
Bab 41 Sabung Ayam Itu Jahat.
Ketika Bion memasuki ruang Kesadarannya.
Ia sungguh kaget tidak bisa berkata-kata.
Karena sekarang ruang Kesadarannya benar-benar ramai.
Kalau tidak pintu putih di belakangnya. Ia mungkin merasa salah tempat.
Ruang Kesadaran Bion sekarang persis seperti Gunung yang di puncaknya ada sebuah Manor.
Ring tinju BiSan1 juga ada di puncak gunung.
Namun, Manor sekarang terdapat tambahan sebuah menara bewarna emas. Meski Bion tidak bertanya, ia tahu bahwa ini adalah Senjata Hidup BiSan2.
Tongkat emas milik BiSan2 sekarang lebih terlihat seperti Menara bewarna emas dengan ketinggian yang cukup untuk melihat semua keindahan di Gunung Manor.
Dan ada lapisan Hitam yang menyelimuti Gunung Manor ini yang seharusnya menjadi milik BiSan3 ( Dunia Terang dan Gelap Mental ).
Jika Bion bukan pemilik asli kesadarannya ia akan mendapati bahwa dunia Kesadarannya hanya ada Putih dan Hitam tanpa ada Gunung Manor.
Tidak tahu kapan ada BiSan1, BiSan2, BiSan3, dan BiSan4 di samping Bion.
BiSan1: "Yo~ Bion, apakah kamu merasa senang dengan hukuman itu?"
BiSan2: " Apakah kamu ingin merasakan Neraka yang sebenarnya?
BiSan3: " Jangan kawatir, hanya Neraka dangkal. Itu hanya seperti sedang makan dan minum, cepat selesai."
BiSan4: "Cukup kawan-kawan, wajah Bion Sudah Hitam ingin menangis."
Bion mendengar perkataan BiSan4 dan merasa ia tiba-tiba telah menemukan saudara yang sesungguhnya.
" BiSan4 adalah yang paling mengerti aku."
BiSan4: "Ya, karena sepertinya kamu telah menerima sedikit rasa Neraka dangkal. Bukan begitu Bion?"
Bion: " Ia, J.Bli sungguh memaksa aku merasa apa artinya Neraka itu?"
Bion ingin menangis.
BiSan4: " Jadi, Neraka dangkal bagi Bion sudah seperti taman bermain. Jadi mari kita buat ia merasakan Neraka tingkat menengah keatas selama 100 tahun, Bagaimana ?"
⊙.☉
Bion kaget dengan perkataan BiSan4 yang ia anggap sudah sebagai saudara dekat ternyata menjadi musuh dalam selimut sesungguhnya.
(^ 〰 ^)Ψ • • • • • • • • (´-﹏-`;)
BiSan1: " Yah, sepertinya benar."
(´-﹏-`;)
Bion takut mundur 1 langkah.
ψ(`∇´)ψ • • • • • (´-﹏-`;)
BiSan2: " Hehe, tidak cukup hanya 100 tahun, bagaimana kalau menambahkan waktunya? Beli satu gratis satu."
(´-﹏-`;) • • • →
Keringat bermunculan di tubuh Bion.
Saat Bion berbalik dan ingin lari, Namun mendapati kakinya tidak bisa di gerakkan meski ia memaksanya.
┐( ˘_˘)┌ • • • • • ( ; ´-﹏-`)
BiSan3: " Jangan berani lari, karena aku telah menutup dunia Kesadaran mu."
(˘⌣˘)Ψ • • • • •
(Ψ ̄ω ̄)Ψ • • • •
♪┌|∵|-Ψ♪ • • • • • • • •
Ψ_( ͠° ͟ʖ °͠ )_Ψ • • • • • • • (╯︵╰,)
BiSan1 at all: " Ayo, Bion. Saatnya Bermain. Hehehe....."
(〒﹏〒)
Bion mulai menangis dengan tawa jahat mereka.
________________________________________
Ruang tamu Rumah Bion.
Sisi: " Ayah belum bangun?"
J.Bli: " Ayahmu adalah seorang pemalas. Jadi Sisi tidak boleh menjadi seperti ayah, mengerti?"
Sisi: " Ya, Sisi tidak ingin menjadi **** gemuk."
Vlay: " Iya, Sisi harus menjadi kucing ibu yang cantik dan lucu."
