Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Jakarta - Surabaya


__ADS_3

Kedua mobil melaju menuju dermaga. Ya, mobil yang membawa Nesya, Destia, dan Ratu telah masuk dermaga.


"Nesya? Kenapa Micky membawa mobilnya masuk kedalam kapal? Bukannya kita akan pergi dengan pesawat atau kereta?" tanya Destia heran.


"Sudahlah terserah mereka, yang penting kita sampai tujuan." jawab Nesya tenang.


Kini mereka telah duduk didalam kapal yang tak lain adalah kendaraan pribadi milik Micky. Meski tidak ada yang tahu itu, tak terkecuali Ratu, sang kekasih. Mereka telah berada di suatu ruang dengan susunan berbagai macam wine dirak yang tertata begitu rapi didalam kapal pesiar bernama Azimut buatan Italia yang harganya mencapai ratusan milyar. Di dalamnya juga terdapat fasilitas super mewah, yaitu lima kamar tidur dan juga area pesta. 


"Micky! Kenapa kita naik kapal?" tanya Nesya.


"Iya. Jakarta - Surabaya tidak mungkin naik mobil saja kan?" jawabnya cukup masuk akal.


"Bukannya tadi kita akan pergi dengan pesawat atau kereta? Kenapa jadi menyebrang laut gini?" timpal Destia.


"Tadi kita sudah tertinggal penerbangan. Dan kereta? Kita juga sudah terlambat. Tidak mungkin kalian mau menunggu keberangkatan berikutnya kan?" jawab Micky.


"Tapi, sayang? Bagaimana bisa kamu mendapat kapal pesiar super mewah seperti ini secara tiba-tiba? Ini sangat keren sekali." ucap Ratu dengan tatapan curiga.


"Ayolah Queen! Jangan lupa! Pacarmu adalah seorang pengusaha muda yang sukses bukan? Pasti ini salah satu kendaraan pribadinya." sahut Nesya membuat Micky menatapnya.


"Kamu berlebihan Nesya, ini aku hanya menyewanya saja." ucap Micky berbohong.


"Sungguh?" desak Nesya meragukannya.


"Sudahlah, lupakan saja soal kapal ini dan ayo kita bermain!"


"Bermain?" ucap Ratu.

__ADS_1


"Bermain apa Destia? Kita bukan lagi anak kecil." jawab Nesya.


"Hallo. Jakarta - Surabaya bukanlah perjalanan singkat seperti kamar ke toilet. So, ayo kita bermain!"


"Kalian main saja, aku akan pergi keatas!" pamit Micky.


"Hei! Mikcy, kamu juga harus ikut!" seru Destia.


"Aku? Ikut permainan kalian?" tanya Micky sambil menunjuk diri sendiri.


"Iya. Wajib. Ayo kemari!" Destia memintanya duduk kembali.


"Lalu kita akan bermain apa kak Destia?" tanya Ratu begitu penasaran.


"Nama permainannya adalah Truth or Dare." jawab Destia antusias.


"Truth or Dare?" jawab Nesya dan Ratu bersamaan. Destia mengambil botol wine dan menuang isinya ke dalam beberapa gelas, lalu membawanya duduk kembali dan menaruh botolnya diatas meja. Ia memutar botol itu sembari menjelaskan sedikit aturan permainannya.


"Kalian semua siap?" imbuh Ratu bertanya dan mulai memutar botol itu. Semua mata tertuju pada botol tersebut dan tak sabar menunggunya berhenti.


"Yey! Kak Destia! Truth or Dare?" teriak Ratu heboh saat botol berhenti dan tepat mengarah pada Destia.


"Truth!" jawab Destia penuh semangat.


"Aku yang akan bertanya! Dengar dan jawab dengan jujur! Siapa orang yang ada di hatimu saat ini?" tanya Nesya begitu serius.


"Ayo jawab kak Destia!" ucap Ratu saat melihat Destia begitu banyak berfikir.

__ADS_1


'Astaga, ini namanya senjata makan tuan.' batin Destia berucap.


"Ah. Tentu aku akan menjawabnya. Dia adalah teman baikku yang sangat menyebalkan, tapi yang aku heran adalah aku tidak bisa membencinya, mungkin karena aku sangat mencintainya." jawab Destia membuat semua melongo.


"Curang! Aku bertanya apa kamu menjawab apa? Katakan siapa pria itu, Des?" ucap Nesya tak sabar mendengar nama pria yang ada didalam hati Destia.


"Pria?" tanya Destia Bingung.


"Orang yang kak Destia cintai! Cepat katakan, kak!" desak Ratu yang kini penasaran dibuatnya.


"Oke. Oke. Nesya, tadi kamu bertanya siapa orang yang ada di hatiku saat ini? Bukan pria! Dan orang yang ada di hatiku saat ini ya kamu, Nesya."


"Aku? Destia, apa kamu jeruk makan jeruk?" ucap Nesya tak terima.


"Jeruk makan jeruk? Aku orang Nesya!"


"Dan aku wanita Destia. Sama sepertimu!"


"Nesya! Tadi kan aku sudah bilang kamu bertanya siapa orang yang ada di hatiku saat ini. Tentu orang itu kamu."


"Cukup, aku tidak mau lagi bermain!"


"Stop! Kalian para wanita memang aneh ayo cepat lanjutkan atau akhiri sampai disini!" ucap Micky dengan gemas.


"Baiklah kak Destia kamu harus menerima ini!" ucap Ratu menyodorkan gelas berisi wine yang dituang Destia sendiri sebelumnya.


"Hey, aku menjawabnya dengan jujur." elaknya.

__ADS_1


"Baik, kita akhiri saja permainannya! Bahkan dia tidak bisa melakukan sesuai ucapannya sendiri." ucap Nesya.


"Ok. aku akan meminumnya." ucap Destia pasrah dan meneguk minuman yang seumur hidupnya belum pernah sekalipun meminumnya.


__ADS_2