
Bab 46 Wilayah Militer Untuk Net.
Senang bermain dengan anak-anak, Bion menghampiri Vlay dan berkata,
" Aku serahkan pengelolaan Taman ini kepadamu dan anak-anak."
Vlay yang sekarang sedang dalam suasana hati yang baik bermain-main dengan bunga, menjawab Bion sangat singkat seperti mengusir sebuah lalat.
` 乁(눈‸눈✿)
" Iya. "
Bion mendengarkan jawaban Vlay yang asal-asalan, ia sedikit terdiam dan merasa seperti orang yang tidak dibutuhkan disini.
┐(´ー`)┌
Bion sendiri tidak khawatir sesuatu yang aneh akan dilakuan Vlay dan anak-anak. Karena Rumah Bion sekarang sudah berada di ruang mentalnya. Ia bisa memantau dan melihat setiap saat apa yang sedang terjadi.
" Perhatian anak-anak."
(ʃƪ•̀ o •́ )
Bion mulai bertepuk tangan. Berteriak hangat, mencoba mengalihkan perhatian anak-anak yang sedang bermain ke arahnya.
" Ayah ada urusan sedikit dengan Paman kalian, Net. Dan Kalian sekarang memiliki Misi, membenahi Taman Surgawi ini sesuai keinginan kalian. "
"Bisakah Ayah menyerahkan Misi tambahan yang berat ini?"
Mendengar kata [ Misi ].
Sisi langsung bersemangat.
(☆▽☆)
Sisi: "Siap ayah, Sisi yakin akan menyelesaikan misi ini."
(ノ◕ヮ◕)ノ*.✧
BimA: "Iya ayah. Serahkan padaku taman ini, hasilnya pasti indah."
( ╹▽╹ )/♪
BinTang: "Yakinlah ayah, aku tidak akan mengecewakan ayah dengan masalah desainnya."
ᕙ(@°▽°@)ᕗ
BiLBo: "Ayah, Jangan khawatir. Ayam di Taman ini pasti akan gemuk-gemuk."
...
" Hah, BiLBo. Apakah kamu mau makan ayam."
" Ya, kakak BiLBo terlihat lebih bersemangat. Pasti sedang memikirkan makanan. "
" Tidak, aku, tidak..."
...
...
Melihat anak-anak yang telah ramai.
Bion berkata lagi kepada Vlay.
(。•̀ᴗ-)✧
" Vlay, aku serahkan sisanya kepadamu."
" Ok - Ok, tidak masalah. Cepat pergi...! Jangan ganggu kami menghias taman. "
(✿  ̄‿ ̄)
Vlay merasa sangat terganggu dengan Bion, dan berkata marah cepat mengusirnya.
...
Melihat Vlay yang memiliki mata menyempit ke arahnya, Bion hanya bisa bergindik dan dengan cepat meraih Net membawanya pergi.
(´-﹏-`;)
" Ayo Net, kita ke tempat lain."
Melihat Bion yang mencoba melarikan diri, Net hanya bisa dengan suka rela memasuki kelompoknya.
┐(´д`)┌
" Ya."
...
J.Bli sendiri yang telah seperti bayangan tidak tidak mengikuti Bion, namun tetap di taman bercanda ria mengikuti Vlay dan anak-anak.
Sebagai orang tua, J.Bli merasa senang melihat anak-anak yang sangat riang ini.
( ͡ᵔ ͜ ʖ ͡ᵔ )
"Sepertinya menjadi pilihan yang tepat, saat aku memilih untuk menjadi penjaga toko di rumah ini." Gumam J.Bli.
ヽ(。◕o◕。)?
" Kakek, apakah ini baik." Sisi mendapati Kakeknya tiba-tiba terdiam, kebingungan dan bertanya-tanya.
Tanpa menjawab Sisi secara langsung, J.Bli mencoba berkata untuk mengalihkan perhatian Sisi ke arah Taman Surgawi.
( ͡ ͜ ʖ ͡)╭
" Sisi, bangku taman ini sedikit terlalu besar. Ayo kita buat lebih kecil agar Sisi bisa lebih nyaman saat duduk nanti."
Melihat Kakeknya, berkata penuh perhatian. Sisi tidak tahu apa yang terjadi. hanya dengan riang mengikuti kakeknya.
✧(>o<)ノ✧
" Ah..! Iya kakek, terimakasih. "
...
Tawa anak-anak perlahan mulai menggema riang di Taman Surgawi. Vlay dan J.Bli juga ikut tersenyum lebar melihat anak-anak yang senang bercanda saat menghias Taman.
...
Tengah Dunia Mental.
Bion dan Net baru saja tiba di sini. Dan Net mendapati pandangannya telah berubah dari taman yang seperti surga menjadi lahan kosong yang tandus.
" Net, disini kamu memiliki otoritas tertinggi. "
" Tidakkah kamu ingin membuat pasukan militer?"
" Maka disini kamu bisa membuat camp militer apapun sesuai keinginanmu."
Sesampainya di tujuan, Bion langsung ke intinya berkata kepada Net.
