
Bab 69 Terbunuhnya Ikan Paus Terbang.
Bion melihat kedepan dan menusuk Mata Paus Terbang dengan sekuat tenaga lagi.
Namun, ia mendapati ada sebuah penghalang tebal yang sedikit lebih sulit daripada kulit Paus Terbang.
Dan dengan Langkah kaki lain.
Bion langsung menghilang dari tempatnya menuju bagian bawah perut Ikan Paus Terbang yang telah menelurkan ikan-ikan terbang.
Menebas dengan tebasan yang kuat lainnya. Bion juga tanpa daya menemui penghalang lain yang sangat kuat.
Namun hanya sesaat.
Ada sesuatu yang tidak lepas dari pengamatan Bion yaitu, meski penghalang di sini sangatlah kuat. Bion bisa merasakan bahwa, pemulihan penghalang ini tidaklah secepat kulit Paus Terbang.
Bila penghalang di mata Paus Terbang itu tebal, maka di bagian bawah perut ikan Paus ini memiliki penghalang yang lebih tipis namun berlapis-lapis.
Arrrr......
Gelombang suara dashyat menghantam Perisai disekeliling Bion. Retakan lain muncul di permukaan Perisai yang telah rusak.
Bion merasa, bahwa saat ini ia harus mengambil keputusan.
Jadi Bion hanya tanpa daya, memikirkan solusi yang sangat tidak masuk akal lainnya.
Jika Ia harus menghancurkan Paus Terbang ini dengan kepala di (satu lawan satu ) maka pasti akan susah dan memakan waktu yang sangat lama.
Jadi dengan kilatan.
Bion menghilang dari tempatnya.
Saat itu
Bion bisa sangat fokus melakukan percobaan kepada Ikan Paus Terbang, haruslah sangat berterimakasih dengan Perisai yang selalu mengelilinginya, yang telah menangkis semua serangan terhadapnya.
Kembali ke Inti Dunia Mental.
Bion menyelipkan jarum yang telah di sembunyikan dengan lapisan jiwa ke dalam Ikan Terbang.
Saat Ikan Terbang dalam keadaan jeda, karena lintasan "Pedang Kembali ke Asal".
Dan dengan bantuan "Pedang Ruang dan Waktu". Bion bisa menyisipkan jarum jiwa ini kedalaman tubuh ikan terbang dengan sangat aman tanpa menimbulkan sebuah ledakan.
__ADS_1
Setelah selesainya Bion menaruh Jarum Jiwa dan jeda singkat di Ikan Terbang, terangkat.
Ikan terbang yang telah memiliki Jarum Jiwa di tubuhnya, melangkah mundur seperti telah menekan tombol [BACK ].
Kembali ke asal, mundur cepat ke dalam perut Ikan Paus Terbang tanpa halangan apapun.
Dan jarum Bion juga dengan pasti telah memasuki perut Ikan Paus Terbang.
Dan tanpa pikir panjang.
Bion tahu apa yang harus dilakukan.
KBoooMmmmm.......
Suara dashyat muncul di perut Ikan Paus Terbang dan Ikan Paus Terbang pun mulai bergetar hebat lalu terjatuh dari langit dengan sangat cepat.
Dan Bion yang merasa bahwa, ketika Jarum Jiwanya telah menyerap Jiwa dari Ikan Paus Terbang. Sepertinya, setiap Jarum Jiwa miliknya telah sangat diperkuat berkali-kali lipat.
Dan yang pasti, Bion sekarang merasa bahwa Ia telah mendapatkan Hadiah Utama.
Karena, selain jiwa Ikan Paus Terbang yang sangat kuat. Jiwa Ikan Paus Terbang juga sangatlah banyak berkali-kali lipat dari pada jiwa monster laut dalam, yang rata-rata memiliki kekuatan dan jumlah jiwa di pertengahan (4 dimensi )
" Apakah Paus terbang ini seperti kumpulan-kumpulan dari berbagai jiwa makhluk hidup?"
Bion mendesah dengan kemiskinan yang telah membatasi pandangannya.
Yang tidak Bion tahu adalah Raja Laut Dalam telah berhemat dan telah mengumpulkan semua Ikan Paus Terbang selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya dari generasi ke generasi Raja terdahulu.
Dan bila Raja Laut Dalam tahu bahwa, Bion yang sekarang memiliki mata serakah memandang Ikan Paus Terbang miliknya.
Pastilah, Raja Laut Dalam saat ini akan berteriak marah dan menyemburkan darah tua.
...
" Hehehe.... Karena ada seseorang yang telah berbaik hati memberiku hadiah ulang tahun. Maka, aku sebagai orang yang sangat baik , harus menerimanya dengan tangan yang terbuka lebar."
Dengan itu.
Bion langsung melakukan hal yang sama lagi seperti , ketika membunuh Ikan Paus Terbang pertama.
Menyisipkan Jarum Jiwa di Ikan terbang saat jeda, ketika berada di lintasan Pedang Kembali ke Asal, dengan bantuan Pedang Ruang dan Waktu.
Lalu.
__ADS_1
Membunuh Ikan Paus Terbang.
Lalu.
Memperkuat dan memperbanyak Jarum Jiwa miliknya.
Dan yang terakhir.
Bion bahkan tidak melepaskan potongan daging, yang baru saja telah selesai ia panggang.
" Enak..... "
Bion sekarang telah santai lagi, di Inti Dunia Mental. Duduk, memantau pertempuran dengan sepotong Ikan Panggang di tangannya.
...
[ Di kedalaman Laut Dalam ]
" Tuan-Tuan, tidak baik. "
" Apa lagi yang tidak baik. "
" Perang di garis depan telah jatuh ke orang yang serakah. "
" Hah? Maksudmu? "
" Ah? Maksud saya adalah Musuh telah menghancurkan Ikan Paus Terbang dan bahkan tidak menyisakan apapun. "
" Tidak menyisakan apapun? "
" Ya, Tuan. "
" Baiklah kamu bisa pergi dan terus mengintai musuh ini. Bila Paus Terbang tidak lagi bisa mengatasinya, maka tarik pasukan itu dan bawa pasukan itu ke dasar laut dalam untuk bersembunyi. "
" Baiklah Tuan. "
...
Raja Laut Dalam mendesah kecil, saat melihat pembawa pesan ini telah pergi meninggalkan istananya.
" Bion, Kamu, Sungguh.... "
(Selesai)
__ADS_1