
Bab 20 Persidangan ke-2 bagian 1
" Net, untuk selama ini masihkah ada penyebaran Pemilik Rune itu?" tanya Bion dengan penasaran.
"Tidak lagi ada penyebaran Kakak. Semenjak Kakak memerintahkan untuk memasuki kode sembunyi semua penyebaran dan penguatan Fasilitas Rumah telah berhenti meninggalkan fungsi dasar." jawab Net dengan cepat.
"Baiklah Net tetap mempertahankan kode sembunyi ini, namun untuk memperkuat intimu sendiri masih harus ditempuh."
"Dan untuk penyebaran [ APLIKASI OBROLAN ] kita akan memberi mereka makhluk cerdas yang baru lahir saja dengan larangan memberitahu siapa dan apapun." kata Bion kepada Net dengan serius.
"Baik Kakak laksanakan !" Kata Net, Kapten pelaut hantu botak.
"Ya, untuk penjualan fisik di (3 dimensi) dan penjualan ke (2 dimensi ) kita akan melanjutkan setelah perang di dimensi ini."
Pop !
Bion memengetuk palu yang entah darimana dia dapat dan menandakan rapat berakhir.
"Baiklah ayo istirahat dulu." Bion mulai berbicara sambil melihat ke arah Sisi yang sudah tertidur di pangkuan Vlay.
Membawa Sisi, Vlay juga tersenyum bangkit ke kamar untuk istirahat.
Net langsung menghapus keterampilan wujud hantu botaknya.
Meninggalkan Bion yang masih duduk menunggu beberapa saat sebelum mulainya persidangan ke-2.
...
...
"Bagaimana apakah kamu sidah siap !" Entah dari mana ada sebuah suara datang dari balik meja penjaga toko.
J.Bli muncul meletakkan rumah mini yang yang terlihat indah seperti hiasan diatas meja.
"Tunggu aku ke tempat tidur dulu sebelum memulai." kata Bion dengan tergesa-gesa.
"Ah, jangan kawatir masalah kecil ini"
Pop !
Saat kata-kata J.Bli selesai terdengar suara palu mengetuk dan Bion lansung tertidur memasuki ruang kesadarannya. Meninggalkan J.Bli dengan seringai jahat di mulutnya.
...
Dunia Kesadaran.
Sebuah Ring tinju yang tidak pada tempatnya.
Sebuah Rune misterius yang melayang.
Sebuah Pintu putih yang perlahan terbuka menunggu peserta persidangan memasuki pintu.
" Yo, BiSan1... sudah lama?" Sapa Bion saat berjalan mendekati Ring tinju.
"Hai Bion, kamu berhasil dengan tugas Paman Lampu Minyak itu?" tanya BiSan1 seolah penasaran.
"Tentu saja , itu mudah." jawab Bion sombong.
┐( ˘_˘)┌
__ADS_1
" Dan ngomong-ngomong kekuatanmu adalah keyakinan kenapa tempatmu tinggal adalah ring tinju? Dan apa-apan dengan statusmu ꧁꧑꧂ dan Aksara Ha ꦲ ?" Lanjut pertanyaan Bion dengan penasaran.
" Untuk pertanyaanmu tentang ring tinju ini? ..... Aku menjawab karena aku suka.
Untuk status ꧁꧑꧂ ? .... ini adalah urutan pertama atau satu.
Dan untuk Aksara Ha ꦲ ? .... Ini menunggumu mengumpulkan semua Utusan kita. "
Pop !
Setelah selesai menjawab Bion, BiSan1 mengetuk palu yang entah dari mana dan menerbangkan Bion ke pintu putih tempat percobaan ke-2.
Bion terbang memasuki pintu. Sampai di ruang dimensi © CREATE seukuran kamar. Dengan © CREATE melayang diam di tengah dan ada pintu hitam yang mulai terbuka dan sebaliknya pintu putih di belakang Bion mulai tertutup.
Bion sekarang masih kaget dengan BiSan1 bukan karena jawabannya, Namun Palu yang mengetuk itu? Darimana ia tau, apakah ruang kesadarannya tidak terhalang dan BiSan1 bisa leluasa mengetahui yang terjadi di dunia luar kesadaran.
Jika itu benar terjadi, kehidupannya untuk menemukan istri akan menjadi kacau.
Mengesampingkan pertanyaan yang sulit ini, Bion melihat sekeliling dan mendapati bahwa ini masih ruangan yang sama.
Berjalan memasuki pintu hitam Bion mendapati itu juga masih dunia kegelapan yang sama.
Berjalan kepusat dunia, Bion menemui Lampu Minyak J.Bli lagi yang masih bersinar dengan tenang seperti tidak mengenal waktu dan ada sebuah pintu hitam yang terbuka disampingnya.
" Persidangan ke-2 memiliki 3 tingkat, jadi bersiaplah."
"Tunggu !" kata Bion dengan tergesa-gesa.
Pop !
Namun tanpa memberi Bion waktu penjelasan, suara mengetuk palu terdengar dan Bion langsung memasuki pintu persidangan ke-2. Meninggalkan J.Bli yang dengan wajah sombong memutar-mutar palu ditangannya.
