Bion

Bion
Bab 45 TAMAN SURGAWI


__ADS_3

Bab 45 TAMAN SURGAWI


Ruang tamu Rumah Bion.


" Net sebelum kita membahas detail, ada yang ingin aku lakukan dan itu akan membutuhkan bantuan mu."


Bion tiba-tiba berkata dan ingin meminta bantuan Net yang sedang dalam mode karyawan yang kompeten.


Σ( ͡◉ ͜ ʖ ͡◉)


"Ah apakah itu?" Terkaget, Net bertanya dengan penasaran.


(^ 〰 ^)


"Ini tentang kemampuan baruku."


Jawab Bion dengan singkat dan melanjutkan untuk membuat alasan yang tidak jelas.


" Nanti kamu pasti akan mengerti."


Mendengar hal yang meragukan ini, Net tetap percaya kepada Bion.


(゚ο゚人))


"Hm, baiklah. Apa yang perlu aku lakukan?"


" Ini, kamu hanya menyerahkan semua otoritas servermu sesaat, bisakah itu?"


⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄


Bion bertanya dengan sangat malu.


"Jika ini pemintaan orang lain, tentu aku melarang. Tapi untuk kamu? KAKAK Bion, jadi tidak apa-apa."


^ ͜ ʖ ^)


Net menjawab dengan senyum yang hangat untuk Bion yang terlihat malu ini.


...


" Ini."


Net memberi sebuah coin putih.


" Ini adalah penghubung yang aku buat untuk mempermudah mu terhubung ke server INTERNET ku."


Mendapatkan COIN Putih, Bion yang telah malu hanya bisa mengucapkan syukur.


" Baiklah Terimakasih Net, maka aku mulai. "


" Kakek J.Bli, mohon bantuannya jika terjadi kecelakaan."


|b_( ͡° ͜ʖ ͡°)


J.Bli: " Ok."


Bion mulai memperluas cangkupan Dunia Mental tanpa terlihat, karena Bion menggunakan semua kemampuan lapisan jiwa tak Tersentuh dan Berubah-ubah untuk menutupinya.


...


Setelah Bion merasa batas penyebarannya.


Ia mulai memasukkan semua hal yang berhubungan dengannya ke dalam inti dunia mental.


Termasuk Rumah Bion sendiri, juga mulai perlahan bergabung tanpa terlihat.


J.Bli sendiri melihat tindakan Bion juga terkagum dengan, seberapa takutnya Bion akan masalah dan kematiannya.


Bion sekarang merubah hal yang nyata menjadi (Salinan) Nyata, dan membawa semua hal yang nyata termasuk Vlay, Sisi, BimA, dan seterusnya bahkan satelit, kapal penyelamat, serata Virus 01 milik Net, tidak luput dari Bion untuk dibawa ke ruang inti Dunia Mental.


[ Hemat pangkal kaya. ]


(^∇^)ノ♪


" Hidup Hemat...!"


...


Didalam Inti Dunia Mental.


Meski semua hal, yang "nyata" di dunia nyata telah berganti menjadi "(Salinan) Nyata". Namun semua hal di sini, masih mempertahankan koneksi dengan Dunia Nyata yang Sebenarnya.


Jadi apapun yang terjadi dengan Vlay, Sisi dan yang lain di Dunia Nyata Sebenarnya.


Bion yang sedang melakukan Persidangan nanti tidak khawatir karena Vlay, Sisi dan yang lainnya sekarang hanyalah sebuah "(salinan) nyata ". Dan tubuh utamanya telah berpindah ke inti dunia mental Bion.


...


Sesaat, Bion merasa semuanya sudah selesai.


Ia berdiri dan berjalan keluar dari ruang tamu menuju toko lantai 1 tanpa bersuara untuk Vlay, Net, dan J.Bli.


Melihat Bion yang memegang COIN Putih penghubung ke server INTERNET, dalam diam telah berdiri dan pergi.


Vlay dan Net yang kebingungan hanya terdiam dan mengikutinya. Dan J.Bli yang seperti bayangan tetap diam tersenyum, juga mengikuti mereka untuk melihat sebuah kesenangan.


...


Toko lantai 1.


Melihat Kedatangan Bion dan yang lainnya. Sisi yang sedang berdiskusi untuk menyelesaikan Misi dengan kakak-kakaknya terkaget.


Σ(。◕o◕。) Σ(。◕o◕。) Σ(。◕o◕。) Σ(。◕o◕。)

__ADS_1


Sisi sebagai wakil kakak-kakaknya, kemudian bertanya kepada Bion tanpa bangkit dari tempat duduk.


" Ayah, Apakah Sudah selesai?"


(*﹏*;)


Melihat Ayahnya yang tetap diam, Sisi menjadi gugup.


(☉。☉)!


BimA: "Hah? Ayah mengabaikan Sisi?"


(ー_ー゛)


BinTang: "Ya, Ayah dalam masalah, sekarang."


\( ๑ ° o ° ๑ )/


BiLBo: "Oh, Kenapa Ayah pergi ke Pintu Toko?"


Sisi yang merasa dunia telah meninggalkannya, perlahan mengalihkan pandangan ke arah ibunya dengan ekspresi sedih.


(ᗒᗩᗕ)


" Ibu, kenapa ayah mengabaikan ku?"


(✿^‿^)/(。•́︿•̀。)


Vlay mendekati Sisi dan mengelus-elus rambutnya.


