
Bab 22. Akibat mencuri secangkir kopi
Bion dan BiSan2 saling mengejar menuju matahari terbenam. Dengan semangat yang gigih dengan kilatan cahaya putih berkali-kali Bion menghilang berpindah ke sana dan kesini.
BiSan2 mengejarnya dengan kemarahan yang mengakibatkan panas seperti lahar berapi di kepalanya.
Serasa tidak akan pernah berakhir.
BiSan2 tiba-tiba menghentikan laju pengejarannya dan berbalik melompat beberapa lompatan menuju puncak tongkat emas.
Di batu kubus hitam, di tengah ruang rapat, di puncak tongkat emas.
BiSan2 bergumam," Dengan nama Aksara Na ꦤ , aku memerintahkan hanya berjalan kaki yang di izinkan."
Batu kubus hitam tiba-tiba memancarkan cahaya emas selama 1 detik kemudian menjadi seperti batu kubus hitam biasa.
Melihat ini, BiSan2 menyeringai dengan jahat lalu berbalik melangkah ke pintu masuk gua miliknya dan melihat kebawah dari puncak tongkat emas yang tingginya sampai ke atas awan.
Mecari Bion dengan matanya yang tajam, BiSan2 akhirnya melihat Bion yang sedang berjalan tanpa arah dengan kebingungan.
Melihat ini, BiSan2 langsung melompat dengan pasti dari puncak tongkat emas dan menuju Bion tanpa penundaan.
(づ ̄ ³ ̄)づ
"Bion.... Aku datang untuk memberimu hadiah ulang tahun...!" Teriak BiSan2 dengan riang.
Bion di bawah yang sedang kebingungan dengan Jalan Putih yang tidak bergerak meski ia sudah memikirkan berbagai macam cara.
Dan mendengar suara riang yang sedang datang kemari memberikan hadiah ulang tahun, Bion tidak bisa memutar matanya ," Kapan aku ulang tahun? " (ಠ_ಠ)ʔ
Mendongak Bion melihat ada bintik hitam yang semakin besar menuju arah sini.
Panik, Bion berbalik dan berlari dengan sekuat tenaga, namun ia mendapati kekuatannya berlari sama dengan kecepatannya berjalan.
ヽ((◎д◎))
Putus asa, Bion memilih menyerah dan ia tiba-tiba terlentang tertidur pura-pura mati.
Sembari menulis di sampingnya.
[ SAYA TELAH MENINGGAL ]
[ TOLONG ABAIKAN SAYA ]
Lalu Bion memejamkan mata tidak bergerak dan merasa kurang nyata Bion mengeluarkan lidahnya.
Semua tindakan Bion hanya dilakukannya dalam kecepatan 1 detik.
Dan titik hitam yang telah mendekat terjatuh keras disamping Bion hanya dalam 1 detik kemudian.
Bang !
Ada lubang besar di samping Bion yang berjarak kurang dari 100 meter.
BiSan2 perlahan bangkit dari awan debu yang berhamburan.
Huss...!
Meniup pelan , awan berdebu segera menghilang. BiSan2 melihat sekeliling dan mendapati tujuannya sedang terbaring tanpa bergerak.
BiSan2 melihat ini dan berjalan mendekat.
Mendekat dengan perlahan, ia mendapati ada tulisan di samping Bion yang terlihat telah meninggal.
[ SAYA TELAH MENINGGAL ]
__ADS_1
[ TOLONG ABAIKAN SAYA ]
Melihat tulisan ini BiSan2 berbalik dan melangkah menjauh.
Mendengar langkah yang semakin jauh, Bion menghela nafas dihatinya," Untung ia bodoh".
Namun sebelum puas ia merasa tendangan kuat di pantat yang menyakitkan sampai ia terbawa terbang menuju bintang bersinar terang di atas awan membentang disepanjang lintasan terbang.
(〒﹏〒)
"Ah... Sakit...!" Bion menjerit.
Namun sebelum rasa sakit mereda ia merasa pukulan keras diwajahnya seperti menghantam gunung besi yang mengakibatkan lintasan penerbangan Bion berubah dan ditambah ada rasa sakit parah diwajahnya.
"Ah...!" Bion menjerit memuntahkan sedikit darah.
