Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Menuruti Si Queen


__ADS_3

Ratu dan Nesya telah berada didalam mobil dan akan berjalan-jalan ke Dufan. Ya, tentu itu Nesya lakukan hanya untuk menuruti permintaan Si Queen.


"Kak Ken, apa kakak benar-benar seorang pengawal?" tanya Ratu mengejutkan Nesya juga Ravindra.


"Tentu, dia kan bodyguardku!" saut Nesya cepat. Sementara Ravindra hanya bisa tersenyum.


'Aku curiga, masa iya kak Ken ini hanya seorang pengawal? Rasanya tidak mungkin.' gumam Ratu dalam hati.


"Iya benar apa kata Nesya, aku hanya seorang bodyguard." kata Ravindra sambil melirik Nesya lewat kaca spion depan mobil.


"Masa iya sih kak Ken? Aneh! Om Rico tidak mungkin setega itu melepaskan putri satu-satunya ditangan pengawalnya!" gerutunya.


"Maksud kamu apa Queen?" tanya Nesya bingung.


"Owh, kak Nesya ayolah! Mana mungkin om Rico menikahkan kakak dengan salah satu pengawalnya, ini aneh bukan? Lagi pula kak Ken tidak mungkin seorang pengawal!" jelas Ratu berbisik tak ingin Ravindra sampai mendengarnya, tentu dengan posisi mereka yang duduk di kursi belakang sudah pasti Ravindra tak akan dengar. Apalagi Ratu kini berbisik ditelinga Nesya.


"Lalu siapa dia menurutmu?" tanya Nesya antusias.


"Ehm. . .. mungkin seorang pengusaha kaya raya, pilot, atau mungkin penjahat kelas kakap?" jawab Ratu tertawa keras membuat Ravindra keheranan.


"Sstttt ngaco kamu! Mana mungkin papa berurusan dengan pengusaha, pilot, atau apapun itu karena papaku seorang Jendral TNI, Queen." jawab Nesya menyangkal.


"Ahhh! Kak Nesya, jangan-jangan dia juga merupakan orang terpenting di dunia kerja om Rico!" kata Ratu yang berhasil membuat Nesya berfikir.


'Apa mungkin? Masa iya sih!' pikir Nesya melayang ke alang-alang ( apalah-apalah ).


•••

__ADS_1


"Kak, capek juga aku keliling!" keluh Ratu setelah berkeliling Sea World Ancol.


"Siapa suruh ngajak main kesini?" sahut Nesya.


"Ya sudah, istirahat dulu tuh di sana sambil cari minum!" ucap Ravindra sembari menunjuk kedai coffie.


"Boleh juga,ayo kak Ken!" ajak Ratu menarik paksa lengan Ravindra.


"Dasar Queen labil!" gerutu Nesya mengingat jika Ratu sudah punya pacar, Nesya menghampiri mereka yang sudah duduk manis dan memesan minuman.


"Nesya, kamu mau minum apa?" tanya Ravindra yang telah menyeruput coffie miliknya yang baru saja diantar oleh salah satu pelayan kedai.


"Sudah tau kedai coffie, pake tanya mau apa lagi?" gerutu Nesya kesal.


"Kalau kamu tidak suka coffie aku akan mencarikan yang lain untukmu." jawab Ravindra meletakkan coffie miliknya.


"Owh, kak Ken manis sekali." teriak Ratu girang.


"Aaaa! Kak Nesya, mengapa minum coffie milik kak Ken? Kenapa tak memesannya sendiri saja?" teriak Ratu sewot.


"Kenapa memang? Aku sudah sangat haus!" jawab Nesya jujur.


"Kakak, kalian berdua minum dari gelas yang sama!" ucap Ratu kesal.


"Hanya dari gelas yang sama kan? Dia tidak memiliki penyakit menular juga." jawab Nesya santai. rasanya ia ingin memberitahu Ratu bahwa mereka berdua pernah berciuman langsung pada Si Queen tapi itu akan membuat Nesya malu juga kan?


"Sudah tidak apa, aku akan memesannya lagi!" ucap Ravindra menyudahi adu mulut antara keduanya.

__ADS_1


•••


"Kak Ken ayo ke sana!" tunjuk Ratu pada wahana Dufan yang terlihat didepan matanya.


"Ah menyebalkan sekali!" gerutu Nesya kesal karena sedari tadi melihat mereka selalu bergandeng tangan bagai sepasang kekasih sedang Nesya hanya mengekor dibelakang keduanya seperti orang hilang.


"Kak aku mau naik itu, kak Ken temani Ratu ya!"


"Nesya! Kemari!" teriak Ravindra memanggilnya.


"Kenapa?" tanya Nesya malas.


"Ayo ikut kami naik wahana yang diinginkan Ratu." ajak Ravindra.


"Tidak mau."


"Kak Nesya pasti takut ya?" ledek Ratu.


"Tidak! Siapa bilang?" ucap Nesya ragu.


"Ya sudah, ayo kita beli tiket!" ucap Ravindra menarik tangan Nesya dan Ratu, menggandeng keduanya bagai seorang ayah yang akan mengajak putri-putrinya menyebrang.


•••


Sekarang mereka berada disalah satu wahana Dufan. Ya, Tornado salah satu wahana yang akan membuat kepala Nesya pusing dan berteriak histeris.


"Ayo kak Nesya!" ajak Ratu menarik tangan Nesya dan membawanya duduk diantaranya juga Ravindra.

__ADS_1


"Kamu tidak takut kan?" tanya Ravindra cemas.


"Tidak, siapa juga yang takut?" jawab Nesya mengelak, wahana mulai bergerak naik dan segera menjungkirbalikkan tubuh sang penumpang dan Nesya hanya bisa menjerit ketakutan, takut jika akan terjatuh nanti.


__ADS_2