__ADS_1
Dan tanpa menunggu Net, menjawab. Bion telah mengerahkan kekuatan Mentalnya untuk memberi otoritas pribadi kepada Net.
" Aku telah memberimu otoritas tertinggi dan semua aturan yang ada disini. Kamu sekarang bisa melakukan apapun sesuai keinginanmu itu."
" Dan dalam membuat pasukan.
Pesanku untuk mu hanya satu yaitu Buatlah sesuai Kebijaksanaan mu. "
´• ‿ゝ•`)
Melihat Kakaknya yang terus berbicara tanpa memandangnya. Hanya berkata, saat melihat ke lahan yang tandus ini dengan mata termenung.
Net juga ikut termenung dan hanya bisa menjawab singkat tanpa mengganggu saat-saat sunyi dari kakaknya.
( • ‿ • )
" Ya kakak, Aku mengerti."
Dan mendengar jawaban Net, Bion merasa puas. Karena itu, Ia mulai berkata kembali kepada Net.
´• ‿ゝ•`)
" Urusan penyaringan pasukan kamu atur dengan Vlay untuk memilih. Serta jangan lupa bertanya kepada yang tertua J.Bli untuk menanyakan saran dan masukan yang kamu butuhkan karena ia lebih berpengalaman."
( • ‿ • )ᕗ
" Ya kakak, aku akan bertanya kepada kakek J.Bli nanti."
Net juga mengerti bahwa ia masih terlalu hijau dalam hal-hal yang seperti ini.
Meskipun ia telah mendapat informasi tentang mengolah pasukan dari berbagai dimensi di (3 Dimensi). Namun itu hanya di (3 Dimensi) dan ia tidak tahu apa-apa tentang (4 Dimensi) ke atas. Jadi solusi terbaik adalah bertanya kepada Guru Bion, J.Bli tentang masalah ini.
Melihat waktu sudah hampir sore, sudah waktunya untuk makan malam. Bion meregangkan tangannya lebar-lebar dan mulai menggoyang pinggulnya yang sedikit masam.
\(^^)/
Menguap sesaat, Bion mulai berkata kepada Net, yang masih dalam keadaan Zona Karyawan Teladan.
" Baiklah, nanti saja kamu mengelola ini.
Hal ini tidaklah terburu-buru.
Lebih baik kita ikut menghias Taman surgawi ini dulu. "
Mendengar perkataan Bion yang malas. Net hanya tersenyum kecil dan mulai menanggapinya.
( ̄ ◡ ̄)/
" Ya kakak, aku mengerti. Pondasinya adalah yang terpenting, jadi aku juga tidak akan terburu-buru menangani hal ini "
Bion tersenyum mendengar jawaban Net ini. Lalu dalam sekejap, Bion membawa Net kembali ke Taman Surgawi di Inti Dunia Mental.
...
Taman Surgawi Inti Dunia Mental.
Melihat kedatangan Ayah dan Peman nya. Sisi tanpa sadar bersuara dengan kaget.
ヽ(。◕o◕。)ノ
" Ayah sudah kembali...!"
Melihat Sisi yang pertama kali bersuara ketika melihat kedatangannya. Bion tidak bisa tidak menghampiri dan memeluknya.
(づ ̄ ³ ̄)づ(≧▽≦)
" Ia, Sisi. Apakah Sisi tidak lapar?
Dalam pelukan hangat ayahnya, Sisi yang telah mengambil posisi yang nyaman terkaget sesaat.
...
Setelah keheningan sejenak.
...
Sisi akhirnya bereaksi.
♪(>o<)ノ♪
" Ah, tidak terasa."
Sisi yang terkaget melompat dari pelukan ayahnya dan mulai berlari kearah ibunya.
" Bu, perut Sisi mulai protes...!"
.·´¯`(>▂<)´¯`·.
Sisi yang berlari ke arah ibunya berteriak dengan tangis dan mengeluh.
(✿^‿^)づ(。>‿<。)
Vlay menangkap pelarian Sisi dan memeluknya. Mencoba menghibur Sisi dengan beberapa kata-kata hangat.
Mengalihkan perhatiannya ke arah anak-anak lain yang sedang sibuk. Vlay berkata dengan suara keras yang hangat.
(✿^ヮ^)
" Ok, anak-anak ayo kembali ke rumah. Mandi dan kita akan makan malam."
Mendengar suara keras dan hangat Ibunya.
BimA, BinTang dan BiLBo melihat ibunya secara bersamaan. Mereka mulai dengan riang melepas semua apa yang mereka lakukan dengan kecepatan tercepat.
┏(^0^)┛
BimA: " Iya ibu."
(╹◡╹)ノ♬
BinTang: "Ya Bu."
(๑^◡^๑)ノ♬
BiLBo: "Okay Bu."
BimA, BinTang dan BiLBo dengan cepat berlomba berlari ke arah Rumah. Dan hasilnya bisa di bayangkan BiLBo si Gendut adalah yang terakhir.
Melihat kepergian mereka yang cepat. Bion dan yang lainnya juga merasa senang dan mulai mengikutinya dengan berjalan kaki.
...
Sesaat, Bion merasakan ide yang melintas dalam benaknya.
