Bion

Bion
Bab 54 Selesainya Rapat Kecil di Ruang Tamu.


__ADS_3

Bab 54 Selesainya Rapat Kecil di Ruang Tamu.


2020 jam berlalu.


Di ruang tamu.


Bion melihat waktu sudah hampir siang.


Ia membuat tepukan pelan dan mulai berbicara kepada Net yang telah dengan serius mencatat setiap rencana yang telah dibuat untuk toko Rumah Bion.


" Itu dulu saja Net."


" Sekarang waktunya makan siang."


" Aku akan memanggil Vlay dan anak-anak untuk beristirahat dan mulai mempersiapkan makan siang."


" Ya, kakak. Nanti, Aku juga akan melaksanakan tugas ini dengan penuh perhatian. "


ᕙ (° ~ ° ~)


Mendengarkan kakaknya Bion yang telah mengakhiri Rapat singkat ini dengan alasan ingin makan siang. Net juga tahu bahwa kakaknya adalah seorang pecinta makanan yang berat.


Mendengarkan Net yang dengan wajah serius ini. Bion tidak bisa tidak menepuk-nepuk kepalanya dengan senyum lembut.


(・–・) (・◡・)/


" Aku percaya kepadamu Net."


" Dan ingat, permintaan bantuan [ Hitam ] adalah prioritas mu saat menelusuri (2 Dimensi)."


" Ya kakak, untuk toko. Sekarang aku hanya akan fokus ke (3 dimensi). Dan toko di (2 dimensi) akan menunggu sampai Permata Hitam Bulat dengan bintik-bintik putih permintaan [ Hitam ] didapatkan. Baru saat itulah Server ke-2 ku mungkin sudah sempurna untuk membuat sistem-sistem khusus di masing-masing (2 dimensi)."


Mendengarkan Net yang telah tahu tujuannya bahkan tanpa ia memberi instruksi. Bion pun merasa lega dengan ikan asinnya yang telah kembali.


" Baiklah Net, aku sangat lega memiliki adik seperti mu."


" Ya kakak serahkan sisanya untuk ku."


〜(꒪꒳꒪)〜〜(꒪꒳꒪)〜


Mendapatkan pujian ini, Net hanya memiliki wajah yang tersenyum. Namun di Server Internet, ia telah menari, bergoyang, dan berpesta.


J.Bli di samping yang hanya menjadi pendengar baik tiba-tiba angkat bicara, saat Bion yang telah merasa puas menyerahkan semua tugas kepada Net.


( ͡ ͜ ʖ ͡)_Ψ


" Bion kamu ingin malas lagi."


" Kakek, aku saat ini untuk persiapan Persidangan."


Σ(ಠ_ಠ;)


Melihat kakeknya yang telah membuat senjata dengan cahaya emas. Bion dengan kecepatan cahaya membuat alasan yang sangat masuk akal.


Mendengarkan alasan Bion, J.Bli hanya bisa menerimanya dengan kedua tangan.


( ͡ ͜ ʖ ͡)/


" Yah baiklah, ini alasan yang tidak bisa aku bantah."


Menyeka keringatnya.


( つ: ˘ ∧ ˘ : )


Bion berdiri meninggalkan ruang tamu menuju taman Surgawi di luar rumah dengan senyum penuh kemenangan.


<( ̄︶ ̄)>


Sangat jarang memenangkan kakeknya dalam sebuah argumen.


(-_- )?・・・


Net di samping kebingungan karena ia tidak bisa mendengar percakapan yang di katakan Bion dan Kakek J.Bli. Ia di akhir hanya melihat Bion tersenyum penuh kemenangan keluar dari ruang tamu.


J.Bli sendiri melihat Net yang telah kebingungan, hanya berkata dengan senyum samar.


( ◜‿◝ )


" Ini kode rahasia Guru dan Murid. Harap terbiasa Net. "


(ʘ‿ʘ)?


"Ya kakek."


...


...


Taman Surgawi.


"Vlay waktunya makan siang."


(~‾ヮ‾)~


Bion berteriak dari kejauhan melihat Vlay dan anak-anak sedang bermain dengan gembira.


Mendengar teriakan Bion, Vlay menjawabnya dengan teriakan ketidakpuasan.


(✿ ̄ヮ ̄)_Ψ


" Baik, jangan berteriak-teriak kenapa?"


...


...


Setelah melihat Bion yang terdiam dan tanpa memberinya balasan. Vlay hanya bisa menyerah, mengalihkan perhatiannya ke anak-anaknya dengan penuh senyum lembut.