" Sisi, Ayah tidak mengabaikan Sisi. Namun sekarang Ayah sedang fokus bekerja. "


" Ah, ayah ternyata sedang bekerja?"


Sisi yang terkaget mendengar perkataan ibunya, ragu-ragu sesaat untuk mempercayainya.


(≧_≦)?


" Kenapa terlihat seperti melamun."


(✿^‿^)


Vlay memberikan Sisi sebuah alasan yang sangat khusus.


" Ayah sepertinya tidak melihat Sisi karena, pekerjaan ayah kali ini sangat spesial.


Jadi Sisi tidak perlu kawatir akan hal ini."


" Dan Sisi, mari kita ikuti Ayah? Lihat apa yang akan dilakukan Ayah? Tidakkah Sisi penasaran dengan pekerjaan Ayah?"


" Ya, Sisi akan melihat pekerjaan apa yang membuat Ayah, begitu fokus akan pekerjaan spesialnya."


(≧▽≦)?


Vlay hanya tersenyum mendengar Sisi dan mulai mengangkat Sisi ke pelukannya, kemudian mengikuti Bion.


(✿^‿^)


" Ayo, anak-anak kalian ikut juga."


(^∇^)ノ♪ ┏(^0^)┛ (๑^◡^๑)ノ♬


BimA: "Ya, Bu."


BinTang: "Ya Ibu."


BiLBo: " OKAY."


...


Bion perlahan membuka Pintu Toko.


...


Di luar Rumah Bion.


Sekarang ada kekosongan hitam. Namun perlahan, kekosongan ini berubah putih dengan terbukanya Pintu Rumah Bion.


Melihat pemandangan ini.


Bion perlahan menggerakkan tangannya melambai ke udara.


Dan kekosongan yang berubah putih ini dengan cepat mulai berubah lagi.


...


Tanah subur muncul perlahan dari kedalaman.


Rumput hijau dengan cepat tumbuh.


Banyak pohon buah-buahan, sayuran, aneka taman bunga dengan cepat memenuhi hamparan tanah yang subur.


...


Sekali lagi, Bion melambaikan tangannya.


...


Tanah.


Munculah gunung-gunung yang terhubung menjadi pegunungan.


Mengalir Sungai-sungai yang terhubung menjadi Samudra Lautan.

__ADS_1


Banyak danau indah mulai terlihat ditemukan.


Langit.


Membentang warna biru di atas langit.


Awan putih bermunculan saling merakit.


Matahari hangat perlahan bangkit.


Pelangi menyinari menambah ba'it.


Embun dingin berhembus sedikit demi sedikit.


Angin sejuk meniup kulit.


Dedaunan menari sepanjang bukit.


Taman Surgawi muncul di hitungan menit.


...


Melihat ini, Bion masih terasa sunyi sepi.


Dengan tekat, ia melambaikan tangannya lagi.


...


Kupu-kupu, kelinci dan hewan-hewan lucu bermunculan.


Sapi dan kambing muncul di sebuah peternakan.


Tak lupa, munculah Ayam dan berbagai ikan-ikan.


...


Memandang Taman Surgawi ini, Bion merasa sangat puas.


Namun sepertinya masih ada sesuatu yang belum lengkap.


Akhirnya, Bion melambaikan tangannya kesekian kali.


...


Sebuah jalan setapak dengan bebatuan datar membentang sepanjang pandangan.


Jalan setapak ini seperti memecah taman surgawi menjadi dua bagian.


Pintu masuk rumah Bion menghilang dan mulai muncul berdiri di ujung jalan.


Tidak lupa, di dalam luasnya taman surgawi ini. Pintu Tersembunyi sebagai Ruang Gawat Darurat menghilang dan muncul tidak beraturan.


...


Bion melihat pekerjaannya telah selesai. Ia hanya berbalik dan dengan sebuah pikiran. Pintu masuk Rumah Bion yang telah menghilang muncul lagi dengan sebuah pintu baru.


Ketika Bion memperhatikan Vlay dan Net yang sudah kaget melihat yang terjadi di depan mereka.


Sisi, BimA, BinTang, dan BiLBo sekarang memiliki bintang di mata kecilnya.


J.Bli hanya tersenyum dan Kupu-kupu Abadi yang tanpa tahu kapan, telah terbang dengan riang ke taman bunga.


Memberikan COIN Putih kepada Net yang masih terkejut.


୧(^ 〰 ^)୨


" Bagaimana pekerjaan Ayah?"


Bion kemudian bertanya kepada anak-anak dengan senyum.


✧(>o<)ノ✧


Sisi: " Ayah, Ayah sungguh luar biasa."


(☆▽☆)


BimA: " Ayah Hebat."


(つ✧ω✧)つ


BinTang: " Ayah Sungguh Fantastis."


ᕙ(@°▽°@)ᕗ


BiLBo: " Ayah Super Kuat."


" Hahaha... ini hanya hal kecil... hal kecil..."


୧(^ 〰 ^)୨


Bion dengan sombong bersemangat memamerkan karyanya di depan anak-anak tanpa peduli waktu dan tempat.


Vlay dan Net yang telah memulihkan keterkejutannya sekarang.


(✿^‿^) ( ^ ͜ ʖ ^)


Melihat ayah dan anak yang riang gembira bermain di Taman Surgawi ini, juga mulai ikut tersenyum bahagia.


( ͡ ͜ ʖ ͡)


J.Bli di samping juga ikut bahagia melihat keluarga ini berbahagia.


( Selesai )

__ADS_1


__ADS_2