Mengalihkan perhatiannya kearah Sisi yang sedang tertawa di pelukan ibunya.
Bion berkata dengan penuh antisipasi,
(´- ‿ -`;)?
" Sisi? Mau makan Apa? Ayah memasak untuk Sisi?"
__ADS_1
Dalam perjalan mereka ke rumah.
Sisi yang sekarang berada dalam pelukan ibunya mendengar pertanyaan tiba-tiba ayahnya.
Dengan gugup Sisi mulai membenamkan kepalanya lebih dalam, dalam pelukan ibunya dan menjawab singkat tanpa memandang Sang Ayah.
(。- ﹏ -)
" Ayah, aku masih ingin masakan ibu."
Namun hatinya,bSisi sudah mulai mengeluh.
╮(◡ ω ◡)╭
( Siapa suruh, Ayah hanya bisa memasak ikan goreng dan ayam goreng. )
...
Meskipun Bion sudah mengantisipasi jawaban Sisi ini. Bion masih ingin mencobanya lagi.
୧(^ 〰 ^)୨
" Sisi tidak mau melihat masakan baru ayah? "
ヽ(。◕o◕。)ノ.
" Apa itu Ayah? " Terkejut dan penuh keraguan. Sisi mengangkat kepalanya dan sedikit melirik ayahnya yang memandangnya penuh harap.
Melihat tatapan kecil Sisi yang penuh keraguan. Bion menjawab dengan penuh semangat.
<( ̄︶ ̄)>
" Ini, Ayam penyet. "
" Oh, oh..." Sisi mulai tertarik. Namun sebelum Sisi bisa berkata lebih lanjut, ia mendengar suara ibunya yang memeluknya.
( ̄ᴗ  ̄✿)
" Sisi, tidak usah dengarkan ayahmu. "
" Itu hanya ayam goreng yang di tambah sambal pedas."
" Ibu akan membuat opor ayam untuk Sisi. Tidakkah Sisi, mau makan makanan ini kemarin? "
Mendengar Opor Ayam ini, Sisi dengan pasti langsung berkata kepada ayahnya dengan ekspresi meminta maaf.
(ᗒᗩᗕ)
" Sisi mau opor ayam.
Maaf ayah.... "
( ^ ヮ ^ ; )
" Hahaha, tidak apa-apa. " Bion hanya tertawa dengan menyesal karena telah kalah telak dari Sang Ibu Rumah Tangga ,Vlay.
Mencari target baru, Bion mengalihkan perhatian ke arah anak-anak lain yang telah kelelahan lomba berlari ke rumah dan sekarang mereka sedang duduk meminum air di tangga depan pintu.
୧(^ 〰 ^;)୨
" BimA, BinTang dan BiLBo, kalian mau Ayam Penyet dari Ayah? Ini sambal spesial Looo..."
Mendengar pertanyaan ayahnya tiba-tiba berbalik kepada mereka yang sepertinya sedang mencari seekor kelinci percobaan. BimA, BinTang dan BiLBo hanya bisa bergindik dan dengan cepat menjawab ayahnya.
BimA: "Ayah, kita juga ingin opor Ayam ibu. "
(ー_ー゛)
Hati BimA: ( Aku meragukan kualitas masakan Ayah )
BinTang: " Iya, maaf Ayah. "
( ̄ヘ ̄;)
Hati BinTang: ( Aku percaya buku yang mengatakan "Seorang Ibu adalah Ahli Dapur" )
BiLBo: " Ayah, maaf. "
(๑ ╥___ ╥ ๑)
Hati BiLBo: ( Aku hanya tidak ingin di jadikan bahan percobaan masakan baru. )
Melihat anak-anak yang dengan suara bulat telah menolak. Bion hanya bisa mencari adiknya dengan mata menyipit.
(눈‸눈)
" Baiklah Net, ayo kita saja yang makan Ayam penyet sambal spesial ini? "
Σ(ಠ﹏ಠ)
Net yang telah mendengar dari samping kegembiraan ini juga mulai bergindik setelah menjadi target pasti Bion.
( T_T)\(^-^ )
" Ayo lah, kakak yang mentraktir mu."
Bion telah menghampiri Net dan mulai memeluk lehernya seperti saudara yang telah lama tidak bertemu.
(╥﹏╥)
Net telah menangis di dalam hatinya.
...
( ͡◉ ͜ ʖ ͡◉)
J.Bli: "Aku Opor ayam."
...
Bion mendengarkan J.Bli berkata tanpa ia menanyakannya, sungguh merasa terhina.
(ノ`⌒´)ノ┫:・┻┻
( Hati Bion: "Apakah ia memasak seburuk itu?")
(ノT_T)ノ ^┻━┻
( Hati Net: "Tidak Buruk, Namun tidak seenak masakan Vlay". )
Tanpa mendengar keluh kesah Net.
Akhirnya, keluarga bahagia ini sampai di rumah.
Yang ingin mandi, mandi dulu.
Yang ingin memasak, memasak dulu.
Yang di tua kan, bersantailah dulu.
(Selesai)
__ADS_1