__ADS_1
Sisi: " Iya, Sisi akan menjadi kecantikan seperti ibunya."
(つ≧▽≦)つ(^ᴗ^✿)
Sisi dan Vlay telah menunjukkan cintanya tanpa memandang tempat.
Dan Kupu-kupu Abadi juga terbang di sekelilingnya mengitari ibu dan anak, seperti ingin berkata, " Berpelukan....!"
°{\*^▽^\*}/°
...
...
BimA, BinTang, dan BiLBo melihat ini dan tidak bisa tidak iri.
BimA: " Kita juga mau berpelukan?"
BinTang: " Ya kita berpelukan."
BiLBo: " Aku ditengah, kalian memelukku.
BimA: " Kenapa? Oh, aku mengerti."
BinTang: " Turunkan berat badanmu BiLBo."
BimA: " Ya kamu terlalu berat."
BiLBo: " Aku sedang berusaha. Namun makanan Ibu terlalu enak. Aku tidak bisa berhenti."
BimA: " Iya terlalu lezat..."
BinTang: ( sudah mulai meneteskan air liur )
...
...
Net, J.Bli, dan ( Penulis Novel ) hanya tersenyum melihat Vlay yang penuh kasih memeluk Sisi dan anak-anak yang sudah ramai berbicara tentang makan apa yang akan di makan makan siang nanti.
Net mengalihkan pandangannya kembali ke layar Tv dan tidak bisa tidak mendesah melihat apa yang terjadi : " Perang ini telah terlalu banyak memakan nyawa."
J.Bli: " Iya, beruntung kamu sudah mengolah Virus 01 menjadi hal yang sangat berguna mengurangi dampak perang ini terhadap orang biasa."
Net malu : " Ini hanya ide awal Bion, semua berkat ia. "
J.Bli: " Memang, ide menjadikan semua yang terjangkit Virus 01 beralih dari (3 dimensi) ke (2 dimensi) dan memasuki lukisan di atas toko lantai 1 adalah sebuah ide bagus."
Net: " Iya, Namun Bion sungguh sangat khawatir dengan penyusup. Dan hanya memilih orang-orang biasa tanpa banyak kekuatan."
Mendengar ini, Net hanya tersenyum dan tidak terus berbicara.
(" Kira-kira, Siapa pemenang terakhir ")
Net yakin menjawab: " Yang pasti pemenang terakhir adalah kelompok Netral, karena mereka belum mengeluarkan pion tersembunyi mereka."
J.Bli: " Hehe, kamu terlalu muda Net."
Net kaget: " Hah? Bukan mereka?"
J.Bli dengan senyum mengejek berkata, " pemenang sesungguhnya adalah mereka di (4 dimensi) yang sekarang sedang menonton pertunjukan seperti sabung ayam. Dan Ayam pemenang akan memiliki harga mahal untuk dijual. "
Net sungguh sangat kaget mendengar ini.
Vlay sendiri bahkan yang berada di suasana ceria dengan Sisi juga tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke J.Bli dengan kaget karena mendengar penjelasannya yang sungguh di besar-besarkan.
Sisi yang berada di pelukan Vlay juga sempat mendengar tentang Sabung Ayam yang terlihat jahat dari mulut Kakeknya J.Bli.
" Kakek apakah Sabung Ayam sungguh jahat?" Sisi bertanya kepada kakeknya dengan penuh keraguan.
"Apakah ada ayam yang sungguh jahat?" Lanjut Sisi bergumam penuh kebingungan.
(´・_・)?
" Sisi, Ayam itu tidaklah jahat. Hanya mereka yang membuat ayam bertengkar yang jahat."
J.Bli menjelaskan kepada Sisi dengan penuh cinta dan kesabaran seorang kakek.
"Jadi membuat ayam bertengkar adalah jahat? Namun Ayah bahkan membunuh Ayam dan menjadikannya ayam goreng yang lezat. Apak ayah juga jahat?"
Sisi tiba-tiba merasa takut bila ayahnya yang melakukan kejahatan di tangkap polisi.
J.Bli: " Menyembelih ayam dan memakannya adalah sesuatu yang di perbolehkan Sisi. Asal Sisi tidak menyiksa ayam itu saat penyembelihan."
