
Bab 16. Tugas tersulit bagian 1
Perlahan Bion membuka matanya, menggosok mata yang serasa lengket Bion perlahan meregangkan kedua tangannya dan menikmati tempat tidur yang akrab ini.
Memikirkan sesuatu Bion membuka Status-nya.
© CREATE ✓ [ STATUS ] ✓ [ BION ]
Tubuh : Sehat ( Klik Detail )
Mental : Sehat ( Klik Detail )
Jiwa : Sehat ( Klik Detail )
Iman : 1 (-9999...9999 ) ↑◎。 (Klik Detail)
Keinginan : Masa Bayi - Mode Perang ( Klik Detail)
[ UTUSAN ]
꧁꧑꧂ ꧋ BiSan1 ꧈ Aksara Ha ꦲ ꧉ ( Klik Detail)
...
(・_・)?
" HM? Banyak yang berubah. Dan apa-apan itu ꧁꧑꧂ dan Aksara Ha ꦲ ? "
Bion merasa kebingungan dengan banyak perubahan yang terjadi dalam statusnya. Khusus nya dengan ꧁꧑꧂ dan Aksara Ha ꦲ yang mewakili Utusannya, BiSan1.
Memikirkan BiSan1 yang sedang menikmati makanannya, perut Bion juga mulai menggerutu.
Meskipun Bion dapat makan energi yang beredar di kekosongan untuk mengisi kelelahanya.
Namum makan adalah sebuah kenikmatan jiwa yang tidak mau diubah Bion sesuka hati.
Berjalan keluar pintu menuju ruang makan, Bion mendapati semua orang ada disini yang sudah hampir selesai menikmati makanannya.
Dan ada sebuah Lampu Minyak tambahan yang sedang mendiskusikan dengan serius tentang perpaduan metode makanan di zaman kuno dengan makanan di zaman modern bersama Vlay.
Makan sembari berdiskusi tanpa mengganggu kecepatan dalam memilih makanan yang serasa enak dimakan.
Dan melihat Bion datang dari kamarnya. Sisi yang akan mengambil suapan lain makanannya tiba-tiba berdiri dari kursi, dan berkata dengan tidak pasti.
(• ▽ •;)
" Ayah, Ayah tadi membawa semua makanan yang dimasak ibu ke kamar tanpa mengucapkan sepatah kata kepada Sisi. Ibu berkata bahwa Ayah mungkin sangat lapar setelah istirahat dan malu untuk makan lebih dulu jadi membawa makananya ke kamar."
" Akibatnya Ibu memasak kembali dan sekarang ibu merasa lelah. Jika Ayah belum cukup makan di kamar, Sisi akan buatkan yang lain untuk Ayah."
__ADS_1
ᕙ(@°▽°@)ᕗ
"Ah Sisi, Tidak..." Kata Bion cepat-cepat.
" Batuk...!" ಠ ͜ʖ ಠ
Namun sebelum selesai berkata. Bion disela dengan sebuah batuk dari J.Bli Si Lampu Minyak.
(〃^_^〃)
" Ah, maaf Sisi. Maksud Ayah, Sisi bisa membuat makan lain karena Ayah masih belum kenyang. Memang tadi Ayah membawa makanan yang dimasak ibu Sisi langsung ke kamar karena terlalu Lapar, takut Ayah pingsan." Bion cepat pula berkata sambil menunjukkan bahwa dia sangat lapar (☞^o^) ☞
" Oh, jadi begitu...."
" Ok Ayah tunggu sebentar.."
Sisi cepat bangkit dan berlari menuju dapur.
"Tunggu Sisi mari Ayah ban..." Bion juga akan ke dapur.
" Batuk...!" J.Bli langsung menyela pikiran Bion.
"Ah, ada apa ayah?" Sisi yang sedang berlari ke dapur berhenti tiba-tiba dan menoleh ke belakang memandang Bion dengan bingung.
