
Bab 51 Kekacauan karena kenakalan Bion.
Dunia di dalam Pintu Hitam.
Dengan serangan terakhir Bion, Raksasa Kekosongan perlahan terbelah dua.
Bila dulu dengan sebuah pedang, Bion hanya bisa sedikit merusak mata Raksasa Kekosongan.
Namun sekarang, Pedang Bion telah berubah menjadi sebuah pedang keinginan yang sempurna. Hanya dengan sebuah pikiran, apapun di sekelilingnya bisa menjadi pedangnya.
Dan dengan serangan terakhir Bion ini, Monster yang seharusnya tidak dapat di hancurkan dengan sebuah pedang biasa. Dengan cepat terbelah dua dan pecah berkeping-keping musnah menuju ke ketiadaan.
_____________________________________
[ Pemberantasan Hama dan Penyakit ]
[ - Selesai - ]
[ Penjaga Manor dapat keluar dari Pintu Hitam kapan saja dengan sebuah pemikiran. ]
_____________________________________
" Akhirnya, Selesai. "
〜(꒪꒳꒪)〜
Bion merasa segar setelah menyelesaikan tugas yang datang tiba-tiba dari BiSan1 dan yang lainnya.
Dan ia juga teringat pengawasan yang telah menyelubunginya saat ia memasuki Pintu Hitam.
Pengawasan ini sungguh sangat terasa tanpa ada yang ditutup-tutupi menimpa tubuhnya. Dan jumlah pengawasan ini sungguh-sungguh terasa banyak. Kira-kira yang dapat ia hitung adalah sekitar 1 miliar pengawasan yang telah menutupinya dengan berbagai bentuk dan kekuatan.
" Yang paling mengerikkan adalah ada kekuatan tubuh yang aku tahu bahwa pemilik kekuatan ini pasti memiliki tubuh yang sangat-sangat di besar-besarkan."
Bion bergindik lagi dengan monster-monster ini. BiSan4 pernah berkata, bahwa Dunia Liar ini sangatlah berbahaya. Meski ia sudah menyiapkan hati dengan situasi apa itu arti kata Berbahaya.
Namun, hal ini terlalu dibesar-besarkan bukan?
" Kekuatan ku telah di puncak (4 dimensi). Apakah masih belum cukup untuk menjelajahi Dunia Liar ini?"
(╥﹏╥)
Bion ingin menangis dengan seberapa kecil Kekuatannya saat ini.
____ノ*.✧*´。*゚+✧*´`。*゚+→
Saat ini.
Bion tiba-tiba memiliki ide, yang sangat nakal.
Dengan kilatan cahaya putih, Bion menghilang dari tempatnya. Muncul di sebuah sudut yang tidak diketahui di Dunia Liar.
Sesaat ia Menghilang lagi dan muncul kembali di sudut Dunia Liar lainnya.
Hal ini terus berulang-ulang.
Sampai suatu saat, kilatan cahaya putih lain muncul. Bion menghilang dari Dunia Liar dan telah keluar dari Pintu Hitam.
...
Di depan pintu Hitam.
Bion membawa satu kotak besar yang seluruhnya berisi berbagai ukuran kristal putih. Kristal ini berfungsi sebagai bahan untuk mempercepat proses pematangan semua hewan dan tumbuhan yang telah dibudidayakan di Gunung Manor.
Dan saat kedatangan Bion yang keluar dari Pintu Hitam. BiSan1, BiSan2, BiSan3, dan BiSan4 telah menunggunya di depan Pintu Hitam.
" Bion apa yang kamu bawa?"
" Ah? Ini Kristal Putih yang berada di Dunia Liar."
Bion menjawab BiSan1 dengan senyuman lebar di mulutnya dan mulai membuka kotak besar yang telah ia bawa.
Melihat isi di dalamnya, BiSan1 dan yang lainnya terkejut sejenak.
(⊙.☉)! (⊙.☉)! (⊙.☉)! (⊙.☉)!
" Sangat Banyak?"
" Apakah kamu telah mencuri lemari penyimpanan Monster di dalam Dunia Liar?"
Dan penuh keraguan, BiSan1 bertanya kepada Bion yang telah seperti seorang anak kecil yang memamerkan harta Karun nya kepada orang lain.
Bion sendiri juga melihat keraguan mereka, namun ia mengabaikan hal ini dan bertanya kembali dengan sedikit ketidakpastian.
" Ya? Apakah ada masalah?"
Tanpa sadar, BiSan1 dan yang lainnya langsung menepuk kepala mereka secara bersamaan.
(っ⇀‸↼‶) (っ⇀‸↼‶)
(っ⇀‸↼‶) (っ⇀‸↼‶)
" Kamu telah memberi kita masalah lagi Bion."
__ADS_1
Σ(ಠ_ಠ)
" Hah? Hanya sedikit, apakah separah itu?" Bion meragukan kehidupan melihat masalah kecil ini telah menjadi besar saat berhadapan dengan BiSan1 dan yang lainnya.
Dengan 4 pasang mata besar dan 1 pasang mata kecil. BiSan1 dan yang lainnya mulai mode ceramah untuk Bion.
BiSan1: " Sangat besar masalahnya."
BiSan2: " Ya, Besar sekali masalahnya."
BiSan3: " Aturan tak terucap di Dunia Liar adalah Mereka yang mencuri sama dengan menyatakan perang."
BiSan2: " Ya, Pernyataan Perang. Perang...!"
