Bion

Bion
Bab 87


__ADS_3

Bab 87


"Karena ruang waktu tidak berlaku untuk sumber air. Maka dari itu, terimalah serangan ku, Bionnnn.....!"


Boommmm.....!


Bion menerima serangan dari kura-kura kecil dengan sangat kuat, dan tanpa memberinya banyak persiapan, ia langsung terkena dampak besar memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Sekarang kura-kura kecil tidak lagi bisa disebut kecil, karena ukuran tubuh kura-kura kecil yang terus berkembang semakin besar dan semakin kuat.


Dan saat menerima serangan barusan, Bion langsung tahu bahwa pertahanan perisai miliknya telah banyak sisik perisai yang mulai runtuh.


"Apakah kura-kura kecil tahu bahwa perisai milikku memiliki kekebalan terhadap suatu serangan yang sama?"


Bion merasa selama persidangan ini, tidak hanya BiSan6 yang terus mengawasinya, namun kura-kura ini juga mulai mengamatinya dengan cermat. Mungkin ia sudah mengharapkan pertempuran kita ini?


Melihat lagi, sisik perisai yang kehilangan seperempat dari jumlah nya. Bion merasa sangat sakit saat ini.


Kita harus tahu, bahwa Bion telah mengumpulkan sangat banyak jumlah sisik perisai dari serangan monster sebelumnya. Dan sekarang, melihat jumlah sisik yang telah hilang banyak. Bion langsung tahu seberapa kuat dan beraneka ragam, satu serangan kura-kura itu.


"Sepertinya, saat ini kekuatan kura-kura itu tidak lagi berada di kisaran puncak (4 Dimensi)? Apakah ia telah menyentuh ambang batas (5 dimensi)? "


Bion hanya melintas pikiran sesaat ini, dan ia mulai kembali fokus kepada pertempuran nya lagi.


....


" Oh, hahaha.... aku sudah tahu bahwa hanya sekali serangan saja tidak cukup untuk menghancurkan perisai mu, Bion...!"


Booommmmm....!


Serangan lain menghantam Bion, yang saat ini sedang dalam mode bertahan. Memikirkan cara menangani serangan beragam kura-kura kecil ini.


Ukhuk....! ukhuk....!

__ADS_1


Saat terbatuk keras.


Bion hanya mendongak melihat kura-kura besar di depannya.


Memandangnya dengan tenang.


Seperti merasakan yang di serang barusan bukanlah dirinya.


Melirik ke samping.


Dan tinggal setengah dari sisik perisai yang tersisa.


Meski sesak napas dengan kerugian ini. Bion tetap tenang memandang kembali kura-kura kecil yang telah menyerap semua kekuatan hasil dari pedang kembali ke asal, miliknya.


Dengan ukuran sebesar benua. Kura-kura kecil memandang Bion seperti orang yang merendahkan. Karena ukurannya yang sangat besar, kura-kura kecil hanya bisa lebih fokus memandang di depannya, Bion yang sangat kecil.


Dan melihat Bion yang masih tenang melihatnya tanpa keinginan untuk menyerang, kura-kura kecil sepertinya telah tersulut oleh api kemarahan, " Jangan memandang ku dengan pandangan itu, Bionnn.....!"


Siuuuuuu.......!


Boommmm.....!


Tanpa halangan Bion menghantam terumbu karang di kedalaman lautan dengan sangat keras.


Ukhuk...! Ukhuk....!


Bion kembali memuntahkan seteguk darah besar, dan bertambah pula banyak cedera kecil dan besar baik organ dalam yang telah menerima cidera atau banyak kulit yang mulai tersayat berdarah.


....


Di pinggiran tribun penonton. Melihat kekuatan agung raja mereka. Para penonton mulai bersorak liar, menyanyikan pujian-pujian untuk raja mereka.


"Hidup Raja..."

__ADS_1


"Raja Perkasa..."


....


...


Di arena.


Kura-kura yang telah menunggu gerakan Bion, mulai ragu. Karena ia mendapati, Bion tidak lagi keluar dari reruntuhan.


Melihat lagi di perisai Bion yang masih memiliki sedikit sisik. Kura-kura kecil tahu bahwa Bion masih hidup. Dan dari sedikit napasnya yang sangat lemah. Ia tahu bahwa Bion kemungkinan sekarang sudah berada di ujung tanduk.dari kematiannya.


Karena ia merasa telah menjadi kura-kura yang baik hati.


Kura-kura kecil sekarang hanya ingin langsung membinasakan Bion dan tanpa memberi Bion banyak waktu lagi dalam penderitaannya karena cidera. Jadi serangan terakhir ini, kura-kura kecil sangat yakin akan kematian Bion.


Mengumpulkan dengan cepat kekuatan untuk menghancurkan Bion. Kura-kura kucil yang akan meluncurkan serangan tiba-tiba mendengar suara 'klik..!' Yang sedikit mengganggunya.


'Klik...'


Merasakan sesuatu.


Kura-kura kecil hanya mendapati, bahwa tanpa sadar matanya semakin membesar oleh perasaan apa yang sedang terjadi.


"Kapannn....???"


Ini adalah pikiran terakhir kura-kura kecil sebelum pandangan nya menjadi gelap gulita.


Dengan perubahan mendadak di arena.


Dan penonton di tribun yang telah ramai menunggu kemenangan raja mereka tadi, langsung merasa tercekik di tenggorokan nya.


Dan dalam sekejap pula.

__ADS_1


Suasana di arena menjadi, sangatlah suram, sedih, tidak mau, dan banyak emosi negatif yang telah menyebar.


(Selesai)


__ADS_2