Bion

Bion
Bab 77 Serangan Langsung.


__ADS_3

Bab 77 Serangan Langsung.


Saat merasakan pandangan tajam kearahnya.


Bion juga memfokuskan pandangannya ke suatu arah, dan kemudian.


Singggg.....!


Suara teriakan nyaring seperti membangunkan monster-monster kuat ini yang telah tetap bersiaga.


Dan tampa memberi Bion kesempatan untuk bertindak.


Berbagai Monster kuat ini langsung menyerangnya dengan berbagai kemampuan elemen yang sangat kuat, seperti petir, api, angin, air, ,cahaya, dan lainnya. Yang berkumpul menjadi satu menyerang Jarum Jiwa kecil Bion yang malang.


Dan tanpa berbelas kasihan.


Hilang dan musnahlah Jarum Jiwa Bion itu.


Namun saat sebelum menghilang.


Bion yang ada jauh di sana yang sekarang sedang duduk santai di tengah pilar petir mendapatkan informasi yang sempat dikirim ke pikirannya, sebelum Jarum Jiwa itu benar-benar musnah.


Memembuka matanya.


Bion sedikit terdiam.


Karena dari informasi yang telah ia dapatkan. Ternyata pandangan yang menusuk itu adalah monster persepsi yang memang dikhususkan sebagai pemantau wilayah di sekitar mutiara air.


Namun yang membuat Bion terdiam adalah "Yah" monster ini bisa dibilang tiang pemancar bila di letakkan di dunia modern.


Ya kamu benar!

__ADS_1


Ini memang tiang pemancar signal.


Karena bentuknya yang sangat mirip dengan Pemancar Singal TV Modern. Bertubuh panjang seperti tongkat berdiri memanjang keatas yang semakin meruncing dengan puncak, yang memiliki beberapa tangan yang menunjuk ke langit, berputar-putar mengelilingi tiang sambil terus menerus memancarkan sinyal, mengawasi berbagai hal di sekeitarnya.


...


"Itu... Kalau tidak bisa bersembunyi. Maka kita akan bertarung kepala di ( nyata berhadapan dengan langsung)."


Bion tanpa bergerak mulai memerintahkan perisai miliknya untuk berpindah menuju medan Jarum Jiwa tadi.


Dan saat berpindahnya perisai ini.


Ada suatu pemandangan yang sangat aneh terjadi.


Yaitu, salah satu serangan monster menyelinap yang tidak bisa di tahan bahkan dengan Pilar Petir dan Jarum Jiwa yang telah mengintai dalam kegelapan.


Saat akan menghantam Bion.


Serangan menyelinap dari monster itu langsung, mulai terbang berbalik menuju arah perisai yang sedang dalam perjalanan menuju tempat Jarum Jiwa, sesuai perintah Bion.


Hal sama terjadi kepada monster-monster tersembunyi lain yang telah lolos. Serangan mereka yang sangat kuat dan memastikan akan memukul Bion. Mulai terbang berbalik dengan cepat menuju arah Perisai, yang mengakibatkan monster penyelinap itu terdiap, kaget, tercengang, bengong dengan perubahan yang mendadak ini.


Dan karena kelalaian tugas mereka, jarum jiwa yang telah bersembunyi dalam kegelapan pun marah sangat marah, tanpa ampun memberi mereka tusukan mematikan.


Bion juga melihat hal yang terjadi di depannya ini. Meski singkat, namun tetap membuatnya terkejut.


Menggaruk-garuk kepalanya kebingungan.


"Apakah aku menggunakan pedang Ruang dan waktu? Kenapa monster ini berhenti tiba-tiba?"


Bion hanya merasa bahwa ia sangat tepat membuat klausa Perisai ke-1 untuk Perisainya, yang tidak memiliki kekuatan untuk memperbanyak jumlah.

__ADS_1


"Ya, hal ini bisa di jadikan kejutan untuk musuh-musuh ku nanti. ( Meski pun hal ini juga merupakan pedang bermata dua )."


Bion tersenyum kecil melihat pemandangan monster lain yang tercengang lagi dan kemudian meninggal dibawah serangan Jarum Jiwa.


┐(´ー`)┌


" Yah, ayo nanti tambahkan efek berlipat ganda untuk perisaiku. Aku lama kelamaan juga tidak tahan dengan banyaknya kematian monster yang ada depanku. Sungguh sangat menggangu."


...


Mengalihkan perhatiannya ke arah Perisai.


Bion mulai melakukan rencananya untuk mencoba apakah perisainya mampu lagi untuk menembus Benteng militer yang telah dibangun monster-monster ini.


Sesaat sebuah perisai yang membawa Jarum Jiwa melayang dengan cepat menuju kerumunan monster.


Dan tanpa ditutup-tutupi, Perisai Bion langsung di perhatikan oleh Monster Sinyal.


Singgg....!


Degan teriakannya yang nyaring.


Berbagai Monster yang telah berjaga-jaga mulai dengan sigap cepat seperti sebuah pasukan yang di organisir menyerang ke arah satu titik posisi tempat perisai Bion terbang mendekat.


Boom... Boom...


Boom...


Boom... Boom...


...

__ADS_1


Berbagai serangan menghantam Perisai Bion yang mengakibatkan, sejumlah besar Sisik yang telah di kumpulkan Bion mulai menghilang.


(Selesai)


__ADS_2