" Tunggu Sisi, mari Ayah bantu Sisi dengan bersorak disini." Kata Bion dengan wajah bersemangat. (*^3^)/~♡
" Siap Ayah, Sisi akan membuat makanan yang terbaik untuk Ayah." (。♡‿♡。)
Melihat Sisi yang dengan riang sedang perang dengan alat-alat dapur. Memikirkan BiSan1 yang sedang menikmati makanan di ruang kesadarannya, Bion merasa harus menulis dendam ini di buku catatan kecilnya.
Dan Saat memalingkan wajahnya ke Lampu Minyak J.Bli.
" Halo tuan J.Bli , kenapa kamu di sini?"
Sebelum J.Bli menjawab Vlay menjawab Bion.
"Bion, Gurumu yang sudah tua kenapa kamu menyuruhnya untuk menjaga toko? "
Vlay dengan tidak puas bertanya kepada Bion yang akan duduk di kursi ruang makan.
"hah, Gur....?"
Tanpa menyelesaikan pertanyaan ini. Bion sudah di sela J.Bli.
"Tidak apa-apa Nyonya, saya sudah tidak sibuk selama bertahun-tahun. Jadi saya kesini menyusahkan magang saya untuk menjadikan saya penjaga toko." J.Bli berkata cepat.
" Sembari beraktifitas meregangkan pinggang yang kaku Nyonya." lanjut kata J.Bli
"Tapi-tapi kamar kita di lantai 2 cuma ada dua."
__ADS_1
kata Vlay dengan gugup (・_・;)
"Ah, tidak apa-apa Nyonya, saya bisa tidur di lantai satu." kata J.Bli dengan nada meyakinkan
╮(^▽^)╭
" Tidak tidak , ini tidak baik. HM... begini saja, Guru, anda tidur di kamar Bion. Biarkan Bion tidur di sofa ruang tamu lantai 2." kata Vlay dengan tidak setuju ಠ︵ಠ
"Hah? sofa? aku di sofa?"
Bion sambil berpikir, siapa pemilik rumah ini?
(╬⁽⁽ ⁰ ⁾⁾ Д ⁽⁽ ⁰ ⁾⁾)
" Ah ini tidak baik juga Nyonya. Saya memiliki rumah mini di sini yang dapat di tempatkan di atas meja toko sebagai hiasan dan juga sebagai tempat tinggal ku." kata J.Bli dengan pasti
´◔‿ゝ◔`)━☞
" Guru, apakah ini tidak baik?" kata Vlay dengan ragu. (˘・_・˘)
" Baik-baik saja Nyonya. Saya juga biasanya tinggal di rumah mini ini ketika saya berpergian ke seluruh dunia." Kata J.Bli dengan pasti.
ᕙ (° ~͜ʖ~ °) ᕗ
" Benar baik-baik saja, Guru?" Vlay menanyakannya lagi dengan tidak pasti.
(*・~・*)
"Iya , Nyonya tidak apa-apa , sungguh..!" kata J.Bli 100%
" Baik lah kalau begitu, Salah kan Bion karena membuat rumah yang sempit seperti ini." kata Vlay yang sudah menyerah 。◕‿◕。
<( ̄︶ ̄)↗
" Hahaha.. Ngomong-ngomong Nyonya bagaimana kalo makanan zaman ini......" J.Bli
"...." Vlay.
J.Bli dan Vlay mulai mendiskusikan berbagai masakan lagi.
Dan Bion di samping sudah terpana dengan yang ada di depannya. Ia selalu merasa telah tertidur selama miliaran tahun, tidak mengenal kedua orang ini.
Bion juga merasa tidak berdaya dengan keberadaan J.Bli, karena ia adalah satu-satunya penjual tiket ke persidangan ke-2.
Melihat kesamping, Net yang sedang menahan tawa _༼ ಥ ‿ ಥ ༽_
" Ayo tertawa, ayo...turus saja tertawa...!"
Bion marah
__ADS_1
┻┻︵ヽ(`Д´)ノ︵┻┻
(Selesai)