Bion

Bion
Bab 24. Kebesaran BiSan2


__ADS_3

Bab 24. Kebesaran BiSan2


Dengan penuh keraguan setelah ditendang BiSan2 tanpa alasan, Bion memasuki persidangan ke-2 bagian 2.


Menstabilkan tubuhnya dengan kekuatan Mental. Bion mendapati bahwa semua kemampuannya tersegel dan hanya kemampuan mental yang diperbolehkan.


Kekuatan Mental Bion juga merupakan kekuatan domain. Di dalam domain ini ia adalah penguasa absolute.


Namun, penguasaannya tentang domain hanya terbatas penggunaan dan belum memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lebih lanjut.


Melayang di kekosongan.


Melihat sekelilingnya dengan kekuatan domainnya, Bion mendapati ini adalah dunia putih lain dan hanya ada putih.


"Hai Peserta Persidangan, aku penguji dalam tahap ini."


Bion mendengar suara dari kekosongan di depannya, dan ia mendapati kekosongan itu perlahan memadat menjadi Persis sama dengan Bion.


"Hai, Penguji. Bolehkan aku bertanya?" Tanya Bion dengan sedikit keraguan.


" Ayo silahkan saja bertanya, kita akan memiliki waktu yang sangat-sangat lama disini."


"Dan jangan kawatir tentang waktu di dunia nyata, karena di persidangan ini aturan waktu hampir sama dengan berhenti."


"Kira-kira rasionya 1 miliar abad banding 0,00...01 detik."


"Jadi silahkan bertanya, kita santai saja. Apakah kita perlu minum kopi? Atau..."


Bion melihat BiSan3 ,sebagai penguji yang paling ramah dalam berbicara. Mendengarkan penjelasannya Bion mendapatkan banyak informasi.


Namun kebelakang, semakin lama BiSan3 berbicara, semakin ia tidak bisa berhenti.


Mulai dari mari kita minum kopi?


Kopi apa yang paling enak?


Dan mulai menceritakan zaman dulu waktu pertama kali ia melihat pohon kopi kesukaannya.


...


...


Bion akhirnya tau, apa itu sakit telinga penumpang biasa di dalam pesawat.


Juga seperti saat mendengarkan bunyi keras radio rusak dengan baterai abadi.


Sekali berbicara tidak akan ada akhir,


Hanya untuk kata kopi saja sudah sampai sejarah dan perkembangan. Tapi belum beranjak untuk membuat kopi. Hanya terus bercerita di depan Bion.


┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻


" STOP ... !! "


"Kopa Kopi Kopa Kopi"


"Jadi kapan kita minum kopinya?"


"Mari membuat kopi"


"Jangan berbicara kopi terus menerus!"


Bion marah.


"Ups , kelalaian tugas. Kamu harus tahu bahwa......." BiSan3 mulai menceritakan pengalamannya hidup sendirian di ruang pengujian ini selama bertahun-tahun yang tidak terhitung jumlahnya.


Mendengar cerita ini Bion juga mulai tertarik.


Sesekali ia juga menanyakan beberapa masalah dalam mempertahankan kekuatan mentalnya.


Cara memperkuat kekuatan mental.


Cara terbaru dan ide-ide baru dalam kekuatan mental juga menjadi bahasan topik pertanyaan Bion.


1 tahun berlalu


...


Bion dan BiSan3 telah berbagi cerita dan Pengalamannya tentang kekuatan mental, yang sudah dipastikan kebanyakan adalah cerita BiSan3.


(☉。☉)!


"Ah, aku baru ingat. Dulu kamu baru datang ke persidangan ini mau bertanya kepadaku apa ya? " Tanya BiSan3 dengan terkejut mendapatkan ingatan yang tiba-tiba.


→_→


Bion mendengar ini memutar matanya.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya, mengapa BiSan2 menendang ku tiba-tiba saat aku mau mendorong tongkat emas mencoba seberapa kuatnya aku? Tanya Bion penasaran.


(⇀‸↼‶)?


"Itu... Seharusnya BiSan2 tidak melakukan hal semacam itu kepada peserta percobaan. Jadi pasti ada yang telah kamu lakukan?"


Tanya BiSan3 dengan tidak pasti.


( ˵ ° ~ ° ˵ )


" Waktu itu aku pernah secara tidak sengaja mengambil makannya di puncak tongkat emas. Apakah karena ini?" Jawab Bion sambil menundukkan kepalanya dengan malu.


...


...


Ada keheningan sejenak di sini.


...


...


Mendapati ada keheningan Bion mencoba mendongak dan melihat Wajah BiSan3 yang berubah dari rumit dan tak berdaya.


Setelah beberapa saat.


"Itu, apakah kamu mencoba kekuatanmu setelah melangkah ke puncak tongkat emas?


Tanya BiSan3 dengan hati-hati.


"Iya, apakah ada masalah?"


(・_・;)?


Bion kebingungan.


"Dan apakah kamu sudah tau bahwa setelah mencapai puncak tongkat emas ini, kamu telah lulus persidangan itu?" Lanjut pertanyaan BiSan3.


"Tahu aku."


(・~・)


" Dan karena aku telah lulus namun mendapati kekuatanku bukan kekuatan tubuh nyata, BiSan2 hanya memberi ide dan saran untuk memperkuat dan memperbaiki kekuatan ditubuh ku."


Bion menjelaskan dengan rasa tak berdaya.