...
...
...
Bion keluar dari pintu hitam yang perlahan-lahan tertutup dengan terbang mendekati sebuah tongkat emas bulat berdiameter 100 meter dan tingginya tidak terlihat bahkan dengan penglihatan mata dan persepsi mental.
Bion terbang semakin dekat dan tanpa menunggu Bion bereaksi untuk mempersiapkan tabrakan dengan tongkat emas itu. Tongkat emas itu perlahan memperbesar menghantam wajah Bion.
Bang !
Bion terbang kembali dengan lebih cepat dan saat mendekati pintu hitam yang telah tertutup Bion mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memperlambat kecepatannya.
Namun ia mendapati bahwa semua kekuatannya telah di segel meninggalkan kemampuan tubuh.
Bang !
Bion tanpa waktu bereaksi menghantam pintu hitam dengan kuat dan menyemburkan seteguk darah.
Uhuk ! Uhuk !
Bion terbatuk dan perlahan-lahan bernafas mengurangi rasa sakitnya.
" Lemah..."
Ada sebuah desahan di samping Bion.
__ADS_1
Bion menoleh mendapati ada seseorang yang persis sama dengan dirinya dan tau bahwa ini adalah penguji di persidangan ke-2 bagian 1.
Menghirup nafas dalam-dalam Bion berkata, " Halo, BiSan2 ?"
"Mari kita jelaskan nanti, kita bertarung dulu." BiSan2 langsung memukul Bion hingga ia hancur berkeping keping.
Di dalam Persidangan, kematian Bion tidaklah kematian dalam kenyataannya. Hanya kematian virtual meski 100% memiliki rasa kematian yang sama.
Setelah beberapa saat Bion kumbali utuh berdiri di depan BiSan2 tanpa bekas luka.
" Lemah..."
Ada desahan lain yang terdengar di telinga Bion.
Menoleh ia mendapati ada tinju lain yang memukul dada Bion.
Bion terpana di tempat dan merasa rasa sakit tajam di dadanya melihat ke bawah, ia mendapati ada lubang besar didadanya dan Bion kembali ke kegelapan.
BiSan2 melihat Bion meninggal lagi dan sepertinya minatnya sudah mulai berkurang, berbalik ia mulai melompat tinggi menuju ujung tongkat emas yang tertinggi di balik awan.
Bion sendiri juga perlahan mulai puling, tetap berdiri namun ia juga bisa merasakan rasa sakit yang masih berlama-lama di tubuhnya.
Ini adalah kematian ke dua dalam persidangan ini.
Di persidangan ke-1, BiSan1 sangatlah baik kepadanya. Ketika mereka berperang, ia juga mengalami kematian beberapa kali dan pertarungan berhenti sejenak untuk menunggu ia mempersiapkan pertarungan berikutnya. Seperti saudara kembar yang penyayang.
....
Bion melihat sekeliling namun BiSan2 sudah tidak ada lagi. Ia hanya mendapati tongkat emas yang berdiameter 100 meter berdiri memanjang ke atas awan tanpa tahu dimana ujungnya.
Bion mulai memeriksa kekuatannya dan hanya merasa kekuatan tubuh yang bisa beroperasi. Kekuatan-kekuatan lain seperti Mental, Jiwa, Iman, dan Keinginannya semua tersegel.
Bion sendiri merasa Persidangan ini pasti juga berhubungan dengan tubuh. Bion mulai menggerakkan kakinya menuju tongkat emas yang tinggi ini dan diujung paling atas tongkat ini ia merasa persidangan sesungguhnya dimulai.
Disaat berjalan menuju tongkat emas ini, Bion juga sesekali mendongak melihat keatas yang merasa ia tidak pernah bisa mengukur ujung panjang tongkat ini.
Menguatkan hati ia mulai berdiri di sisi tongkat dan ingin memanjatnya. Menyentuhnya untuk pertama kalinya yang ia rasakan adalah dinginnya permukaan. Ia berusaha memanjat dengan memeganginya, namun ia gagal dan terjatuh lagi.
" Kamu hanya bisa memanjat setelah kekuatan tubuhmu dapat menggeser tongkat emas ini. "
Tiba-tiba ada suara yang memberinya petunjuk dari balik awan diujung tertinggi tongkat ini.
Bion tahu bahwa BiSan2 yang dengan murah hati memberinya petunjuk. Namun mendapati untuk menggeser tongkat ini ia merasa kesusuahan, lihat saja betapa kuatnya tongkat ini menancap di tanah yang menopang ketinggian itu.
Berusaha !
Bion hanya bisa menghibur dirinya sendiri.
Ia mulai mendorong tongkat emas, memukuli , menendang, Bion mencoba berbagai cara yang juga tidak masuk akal untuk mengeser tongkat emas ini.
...
...
Di ujung tongkat di atas awan yang tinggi.
BiSan2 melihat ini juga tapi tetap diam dan hanya mulai kesibukannya sendiri.
...
__ADS_1
...
(Selesai)