" Dan seperti Sabung Ayam. Sisi melihat bahwa ayam-ayam itu di paksa bertengkar, yang membuat mereka tersiksa."
" Jadi Sisi harus ingat, tidak boleh menyiksa Hewan."
" Apakah Sisi mau, kupu-kupu Abadi juga di siksa oleh orang lain?"
Lanjut penjelasan J.Bli dengan sangat sabar dan perlahan kepada Sisi.
" Tidak, tidak akan."
Sisi yang ketakutan menyentuh-nyentuh kupu-kupu Abadi dengan sedikit sentuhan lembut seperti takut menyakitinya.
__ADS_1
" Jadi, Sisi harus menyayangi dan merawat kupu-kupu Abadi. "
J.Bli mengingatkan Sisi dengan penuh senyum.
(*^3^)/ ლ
" Ya, Sisi akan merawat kupu-kupu Abadi. "
Sisi dengan riang turun dari pelukan Vlay dan mulai pergi ke lantai 1 dengan kupu-kupu Abadi mencari-cari bunga yang indah.
(‾.‾“⊂)
J.Bli yang melihat keberangkatan Sisi menyeka keringatnya di dahinya yang tidak terlihat.
" Yo~ Pak tua, Lain kali Jaga Cara Bicaramu di depan anak-anak."
(-_-✿)
Vlay memandang J.Bli dengan sikap bermusuhan, seolah hartanya yang berharga telah di rusak oleh sebuah fosil tua.
" Ok, ok aku menyerah. Tidak lain kali."
J.Bli mengangkat bahu dengan kesusahan.
"Masih ada lain kali? "
─\=≡Σ(✿^‿^)\┬──┬
Vlay menggeram dengan marah.
"Tidak, tidak , sungguh."
(╯︵╰,)
J.Bli berkeringat mengangkat kedua tangannya sebagai penanda penyerahan total.
J.Bli tidak berani memandang memusuhi nyonya rumah kecil ini.
Melihat ini, Vlay menganggukkan kepalanya dengan puas.
Melihat ke samping, anak-anak lain sepertinya tidak mendengarkan yang terjadi barusan. Vlay merasa lega.
" Ayo, anak-anak kita ke dapur. Mulai ekperimen masakan baru yang ibu telah rencanakan."
( ╹▽╹ )
BimA: " Siap, Bu...!"
୧( ˵ ° ~ ° ˵ )୨
BinTang: "Iya Ibu. "
(๑¯◡¯๑)
BiLBo: ( Hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai lari ke dapur terlebih dahulu )
Meninggalkan BimA dan BinTang yang dengan marah mengejarnya.
Vlay bangkit dari tempat duduknya dan mulai pergi ke dapur, bersama anak-anak yang dengan riang gembira menyiapkan alat-alat masak.
_________________________________________
Ruang tamu rumah Bion.
Kedua pria hanya tertawa kecil melihat J.Bli yang telah makan muntahannya sendiri.
J.Bli melihat ke arah ke dua pria ini, namun ia tidak bisa memukuli mereka karena yang pertama tidak bisa di kalahkan dan yang lainya hanya sebuah keterampilan. Dan tubuh aslinya adalah rumah ini.
Jika ia berani memukuli Net dan tiba-tiba terjadi kebakaran rumah?
J.Bli memikirkan banyak akibat, dan hanya bisa menahan kemarahan di tenggorokannya.
"Tunggu Bion dan buat ia menjadi Ayam goreng."
(눈‸눈)
J.Bli tiba-tiba sangat menantikan bangunannya Bion.
__________________________________________
Di Neraka Menengah.
Bion yang sekarang sedang mengalami siksaan yang tak terlupakan dan telah membuatnya runtuh berulang-ulang.
Tidak mengetahui bahwa J.Bli telah menunggunya untuk bangun dan ingin membuatnya terlihat cantik.
" Tidakkah ini terlalu berlebihan?" BiSan1 bertanya dengan penuh keraguan setelah melihat Bion yang telah runtuh berulang-ulang.
" Tidak apa-apa. Ini untuk masa depannya." BiSan2 menjawab dengan sangat cepat, khawatir bahwa dunia tidak akan lebih kacau.
" Ya, untuk masa depannya." BiSan3 berkata dengan persetujuan.
" Hm, hm. " BiSan4 hanya menganggukkan kepalanya.
(Selesai)
__ADS_1