Bion

Bion
Bab 32 Rumput PiYum.


__ADS_3

Bab 32 Rumput PiYum.


Bion sekarang sedang di depan lahan tanam Rumput PiYum yang seluas 100 m².


Luas penanaman ini bisa di bilang kecil dengan banyaknya Sapi Pi dan Kambing Senyum yang setiap hari membutuhkan makanan.


Bion telah ke gudang rumah di Manor mengambil Sarung Tangan Hitam untuk memanen Rumput PiYum.


"Sepertinya, apa yang aku pikirkan dan hasil dari kenyataan, kenapa selalu berbeda ?" Bion meragukan kehidupan.


Meski ia tahu bahwa ketinggian Rumput PiYum tidak wajar setinggi 10 m dan daunnya setajam pedang dari perkenalan buku di perpustakaan.


Setelah melihatnya sendiri ia benar-benar tahu apa itu artinya tinggi dan tajam.


Karena yang muncul di depan Bion sekarang bukan apa yang terlihat seperti rumput hijau subur tinggi dan tajam di daunnya, dan ia selalu berpikir buku perpustakaan akan membesar-besarkan hal tertentu untuk meningkatkan minat dan menarik pembaca.


" Aku kawatir akan sengsara lagi kali ini. "


Bion merasa sungguh tak berdaya , dengan persidangan yang selalu tidak mengikuti akal sehat yang ada.


Karena di depan Bion yang terlihat bukanlah Rumput yang wajar. Karena Rumput PiYum yang tingginya 10 m adalah tubuh yang benar-bebar dari bilah pedang yang sangat besar dan terlihat pedang ini menghadap ke langit seperti memberi tahu " ayo sambar aku ! Kalau tidak kamu adalah kecil ! "


┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻


" Rumput berdaun tajam? Ini hanyalah bilah pedang yang ditancapkan dan di tumpuk - tumpuk, jelas saja tajam ! "


" Sial..! Apalagi dengan papan Peringatan di pintu masuk Ini? "


Bion sekarang benar-benar harus mengevaluasi kembali tentang kepercayaannya terhadap hal-hal yang wajar.


Karena selama itu berkaitan dengan dirinya sendiri, hal yang wajar akan menjadi sangat-sangat tidak normal.


________________


PERINGATAN !


__________________________


ANDA AKAN MEMASUKI


KAWASAN PEDANG THUNDER !


__________________________


Ragu-ragu, Bion akhirnya tidak tahan lagi.


Ia mengenakan Sarung Tangan Hitam yang dibuat khusus untuk memanen Rumput PiYum.


Memadatkan Lapisan Jiwa Yang Tak Tersentuh dan Mata Dunia Jiwa.


Bion melangkah memasuki lahan tanam Rumput PiYum dengan hati-hati.


Mengambil langkah ke dua, wajah Bion menghitam, rambut nya berdiri tegak, dan ada asap rokok yang keluar dari mulutnya. Bion tidak menyangka ia terkena serangan menyelinap lagi.


Bion langsung menggunakan teleportasi dan kembali ke depan pintu masuk menuju lahan tanam Rumput PiYum.


" Sial...! Aku paling benci serangan menyelinap. Untung saja Lapisan Jiwa Yang Tak Tersentuh masih berpengaruh. "


" Musuh petir adalah tanah. Namun petir ini sepertinya ada setengah kekuatannya yang dapat menyerang jiwa."


(☉。☉)!


"Ah ha... !"


" Aku memiliki ide. "


" Kenapa aku harus masuk menggunakan diriku sendiri?"


Bion merasa , kenapa sejak awal ia tidak berusaha untuk membagi jiwanya dan membuat sebuah klon? Karena ia selalu berpikir , tanpa ia membuat keterampilan, keterampilan membagi jiwa yang lebih canggih lambat laun akan tetap berada di tangannya karena BiSan4 sudah berjanji akan memberinya keterampilan ini.


Ia merasa tidak perlu untuk memeras otaknya membuat keterampilan yang serupa.


Seperti ia akan mendapat rumah mewah keesokan harinya, kenapa ia harus membuat rumah sederhana hari ini? Lebih baik numpang tidur di rumah teman hari ini, bukan?


Bion melepas sarung tangannya dan mengisinya dengan banyak Jarum Rantai Penyerap Jiwa dengan Radar.


Ia akan memerintahkan Radar yang ia gunakan sebagai Inti Jarum untuk mencabut 25 Rumput PiYum membawanya ke hadapannya.


Dan Bion tidak secara langsung terhubung secara pribadi dengan Jarum saat mengambil Rumput PiYum.


Karena serangan Rumput PiYum sendiri berdampak kepada jiwa,.


Maka akan sangatlah mudah bagi pikiran Bion yang terhubung ke Jarum juga mendapat serangan ketika mengambil Rumput PiYum.