Dan selama pergantian penerbangan ini ia juga tanpa tau kapan terkena tendangan kuat di dadanya.
Bion tebang berbalik ke arah lain lagi dengan tambahan rasa sakit di dadanya.
BiSan2 yang telah menendang Bion merasa belum puas ia cepat berpindah tempat di arah kedatangan Bion, lalu menendangnya ke arah lain.
BiSan2 tidak menendang dengan kekuatan penghancur yang penuh, namun ia menggantinya dengan kekuatan sakit yang parah.
Bagi BiSan2 yang ahli dalam tubuh, menemukan titik-titik syaraf dalam tubuh Bion yang akan sakit bila di pukul adalah sebuah hal sepele.
1 hari
...
2 hari
...
10 hari
...
BiSan2 mendapati Bion telah meninggal dengan rasa sakit dari tendangan terakhir, ia terpana sesaat.
Akhirnya ia berhenti menendang Bion dan menepuk-nepuk debu yang tidak ada di tubuh dan meluruskan bajunya yang terlihat sangat rapi .
┐(´ー`)┌
Menghela nafas sejenak, BiSan2 berbalik dan melompat beberapa lompatan ke arah puncak dari tongkat emas.
...
...
....
Berapa detik kemudian.
Bion yang telah meninggal tergeletak tidak bergerak di tanah , perlahan-lahan membuka matanya.
Mengingat rasa sakit barusan, Bion merasa ingin menangis.
Hanya karena ayam goreng dan kopi, ia merasakan rasanya sakit hingga kematian. Bukankah ini sama dengan penyiksaan.
Dalam posisi tergeletak di tanah, Bion mencoba menggerakkan jari-jarinya. Mendapati tidak sakit lagi, Bion mencoba menggerakkan tangan kemudian kepala untuk merasakan apakah masih terasa sakit.
Dan setelah memastikan tidak ada yang bermasalah karena sakit, Bion tiba-tiba berdiri dengan cepat.
...
__ADS_1
...
ノ(° -°ノ)~!
" Aduh punggungku..! "
Bion merasa kram di punggungnya saat berdiri tiba-tiba, akibatnya ia harus berdiam diri sejenak.
...
Dan Setelah selang waktu singkat, kram di punggung akhirnya mereda.
...
...
╮(^▽^)╭
" Hahaha, Aku merasa seperti orang tua..!"
Kata Bion setelah memutar mutar pinggulnya dan merasa baik-baik saja.
Merasa pembalasan BiSan2 tadi, Bion mendapati bahwa penguji persidangan ini tidak mudah di provokasi.
Mendongak melihat puncak dari tongkat emas ini.
Bion mencoba Jalan Putihnya lagi, melihat ke bawah mendapati bahwa Jalan Putih telah berubah menjadi kotak-kotak kecil yang hanya muat untuk satu alas kaki dengan nomor 1 dan 2 telah menyebar di 10 meter darinya.
Dalam suasana hati yang sakit dan tidak mau, Bion melangkah 2 langkah dan menghilang dengan kilatan cahaya putih dari tempat ini.
...
...
...
Sesampainya di puncak tongkat emas BiSan2 mencabut larangan yang hanya bisa berjalan kaki yang di izinkan.
Melambaikan tangan di meja dekat kursi goyangnya, muncul 1 piring ayam goreng dan secangkir kopi hangat.
BiSan2 mulai duduk dan mengabaikan Bion yang baru saja tiba dengan kilatan cahaya putih.
Dengan senang hati BiSan2 menikmati ayam goreng dan secangkir kopi hangat dengan santai riang gembira sembari sesekali menyenandungkan sebuah lagu.
ヾ( ͝° ͜ʖ͡°)ノ♪
"Aku adalah pemukul pantat"
"Sakitnya berat"
"Syarafnya ketat"
"Bila seorang datang mencuri"
"Hasilnya mati"
"Sakit tak henti"
"Aku sekarang meminum kopi"
"Pencuri datang wajah pun hilang"
" Kukuruyuk.... Ayam goreng memasuki mulut.."
BiSan2 menyenandungkan lagu dengan santai, tanpa memperdulikan Bion dengan wajah yang semakin menghitam seperti pantat panci.
__ADS_1
┬─┬ノ( º _ ºノ)
(Selesai)