Bion

Bion
Bab 15. Bion Selesai Persidangan.


__ADS_3

Bab 15. Bion Selesai Persidangan.


Waktu berlalu.


...


3.600.000 hari \= 3600 detik ( 1 jam ) kemudian.


...


Di kekosongan.


Bion sekarang mengenakan setelan perang berbentuk jaket berwarna biru dengan berbagai motif merah. Ada juga selendang bergaris merah putih yang tergantung di pinggangnya.


Memakai sarung tangan biru dengan lingkaran merah di telapak tangannya. Dan turun ke bawah terlihat sepasang sepatu yang memiliki rune dan garis merah.


Kerudung tebal di kepalanya berwarna biru. Dengan 2 pasang topeng merah disisi kerudung.


Masing-masing topeng menandakan kejahatan dan kebaikan.


Ada tiga pasang pedang yang identik di punggungnya. Ketiga pedang itu memiliki sarung rune berwarna merah dan pegangan merah.


Bion memiliki perisai yang tinggi dan lebar melayang di belakangnya. Perisai itu memiliki rune dan berbagai motif bentuk memadukan ketebalan perisai.


( Penulis : Perisai itu berkata, " ayo pukul aku..! Kalau tidak, kamu adalah kecil." )


Semua yang di miliki dan dipakai Bion adalah manifestasi dari semua keinginan Bion Nyata dan Bion Bayangan.


Dari kekuatan keinginan di padat kan menjadi sebuah objek nyata. Dan akan tumbuh bersama Bion di masa depan.


...


...


Bion melayang menggantung di udara menatap dunia cerah ini dengan rasa rumit.


Di belakangnya ada sebuah pintu yang terbuka menandakan bahwa persidangan berakhir.


Selama masa kini, ia telah berinteraksi dengan Bion Bayangan layak saudara kembarnya. Bion telah merasa sangat menyenangkan memiliki saudara kembarnya.


Namun karena ini persidangan, wajar jika ada waktu persidangan dan kata menyerah dapat mengakhiri persidangan.


Bukan itu yang membuat Bion terasa rumit. Karena sebelum akhir waktu persidangan, dalam masa perang sengit antara keduanya.Bion Bayangan sempat berkata, " Aku menyerah ..!"


Kita harus tau bahwa, peperangan selalu menjadikan fokus pikiran sebagai batu asah menajamkan keinginan membunuh atau melukai lawan.


Dan ketika pikiran terganggu, lawan akan memiliki peluang untuk melukai atau bahkan membunuhmu.


Dan saat Bion Bayangan berkata, " Aku menyerah..!" tembakan pedang Bion Nyata mengenai semua titik kunci pembunuh di tubuh Bion Bayangan.


Meski dunia cerah ini membunuh dapat di hidupkan kembali. Berbeda dengan kata menyerah.


Karena sekali menyerah maka persidangan berakhir yang menandakan Bion Bayangan akan menghilang dari ruang persidangan.


Meski Bion dulu bisa membangkitkan / membuat Bion Bayangan ada lagi. Namun itu hanyalah tipu muslihat, untuk mencapai kepuasan hati. Bion di waktu ini tetap akan menghilang.

__ADS_1


Dan meski ada kekuatan waktu, dapat membolak balik semua masa lalu dan masa depan. Namun itu juga hanya ilusi waktu, meski kekuatan waktu itu lebih realistis.


" Aku senang selama ini bersamamu, namun persidangan tetaplah persidangan. Ada awal dan ada akhir. Meski pun kamu nanti memiliki kekuatan untuk membangkitkan atau mengambil aku yang akan dihilangkan dari persidangan ini. Aku yang itu bukanlah aku yang sekarang. Senang memiliki hari ini." ini adalah kalimat yang diucapkan sebelum Bion Bayangan menghilang dari ruang persidangan.


Menyisakan kekuatan keinginan murni perlahan bergabung dengan objek nyata yang sekarang dikenakan Bion Nyata.


Bion Nyata melihat kembali ke dunia yang cerah ini, menghela nafas panjang sejenak. Bion lalu berbalik dan memasuki pintu yang terbuka di belakangnya dengan hati yang rumit.


...


...


Di dunia yang gelap dengan Lampu Minyak di pusat Dunia.


Di samping J.Bli pintu yang awalnya tertutup akhirnya terbuka.


Bion melangkah keluar dengan perlahan. Momentum yang dibawa membuat J.Bli ada sedikit kaget di wajahnya dan sedikit senyum jahat.


J.Bli juga memancarkan memontum dunia, membuat dunia yang gelap menjadi terang benderang seperti sinar mata hari tanpa rasa panas.


Namun Bion yang merasakan momentum itu, sedikit menyempitkan mata. Dan buru-buru menarik momentum kesedihan yang terpancar tadi.


" Ho... bocah kecil sekarang merasa sebesar gajah. Padahal ia hanya sebuah mainan berbentuk gajah. hehehe...."


