Bodyguard I Love You

Bodyguard I Love You
Kita Pergi Sekarang


__ADS_3

Kediaman Jendral Rico 08.55 WIB


Mobil sport memasuki area halaman rumah Nesya. Sang pemilik keluar dari mobilnya dan berencana untuk segera masuk.


"Apa ini? Penjaga dimana-mana?" ucapnya.


"Astaga! Aku lupa dimana aku sedang berada. Kediaman Jendral Rico Putra Arora." imbuhnya menepuk jidat. Ia berjalan menuju pintu utama.


"Selamat pagi tuan? Anda siapa dan ada keperluan apa datang kemari?" tanya salah satu dari dua orang yang berjaga di pintu utama.


"Biarkan dia masuk! Dia temanku!" teriak Nesya yang baru saja keluar.


"Micky? Kenapa tidak menghubungi Queen jika sudah sampai disini? Ayo masuk semua menunggu didalam!" imbuh Nesya menarik lengan kemeja Micky.


Mereka berdua masuk keruang tengah yang telah ramai. Ya, di sana ada mama Renata, Destia, Ratu, seorang pelayan dan kedua bodyguard Nesya.


"Kak Micky?" teriak Ratu saat melihat kekasihnya. Micky tersenyum dan menyapa mama Renata terlebih dulu.


"Selamat pagi tante."


"Selamat pagi nak, silahkan duduk dulu. Pelayan ambilkan minuman!" ucap mama Renata lemah lembut.


"Tante tidak perlu repot."


"Tidak ada yang repot nak Micky. Nak, tante titip tiga putri tante ya. Kamu jangan khawatir kedua pengawal Nesya akan menemani perjalanan kalian." ucap mama Renata membuat Micky melirik pada ketiga gadis dan dua lelaki yang berdiri tak jauh dari Nesya.


"Baik tante." jawab Micky nyengir.

__ADS_1


"Nesya? Dimana Ravindra? Apa dia tidak akan ikut bersama kita?" pertanyaan itu membuat Nesya teringat akan sosok Ravindra.


"Dia ada pekerjaan diluar negeri! Yang pasti pekerjaan itu lebih penting dari sekedar mengawasiku!" jawab Nesya pelan dan hampir tak terdengar. Wajahnya juga tiba-tiba berubah sedih.


"Maaf, aku tidak tahu." Nesya hanya mengangguk.


Pelayan datang dengan membawa minuman dan makanan kecil ditangannya. Dan meletakkan dimeja.


"Silahkan Nyonya, tuan dan nona." ucapnya kembali berlalu ke dapur.


"Silahkan diminum dulu! Oh ya, nak Micky kalian akan pergi dengan apa?"


"Mungkin kalau tidak pesawat, kereta tante." Sebelumnya ia hanya memesan dua tiket pesawat, karena tidak tahu jika akan ada banyak orang yang ikut terutama kedua bodyguard Nesya.


"Nak maaf, karena papa Nesya ngotot agar bodyguardnya tetap ikut, ini semua dia lakukan untuk keamanan kalian semua. Pesan tante, kalian tetap hati-hati dan saling menjaga." Micky mengangguk dan memberi senyum ikhlasnya.


"Mama sayang, aku rasa obrolannya sudah cukup. Bisa kami pergi sekarang?" ucap Nesya pelan.


"Kalian berdua harus fokus pada mereka, jangan sampai hal buruk terjadi pada salah satu dari mereka!" ucap mama Renata pada kedua bodyguard Nesya.


"Siap. Laksanakan!"


Mereka mulai berhamburan keluar rumah. Menuju mobil Micky, melihat mobil yang dihadapannya bodyguard Nesya angkat bicara.


"Tuan, mobil ini tidak muat untuk kita semua apa perlu memakai mobil tuan Rico saja?"


"Micky, Ratu, kalian pakai saja mobil ini. Kami akan mengikuti kalian dari belakang!"

__ADS_1


"Baiklah, tidak masalah."


"Kita bawa mobilku!" perintah Nesya pada kedua bodyguardnya.


"Mama, kami berangkat dulu, ya! Jaga diri mama." pamit Nesya mencium dan memeluknya, dan yang lain bersalaman untuk pamit.


"Kalian hati-hati!" teriak wanita paruh baya itu, kala kedua mobil itu meninggalkan pekarangan rumahnya.


•••


Dilain tempat, terlihat Ravindra tengah berkemas dan bersiap untuk berangkat. Ia berniat untuk mampir kemarkasnya. Setelah sampai ia turun dan masuk.


"Tiger! Stubby! wolf! dimana yang lain?" tanya Ravindra.


"Mereka dalam perjalanan, Captain."


"Bagaimana dengan pria pengecut itu?" tanya Ravindra sambil berjalan menuju suatu ruangan dan diikuti langkah ketiga anak buahnya.


"Capt, yang lain sudah siap dan menunggu di mabes." ucap Tiger.


"Baik. Kita pergi sekarang!" Ravindra mengurungkan niatnya menemui pria itu.


"Perketat penjagaan hingga kita kembali!" imbuhnya pada beberapa penjaga didepan pintu tersebut. Ravindra dan ketiga anak buahnya pergi menuju mabes.


,


,

__ADS_1


,


,


__ADS_2