
Bab 33 Sapi Pi
" YO yo Yo.... ini kah penjaga Manor yang baru? "
Bion mendengar suara dari seekor sapi Pi yang perlahan mendekat.
Sapi Pi terlihat seperti sapi biasa, mengamati dengan cermat, Bion benar-benar tidak merasa ada yang tidak biasa dengan sapi ini.
" Yo , Penjaga Manor perkenalkan namaku Alexander. Di Belakang ku adalah Istri-istriku yang cantik. Ini Alice, ini Sely, ini Diane, ini Khamr. "
Sapi Pi yang mendekati perlahan memperkenalkan dirinya sendiri serta istri - istrinya kepada Bion dengan ramah.
-‿-)/
"Halo semuanya... Aku Bion, Mohon bantuannya." Bion terkejut sedikit dan menyapa kembali dengan tersenyum ramah.
" Hahaha.... Tidak masalah, aku kenal semua penghuni peternakan di Manor ini. "
" Dan aku juga akan meminta bantuanmu?"
Sapi Pi Alexander bertanya dengan penuh harap.
" Ah, silahkan-silahkan selama aku bisa membantu. " Jawab Bion dengan antusias.
" Itu... Ketika kamu berkeliling Manor, bisakah kamu menangkap pencuri telur kita? BiSan4 telah berjanji untuk membantu kita."
" Sampai sekarang, saat ia merawat keamanan kita dalam masa bertelur. Ia telah berusaha sangat keras sampai wajahnya terlihat bengkak, namun ia bahkan tak kunjung menangkap pencuri ini. "
" Jadi harapan kita hanya jatuh ke pundakmu. Bisakah kamu membantu ku? "
Sapi Pi Alexander berkata dengan kesusahan yang dalam, seperti anak kecil yang telah kehilangan mainan berharganya.
" Ini...."
Bion ragu-ragu dan sangat ragu-ragu untuk menjawab.
Bion sendiri tau siapa pencurinya.
" BiSan4 yang menjagamu adalah pencuri yang sebenarnya dan wajah bengkaknya hanyalah kedok", Bion tidak tahan untuk tidak menjerit di dalam hatinya.
Namun ia tidak bisa bersuara untuk hal ini.
Bukankah Bion sendiri misi panen ini adalah telur sapi Pi?
" Ini, apakah Telur yang kamu hasilkan adalah anak mu? " Bion mengalihkan pertanyaan dengan pertanyaan.
__ADS_1
Sapi Pi Alexander sangat kaget dengan pertanyaan Bion yang adalah Penjaga Manor baru.
Bukankah otak Bion saat ini masih tertinggal di ladang tanam Rumput PiYum?
Jika tidak, mengapa ia harus bertanya ini?
" Itu... Apakah kamu belum sarapan sehingga kamu berhalusinasi? " Tanya Sapi Pi dengan ragu.
" Ah, aku memang belum sarapan, karena aku tadi sedang terburu-buru mengambil Rumput PiYum untuk makanan pagi mu."
Jawab Bion dengan terkejut juga.
" Ah wajar kalo begitu."
" Ayo, kamu masuk halaman rumahku dulu dan meletakkan Rumput PiYum . Meski sempit, di dalam rumah ku sangatlah nyaman."
Kata Sapi Pi dengan rasa kasihan.
Bion melihat Sapi Pi yang perlahan berbalik dan memasuki "Rumahnya".
Bion melihat ini dan buru-buru mengambil Rumput PiYum yang ia letakkan di depan pintu masuk Peternakan Sapi Pi.
Bion mengangkat Rumput PiYum dan mulai meletakkannya di sebuah lantai datar besar terbuat dari batu bata hitam menurut instruksi Alexander.
Setelah meletakkannya, Bion mengambil tali Hitam dan mendapati rumput PiYum masih terlihat biasa dengan tinggi 10 m setajam pedang.
(ー_ー゛)
Merinding !
Melihat istrinya memakan Rumput dengan senang hati, Alexander tidak bisa tidak berkata.
" Bion, kita sapi Pi adalah sapi "Biasa". Kita menghasilkan anak juga dengan melahirkan bukannya bertelur."
"Namun telur yang kita hasilkan adalah kemampuan yang spesial dari jenis sapi kita. Dengan memakan Rumput PiYum, kita akan memiliki rune di tubuh kita yang perlahan berkumpul di antara alis membentuk sebuah telur."
" Telur ini akan jatuh dan memisahkan diri dengan kita saat masa panen ."
" Fungsi telur ini adalah untuk pertumbuhan anak kita di masa bayi."
" Jadi selama telur ini belum bisa di peroleh dengan cukup, kami suami istri tidak tega untuk melahirkan anak-anak."
Cerita Alexander dengan kenangan yang melankolis.
Dan mendengar Alexander, Bion tidak bisa tidak bertanya-tanya.
__ADS_1
BiSan4 seharusnya juga tau ini. Namun ia tetap mencuri telur, pasti ada alasannya. Namun, apa itu?
Mengesampingkan masalah ini dulu.
Bion melihat Alexander yang masih memandangi istrinya memakan Rumput PiYum dengan penuh kasih.
" Itu, aku minta maaf karena telah salah paham sebelumnya." Kata Bion dengan malu.
" Hahaha.... Tidak apa-apa."
" Ok kamu sibuk dulu, masih ada Kambing Senyum yang gemuk itu. Kamu harus hati-hati agar tidak tertimpa tubuhnya. "
Kata Alexander dengan senyum senang.
" Iya, terima kasih atas pengingatannya. Aku akan pergi dulu. " Bion melambai mengucapkan selamat tinggal kepada Alexander.
"Iya, hati-hati. Sampai ketemu di sore hari. " Jawab Alexander yang kemudian perlahan mendekati Rumput PiYum untuk memulai sarapan paginya.
Melihat ini, Bion berbalik dan kemudian menuju Peternakan Kambing Senyum di sampingnya.
...
...
Ruang makan di dalam rumah Manor yang hangat.
(" BiSan4, aku merasa masakan 1 tahun ke depan tidak akan memiliki masakan dengan rasa Sapi.")
Kaget BiSan4 yang tiba-tiba mendengar ini.
Merasakan sesuatu, BiSan4 perlahan mengalihkan pandangannya menuju arah Peternakan Sapi.
Ia mendapati, ada pemandangan Bion yang sedang berbicara dengan Sapi Pi. Setelah melihat ini BiSan4 tahu apa yang terjadi.
Karena Sapi Pi akan berbicara dengan bahasa penjaga Manor saat ia tekena penyakit Cerdas.
Obatnya adalah menjawab apapun yang ditanyakan oleh Sapi Pi, tanpa memandang benar dan salah.
Bion mungkin tidak mengerti apa arti sebenarnya dari penyakit ini.
(" BiSan4, bawa semua telur Sapi Pi yang telah kamu kumpulkan di gudang Manor ke gudang rumahku.")
Mendengar ini, tanpa basa-basi BiSan4 langsung menjawab, "Baik. "
Dan BiSan4 langsung menuju gudang tanpa penundaan.
__ADS_1
(Selesai)