(✿^‿^)/


" Ayo anak-anak, kita makan Siang dulu. Lalu kita akan tidur siang."


" Dan Ibu akan melanjutkan cerita kemarin malam yang terputus."


Sisi, BimA, BinTang dan BiLBo yang mendengar Ibunya akan melanjutkan cerita kemarin malam segera terkejut dan bahagia.


Σ(≧▽≦)


Sisi: " Benarkah Bu? Kalau begitu, ayo cepat makan siang dan lanjutka cerita kemarin malam."


⁽⁽◝( ^_^ )◜⁾⁾


BimA: " Ya. Ayo, Makan Siang."

__ADS_1


(╹◡╹)ノ♬


BinTang: " Ayo - ayo."


~(๑ ̄ヮ ̄๑)~


BiLBo: " Makan siang, BiLBo datang....!"


...


(≧▽≦)/


Sisi: " Kakak jangan lari, tunggu Sisi."


Σ(ಠ_ಠ)/


BimA: " BiLBo gemuk, kamu lebih baik tidak berlari. "


(╯︵╰,)?


BinTang: " BiLBo, kapan kamu akan menurunkan berat badan? "


Σ(๑°◡°๑)ノ⌒┫ ┻ ┣ ┳


BiLBo: " Hah...! menurunkan berat badan? Tidak pernah....!"


(≧▽≦)/


Sisi: " Kakak gemuk."


(๑°◡°๑)ノ♪


BiLBo: " Terserah. Sisi juga akan seperti Kakak BiLBo, menjadi kucing gemuk yang lucu."


...


(*・~・*)


" Kakak, Sisi akan menjadi secantik ibu, tidak gemuk...!"


ᕙ(@^ 〰 ^@)ᕗ


" Tidak mungkin, Aku akan membuat Sisi gemuk bagaimanapun caranya. "


┻━┻ミ\(≧ロ≦\)


" Kakak...."


...


...


...


Vlay tersenyum berjalan mengikuti anak-anak yang telah ramai berlarian menuju rumah.


Melihat Bion yang juga ikut tersenyum memandangnya dan anak-anak, membuat Vlay cemberut.


(✿ ̄ヮ ̄)__Ψ


" Apa?"


"Tidak-tidak, Tidak ada apa-apa."


(⊙﹏⊙)?


...


"Hum..!"


(✿ ̄. ̄)


Ada dengusan dingin Vlay saat ia berjalan melewati Bion menuju rumah.


Di depan rumah.


(づ : ˘ ∧ ˘ : )


Meninggalkan Bion yang telah berkeringat menyeka keringatnya yang tidak terlihat.


Sesaat, setelah menyesuaikan suasana hatinya. Bion juga mulai melangkah ke rumah untuk menikmati Makan siang hangat dengan keluarganya.


...


2020 jam berlalu


...


Di ruang makan.


Setelah Keluarga Bion menikmati makan siangnya.


Vlay dan anak-anak mulai kembali ke kamar meneruskan cerita yang terputus saat tidur kemarin malam.


Net dan J.Bli sendiri juga mulai sibuk dengan urusan mereka tentang masalah toko.


J.Bli sendiri pun, mau tidak mau harus membantu Net. Karena ia adalah penjaga toko di rumah ini.


Jadi sekarang di dalam rumah, meninggalkan Bion sendirian yang tidak tau harus berbuat apa.


(ー_ー゛)?


Ia berpikir, Ingin menyelesaikan masalah PINTU HITAM. Namun hal ini, masih akan dilakukan jam 12 malam nanti.


Jadi sekarang, Bion benar-benar seperti seorang pengangguran.


" Ya, ayo lihat BiSan1 dan yang lainnya apa yang telah mereka lakukan."


(• ▽ •;)/


Bion pun hanya bisa mencari kesibukan di ruang kesadarannya.


Jadi, Ia mulai kembali ke kamarnya. Berbaring dan memasuki dunia Kesadarannya.


...


...


Dunia Kesadaran.


Bion untuk pertama kalinya bertemu BiSan1 di depan pintu masuk Rumah Manor.


" Jarang kamu datang di waktu ini Bion?"

__ADS_1


" Yah, aku menganggur dengan yang ada di dunia nyata."


(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)


Mendapati BiSan1 bertanya tentang kehadirannya yang sangat jarang di waktu ini. Bion menjawabnya dengan suara pelan karena malu.


Melihat Bion yang sedikit malu, BiSan1 hanya tersenyum dan segera ia memecah suasana memalukan ini.


。◕‿◕。


" Oh, jadi tidakkah kamu datang kesini untuk memebuat sebuah kesibukan?"