Jadi Bion hanya sebagai orang ke-3. Memerintahkan dan kemudian melihat hasilnya, ini adalah mode pemimpin.


( ´◡‿ゝ◡`)


" Hehehe... Ambil 1 Rumput PiYum didepan pintu masuk dulu sebagai tes dalam jangka waktu 5 menit. Bila 5 menit belum berhasil, maka kembalilah."


Kata Bion setelah melihat sepasang sarung tangan Hitam telah terisi penuh dengan Jarum Rantai Penghisap Jiwa dengan Radar.


Bion merasa , memberi waktu pembatas adalah untuk mengantisipasi apa bila terjadi beberapa kesalahan teknis dalam perintahnya.


Wusss....!

__ADS_1


Sepasang sarung tangan Hitam, melayang mengambang memasuki Lahan Tanam Rumput PiYum.


Bion sendiri sedang berdiri diam menunggu dengan gugup.


Bila hal ini tidak lah berhasil. Ia akan menggunakan hal yang wajar dan gila untuk mengambil Rumput ini?


Ayo? Hal gila apa yang sedang dipikirkan Bion?


Apakah ia akan memasuki lahan tanam Rumput PiYum dan dengan gila menantang setiap Rumput PiYum tanpa memperdulikan bila ia akan meninggal?


Atau, ia akan dengan Gila memberi Bom Jiwa ke Lahan dan meledakannya?


Bion hanya akan melakukan hal gila ini setelah memastikan bahwa Sarung tangan tidak membawa Rumput PiYum sesuai rencana awal.


5 menit !


Bion melihat Rumput PiYum yang paling dekat dengan pintu masuk lahan tanam telah di cabut dan perlahan di bawa ke luar menuju depannya.


Bion tidak memberi perintah sarung tangan untuk melepaskan Rumput PiYum ini.


" Berhasil !"


Bion bersemangat mengangkat tangannya ke langit.


Melihat lebih dekat rumput tinggi besar, tajam dan bergerombol ini sepertinya ketika di pegang oleh sarung tangan Hitam telah menjadi rumput biasa, pendiam dan tenang .


Bion sangat khawatir bila sarung tangan melepaskan Rumput saat ini, apa yang akan terjadi?


Cambuk Petir dari langit?


(ー_ー゛)


Merinding.


Bion tidak berani mencobanya.


Bion mengambil kertas putih dan ingin melihat apakah ada instruksi lain setelah ia mendapat Rumput PiYum.


...


...


_______________________________


[ BION ]


[ Penjaga Manor ]


[ Waktu saat ini ( 05 : 10 : 42 ↑ )]


[ Poin Bion : 0 Poin ( 1.000.000 Poin Makanan untuk lulus persidangan) ]


_____________ _ _ _


[ Silahkan mengambil tali Hitam di Gudang dan mulai mengikatnya tanpa membiarkan sarung tangan melepaskan Rumput PiYum ]


[ PERINGATAN ]


[ Harap tidak membunuh hewan yang dilindungi di kedalaman lahan tanam Rumput PiYum ]


______________________________


Melihat ada perintah lebih lanjutan, Bion merasa lega. Dan ia selalu berpikir, apakah tidak ada ruang penyimpanan yang akan mempermudah pekerjaannya?


Bio merasa orang kuat di balik persidangan ini sungguh orang yang belum pernah melihat dunia.


Bion mulai menggerutu sambil berjalan menuju ke gudang untuk mengambil tali Hitam mengikat Rumput PiYum.


Dan untuk peringatan terakhir ini, ia 100% yakin bahwa Asosiasi Perlindungan Hewan dan Tumbuhan Langka adalah penguasa sejati Manor ini.


Setelah sesampainya di gudang, Bion mengambil tali Hitam dan segera kembali untuk mulai mengikat Rumput PiYum.


Ia mengabaikan hal lainnya yang ia lihat di gudang.


Kenapa ia mengabaikannya?


(٥↼_↼)


" Aku selalu merasa takut."


"Tali Hitam biasa saja dapat mengikat Rumput PiYum yang begitu kuat. Apalagi hal-hal di gunang yang terlihat biasa lainnya, entah apa kemampuan aneh yang akan muncul. "


" Rasa penasaran ini terlalu beresiko. "


Bion mengikat Rumput PiYum dengan tali Hitam sambil bergumam gumam.


Setelah melihat ikatan kuat ini, Bion memerintahkan sarung tangan Hitam untuk melepaakan Rumput PiYum.


Dan tanpa basa basi, Bion memerintahkan Sarung Tangan Hitam yang terisi Jarum , kembali mencabuti Rumput PiYum. Butuh 24 lagi untuk jumlah makanan yang di butuhkan Sapi Pi dan Kambing Senyum yang kata buku terlihat gemuk.