BiSan4: " Jadi berapa jumlah kristal putih yang kamu curi sama dengan jumlah monster yang akan berperang."
BiSan2: " Ya, Ini disebut Pengepungan Monster."
" Dan setiap monster yang memiliki Ruang Penyimpanan adalah monster kuat, licik dan sulit dibunuh. Mereka dapat hidup lama , karena kelicikannya."
" Sungguh rubah licik."
" Ya, meski kita dapat mengalahkan mereka dengan mudah bila berhadapan langsung. Tapi mereka lebih suka bersembunyi dan melakukan serangan menyelinap."
" Ya, ya, tak tahu malu."
" Kamu benar-benar. Yah...."
...
...
Bion yang berdiri di depan ke empat orang ini telah lama terdiam karena tercengang dengan keluhan yang menghantamnya dari berbagai sudut.
┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻
Aku hanya ingin membantu kalian, dengan mengumpulkan kristal putih ini tahu?
Tanpa memperdulikan Bion yang telah tercengang dan terpana.
Keluhan BiSan1 dan yang lain masih berlanjut dan semakin dibesar-besarkan.
...
2020 menit berlalu.
(-_-;)・・・
(>o<)ノ︵┻┻
" Berhenti - berhenti."
" Keluhan kalian aku terima."
" Aku akan mencoba mengatasi hal ini dengan kekuatanku sendiri."
" Kalian bisa tenang. "
Mendengar perkataan keras Bion, BiSan1 dan yang lainnya mulai berbicara kepada Bion dengan penuh kasih sayang.
" Yah, Beginilah Bion kita seharusnya."
" Ya, ya, Bion harus seperti ini.'
" Kalau kamu memiliki pertanyaan tentang monster yang berada di Dunia Liar, hanya pergi ke Perpustakaan. "
" Ya, hati-hati dengan kelicikan mereka Bion. "
...
...
Mendengar berbagai Perkataan yang menyanjung ini.
Bion merasa telah memasuki perangkap yang diatur.
Lihat saja wajah keluhan yang dibesar-besarkan tadi, telah berubah menjadi wajah yang berseri-seri dengan kecepatan membalik halaman buku.
Tak berdaya Bion hanya bisa menerimanya begitu saja.
┐(´ー`)┌
" Ya, tidakkah besok lagi jam 12 malam aku akan kesini memasuki Pintu Hitam?"
...
" Ya, selamat bertemu besok lagi Bion."
" Ya, ya, Bion. Selamat beristirahat."
" Sekarang masih tengah malam, kamu bisa beristirahat untuk mengisi energi mu dulu."
" Sampai bertemu besok malam."
__ADS_1
...
" Yah, sampai bertemu besok malam."
(〒﹏〒)
Bion ingin menangis. Serasa ia telah di usir dari ruang Kesadarannya sendiri.
...
Kamar Bion.
Bion yang telah tertidur perlahan membuka matanya. Mendapati hanya jam setengah satu pagi, ia mulai kembali memejamkan matanya. Tidur, beristirahat mengisi energinya untuk hari esok yang cerah.
...
Ruang Kesadaran Bion.
" BiSan1, tidakkah Bion akan menangis mendapati monster licik ini tidak seperti yang biasanya."
" Yah."
" Halangan yang ia hadapi di masa depan tidak hanya tentang kesulitan tapi juga kesenangan."
" Ya, bila ia gagal, kita hanya perlu membereskan sisanya. Tidak masalah."
" Benar juga, tidak masalah."
...
Di sisi lain.
Di dalam Dunia Pintu Hitam.
Dunia yang telah tenang lama, mengantar keriuhan yang sangat ramai.
Terdengar suara kemarahan dimana-mana.
Kekosongan terbelah bergejolak kacau.
Banyak celah ruang mulai retak.
Tanah berhamburan gunung berterbangan.
Dalam kemarahan monster-monster ini.
Hanya ada satu arti yang sama dari kemarahan mereka. Yaitu, mengutuk pencuri yang telah mencuri hasil jeri payah yang mereka kumpulkan.
Kemarahan mereka yang dibesar-besarkan itu juga karena, monster di Dunia Liar ini bisa lebih kuat dengan menyerap inti Kristal Putih yang diperoleh dari mengalahkan monster lain.
Dan saat mendapati, rumah harta penyimpanan mereka telah dicuri. Pernyataan Perang hanyalah satu jalan terakhir untuk mereka.
" Diam...! "
" Tunggu pencuri itu datang. "
" Kita akan membuat dia tahu apa artinya memprovokasi kita. "
" Ya, baiklah. "
" Baiklah. "
...
Dan perlahan, Dunia Liar pun kembali ke keadaan sunyi yang mencekam.
Kekosongan yang kacau pun perlahan sembuh.
Ruang yang hancur, perlahan mulai merakit.
Tanah di bumi perlahan memulihkan bentuk mereka.
Dan Dunia Liar juga perlahan namun pasti, telah kembali ke keadaan seperti sebelumnya.
...
...
Rumah Bion.
Server INTERNET.
" Baiklah, Selesai."
" Deck kartu - Pasukan Net, terbentuk."
" Hahaha, besok aku akan bertanya kepada kakek bagaimana dengan hal ini."
〜(꒪꒳꒪)〜(~‾▿‾)~
Net yang telah melakukan semua upaya dengan 10 kekuatan pemberian J.Bli, merasa senang dengan hasil yang ada di depannya.
(Selesai)
__ADS_1