" Yah, tidak benar sih."


" Aku kesini hanya ingin bersantai dan berekreasi. Dan menunggu terbukanya Pintu Hitam nanti."


<( ̄︶ ̄)>


Melihat BiSan1 yang hanya bertanya dengan datar, tanpa hal lain. Bion yang telah mengembalikan wajah tebalnya juga mulai dengan santai menjawabnya.


Σ(ಠ_ಠ)


BiSan1 tiba-tiba juga teringat akan masalah yang dibuat Bion tadi.


" Ya, sekarang karena masalah yang kamu buat terakhir kali. Kamu memang harus menyelesaikan sendiri secepatnya."


" Ini, aku berikan buku tentang monster-monster itu.


Dan kamu bisa membacanya di perpustakaan."


(◕ヮ◕)ノ♪


"Yah, terimakasih."


Bion mulai mengambil Buku yang dikeluarkan BiSan1 dan berjalan menuju ruang perpustakaan.


...


...


Dan di perpustakaan.


Bion mulai belajar dengan giat tanpa tahu berlalunya waktu.


Dan tanpa terasa sudah waktunya untuk makan malam.


Bion pun meletakkan buku ini.


Kmbali ke dunia nyata untuk makan malam dengan masakan Vlay yang lezat. Kemudian ia kembali ke Dunia Kesadaran untuk meneruskan membaca Buku monster di Dunia Liar sampai waktu terbukanya Pintu Hitam.


...


2020 jam berlalu.


...


Bion meletakkan buku di rak buku perpustakaan.


Melihatnya waktu sudah mendekati Jam 12 malam, Bion perlahan berjalan keluar dari ruang perpustakaan.


Saat berjalan keluar.


Ia menemukan BiSan1 dan yang lainnya telah menunggunya di depan ruang tamu dekat pintu masuk rumah Manor.


BiSan1 tiba-tiba bertanya terlebih dahulu saat melihat kedatangan Bion.


" Bagaimana Bion?"


" Pahit."


Mendengar pertanyaan BiSan1. Bion yang telah membaca Buku Monster Liar dari buku yang telah ia berikan merasa kesulitan dari Pintu Hitam kali ini telah berlipat-lipat.


Mendengar kepahitan Bion, BiSan1 juga dengan kepastian, tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.


(◡ _ ◡)


" Yah, wajar saja."


" Mereka bukan monster baru, namun rubah tua yang telah lolos dari kita dengan kelicikan dan berbagai cara curang mereka."


BiSan4 yang telah menjadi Penjaga Manor terlama, juga mulai memberi saran untuk Bion tentang hal ini.


♪(• ‿・)


" Ya, Bion. Hati-hati dengan serangan menyelinap mereka. Meski kamu bisa dibangkitkan kembali. Namun rasa sakit dari serangan itu sungguh menyakitkan."


" Buku yang kamu baca, hanyalah pengalaman dari kita dengan level Kekuatan kita. Jadi dengan standar kekuatanmu saat ini, yah, kamu bisa membayangkan bahwa hal ini telah dikalikan berkali-kali lipat."


" Aku mengerti terimakasih atas perhatiannya."


Bion mendengarkan perhatian mereka, sungguh merasa tersentuh sedikit namun hanya sedikit.


(눈‸눈)


Karena ia ingat, barang-barang ini telah menjebaknya untuk mengatasi masalah Pintu Hitam itu sendirian.


Mendengar Bion yang telah menyiapkan mentalnya. BiSan1 dan yang lainnya cepat-cepat mengusir Bion, agar ia tidak menarik kembali keinginannya.


(•‿•)/ (•‿•)/ (•‿•)/ (•‿•)/


" Baiklah hati-hati."


" Jangan sampai menyerah Bion."


" Ya tetaplah semangat."


" Anggap ini sebagai pengalaman mu yang beharga Bion."


" Ya, ya. Aku akan berhati-hati. Sampai jumpa nanti."


✧◝(⁰▿⁰)


Tanpa mengetahui bahwa ia telah di usir.


Bion melambaikan tangannya, mulai memasuki Pintu Hitam yang telah muncul secara tiba-tiba di samping pintu masuk rumah Manor tepat jam 12 malam.


...


Di ruang tamu.


" Yah kita juga harus bersiap-siap, jika Bion tidak bisa menahannya."


"Yah, ayo bersiap-siap."

__ADS_1


Dengan kilatan cahaya putih, BiSan1 dan yang lainnya tiba-tiba menghilang dari ruang tamu.


(Selesai)


__ADS_2