"Iya, begitulah yang terjadi." Jawab Bion


┐( ˘_˘)┌


"Kamu harus tau bahwa kita Utusan. Selalu berada di ruang persidangan terkunci menunggu peserta persidangan muncul?"


\(°o°)/


"Ya, aku pikir juga seperti itu."


Bion kaget setelah mendengar pertanyaan BiSan3.


....


BiSan3 mulai perlahan menjelaskan,


"Jadi mari aku jelaskan, Kita Utusan sedang menunggu peserta persidangan. Sembari menunggu kita juga melakukan aktifitas tertentu untuk mengurangi rasa kebosanan."


"Tongkat Emas yang kamu lihat itu adalah senjata hidup yang dimiliki BiSan2."


"Senjata Hidup adalah Senjata yang sudah melahirkan jiwa alami dalam senjata.


Senjata Hidup memiliki banyak kelebihan, yang salah satunya adalah senjata ini dapat menjadi kuat bersama pemiliknya.


Namun kekurangannya adalah itu hanya bisa menjadi satu-satunya senjatanya."


"Jadi dapat dimaklumi bahwa BiSan2 sangat menyukai senjata ini.


Apalagi jiwa yang hadir adalah jiwa seorang wanita."


Berhenti sejenak, dan menghela nafas dalam-dalam, BiSan3 melanjutkan,


"Dan karena aturan persidangan, Senjata Hidup BiSan2 di jadikan sebagai sarana Standar kelayakan kelulusan sidang."


"Dengan asumsi keselamatan peserta ujian Tongkat Emas menerima segel untuk menyegel kekuatan dari BiSan2."


"Segel itu adalah sebuah batu kubus hitam di tengah-tengah ruang rapat yang kamu lihat di puncak tongkat emas."


"Dan untuk mempertahankan segel itu, BiSan2 harus terus memukul batu itu dalam rentang beberapa waktu secara terus-menerus."


"Jadi kamu bisa membayangkan sendiri kenapa BiSan2 menendang mu saat kamu sudah menyelesaikan persidangan. Namun kamu masih ingin mencoba-coba seberapa kuat kekuatan mu."

__ADS_1


...


...


...


(˘・_・˘)?


Mendengar ini Bion tidak bisa tidak bertanya.


"Itu... Seberapa kuat BiSan2 ?


Dan kenapa BiSan2 harus menerima segel ?"


Mendengar pertanyaan Bion, BiSan3 menjawab,


" Seberapa kuat kekuatannya itu sebenarnya sama denganku dalam standar tertentu. Namun kita juga memiliki kelebihan tertentu."


"Semisal aku adalah ahli kekuatan mental.


Dan BiSan2 ahli dalam kekuatan tubuh."


"Jika aku tidak salah menebak, apakah BiSan2 ukuran tubuhnya sama denganmu?"


Menganggukkan kepalanya, Bion juga mengingat Ukuran tubuh BiSan2.


"Sekarang Taukan kamu seberapa tinggi tongkat emas itu?"


Bion Menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mengingat tidak bisa melihat ujung puncak tongkat emas itu.


Meski Bion telah berada di puncak tongkat emas, itu karena ia menggunakan kemampuan Jalan Putihnya yang bisa berpindah membawa pemikir menuju tujuan dengan menyentuh angka 1 dan 2.


Melihat Bion menggelengkan kepalanya, BiSan3 tersenyum dan dengan kekuatan mentalnya ia memadatkan sebuah gambar hologram dengan ukuran 10 cm, yang memperlihatkan ada manusia yang sedang bersandar di sebuah dinding tebing pegunungan.


Melihat gambar yang tiba-tiba muncul ini, Bion juga penasaran melihatnya dan terfokus kepada gambar ini.


Mendapati Bion telah memperhatikannya dengan cermat. BiSan3 mulai memperbesar ukuran gambar hologram.


Yang gambar hologram tadi seukuran 10 cm perlahan memperbesar.


...


20 cm


50 cm


...


Namun Bion mendapati bahwa ukuran manusia ini tidak bertambah lebar, hanya pemandangan didalam gambar yang telah di perluas.


Dari tebing gunung meluas menjadi rantai pegunungan yang panjang dan semakin tinggi.


Ada lautan yang terlihat, namun lautan itu seperti danau saat penglihatan gambar semakin di perbesar.


Rantai pegunungan telah menjadi saling terkait seperti daratan.


...


1 juta kilo meter


5 juta kilo meter


...


...


Melihat ukuran gambar hologram yang semakin di perbesar hingga sampai ke atas awan.


Bion akhirnya tau, apa pengunungan - pegunungan itu.


Tak lain dan tak bukan adalah kulit dari sebuah jari-jari kaki


Dan lautan itu telah menjadi sepercik air yang menempel di jari-jari kaki ini.


Mendapati gambar hologram masih memperbesar. Bahkan dengan kekuatan mental Bion yang telah mencapai luas 1 miliar km hanya bisa melihat sampai di ujung paha.


Bion tidak tahan dan buru menghentikan tindakan BiSan3.


(^▽^)/


"Cukup..! Cukup...! Aku tau seberapa kawatir BiSan2 akan menyakitiku dengan tubuhnya itu."


Melihat ini BiSan3 tersenyum dengan lambaian tangannya dan gambar hologram ini menghilang.


"Baiklah karena penjelasannya telah selesai aku akan memberitahumu tentang persidangan ke-2 bagian 2."


Kata BiSan3 perlahan-lahan.

__ADS_1


(Selesai)


__ADS_2