
Bab 75 Pilar Petir.
Saat Bion melihat banyak Jarum Jiwa miliknya menyatu.
Bion merasa bahwa, ia sangatlah beruntung untuk mendapatkan sejumlah besar Jarum Jiwa dari monster-monster sebelumnya saat peperangan pengepungan laut.
Saat ini, Bion pun tidak lagi khawatir dengan hilangnya Jarum Jiwa lagi dan karena merasa seperti orang kaya baru. Bion bisa lebih leluasa melakukan berbagai eksperimen dengan Jarum Jiwa miliknya dengan sangat boros.
Dan yang lebih penting lagi.
Di dalam awan gelap ini hanya akan merubah tipe kekuatan Bion menjadi tipe air tanpa mengubah kemampuannya yang sesungguhnya.
Jadi Bion bisa sedikit rileks saat ini dan "Yah.... Meski masih ada sedikit yang menggangu ,sih..."
Seperti, Bion yang harus lebih berhati-hati saat menghadapi monster bertipe listrik.
Namun hal ini bisa di abaikan karena hanyalah masalah kecil untuk Bion.
Dan yang membuat Bion lebih bangga adalah karena sebagian banyak kemampuan miliknya merupakan kemampuan bertipe global tanpa terfokus ke arah tertentu.
Hal ini memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Kekurangan adalah lebih lama dalam peningkatan kekuatan miliknya namun kelebihannya juga bisa mengatasi kesulitan apapun di situasi apapun.
Saat melihat sekelilingnya.
Dalam pandangan Bion terlihat berbagai monster aneh mulai berdatangan ke arahnya. Mereka sepertinya telah merasakan kekacauan perang tadi.
Dan tanpa perlu khawatir.
Bion mulai mencari tugas ujian ini.
"Hehehe.... Ayo cari Mutiara Air itu."
Dengan perintah Bion, munculah sejumlah besar Jarum Jiwa yang telah terkonsentrasi dari sekian banyak Jarum Jiwa.
Mereka mulai menyebar mencari mutiara air yang seperti disebutkan dalam tugas di kotak misi.
Dan saat Bion melihat Jarum Jiwa yang telah hilang dan menyebar.
Berbalik.
Bion mulai melihat perisai miliknya sendiri yang telah membuat wajahnya hangus hitam tadi.
__ADS_1
Meski ia tidak memiliki dendam terhadap perisai miliknya.
Namun Bion tidak ingin mengalami hal yang serupa jika ia berada di dunia nyata.
Tidakkah Sisi dan yang lainnya akan tertawa terbahak-bahak jika mendapati ayahnya yang dengan sombong menangkis serangan dari musuh dan tiba-tiba ia berubah hangus dan hitam.
(-_- )ノ⌒┫ ┻ ┣ ┳
Tidak lucu, kan? Kan?
"Jadi sepertinya aku sekarang harus membuat sedikit perubahan untuk perisai ini?"
Setelah memutuskan.
Bion mulai mengumpulkan Jarum Jiwa lain membuat Pilar-pilar penangkal petir yang mulai merakit mengelilinginya.
Dan dari waktu menghancurkan Singa Petir hingga sekarang saat melihat pilar-pilar petir di sekelilingnya. Bion hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.
Dan Bion pun juga tidak lupa membuat perisai tebal yang mengelilinginya seperti sangkar kotak sebagai penghalang angin topan dan badai.
Setelah merasa siap.
Namun dengan penangkal petir di sekelilingnya. Bion tidak lagi merasa seperti sebelumnya, yang sangat tidak siap dengan serangan yang datang secara tiba-tiba.
Dengan bantuan Alam (Petir), Petir-petir yang telah tersimpan di dalam penyimpanan sementara Penangkal petir ini, akan secara otomatis mencari target yang berada dalam jangkauannya. Dan secara otomatis akan menyerang hingga hewan dan makhluk yang bermusuhan terbunuh.
Bila sesekali ada yang lolos dari serangan pilar petir, maka Jarum Jiwa yang telah mengintai dan tersembunyi. Akan dengan cepat dan langsung memberi mereka pukulan fatal tanpa (bisa) membiarkan mereka melangkah lebih jauh.
Melihat monster-monster ini yang hanya bisa sedikit mendekatinya dan langsung terbunuh.
Bion selalu merasa seperti memainkan Permainan Defender.
(^ 〰 ^)?
Akhirnya, Bion pun bisa mulai fokus kembali kepada peningkatan Perisai miliknya.
" Peningkatan apa yang harus aku lakukan dengan perisai ini?"
Bion mulai duduk melayang di udara tanpa memasuki Inti Dunia Mental.
Menggaruk-garuk kepalanya, Bion sedikit kebingungan dengan apa yang harus dilakukan dengan Perisai miliknya.
__ADS_1
Dan tanpa sadar, Bion mulai mengambil ikan panggang yang telah ia rencanakan untuk di simpan, diberikan kepada Sisi dan yang lainnya.
Mengambil Ikan Panggang dari Luar Dunia Mental.
Bion mulai menggigitnya.
Klik.
Gigi Bion sakit.
Melihat Ikan Panggang di tangannya telah berubah menjadi Ikan Es Panggang.
Tiba-tiba Bion merasa sembelit.
Karena bahkan ruang penyimpanan nya pun telah berubah menjadi suatu hal yang bertipe air.
Bion tanpa tau harus melampiaskan kemana.
Hanya bisa mulai mengutuk-kutuk Kura-kura kecil, yang telah membawanya kesini.
" Sial..... Kura-kura kecil yang keji."
....
(Di kedalaman laut yang indah, 180° berbeda jauh dengan tempat Bion yang hujan badai penuh petir).
"Hacccuh......"
Saat ini, Kura-kura kecil tiba-tiba bersin.
"Siapa disana yang berani-beraninya mengutukku."
"Hei... Kura-kura kecil, jangan berpaling."
" Ah.... BiSan6. Ku kutuk kamu lajang seumur hidup."
" Oh, Terimakasih. Maka terima lah (tendangan tanpa bayangan...)"
"Ahhh......."
(Selesai)
__ADS_1