╮(^▽^)╭


" Iya, itu memang kata buku di perpustakaan, yang kemungkinannya telah dibesar-besarkan."


Namun terasa ingatan. Bion melihat ke depan Untuk Rumput PiYum , ia merasa ingin menangis.

__ADS_1


Bisakah Kambing Senyum akan benar-benar gemuk segemuk Gajah?


Bion hanya bisa memastikan dengan melihatnya sendiri nanti.


Dan sambil menunggu Sarung tangan Hitam untuk mencabuti rumput PiYum yang besar.


Bion mulai melihat lebih detail untuk rumput PiYum yang telah terikat di depannya.


Rumput ini memang sebuah gabungan dari pedang pedang yang besar dengan berbagai bentuk yang terikat oleh pengaman pedang memisahkan antara bilah dan gagangnya.


Dan untuk akar yang tenggelam di dalam tanah sebenarnya adalah benar-benar sebuah ganggang Pedang.


Satu gagang besar yang dipisahkan oleh pengaman pedang berbentuk tipis bulat dengan berbagai macam bilah pedang yang sangat tajam berkumpul tidak teratur di atasnya.


Melihat Rumput PiYum yang panjangnya lebih dari 10 m secara keseluruhan, dapat dengan mudah dan santai di pegang oleh sarung hitam.


Bion merasa gudang Manor ini lebih dan lebih terlihat seperti ruang harta Karun.


" Setelah BiSan4 kembali, bisakah aku mengambil beberapa hal menarik dari gudang sebagai mainan? "


Bion mendapati angan-angannya terganggu oleh sesuatu yang melayang mendekat.


Sarung tangan Hitam telah membawa satu lagi Rumput PiYum.


Melihat ini, Bion dengan sigap menghampiri dan mulai dengan terampil mengikatnya menjadi satu ikatan dengan Rumput PiYum sebelumnya.


Tanpa Bion menyuruh lagi, sarung tangan Hitam telah pergi mencabut Rumput PiYum yang lain setelah merasa tugas di sini selesai.


Setelah beberapa saat , Bion mulai melakukan hal serupa.


Ia juga lama kelamaan merasa semakin mahir menjadi tukang kebun.


Terus menerus Bion mencabuti Rumput PiYum sampai jumlah rumput telah menumpuk menjadi 2 bagian.


5 ikat Rumput PiYum untuk Sapi Pi.


20 ikat Rumput PiYum untuk Kambing Senyum yang katanya gemuk.


Setelah memastikan tidak ada yang kurang.


Bion melihat kembali ke selembar kertas putih.


_______________________________


[ BION ]


[ Penjaga Manor ]


[ Waktu saat ini ( 05 : 45 : 12 ↑ )]


[ Poin Bion : 0 Poin ( 1.000.000 Poin Makanan untuk lulus persidangan) ]


_____________ _ _ _


[ Tugas Selesai ! ]


[ Tugas berikutnya akan di berikan setelah jam 6 pagi ]


_________________


Melihat masih ada sedikit waktu dari tugas berikutnya. Bion tidak melanjutkan untuk pergi ke perpustakaan.


Ia mulai mengangkat kedua ikat Rumput ini ke depan pintu masuk Peternakan Sapi Pi dan Kambing Senyum.


Melihat bahwa Peternakan ini hanya bersebelahan dan di pisahkan oleh pagar kayu biasa.


Bion dengan senang hati mulai mengamati masing-masing Sapi Pi dan Kambing Senyum.


Namun yang Bion tidak ketahui adalah dengan keberangkatannya meninggalkan lahan tanam Rumput PiYum tadi.


Ada dua cahaya seperti sepasang mata yang selalu mengawasinya dari kedalaman Lahan tanam Rumput PiYum.


...


...


Di rumah Manor.


BiSan4 telah kembali dari Dunia luar dan mulai membuat sarapan pagi.


Saat ia sedang menyenandungkan lagu di dapur. Ia tiba-tiba merasakan sesuatu dan matanya menjadi tajam.


BiSan4 langsung menoleh ke arah Lahan tanam Rumput PiYum.


" Hei. Hari damai akan segera berakhir."


("Memang akan segera berakhir dan menjadi lebih meriah untuk di tonton.")


Tiba-tiba ada suara dari samping yang memasuki telinga BiSan4.


BiSan4 kaget sesaat, menoleh kesamping dan ia merasa wajahnya menghitam.


" Itu... Penulis Novel, Tidak bisakah kamu menunggu di meja makan? "


(" Tidak apa-apa, tidak apa-apa, santai saja ok? Ini hanya masalah kecil. Kamu bisa memasak lagi.")

__ADS_1


BiSan4 merasa ingin memukuli orang, setelah melihat ayam goreng yang baru saja ia masak, perlahan menghilang dengan kecepatan cahaya.


(Selesai)


__ADS_2