(눈‸눈)


" Uh, maaf tuan J.Bli . Meski aku telah menyelesaikan sidang, namun itu merupakan pengorbanan seseorang. " Bion malu. (。•́︿•̀。)


" Hehe... Bocah naif... baik lah, kamu sudah 1 jam di dalam ruangan itu. "


Di samping pintu persidangan pertama yang perlahan mulai tertutup dan menghilang, muncul pintu hitam tertutup lain dengan bentuk dan warna yang serupa.


" Ini adalah persidangan ke-2. Sebelum memasuki persidangan, mari kita penuhi janji kita dulu."


" HM... dan atas perkataan yang sangat menyentuh kamu tadi. Aku juga memberimu tugas, dalam 1 hari kamu harus bisa membuat Sisi membuat makanan enak menurutku. Kamu hanya dapat memberi pujian setelah mencicipi masakan Sisi, dan tanpa tindakan lain."


" Ok, keluar..!"


Ka Boom...!


Bion di tendang lagi dengan bayangan kaki emas di pantatnya menuju pintu hitam saat memasuki dunia gelap.


Berguling-guling keluar dari pintu.


Tetap di ruangan seukuran kamar Bion dengan © CREATE di tengah-tengah ruangan. Perbedaannya sekarang pintu hitam di belakangnya tertutup dan pintu putih di depannya terbuka.


Menyeka pantatnya sambil bergumam, Bion teringat tugas yang diberikan itu dan merasa dunianya runtuh.


Lebih baik bertarung dengan Bayangan nya 1000x lagi daripada membuat Sisi memasak.


Uh.. ╮(╯_╰)╭ merasa tak berdaya Bion menghilangkan semua setelan perangnya dan kembali ke pakaian saat sebelum persidangan. Setelah merasa baik, Bion memasuki pintu putih menuju ke ruang kesadarannya.


...


Diruang kesadaran Bion.

__ADS_1


Selain Rune misterius dan pintu masuk © CREATE . Ada sebuah Ring tinju yang di atasnya, seseorang sedang makan makanan yang seharusnya tidak didapat dari dunia kesadaran.


Ketika Bion melangkah keluar dan mendapati orang yang sedang makan di atas Ring tinju. Ia terpana, tergagap berkata saat menunjuk pemuda itu...


"kamu... kamu...! " ⊙.☉)-☞


" Yo...! " (・。・)┘♪


Melambaikan satu tangan , Bion Bayangan santai menjawab sambil terus makan. Dan mengabaikan Bion Nyata yang sedang terpana.


" Ternyata kamu tidak mati. Hanya berpindah tempat setelah menyelesaikan persidangan dan sekarang kamu tinggal di kesadaranku?" Bion Nyaata (눈‸눈)


"Ya , itu dia. Sekarang aku Utusan pertama di kesadaranmu. Perkenalkan Namaku BiSan1 nama panjang Bion Utusan Satu. " BiSan1 memperkenalkan diri tanpa bangkit dan menyapa Bion, hanya duduk terus makan dan sesekali mengangkat bahu. 乁( •_• )ㄏ


" Jadi masih ada Utusan 2 , 3 , dan seterusnya...?" Bion


(─.─)?


" Yap begitulah kira-kira..." BiSan1 →_→


" Jadi kesedihan ku tadi di ruang persidangan ke 1 sia-sia? " Bion (〒﹏〒)


"Uh, siapa bilang kamu harus sedih. Kamu sendiri yang merasa sedih, aku sih tidak." BiSan1 乁( •_• )ㄏ


(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻


Bion serasa ingin menghancurkan orang didepannya.


Mengabaikan Bion, BiSan1 menghentikan gerakan makanannya dan memandang Bion. Menunjuk dengan ujung sendoknya kepada Bion yang sedang berdiri di bawah Ring tinju. Kemundian berkata,


" Ayo cepat pergi, tugas dari Paman Lampu Minyak sangat sulit , apa lagi setelah kamu membuatnya marah. Jangan berharap mudah mendapat tiket persidangan ke-2."


"Dan sebagai pengingat, di persidangan ke-2 ada Utusan juga yang lebih baik dari aku dalam beberapa hal. Utusan kita saling melengkapi dan tidak pernah mati, kecuali si pemanggil mati duluan."


"Kematian Utusan kita saat berperang, akan di bangkitkan di ruang kesadaran pemanggil. Semakin banyak ruang sidang yang kamu selesaikan , kita akan menjadi semakin kuat."


" Kita juga bisa berkultifasi bersama, yang semakin meningkatkan kemampuanmu."


"Jadi cepatlah dan panggil semua Utusan mu."


BiSan1 memadatkan kekuatan mental menjadi kaki besar merah dan langsung menendang pantat Bion keluar ruang kesadarannya.


─\=≡Σ(/°□°)/ " Ah, Sial..! kenapa pantat lagi...! "


BiSan1 tertawa di ruang kesadaran Bion.


Dan setelah menyesuaikan hatinya yang bergembira, ia mulai makan dengan riang lagi.


...


...


Bion yang sedang tertidur perlahan membuka matanya.


(Selesai )

__ADS_1


__ADS_2