu, ada dunia putih dan BiSan5 yang telah berdiri di depan pintu menunggunya.


" Ayo kita duduk."

__ADS_1


)ノ*.✧*´`。*゚+→


Munculah sofa dan meja dengan 2 cangkir kopi susu di damping mereka.


" Aku akan menjelaskan sesuatu dulu kepadamu."


" Baiklah terimakasih. "


Bion mulai duduk dan meminum kopi susu yang telah di sediakan BiSan5.


Setelah melihat Bion tenang. Baru mulailah BiSan5 berbicara.


" Kekuatan Iman adalah sesuatu yang sangat mahal nilainya."


...


Mendengar kan pembukaan yang aneh ini.


Bion tidak bisa tidak bertanya.


" Tidakkah aku sudah mendapat kan iman dari semua yang aku ciptakan? "


...


" Ya, itu memang iman. Namun hanya replika dari Iman yang bahkan tidak mencapai standar kecil Iman yang paling awal."


" Dan iman paling murni adalah sebuah standar tertinggi dari setiap hal yang ada. "


" Iman itu sendiri tidak dapat dibuat, namun dapat bertambah dan berkurang baik jumlah atau Kualitas nya. "


" Baik benda mati dan hidup atau di antara keduanya. "


" Baik yang tidak berpikir dan cerdas atau di antara keduanya."


" Mereka memiliki kekuatan Iman."


" Orang biasa dan kuat atau diantara keduanya memiliki dan membutuhkan kekuatan Iman."


" Baik di awal zaman dan di akhir zaman nanti atau di antara keduanya selalu ada kekuatan Iman. "


" Jadi, meski kekuatan Iman sangatlah banyak sumbernya dan banyak yang membutuhkan. "


" Namun, sangatlah sulit mendapatkan Iman yang paling murni."


...


Bion terdiam sejenak dengan banyak informasi yang tiba-tiba ini.


(-_- )・・・


" Apakah kekuatan Iman ini sungguh sangat sepenting itu."


...


" Ya dan pasti sangatlah penting."


" Bila orang biasa memiliki kekuatan iman yang paling murni. Ia akan bisa melakukan hal-hal yang di luar akal sehat orang biasa lainnya. Dan bahkan, mereka bisa bersaing atau melampaui orang-orang kuat yang berada di dimensi atas mereka tergantung kepada jumlah dan seberapa murni Kekuatan iman itu."


...


Σ(ಠ_ಠ)


" Hanya dengan kekuatan iman, orang biasa ini bisa melakukan apapun?"


Bion terkaget dengan hal yang sungguh luar biasa ini.


...


" Ya dan tidak. "


" Iman memiliki aturan Iman sendiri yang independen. Tergantung Iman apa yang ia miliki dan seberapa murni Iman itu."


" Jadi meski mereka kuat. Kekuatan mereka hanya akan fokus ke salah satu Iman. "


" Setiap Iman hanya bisa satu."


" Aturan Iman adalah Hanya Satu."


" Jadi, kamu jangan berharap bisa menggabungkan atau memiliki Iman yang lain."


....


Dengan penuh keraguan.


Bion sedikit bergumam-gumam.


" Ketika aku melihat status iman [ ◎。] itu dan aku melihat sebuah toko di © CREATE. "


...


" Oh, itu adalah toko Pemilik © CREATE sebelumnya. Meskipun sekarang sedang Online. Itu hanya memiliki fungsi awal setelah kematian Pemilik sebelumnya."


...


\(゚ー゚\)


" Jadi, apakah ini adalah warisan dari pemilik sebelumnya untuk pendatang baru?"

__ADS_1


...


" Yah, Iman murni itu sendiri telah menghilang bersama kematian pemilik © CREATE sebelumnya. Dan warisan yang tersisa di toko itu hanyalah Iman Repika dan hal itu juga bukan milikmu sendiri. Jadi meski Iman itu banyak di dalam toko. Kamu tetap tidak bisa menggunakan / menyerapnya. Hanya bisa di gunakan sebagai uang belanja saja."


...


╮(^▽^)╭


" Tidak peduli apa, aku sekarang merasa menjadi orang kaya baru."


...


┐( ˘_˘)┌


Mengangkat bahu.


BiSan5 melihat Bion, yang telah terlihat sangat santai.


" Yah, terserah kamu saja. "


" Mari aku lanjutkan masalah persidangan ini."


" Kamu hanya membutuhkan untuk menyentuh Level 1 dari Kekuatan Iman untuk menyelesaikan Persidangan."


...


Σ(・_・;)?


Terkaget sesaat, bahwa masih ada tingkatan dalam sebuah kepercayaan. Dengan keraguan, Bion bertanya kepada BiSan5 yang melihatnya dengan ragu seolah ia tahu apa yang akan ditayangkan Bion.


Akhirnya Bion hanya bisa mengungkapkan keraguannya.


" Memangnya, ada berapa Level Iman itu?"


...


...


Setelah hening sejenak.


...


Ragu-ragu sesaat, BiSan5 akhirnya menjawab Bion dengan suara kecil karena ia sendiri juga tidak tahu pastinya.


" Ada 5 Level. "


" Dan untuk kualitasmu saat ini, hanya untuk menyentuh 1 level saja sudah cukup."


...


╮(╯_╰)╭


Tanpa daya Bion juga tau bahwa kekuatan puncak (4 dimensi) miliknya yang telah di kalikan dengan Perpecahan Jiwa pun, hanya bisa menyentuh tepi level 1 saja.


" Ok, aku mengerti bahwa untuk mendapat kekuatan ini sungguh-sungguh sangat sulit."


...


" Ya. "


BiSan5 sendiri juga merasa tidak berdaya dengan hal ini.


" Mudah untuk mendapatkan replika, Namun untuk mendapatkan yang paling murni sungguh sangat sulit."


" Baiklah, aku memiliki pertanyaan terakhir."


" Apa Kepercayaan Iman mu?"


...


(⊃; •́‿•̀ )


" Aku? Aku hanya percaya , bahwa aku tidak Boleh Sombong dengan kekuatan ku sendiri."


...


Melihat Bion yang sangat sulit berkeringat memikirkannya. BiSan5 hanya bisa membuat sedikit kesimpulan global dari jawaban Bion.


" Yah, jadi kamu hanya mempercayai dirimu sendiri dan bersikap rendah hati."


" Yah, kira-kira begitu."


╮(╯_╰)╭


Tanpa daya, Bion sendiri juga ragu dengan Kepercayaan.


BiSan5 yang juga melihat keraguan Bion juga tersenyum tanpa daya.


Orang lain tidak bisa memutuskan kepercayaan mu, hanya sebagai pemandu atau pengarah menuju yang kamu percayai.


" Jadi..... Baiklah, maka aku akan memulai Persidangan. Apakah kamu siap..!"


" Ya, aku siap."


Dengan wajah jelek, dari keraguan menjadi ketegasan. Bion menjawab BiSan5 dengan singkat jelas dan padat.


( Selesai)

__ADS_1


__ADS_2